cover
0.892
P-Index
Mbina Pinem
Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan
Articles
6
Documents
INTERAKSI EDUKATIF DOSEN DENGAN MAHASISWA DALAM PEMBANGUNAN KARAKTER DI FAKULTAS ILMU SOSIAL – UNIMED

JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 5, No 1 (2013): Penelitian Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.805 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi edukatif dosen dengan mahasiswa dalam pembangunan karakter atau budi pekerti mahasiswa melalui kegiatan perkuliahan di FIS Unimed Medan. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan kajian bagi lembaga atau instansi terkait untuk selanjutnya dapat mengambil langkah-langkah konkrit untuk peningkatan kualitas dan intensitas pembinaan karakter atau budi perkerti mahasiswa dalam rangka membangun karakter bangsa Indonesia. Untuk mencapai tujuan penelitian di atas maka dalam penelitian ini digunakan pendekatan diskriptif kualitatif penulis berinteraksi secara aktif dalam proses pengumpulan data. Peneliti akan menggunakan intuisi dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan dan melakukan pengamatan secara cermat. Untuk memahami makna perilaku dosen-dosen dan mahasiswa dalam berinteraksi peneliti akan melibatkan diri secara langsung dalam situasi sosial. Berdasarkan karakteristik pendekatan kualitatif, peneliti akan mengungkapkan makna dibalik suatu fenomena yang terjadi di FIS Unimed Medan khususnya fenomena yang berkaitan dengan interaksi edukatif dosen dengan mahasiswa dalam rangka pembinaan karakter atau budi pekerti mahasiswa. Hasil akhir dari penelitian ini adalah peningkatan pembangunan karakter mahasiswa dalam hal ini adalah karakter atau budi pekerti mahasiswa melalui interaksi edukatif dosen di dalam proses pembelajaran di Fakultas Ilmu Sosial Unimed. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa karakter mahasiswa FIS Unimed dalam perkuliahan telah menunjukkan karakter yang baik hal tersebut terlihat dari indikator religi, toleransi, disiplin, tanggung jawab, peduli, hormat dan jujur.

PERUBAHAN KERJA ADAT PADA UPACARA PERKAWINAN ADAT KARO (SUATU STUDI PADA MASYARAKAT KARO BALUREN, DESA PALDING JAYA SUMBUL KECAMATAN TIGALINGGA KABUPATEN DAIRI)

JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 5, No 1 (2013): Penelitian Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.688 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk acara nganting manuk dan mata kerja, perubahan yang terjadi, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan, tanggapan masyarakat tentang terjadinya perubahan dan peranan rakut si telu dalam acara nganting manuk dan mata kerja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan nara sumber tokoh – tokoh masyarakat. Data dikumpulkan dengan teknik : observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : telah terdapat perubahan dalam acara nganting manuk dan mata kerja, antara lain : pemakaian musik keyboard, menari, menyanyi pengantin dan orangtua pengantin, pemberian cokong-cokong (saweran), penggunaan produk pabrik, dan peran anak beru yang berkurang. Faktor yang menyebabkan perubahan adalah faktor dari dalam antara lain : bertambahnya penduduk, kebutuhan akan hiburan, ekonomi dan efisiensi waktu, sedangkan dari luar adalah faktor pengaruh agama, inovasi dan teknologi. Tokoh-tokoh masyarakat dapat menerima penggunaan keyboard sebagai hiburan dan pemberian cokong-cokong kepada pengantin, tetapi tidak menghendaki orangtua pengantin menari, menyanyi, dan mendapat cokong-cokong. Perubahan juga menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak negatif yaitu terpenuhinya hiburan, terkumpulnya dana dan efisiensi waktu, sedangkan dampak negatif yaitu: menimbulkan beban ekonomi, sosial dan kurangnya rasa solidaritas dari kerabat.

