Hanny Poli
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Published : 36 Documents
Articles

Found 32 Documents
Search

KAJIAN TATA RUANG WILAYAH PESISIR KOTA MANADO MENGHADAPI DAMPAK PEMANASAN GLOBAL Poli, Hanny; Tinangon, Alvin Jantje
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.559 KB)

Abstract

AbstrakPenataan ruang kawasan pesisir pantai perlu mendapat perhatian mengingat akan keberlanjutan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Kegiatan kawasan pesisir yang tidak terkendali adalah sebagai salah satu unsur penyebab terjadinya pemanasan global, yang berdampak pada peningkatan suhu udara maupun perairan didalam kota dan sekitarnya. Visi Kota Manado sebagai Kota Ekowisata maka perlu diperhatikan dalam pembangunannya yang cukup pesat dan perlu dikendalikan untuk mencapai keseimbangan lingkungan. Ruang kawasan pesisir perlu ditata agar dapat dipelihara sehingga memberikan dukungan yang nyaman terhadap manusia serta mahluk hidup lainnya dalam melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya secara optimal. Ratifikasi Protocal Kyoto oleh beberapa negara adalah juga sebagai upaya untuk mengurangi sebab-sebab pemanasan global dengan mereduksi pelepasan gas-gas rumah kaca. UU no 27 Tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. UU no. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengatur besarnya prosentasi Ruang Terbuka Hijau pada kawasan urban/pesisir, dan PP no. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional sebagai kepedulian pemerintah terhadap pentingnya penataan ruang kawasan pesisir. Penelitian ini akan difokuskan pada areal kawasan pesisir pantai kota Manado. Metode yang akan dipakai sistim Mapping, drawing (Lubis, 2002), Observasi Lapangan (direct).Kata Kunci : Tata ruang, pesisir, urban heat island
ARSITEKTUR BIOKLIMATIK Tumimomor, Inggrid A.G.; Poli, Hanny
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTema bioklimatik merupakan salah satu langkah menuju ke arah yang lebih baik dan sehat, dengan menerapkan perancangan yang baik yang memiliki Keindahan/Estetika (venustas), Kekuatan (Firmitas), dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas). Perkembangan Arsitektur Bioklimatik berawal dari tahun 1990-an. Arsitektur bioklimatik merupakan arsitektur modern yang di pengaruhi oleh iklim. Arsitektur Bioklimatik merupakan pencerminan kembali arsitektur Frank Lloyd Wright yang terkenal dengan Arsitektur yang berhubungan dengan alam dan lingkungan dengan prinsip utamanya bahwa seni membangun tidak hanya efisiensinya saja yang di pentingkan tapi juga ketenangan, keselarasan, kebijaksanaan dan kekuatan bangunan sesuai dengan bangunannya. Dalam merancang sebuah desain bangunan juga harus memikirkan penerapan desain bangunan yang beradaptasi dengan lingkungan atau iklim setempat. Penghematan energi dengan melihat kondisi yang ada di sekitar maupun berdampak baik pada kesehatan. Dengan strategi perancangan tertentu, bangunan dapat memodifikasi iklim luar yang tidak nyaman menjadi iklim ruang yang nyaman tanpa banyak menkonsumsi energi. Kebutuhan energi perkapita dan nasional dapat di tekan jika secara nasional bangunan di rancang dengan konsep hemat energi. Selain itu yang dapat kita temui pada bangunan bioklimatik yaitu mempunyai ventilasi alami agar udara yang dihasilkan alami, Tumbuhan dan lanskap membuat bangunan lebih sejuk serta memberikan efek dingin pada bangunan dan membantu proses penyerapan O2, dan pelepasan CO2, demikian juga dengan adanya Solar window atau solar collector heat di tempatkan didepan fisik gedung untuk menyerap panas matahari. Maka muncullah desain yang benar2 menerapkan desain hemat energi. Tulisan ini merupakan perancangan yang tidak menyebabkan meningkatnya konsumsi energi dan kerusakan lingkungan, berupa polusi udara, polusi suara, melainkan menciptakan rancangan arsitektur yang ramah lingkungan serta arsitektur yang alami.Kata kunci: Bioklimatik, Ramah Lingkungan, Desain Arsitekur Alami
ANALISIS PENATAAN RUANG KAWASAN PESISIR MENGHADAPI DAMPAK PEMANASAN GLOBAL STUDI KASUS PESISIR PANTAI KOTA MANADO Poli, Hanny
SABUA Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

