Komang Januartha Putra Pinatih
Bagian/SMF Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/ RSUP Sanglah

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Prevalensi Infeksi Escherichia coli O157:H7 pada Sapi Bali di Kecamatan Mengwi dan Kuta Selatan, Badung, Bali Praja, Rian Ka; Pinatih, Komang Januartha Putra; Suardana, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (1) 2015
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Escherichia coli O157:H7 merupakan agen zoonosis yang dapat menyebabkan hemorrhagic colitis dan hemolytic uremic syndrome (HUS) pada manusia. Sapi diketahui sebagai reservoir utama dari bakteri E. coli O157:H7. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi E. coli O157:H7 pada sapi bali di Kecamatan Mengwi dan Kuta Selatan, Badung, Bali. Isolasi bakteri E. coli dilakukan pada media eosin methylene blue agar (EMBA) kemudian dilakukan pewarnaan Gram dan uji indol, methyl red, voges proskauer dan citrate (IMVIC). Identifikasi E. coli O157 dilakukan pada media selektif sorbitol Mac Conkey agar (SMAC) dan uji konfirmasi dengan uji aglutinasi lateks O157 serta uji antiserum H7 sebagai konfirmasi akhir dari E. coli O157:H7. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 60 sampel feses sapi bali yang diambil di Kecamatan Mengwi, dua sampel (3,3%) positif E. coli O157:H7 dan lima sampel (8,3%) positif E. coli O157:H7 dari 60 sampel yang berasal dari Kuta Selatan. Hasil uji Chi Square menunjukkan nilai ?2 sebesar 0,243 yang berarti prevalensi infeksi E. coli O157:H7 pada sapi bali antara Kecamatan Mengwi dan Kecamatan Kuta Selatan tidak berbeda nyata (P > 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sapi bali di Kecamatan Mengwi dan Kuta Selatan terinfeksi E. coli O157:H7.
Deteksi Gen Shiga Like Toxin 1 isolat escherichia Coli O157:H7 Asal Sapi Bali di Kuta Selatan, Badung Lestari, Dwi; Pinatih, Komang Januartha Putra; Suardana, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (4) 2015
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bakteri pencemar adalah serotipe E. coli O157:H. Bakteri ini diketahui tumbuh dan berkembang dan menghasilkan toksin. Toksin yang dihasilkan oleh strain ini adalah verotoxin atau disebut sebagai shiga-like toxin (Stx).Penelitian ini menggunakan lima isolate E. coli O157:H7 yaitu FSKS 5 Pecatu, FSKS 17 Kutuh, FSKS 35 Ungasan, FSKS 44 Ungasan, dan FSKS 55 Jimbaran. Kegiatan penelitian diawali dengan kultivasi isolate melalui penumbuhan pada media Sorbitol MacConkey Agar (SMAC), dilanjutkan dengan konfirmasi E. coli O157 dengan uji latex agglutination test dan konfirmasi E. coli O157:H7 melalui pengujian dengan anti serum H7. Deteksi molekuler diawali dengan tahapan isolasi DNA genom, dilanjutkan dengan deteksi gen Stx 1 melalui metode Polimerase Chain Reaction (PCR), menggunakan primer LP 30 dan LP31. Hasil penelitian menunjukkan positif gen Stx 1 pada dua isolate yaitu FSKS 5 Pecatu dan FSKS 35 Ungasan yang dicirikan dengan terlihatnya band/pita dengan panjang produk 348 bp. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isolate local FSKS 5 Pecatu dan FSKS 35 Ungasan, berpotensi sebagai agen zoonosis yang berpeluang besar menimbulkan diare berdarah.
POLA MIKROBA PASIEN YANG DIRAWAT DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU) SERTA KEPEKAANNYA TERHADAP ANTIBIOTIK DI RSUP SANGLAH DENPASAR BALI AGUSTUS - OKTOBER 2013 Hamdiyati, Rachmy; Pinatih, Komang Januartha Putra; Fatmawati, Ni Nengah Dwi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5, No 4 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : E-Jurnal Medika Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MICROBES AND THEIR SUSCEPTIBILITY PATTERN TO ANTIBIOTICS IN INTENSIVE CARE UNIT (ICU) SANGLAH HOSPITAL DENPASAR BALI AT AUGUST 2013 UNTIL OCTOBER 2013 Background: Hospital is a place where people seek medical attention, but also a reservoir for some microorganism. Expecially in ICU, because ICU often soiled by microorganism and also the patient is in immunocompromised state, invasife monitoring and treatment, and contact with health workers, can induced nosocomial infection. High usage