FAKTOR YANG MENYEBABKAN PETANI KEMIRI BERUBAH MENJADI PETANI KAKAO DI DESA KUBU KECAMATAN LAWE ALAS KABUPATEN ACEH TENGGARA

JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 4, No 2 (2012): Penelitian Dosen dan Mahasiswa
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.786 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan petani kemiri berubah menjadi petani kakao dilihat dari 1). Pengalaman dan pendidikan, 2). Modal, 3). Harga, 4). Pendapatan. Penelitian ini dilakukan di Desa Kubu Kecamatan Lawe Alas Kabupaten Aceh Tenggara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani kemiri yang berubah menjadi petani kakao dengan jumlah 100 Kepala Keluarga dan sampel yang diambil 50 % yaitu sebanyak 50 kepala keluarga yang diambil secara proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data adalah komunikasi langsung dan alat pengumpul data adalah dengan menggunakan angket. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa data diskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah : (1). Pengalaman yang dimiliki petani kakao sudah cukup baik artinya pengetahuan petani kakao dalam mengolah lahan tanaman kakao mulai dari pembibitan sampai awal panen. (2). Modal yang dibutuhkan petani kakao lebih banyak daripada petani kemiri yaitu sebesar Rp.  600.000 – Rp. 2.600.000, sedangkan modal petani kemiri sebesar Rp. 35.000 –  Rp. 96.700. (3). Faktor yang paling dominan yang menyebabkan petani kemiri berubah menjadi petani kakao adalah harga kakao lebih menguntungkan. (4). Pendapatan petani kakao lebih tinggi daripada petani kemiri. Pendapatan petani kakao sebesar Rp. 600.000 – Rp. 1.520.000/bulan. Sedangkan pendapatan petani kemiri sebesar Rp. 180.000 – Rp. 236.700/bulan

Analisis Pertumbuhan Dan Persebaran Penduduk Provinsi Sumatera Utara Berdasarkan Hasil Sensus Penduduk Tahun 2010

JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 6, No 1 (2014): Penelitian dan Artikel Ilmiah Pendidikan/Non Kependidikan Ilmu Sosial dan Buday
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.536 KB)

Abstract

This research porposes to understand growth and spread of population in Province of North Sumatra. The method used here is decriptive analysis of secondary data with the spatial approach. Whereas the object of research are the number of population, the population growth, and spread of population of North Sumatra Province based on 2010 census of Indonesian pupulation. The outcome of research represents that the population growth of Province of North Sumatra from 2000 to 2010 average of 1,22 percent per year. Then, the highest population growth found in Regency of Middle Tapanuli (2,46 percent), followed by Regency of Karo (2,17 percent), and South Tapanuli Regency (2,12 percent). Meanwhile the lowest population growth found in Siantar Town (-029 percent) and followed by Toba Samosir Regency (0,38 percent) and Simalungun Regency (-0,46 percent). As the spread of pupulation in the North Sumatra Province is not prevalent, as the settlements spreads nearly 62,87 percent on the east coast region, whereas only 3,05 percent on the west coast, and the rest 4,85 percent on the Nias Islands.

Pengaruh Sosial Ekonomi terhadap Kualitas Rumah di Kelurahan Aur dan Kelurahan Hamdan

JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 7, No 1 (2015): JUPIIS: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Non Kependidikan dalam Ranah Ilmu-ilmu
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.802 KB)

Abstract

This research aims to know household’s social and economic effect to quality of houses, people in Subdistrict of Aur and Hamdan, Medan Maimun District, City of Medan. the population in this research is entire of household of the slums settlement in the area, as amount 70 householders of sample. Collecting data was conducted by observation and filling questionaire by respondents. The result of research shows that class of social and economic wealth of people (income) effect to quality of house.

Keadaan Gerakan Keluarga Berencana Di Desa Parlondu Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir

JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 5, No 2 (2017): JPPUMA Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.904 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the condition of family planning movement in terms of age, education, occupation, culture, and service quality of family planning acceptors in Parlondut Village, Pangururan District, Samosir District. The population is a married couples (PUS) who have been married for at least 5 years and already have children, and the sample is 40 people. Data collection techniques use interview lists and qualitative descriptive analysis techniques. Result: 1) Most of EFA (47,50%) have married age 25-29 years old with number of children more than two people, 2) In general, EFA (55,00%) have high school education with children more than 2 people 3 ) In general (37.50%) EFA mothers work in non-agricultural sectors as fish, tailor, IRT, traders, weavers with more than 2 children, 4) Batak culture has an influence in the EFA mindset about value and the number of children as the successor of the clan (100%) 5) there are 6 Quality of acceptor service of KB which influence to the non-success of family planning movement that is less appropriate method of contraception in the form of injection (35,00%) on self recommendation (67,50%) , less effective service mechanism performance (82,50%) with non-routine socialization / counseling (1-9 times in a year), so that the number of EFAs who have children more than 2 people and unable to follow family planning movement.