There is no doubt that global warming continuously impact on living environments. Increasing of air temperature, sea level rise, and other impact will cause changes on living environments. In particular coastal areas, spatial development need to be considered seriously for reaching sustainable development. Uncontrolled activities in the coastal area are contributed to global warming, which influence higher temperature of micro climate in urban area. With vision of Manado city as World tourism City 2010 we need to control rapid growth to reach environment balance. Coastal zone need to be managed so that it can support and maintain livability and also preserve life with optimal. Kyoto Protocol ratification is part of efforts to reduce causes of global warming by reducing release of green house gases. Indonesian Government Law Number 27 2007 is made for management of coastal area and island as well as Law Number 26 2007 about land use guidance for level of green area at urban/coastal area. In addition, Regulation Number 26 2008 is made for National Regional Plan as governmental effort to control coastal area. This research is focused in Manado coastal area. The Method is using GIS Mapping, field observation (direct) and using instrument of measure like thermo hygrometer and anemometer. Results show that unmanaged coastal areas will critically damage the coastal areas.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KESIAP SIAGAAN MENGANTISIPASI ANCAMAN BENCANA ALAM DI DESA KALI DAN KALI SELATAN MINAHASA Poli, Hanny; Franklin, Papia J.C.; Lakat, Ricky M.S.
MEDIA MATRASAIN Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.473 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan suatu luaran dari implementasi kegiatan bidang pengabdian kepada masyarakat khususnya dalam bidang kebencanaan yang dapat melibatkan masyarakat. Melalui program dengan skim Program Kemitraaan Masyarakat (PKM) tahun 2018, tim telah melaksanakan kegiatan “PKM Pelatihan Teknis Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Ancaman Bencana di Desa Kali dan Kali Selatan Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa” yang telah dihadiri sebanyak 46 orang peserta dari anggota masyarakat setempat. Luaran dari kegiatan ini ialah tersedianya karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal nasional serta tersedianya petunjuk teknis yang praktis dan memadai bagi masyarakat. Program ini dilaksanakan dengan metode survey, observasi lokasi lingkungan permukiman desa, melakukan wawancara dengan pemerintah desa Kali dan Kali Selatan serta mitra kerja yaitu masyarakat yang ada disekitar lokasi rawan banjir, tanah lonsor, erupsi gunung berapi dan pihak yang berkepentingan lainnya (stakeholders) serta studi pustaka.Sebagai kesimpulan, upaya peningkatan ketentraman, keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat di desa memerlukan kerjasama antara pemerintah dari kedua desa dimaksud dengan masyarakat, lembaga sosial masyarakat, lembaga pendidikan tinggi sebagai antisipasi terhadap ancaman bencana. Pertumbuhan dan perkembangan suatu komunitas masyarakat ditentukan oleh adanya rasa tenteram, aman dan nyaman yang perlu difasilitasi oleh pemerintah melalui: pembangunan infrastruktur yang tanggap terhadap ancaman bencana alam seperti: banjir dan tanah longsor dan erupsi gunung berapi; melaksanakan penghijauan bukit serta memelihara drainase; penegakan peraturan dalam membangun rumah pada kawasan rawan bencana; pelatihan teknis / sosialisasi;  penempatan tanda-tanda jalur evakuasi; pendampingan baik dari pemerintah dalam hal ini melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Minahasa serta Lembaga Pendidikan Tinggi yang memiliki kepakaran ilmu dan teknologi, ketrampilan dalam bidang kebencanaan serta lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan lainnya yang berkompeten dalam rangka memberikan rasa tenteram, aman dan kenyamanan.
PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DI KECAMATAN WENANG KOTA MANADO Banapon, Faisal; Tondobala, Linda; Poli, Hanny; Rengkung, Michael
SABUA Vol 5, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.696 KB)

