Dyah Perwitasari
Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Kejadian Indel Simultan pada Intron 7 Gen Branched-Chain α-Ketoacid Dehydrogenase E1a (BCKDHA) pada Sapi Madura Febriana, Asri; Farajallah, Achmad; Perwitasari, Dyah
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.4 KB)

Abstract

Madura cattle is one of the Indonesian local cattle breeds derived from crossing between Zebu cattle (Bos indicus) and banteng (Bos javanicus). Branched-chain ?-ketoacid dehydrogenase (BCKDH) is one of the main enzyme complexes in the inner mitochondrial membrane that metabolizes branched chain amino acid (BCAA), ie valine, leucine, and isoleucine. The diversity of the nucleotide sequences of the genes largely determine the efficiency of enzyme encoded. This paper aimed to determine the nucleotide variation contained in section? intron 7, exon 8, and intron 8 genes BCKDHA on Madura cattle. This study was conducted on three Madura cattle that used as bull race (karapan), beauty contest (sonok), and beef cattle. The analysis showed that the variation in intron higher than occurred in the exon. Simultaneous indel found at base position 34 and 68 in sonok cattle. In addition, the C266T variant found in beef cattle. These variants do not cause significant changes in amino acids. There was no specific mutation in intron 7, exon 8, and intron 8 were found in Madura cattle designation. This indicated the absence of differentiation Madura cattle designation of selection pressure of BCKDHA gene.
Kandungan logam berat (Cd, Hg, dan Pb) pada ikan sapu-sapu, Pterygoplichthys pardalis (Castelnau, 1855) di Sungai Ciliwung [Concentration of heavy metals (Cd, Hg, and Pb) of amazon sailfin catfish, Pterygoplichthys pardalis (Castelnau, 1855) in Ciliwung River West Java] Aksari, Yuang Dinni; Perwitasari, Dyah; Butet, Nurlisa A.
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 15, No 3 (2015): Oktober 2015
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII )

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.891 KB)