of antibiotic also induced resistance in those microorganism. Microorganism pattern and the sensisitivity is essential in each hospital to control the usage of antibiotic, and give more accurate treatment. Method: This research use cross-sectional method. The samples are clinical specimen which received by Department of Clinical Microbiology RSUP Sanglah and. Susceptibility test conducted to 50 sample which fulfill inclusion criteria. Result and conclusion: Most frequent microorganism in those sample is Pseudomonas aeruginosa (18%), Acinetobacter baumanii (18%), Staphylococcus koagulase negatif (12%), Candida spp. (10%), and Staphylococcus aureus (8%). Gram positive bacteria resist to tetracycline dan erythromycin. Gram negatif resist to cefotaxime, amikacin, cefuroxime, cephalothin and chloramphenicol. Suggestion: This kind of research can be done continuously with better sample and method.
Penentuan Marka Genetik Escherichia coli O157:H7 Asal Hewan dan Manusia dengan Metode Random Amplified Polymorphic DNA (GENETIC MARKERS IDENTIFICATION OF ESCHERICHIA COLI O157:H7 ORIGINATED FROM ANIMALS AND HUMAN BY USING RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHIC DNA Suardana, I Wayan; Widiasih, Dyah Ayu; Pinatih, Komang Januartha Putra
Jurnal Veteriner Vol 15, No 3 (2014)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of random amplified polymorphic DNA (RAPD) as a method to identify a genetic markerof bacteria is widely used by researcher. This method is known as a simple, faster, and reliabletechnicque. This study is to find out the aplication of RAPD method in order to identify specific markersof E. coli O157:H7 as a zoonotic agent. The study began by cultivating of 20 isolates of E. coli O157:H7colected by previous study that consist of 2 isolates originated from cattle feces, 2 isolates originatedfrom beef, 2 isolates originated from chicken feces, 2 isolates originated from healthy human and 11isolates originated from unhealthy human (human with kidney failure). All isolates were confirmed byculturing on selective medium sorbitol MacConkey agar (SMAC). Confirmation were followed by testingon O157 latex aglutination, and finally by testing on H7 antiserum. RAPD method as molecularanalysis was performed using decamer primers mixture OPA-01, OPA-02, OPA-03, and OPA-04.Results of study showed both bands 1721 and 700 bp are specifically to differentiate of isolatesoriginated from cases of healthy and unhealthy human. On the other hand, bands with position 1721 bp,300 bp, and 250 bp indicate the isolates originated from unhealthy human, healthy human and chicken,respectively. Isolates from beef are characterized by both bands 1400 and 429 bp, and the isolates fromcattle feces are identified by band with position 342 bp. The specific bands are considered as markers inorder to know the source of E. coli O157:H7 fastly.
Idenfitikasi Bakteri Asam Laktat Isolat 9A Asal Kolon Sapi Bali secara Fenotipik Ekamelinda, Mita; Suardana, I Wayan; Pinatih, Komang Januartha Putra
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 2 Agustus 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i02.p14

Abstract

Bakteri asam laktat merupakan bakteri yang bermanfaat dalam bidang pangan dan kesehatan sebagai biopreservatif, fermentatif, atau probiotik. Sapi bali diketahui dapat menjadi inang potensial untuk bakteri asam laktat spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara fenotipik bakteri asam laktat isolat 9A yang diisolasi dari kolon sapi bali, yang menghasilkan substansi diketahui memiliki potensi sebagai antimikroba. Identifikasi secara fenotipik mencakup uji secara konvensional dan uji API 50 CHL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara konvensional, bakteri asam laktat isolat 9A adalah Streptococcus sp, sedangkan hasil uji menggunakan kit API 50 CHL, menunjukkan hasil isolat 9A sebagai Lactobacillus fermentum dengan nilai identifikasi 83%. Perbedaan hasil antara uji konvensional dengan hasil uji kit API 50 CHL, menunjukkan adanya perbedaan sensitivitas dan spesifitas dari kedua uji, sehingga perlu dikonfirmasi lebih lanjut.