p-Index From 2014 - 2019
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Visual Art Catharsis
Mayang Pitaloka
Institut Teknologi Bandung

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

“SELF-INTERROGATION” REPRESENTASI PERSONAL

Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengerjaan tugas akhir ini, penulis ingin menghasilkan sebuah karya portrait dan ingin mengembangkan proses berkarya yang berbeda karena pembuatan image dibantu oleh media digital. Hal yang mendorong penulis dalam pengerjaan karyanya adalah ketika penulis ingin membangun sebuah realita diri, ekspresi nyata yang dihadapi oleh diri penulis terhadap pengalaman hidup penulis dalam sebuah ruang interogasi personal.Berdasarkan pemikiran penulis terhadap realita diatas, pada perjalanan pencarian visualnya penulis akhirnya memilih visualisasi karya secara representatif. Setelah mencoba berbagai media digital, penulis menemukan sebuah cara pembentukan image yang sesuai dengan gagasan penulis yaitu menggunakan scanner. Pada Scanner, proses penciptaan diri secara nyata terekam, didalamnya terdapat pergerakan, ekspresi, sudut-sudut wajah serta distorsi yang secara sadar penulis bentuk sebagai wujud sebuah interogasi pada ruang personal.Untuk mendapatkan visual nyata setelah proses pembentukan potret wajah pada scanner, penulis menggunakan teknik tradisional melukis yaitu dengan medium cat minyak diatas kanvas. Hal ini penulis lakukan karena penulis ingin terlibat secara nyata, dalam proses pembentukan visual secara manual. Dalam prosesnya penulis semakin menghayati sebuah penciptaan diri. Karena penciptaan diri ini merupakan suatu kesadaran mental untuk menemukan sesuatu yang estetik yang ada di luar dirinya. Oleh adanya hasil karya tersebut, penulis ingin menawarkan kepada para apresiator sebuah karya representasional dan juga sangat personal tentang diri penulis dengan eksperimen scannografi. Penulis mengharapkan karyanya bisa membawa apresiator ke dalam sebuah ruang interogasi personal yang divisualisasikan oleh potret diri penulis pada kenyataan kedua yang telah terabstraksi sehingga apresiator bisa menikmati keberadaannya dengan cara pandang yang berbeda.

The Art Expression of the Prisoners 'Paintings in Class IIA Narcotic Correctional Institution, Yogyakarta

Catharsis Vol 7 No 3 (2018): October 2018
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.793 KB)

Abstract

Expressing art is one of people's aesthetic needs, no exception the prisoners of class II A narcotics penal institution, Yogyakartawho fulfill their aesthetic need by doing painting activity. This is quite interesting because in the life full of freedom limitation, the citizens of the institution are still able to enliven the activity to express their aesthetic needs through painting in the prison environment. Therefore, the aim of this research is to analyse the influence of the penal institution environment toward the art expressions of the institution assisted citizens' paintings, their painting process, and the characteristics of their paintings seen in the perspectives of visual elements and principles, and in the perspective of psychoanalysis towards the painting themes. The research conducted applies qualitative and anthropology interdisciplinary approaches, aesthetics, and art psychology. The research design used is case studies. The data of the research are collected by conducting observation technique, interview, and documentation study. Then triangulation technique is used to check the validity of the data collected. Data analysis technique is conducted through reduction, presentation and verification. The results of the analysis show that, first, the environment of the penal institution has influence on the psychological stress of the prisoners which gives impact on their painting ideas, themes, and visuals; second, their creation process in various limitations do not stop their productivity in painting; and third, the visual characteristics of the prisoners’ paintings have their own uniqueness which can be seen through the perspectives of visual elements and principles related to the Id, Ego, and Superego drives in psychology which produce two categories of painting themes, i.e. political and personal themes.  Both themes indicate the influences of environment, stressor, and the prisoners’ life background factors. Painting activity can be a fulfillment to the need of expressing aesthetics of every prisoner in Class IIA Narcotic Correctional Institution, Yogyakarta.