Abstract

Tingkat pertumbuhan penduduk sangat berpengaruh pada volume sampah yang merupakan hasil aktifitas penduduk. Besarnya sampah yang dihasilkan dalam suatu daerah tertentu sebanding dengan jumlah penduduk, jenis aktifitas yang beragam, dan tingkat konsumsi penduduk tersebut terhadap barang material. Setiap harinnya kota Manado dengan jumlah penduduk 410.481 tersebut, menghasilkan sampah dalam volume yang cukup besar  ± 2.000 m­­3 dari berbagai aktifitas kota Manado seperti rumah tinggal atau permukiman, pasar modern dan pasar tradisional, sekolah, perkantoran dan industri. Berangkat dari hal itu menjadi penting untuk dilakukan penelitian dan penelitian tersebut, dilakukan pada kecamatan Wenang karena merupakan salah satu dari beberapa kecamatan di kota Manado yang menjadi pusat kegiatan ekonomi, merupakan wilayah padat permukiman serta penduduk yang cukup tinggi, dan penggunaan lahan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan persampahan di kecamatan Wenang. Metodologi penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang lebih mengutamakan pada masalah, proses dan makna/persepsi. Untuk menganalisis data digunakan analisis Distribusi Frekuensi (perhitungan statistik sederhana misalnya jumlah, selisih dan prosentase data). Analisis digunakan untuk mengetahui variabel yang diteliti yaitu untuk mengatahui pengelolaan persampahan di kecamatan Wenang. Hasil dari analisis dipaparkan secara deskriptif.
FAKTOR-FAKTOR INTERNAL PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI LAKBAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA SEBAGAI OBJEK WISATA ANDALAN Pomantow, Lidya; Kumurur, Veronica; Poli, Hanny; Rogi, Octavianus H.A.
SABUA Vol 5, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.029 KB)

