ERWAHYUNI ENDANG PRABANDARI
Graduated School of Agriculture Industrial Technology, Bogor Agricultural Institute

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENICILLIN PRODUCTION BY MUTANT OF Penicillium chrysogenum

Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol 2, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.364 KB)

Abstract

Penisilin adalah antibiotika yang pertama kali ditemukan dan digunakan untuk pengobatan infeksi bakteri. Sejak ditemukan penisilin sebagai antibiotika oleh Alexander Fleming pada tahun 1928, banyak usaha dilakukan untuk meningkatkan produktivitas Penicillium chrysogenum. Pemuliaan galur untuk meningkatkan produksi penisilin dapat menggunakan mutasi acak secara fisika dan kimia. Pada penelitian ini, radiasi sinar ultraviolet digunakan untuk mendapatkan mutan P. chrysogenum. Produksi penisilin ditentukan menggunakan HPLC dan produktivitas mutan dibandingkan dengan induk P. chrysogenum. Mutan M12 menghasilkan penisilin 1,23 kali lebih banyak dibandingkan dengan induk P. chrysogenum.Kata kunci: Penisilin, Penicillium chrysogenum, ultraviolet, mutan, radiasi ABSTRACTPenicillin is the first antibiotic discovered and used for treatment of bacterial infections. Since the discovery of penicillin as antibiotic by Alexander Fleming in 1928, much effort has been invested to improve productivity of Penicillium chrysogenum. Strain improvement to increase the penicillin production can be carried out by physical and chemical random mutation. In this research, ultraviolet irradiation was used to obtain P. chrysogenum mutant. Penicillin production was determined by using HPLC and productivity of P. chrysogenum mutants was compared to the wild type. Mutant M12 produced 1.23 fold higher penicillin than the wild type did.Keywords: Penicillin, Penicillium chrysogenum, ultraviolet, mutant, radiation

Optimasi Produksi Hydroxy Octadecadienoic Acid (HODE) dari Kapang Endofit Culvularia lunata BioMCC FE-00283 dengan Metode Respon Permukaan

JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 9 No 1 (2011): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hydroxy octadecadienoic acid (HODE) adalah salah satu senyawa asam lemak alifatik teroksidasi goiongan oksilipin yang bersifat bioaktif dan dapat dihasilkan oleh kapang endofit Curvularia lunata BioMCC FE-00283 dengan fermentasi kultur terendam. Glukosa, monosodium glutamat dan minyak jagung adalah komponen media yang mempunyai pengaruh signiiikan terhadap produksi HODE oleh C. lunata BioMCC FE-00283. Optimasi komposisi ketiga komponen media tersebut dilakukan dengan menggunakan metode respons permukaan (response sur ace methodology/RSM). Rancangan percobaan central composite design (CCD) digunakan untuk menjelaskan pengaruh interaksi antar komponen medium terhadap pruduksi HODE. Produksi HODE maksimum yang diprediksi melalui model kuadratik mempunyai luas kromatogram 4540000 yang secara eksperimental diveriiikasi mempunyai luas kromatogram 1091338 ± 152489. Meskipun verifikasi eksperimen menunjukkan hasil lebih rendah dari prediksi melalui model, akan tetapi hasil veriiikasi lebih tinggi dibandingkan produksi mengglmakan media basal dengan variasi proporsi sumber karbon, nitrogen, dan inducer belum dipotimasi yang menghasilkan luas kromatogram HODE 95045 ± 71200. Hasil veriiikasi menunjukkan komposisi media yang optimum dapat meningkatkan produksi HODE 3.7 kali lipat dibandingkan dengan media basalnya.

