Articles

Found 29 Documents
Search

KAJIAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU IPA DI SMP KOTA SEMARANG

Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 2, No 2/september (2011): JP2F
Publisher : Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambarantentang kompetensi profesional guru SMP di kota Semarang.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukankebijakan dan pertimbangan untuk dikembangkan mengenaikompetensi profesional guru SMP di kota Semarang terhadappembelajaran IPA terpadu, dapat memperkaya wawasansehingga terpacu untuk selalu meningkatkan kompetensiprofesional khususnya terhadap pembelajaran IPA terpaduserta berupaya meningkatan kualitas proses pembelajaran.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru-guruSMP di kota Semarang tahun ajaran 2010/2011. Teknikpengampilan sampel dengan purposive sampling method.Pengumpulan data kompetensi profesional melalui kuisionerdan wawancara. Data penelitian dianalisis dengan analisisdeskriptif.Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata kompetensiprofessional guru 5,85. Tingkat kompetensi professional guruIPA di SMP kota Semarang termasuk dalam kategori cukup, halini berarti bahwa kompetensi professional guru di kotaSemarang masih memerlukan peningkatan kualitasnya. Kata Kunci: Kompetensi profesional, Guru IPA

RANCANG BANGUN ALAT PERAGA IPA TERPADU SMP KELAS VII PADA MATERI GLOBAL WARMING DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

Media Penelitian Pendidikan Vol 8, No 2 Desember (2014): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objective of this study is to develop the teaching aids of science subjects required, based on kurikulum 2013 at seven grade students in global warming material. In this study, it will be developed the teaching aids of science to support the implementation of kurikulum 2013. This is because of the teaching aids of science is one of supporting the learning effectiveness. Moreover of kurikulum 2013, the writer looked, there were not the teaching aidsof scienceavailability in learning yet. While the specific purposes are; 1) to determine the characteristic of teaching aids, 2) to determine the teaching aids validity. This study was conducted in June to August 2014. It was held in Physics Laboratory at University of PGRI Semarang. The method was mix-method design. The quantitative analysis has done statistically to determine the experts’ validation. While the qualitative analysis to the data of validation sheet, interview, observation and other qualitative data. Based on the study result, the conclusion is the teaching aids design of integrated natural science of seven grade students at global warning material was obtained the teaching aids appropriate to the valid minimal criteria, based on the analysis by physicist, biologist and chemist. The average of validator evaluation was obtained a perfectly valid criterion, making it feasible to use in learning.Key words: Teaching Aids, Integrated Natural Science, Global Warming

KAJIAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU IPA DI SMP KOTA SEMARANG

Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 2, No 2/september (2011): JP2F
Publisher : Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambarantentang kompetensi profesional guru SMP di kota Semarang.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukankebijakan dan pertimbangan untuk dikembangkan mengenaikompetensi profesional guru SMP di kota Semarang terhadappembelajaran IPA terpadu, dapat memperkaya wawasansehingga terpacu untuk selalu meningkatkan kompetensiprofesional khususnya terhadap pembelajaran IPA terpaduserta berupaya meningkatan kualitas proses pembelajaran.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru-guruSMP di kota Semarang tahun ajaran 2010/2011. Teknikpengampilan sampel dengan purposive sampling method.Pengumpulan data kompetensi profesional melalui kuisionerdan wawancara. Data penelitian dianalisis dengan analisisdeskriptif.Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata kompetensiprofessional guru 5,85. Tingkat kompetensi professional guruIPA di SMP kota Semarang termasuk dalam kategori cukup, halini berarti bahwa kompetensi professional guru di kotaSemarang masih memerlukan peningkatan kualitasnya. Kata Kunci: Kompetensi profesional, Guru IPA

GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (HIV/AIDS) DI DESA ALASGUNG KEC SUGIHWARAS

Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 6, No 1 (2015): Asuhan Kesehatan Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.372 KB)

Abstract

ABSTRACTAdolescent is a period of transition from childhood to adulthood. The phenomenon that occurred in the village of Alasgung still many teenagers who are not informed about HIV AIDS, coupled with the development of highly advanced technology where they can access certain sites  easily. The purpose of this research is to identify the knowledge of adolescents about sexually transmitted diseases (HIV/AIDS) in the village of Alasgung Sugihwaras District of Bojonegoro 2014.             This study used a descriptive method, the case study approach (case study). The population is all adolescents aged 18-21 years in the Village Alasgung Sugihwaras District of Bojonegoro in May 2014, as many as 67 people, and sample as many as 58 people. Sampling of non-probability sampling technique with consekutive sampling technique. Retrieval of data by questionnaire, then in editing, coding, scoring, tabulating confirmed in percentage and narrative.             The results of this study showed that more than half have enough knowledge about sexually transmitted diseases (HIV / AIDS) as many as 32 people (55.2%).             More than half have enough knowledge about sexually transmitted diseases (HIV / AIDS). For the expected respondents active in seeking the latest information through various media about sexually transmitted diseases (HIV / AIDS) so as to increase knowledge about sexually transmitted diseases (HIV / AIDS) in particular and reproductive health in general. ABSTRAKRemaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa. Fenomena yang terjadi di Desa Alasgung masih banyak remaja yang kurang mengetahui tentang HIV/AIDS, ditambah lagi dengan perkembangan teknologi yang sangat canggih dimana mereka bisa mengakses situs-situs tertentu dengan mudah. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi pengetahuan remaja tentang penyakit menular seksual (HIV/AIDS) di Desa Alasgung Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro tahun 2014.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan penelaahan kasus (case study). Populasinya adalah seluruh remaja usia 18-21 tahun di Desa Alasgung Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro bulan Mei tahun 2014, sebanyak 67 orang, dan sampelnya sebanyak 58 orang. Tehnik Sampling non probability sampling dengan tehnik consekutive sampling. Pengambilan data dengan kuesioner, kemudian di editing,coding, scoring, tabulating yang dikonfirmasikan dalam bentuk prosentase dan narasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari sebagian mempunyai pengetahuan cukup tentang penyakit menular seksual (HIV/AIDS) yaitu sebanyak 32 orang (55,2%).Lebih dari sebagian pengetahuan cukup tentang penyakit menular seksual (HIV/AIDS). Untuk itu diharapkan responden aktif dalam mencari informasi terbaru melalui berbagai media mengenai penyakit menular seksual (HIV/AIDS) sehingga dapat menambah pengetahuan tentang penyakit menular seksual (HIV/AIDS) pada khususnya dan kesehatan reproduksi pada umumnya.  Kata Kunci : Pengetahuan, Remaja, Penyakit Menular Seksual (HIV/AIDS).