Abstract

Salah satu sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Minahsa Tenggara adalah wisata pantai, wisata ini dapat menarik perhatian banyak wisatawan karena keindahan alamnya, objek wisata ini cukup berpotensi untuk dapat dikembangkan sebagai objek wisata andalan di Kabupaten Minahasa Tenggara karena memiliki keindahan alam yang alami. Objek wisata Pantai Lakban saat ini dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Tenggara. Kabupaten Minahasa Tenggara mempunyai beberapa objek wisata potensial yang dapat memberikan kontribusi bagi pendapat daerah, namun salah satu objek yang bisa menjadi objek wisata andalan yaitu Objek Wisata Pantai Lakban. Namun dari potensi tersebut terdapat beberapa permasalahan yang ada diantaranya yaitu kondisinya belum begitu bagus, baik dilihat dari segi kualitas maupun kuantitas. Hal ini dapat kita lihat bahwa produk wisata yang ditawarkan masih seadanya dengan kata lain fasilitas pariwisata yang ada masih kurang, sedangkan masalah aksesibilitas yaitu kurang tersedianya angkutan umum yang menuju lokasi objek wisata dan kondisi jalan masuk menuju objek wisata masih ada yang rusak, tidak tersedianya tempat samapah, jaringan listrik dan telekomunikasi didalam objek wisata, kurangnya promosi dan pemasaran yang dilakukan masih bersifat lokal, sedangkan pengelolaan objek wisata ini ditangani oleh dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Tenggara, belum ada kerjasama dengan pihak investor atau swasta, dan lainnya. Dari beberapa permasalahan diatas yang menjadi inti permasalahan yang terdapat di Objek Wisata Pantai Lakban ini adalah belum adanya strategi pengembangan yang tepat dalam pengembangan objek wisata ini. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan strategi yang tepat untuk dapat mengembangkan dan menjadikan objek wisata ini sebagai objek wisata andalan. Dengan studi ini, diharapkan objek wisata ini dapat dikenal oleh masyarakat luas. Untuk mencapai tujuan diatas ,maka ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu mengidentifikasi dan merumuskan strategi. Identifikasi dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik faktor-faktor internal dan eksternal yang mendukung pengembangan objek wisata Pantai Lakban sebagai objek wisata andalan, sedangkan untuk menentukan strategi yang tepat dalam pengembangan objek wisata ini menggunakan teknik analisis SWOT. Dalam strategi pengembangan ini diarahkan untuk lebih meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Juga diharapkan adanya inovasi sehingga wisatawan tertarik dan merasa tidak bosan terhadap objek wisata Pantai Lakban. Selain itu juga dalam pengembangannya ini diharapkan dapat melibatkan investor swasta, masayrakat dan instansi lain yang terkait dalam pengembangan objek wisata ini.
PUSAT SIMULASI DAN PELATIHAN PENANGGULANGAN BENCANA (Desain Tanggap Bencana) Tumbol, Sri S; Poli, Hanny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.803 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Manado sebagai ibu kota Propinsi Sulawesi Utara memiliki 8 potensi bencana, yaitu gempa, tsunami, letusan gunung berapi, cuaca ekstrim, banjir, kekeringan, gagal teknologi dan longsor. dengan adanya 8 potensi bencana ini sudah tentu masyarakat kota Manado membutuhkan fasilitas simulasi dan pelatihan mengenai bencana dan penanggulanganya. Bencana bisa terjadi kapan saja tanpa kita duga dengan segala dampak merugikan yang menyertai, untuk itu perlu adanya kesiapan dari diri kita untuk menghadapi bencana tersebut.Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak dan kerugian yang mungkin timbul.Salah satu bentuk persiapan diri adalah dengan simulasi mengenai bencana itu sendiri agar kita dapat mengetahui bencana tersebut serta dengan pelatihan mengenai penanggulangan bencana yang dapat memberikan kita pengetahuan mengenai memberikan pertolongan pada korban saat terjadi bencana. Kegiatan simulasi dan pelatihan ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan mengenai bencana, sehingga saat terjadi bencana masyarakat telah siap dan dapat mengurangi jatuhnya jumlah korban. Kata kunci :Bencana, Simulasi, Pelatihan, Manado, Penanggulangan
KAJIAN PEMANFAATAN LAHAN PADA DAERAH RAWAN LONGSOR DI KECAMATAN TIKALA KOTA MANADO Kamil, Arifin; Poli, Hanny; Karongkong, Hendriek H.
SABUA Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.26 KB)

Abstract

RENTAL OFFICE DI MANADO (STRATEGI DESAIN “FROEBEL BLOCK” FRANK LIOYD WRIGHT) Khomara, David B.; Poli, Hanny; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.659 KB)