Uji Sitotoksisitas Fraksi Aktif dan Senyawa Murninya yang Dihasilkan oleh Kapang Endoiit Tanaman Obat dari Lombok Timur terhadap Sel MCF-7

JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 10 No 1 (2012): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penapisan toksisitas 36 fungi endofit dari tanaman obat berasal dari Lombok Timur. Isolat dikultivasi pada 100 mL medium potato dextrose yeast extract dalam Erlenmeyer 250 mL, suhu 28°C dan kecepatan pengocokan 150 rpm selama 10 hari. Kaldu fermentasi diekstrak menggunakan butanol, etil asetat dan dikhloromethan. Ekstrak dipekatkan menggunakan konsentrator vakum, diuji sitotoksisitasnya terhadap larva Artemia salina menggunakan metode BSLT. Penapisan pertama pada konsentrasi 100 mg/L diperoleh 9 ekstrak aktif dari 108 ekstrak uji. Penapisan lanjutan berdasarkan LC50 menunjukkan bahwa yang paling aktif adalah ekstrak etil asetat dari kapang endofit ENLT 74.3d.2 dengan LC50 30,21 mg/L. Fungus ini diisolasi dari tanarnan Cibotium barometz, dan dideskripsikan sebagai Curvularia lunata. Ekstrak teraktif difraksinasi menggunakan kolom silica gel 60 dan dielusi secara gradien bertahap menggunakan heksan, etil asetat, dan metanol. Pengujian fraksi fraksi menunjukkan bahwa fraksi etil asetat adalah fraksi teraktif dengan LC 50 = 4,69 mg/L. Senyawa aktif dimurnikan menggunakan kromatograii cair kinerja tinggi dengan fasa diam C18 dan fasa gerak asetonitril air secara gradien 15%-100% dalam 25 menit. Senyawa aktifmempunyai waktu retensi 14-16 menit dan serapan maskimum pada λ = 233 nm dan pada konsentrasi konsentrasi 5 mg/L. mampu menghambat 28% proliferasi sel MCF-7.

Peningkatan Produksi 8-Hydroxy 9,12-Octadecadienoic Acid (8-HODE) dari Kapang Endofit Curvularia lunata BioMCC Fe-00283 dengan Optimasi Media Fermentasi

JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 12 No 1 (2014): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

8-Hydroxy 9,12-octadecadienoic acid (8-HODE) adalah salah satu asam lemak alifatik dari kelompok senyawa oksilipin yang menunjukkan aktivitas biologis. Telah dilaporkan sebelumnya bahwa Curvularia lunata BioMCC FE-00283, kapang endofit yang diisolasi dari tanaman Cibotium barometz, pada kultur fermentasi cair mampu menghasilkan 8-HODE. Glukosa, monosodium glutamat dan minyak jagung adalah komponen media fermentasi yang menunjukkan pengaruh nyata terhadap produksi 8-HODE oleh C. lunata BioMCC FE-00283. Dalam tulisan ini dilaporkan peningkatan produksi 8-HODE dengan menambahkan ekstrak kentang pada komposisi media hasil optimasi sebelumnya. Empat komponen media yang terdiri dari ekstrak kentang, glukosa, monosodium glutamat dan minyak jagung dioptimasi untuk produksi 8-HODE menggunakan Response Surface Metodology (RSM). Rancangan full factorial Central Composite Design (CCD) digunakan dalam percobaan ini agar dapat menjelaskan interaksi antar komponen media fermentasi. Hasil optimasi menunjukkan bahwa produksi 8-HODE maksimal yang diprediksi oleh model kuadratik adalah 16,46 mg/L. Hasil optimal tersebut dicapai pada komposisi media yang terdiri dari ekstrak kentang 36,50%; glukosa 3,60 g/L; monosodium glutamat 15,92 g/L dan minyak jagung 0,96 ml/L.Verifikasi komposisi media hasil optimasi menghasilkan 8-HODE sebesar 16,189 ± 0,526 mg/L. Hasil optimasi dengan menambahkan ekstrak kentang dalam optimasi media fermentasi ternyata meningkatkan konsentrasi 8-HODE tiga kali lipat dibandingkan dengan hasil optimasi dengan 3 peubah.