Abstract

Amazon armored catfish (Loricariidae) Pterygoplichthys pardalis is abundant in the Ciliwung River and consumed by local people. The present status of the Ciliwung River is polluted by heavy metals and fishes from this river may have the potential hazardous effect on human health. The aim of this study was to analyze the concentration of heavy metals (Cd, Hg, and Pb) in Amazon armored catfish organs from the Ciliwung River. Fish collection and water sampling were conducted in the rainy and dry seasons in three parts of the Ciliwung River, i.e. Bogor (upstream), Depok (middle), and Jakarta (downstream). Heavy metal concentrations were measured by atomic absorption spectrophotometer (AAS). One-way analysis of variance (ANOVA) and Tuckey’s test using R.i386 3.0.0 were performed to access whether heavy metal concentrations varied significantly between location, season, organ and heavy metal. The average of Cd concentrations in the gills, liver,and muscle were 0.000146 ^g.g'1; 0.000828 ^g.g'1; 0.000075 ^g.g'1, respectively. The average of Hg concentrations in the gills, liver, and muscle were 0.002826 ^g g-1; 0.004333 ^g g-1; 0.003960 ^g.g'1 respectively. The average of Pb concentrations in the gills, liver, and muscle were 0.002571 ^g g-1; 0.005467 ^g g-1; 0.001609 ^g.g'1 respectively. The concentration of heavy metals in fish organs were below the permissible limits of the environmental standard of Indonesia and FAO. Heavy metal concentrations in the water were below the baseline of the Indonesia Government Regulation. ANOVA clearly revealed that there was no significant variation of the heavy metal concentrations among the sites and seasons, however the significant difference was found among the organs and type of heavy metal. Local people should be aware because some heavy metals have the tendency to accumulate in various organs of Amazon armored catfish in the Ciliwung River. AbstrakIkan sapu-sapu (Loricariidae) melimpah di Sungai Ciliwung dan dimanfaatkan sebagai salah satu sumber protein he-wani. Kondisi perairan Sungai Ciliwung ditengarai tercemar logam berat dan jika mengkonsumi ikan sapu-sapu dari sungai ini akan beresiko bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi logam berat (Cd, Hg, dan Pb) pada beberapa organ ikan sapu-sapu dari Sungai Ciliwung. Sampel ikan dan air sungai diambil pada musim peng-hujan dan kemarau di tiga lokasi sepanjang Sungai Ciliwung, yaitu Bogor (hulu), Depok (tengah), dan Jakarta (hilir). Konsentrasi logam berat diukur menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA), dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tuckey dengan bantuan program R.i7386 3.0.0. Rata-rata konsentrasi Cd pada in-sang, hati, dan otot ikan berturut-turut 0,000146 ^g.g'1; 0,000828 ^g.g'1; 0,000075 ^g.g'1. Rata-rata konsentrasi Hg pada insang, hati, dan otot ikan berturut-turut 0,002826 ^g.g'1; 0,004333 ^g.g'1; 0,003960 ^g.g'1. Rata-rata konsentrasi Pb pada insang, hati, dan otot ikan berturut-turut 0,002571 ^g.g'1; 0,005467 ^g.g'1; 0,001609 ^g.g'1. Konsentrasi ketiga logam berat pada organ ikan maupun air sungai berada di bawah nilai ambang batas menurut Standar Nasional Indonesia, FAO, maupun Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Uji ANOVA menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat pada organ tubuh ikan berdasarkan lokasi dan musim tidak berbeda nyata, namun konsentrasi logam berat antar organ target dan jenis logam berbeda nyata. Perlu kehati-hatian dalam mengkonsumsi ikan sapu-sapu dari Sungai Ciliwung karena beberapa logam berat telah terdeteksi pada organ ikan tersebut.
Faktor Prediktor Kematian Anak dengan Infeksi HIV yang Mendapat Terapi Antiretrovirus di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dan RSUP Dr. Kariadi Semarang Perwitasari, Dyah; Arguni, Eggi; Satria, Cahya Dewi; Hapsari, MMDEAH
Sari Pediatri Vol 18, No 3 (2016)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.321 KB)

Abstract

Latar belakang. Kasus infeksi HIV pada anak di Indonesia semakin meningkat dengan angka kematian yang cukup tinggi. Angka kematian anak HIV yang menjalani terapi antiretrovirus disebabkan oleh berbagai faktor.Tujuan. Mengetahui faktor prediktor yang memengaruhi kematian anak dengan infeksi HIV yang telah mendapat terapi antiretrovirus.Metode. Penelitian studi kasus-kontrol dengan matching usia pada anak dengan infeksi HIV yang mendapat terapi ARV di RSUP Dr. Sardjito dan RSUP Dr. Kariadi dari Januari 2007 sampai dengan Desember 2013. Kelompok kasus adalah pasien meninggal dan kelompok kontrol adalah pasien yang hidup setelah mendapat terapi ARV. Data diambil dari catatan medis dengan kuesionerterstruktur. Data dianalisis dengan SPSS 17.0.Hasil. Didapatkan 96 anak dirawat dengan infeksi HIV dan menggunakan terapi ARV selama periode penelitian. Dua puluh pasien meninggal setelah menerima ARV sebagai kasus dan 20 pasien hidup sebagai kelompok kontrol. Pada analisis bivariat terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi, stadium klinis WHO, ketaatan kunjungan, lama terapi ARV terhadap kematian. Pada analisis multivariat, ketidaktaatan kunjungan memiliki OR 13,8 (IK95%: 1,04-184,02) dengan nilai p<0,05 dan lama terapi ARV ≤6 bulan memiliki OR 22,133 (IK95%: 1,202-407,60).Kesimpulan. Ketidaktaatan kunjungan ke Poliklinik dan lama terapi ARV ≤6 bulan merupakan faktor prediktor yang berpengaruh terhadap kematian pada anak dengan infeksi HIV yang mendapat terapi ARV. Namun, lama terapi ARV ≤6 bulan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kematian.