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi yang pesat sehingga mendorong timbulnya Rental Office sebagai wadah interaksi bisnis dan pelayanan jasa akibat tuntutan ruang yang besar dengan lokasi yang strategis. Di lain pihak tuntutan terhadap efisiensi, efektifitas dan flesibilitas menjadi patokan terhadap perancangan objek ini dan harus bisa meningkatkan daya tarik pengunjung. Selain itu, sebagai bangunan komersial Rental Office harus selalu mempunyai penampilan yang menarik sesuai tuntutan pasar dengan dinamika perubahan yang terus meningkat. Untuk itu perlu suatu strategi khusus agar dapat mendamaikan seluruh tuntutan terhadap perancangan Rental Office ini. Maka dari itu, penulis mengangkat tema “Strategi Desain Froebel Block Frank Lioyd Wright” untuk menjadi acuan dan kendaraan perancangan untuk pengambilan keputusan desain. Penulis mengangkat tema ini karena Frank Lioyd Wright adalah arsitek idola penulis dan strategi yang dipakai menurut John Rattenbury pada telaah karya Wright adalah kolaborasi yang tepat menurut perancang karena tema ini mempunyai strategi khusus yaitu strategi The Earth Line/Horizontalisme, Interpenetrasi Bidang, The Destruction Of A Box, Continuity Space, Room Within Space To Be Lived In, Pola Hirarki dan Unitarian. Proses perancangan objek ini menggunakan proses desain generasi II menurut John Zeisel yang terdiri dua fase. Fase pertama, yaitu pengkajian terhadap tipologi objek, tapak dan lingkungan serta tema yang diangkat. Ketiga data tersebut dianalisa dan menciptakan sinkronisasi yang baik antara objek, tema dan tapak dan dilanjutkan Fase kedua yaitu siklus Image-Present-Test dimana siklus yang keluar dievaluasi berdasarkan kriteria perancangan dari teori Geofrey Broadbent kemudian berlanjut ke siklus II dan seterusnya sebagai upaya untuk menutupi kekurangan kualitas desain siklus sebelumnya. Gubahan bentuk Rental Office ini mengambil model dan prinsip Rubikal Mirrol Cube sebagai bagian dari permainan Froebel Block. Sistem modul volumetric Rubikal dicoba diterapkan pada objek ini yang juga terdiri dari organisasi modul sewa. Desain bangunan yang dibuat dinamis dan berputar secara horizontal untuk meningkatkan daya tarik terutama closed vista dari Jl. Sudirman. Kata Kunci : Rental Office, John Zeisel, Froebel Block
SENTRA PRODUKSI PERIKANAN DI SALIBABU (Penerapan Revolusi Biru Dalam Arsitektur) Laloma, Indriani; Poli, Hanny; Siregar, Frits O. P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.454 KB)

Abstract

Pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan sangatlah dibutuhkan bagi daerah-daerah yang memiliki sumberdaya ikan yang potensial termasuk Kabupaten Kepulauan Talaud. Hal ini dikarenakan wilayah perairan laut Kabupaten Kepulauan Talaud relatif besar dibandingkan dengan wilayah perairan laut kabupaten/kota yang lain sehingga, luasnya dapat diestimasi sekitar 10% dari luas WPP-RI 716. Diperkirakan potensi lestari sumberdaya ikan di Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar 33.360 ton/tahun. Namun, Kondisi yang memiliki nilai keuntungan tinggi ini belum bisa dimanfaatkan di Kabupaten Kepulauan Talaud, karena hasil tangkapan yang didapat masih dipasarkan keluar daerah. Mengingat pentingnya potensi sumberdaya ikan di Kabupaten Kepulauan Talaud, maka diperlukan adanya pembangunan “Sentra Produksi Perikanan” dimana didalamnya berlangsung kegiatan mengelolah sumberdaya ikan dari bahan baku menjadi bahan jadi berupa ikan kaleng yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud yang berlokasi di Salibabu berdasarkan RTRW Kabupaten Kepulauan Talaud yaitu sebagai pusat pelayanan sekunder untuk pusat perdagangan, jasa, dan industry perikanan. Pembangunan perencanaan menerapkan prinsip “Revolusi Biru dengan konsep Pembangunan Berkelanjutan” yang mempertahankan sumberdaya alam dan lingkungan ekologis manusia. Lewat konsep perancangan ini diharapkan dapat memanfaatkan potensi sumberdaya ikan yang ada untuk kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan masa yang akan datang.   Kata Kunci : Sentra Produksi Perikanan, Revolusi Biru, Pembangunan Berkelanjutan, Salibabu