GAMBARAN PENGETAHUAN PASIEN YANG AKAN DILAKUKAN ENDOSCOPY TENTANG MANFAAT ENDOSCOPY

Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 6, No 2 (2015): Asuhan Kesehatan Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.595 KB)

Abstract

ABSTRACT Endoscopy is a diagnostic support tool that is reliable. However, in patients hospitalized, endoscopy examination has not been widely known by the patient. Phenomena found in the field are still many families of patients who refuse to do an endoscopy examination because of their ignorance about the procedure, indications and benefits endoscopy. purpose this study was to determine the respondents awareness of the Benefits Of edoscopy Benefits Of endoscopy.             The study design used is descriptive research with a survey approach. The population was all patients prior to endoscopy which the sample was taken by using a non-probability sampling technique that is accidental sample, a number of 17 respondents. The research variables are patients knowledge about the benefits of endoscopy, then done editing, coding, scoring and tabulating then be deduced by using the percentage through descriptive analysis.             The result is more than the majority of respondents prior to endoscopy in Space Class B Hospital Endoscopy Dr R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro in 2013 have less knowledge about the benefits of endoscopy at 58.82%. The conclusion of this study is the respondent must actively to seek out and gather information by asking questions and seek clarification on the health professionals about the procedure and the benefits of doing an endoscopy. Health workers should play an active role to provide information in the form of health education (health education) to patients who will do an endoscopy. Keywords:  Knowleydge, Patient And Endoscopy

RANCANG BANGUN ALAT PERAGA IPA TERPADU SMP KELAS VII PADA MATERI GLOBAL WARMING DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

Media Penelitian Pendidikan Vol 8, No 2 Desember (2014): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objective of this study is to develop the teaching aids of science subjects required, based on kurikulum 2013 at seven grade students in global warming material. In this study, it will be developed the teaching aids of science to support the implementation of kurikulum 2013. This is because of the teaching aids of science is one of supporting the learning effectiveness. Moreover of kurikulum 2013, the writer looked, there were not the teaching aidsof scienceavailability in learning yet. While the specific purposes are; 1) to determine the characteristic of teaching aids, 2) to determine the teaching aids validity. This study was conducted in June to August 2014. It was held in Physics Laboratory at University of PGRI Semarang. The method was mix-method design. The quantitative analysis has done statistically to determine the experts’ validation. While the qualitative analysis to the data of validation sheet, interview, observation and other qualitative data. Based on the study result, the conclusion is the teaching aids design of integrated natural science of seven grade students at global warning material was obtained the teaching aids appropriate to the valid minimal criteria, based on the analysis by physicist, biologist and chemist. The average of validator evaluation was obtained a perfectly valid criterion, making it feasible to use in learning.Key words: Teaching Aids, Integrated Natural Science, Global Warming

KAJIAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU IPA DI SMP KOTA SEMARANG

Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 2, No 2/september (2011): JP2F
Publisher : Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambarantentang kompetensi profesional guru SMP di kota Semarang.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukankebijakan dan pertimbangan untuk dikembangkan mengenaikompetensi profesional guru SMP di kota Semarang terhadappembelajaran IPA terpadu, dapat memperkaya wawasansehingga terpacu untuk selalu meningkatkan kompetensiprofesional khususnya terhadap pembelajaran IPA terpaduserta berupaya meningkatan kualitas proses pembelajaran.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru-guruSMP di kota Semarang tahun ajaran 2010/2011. Teknikpengampilan sampel dengan purposive sampling method.Pengumpulan data kompetensi profesional melalui kuisionerdan wawancara. Data penelitian dianalisis dengan analisisdeskriptif.Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata kompetensiprofessional guru 5,85. Tingkat kompetensi professional guruIPA di SMP kota Semarang termasuk dalam kategori cukup, halini berarti bahwa kompetensi professional guru di kotaSemarang masih memerlukan peningkatan kualitasnya. Kata Kunci: Kompetensi profesional, Guru IPA

PELATIHAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA STRUKTUR ATOM DARI LIMBAH KERTAS UNTUK PEMBELAJARAN IPA TERPADU BAGI GURU-GURU SMP DI KOTA SEMARANG

E-DIMAS Vol 1, No 2/September (2010): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keberadaan alat peraga IPA terpadu untuk pembelajaran di SMP adalah mutlak dibutuhkan. Namun alat peraga IPA yang murah dan nyaman masih sangat sulit didapatkan. Terlebih untuk menjelaskan konsep Kimia di SMP. IKIP PGRI Semarang telah membuat alat peraga dari limbah kertas yang ramah lingkungan untuk dapat membantu guru menjelaskan tentang konsep atom, ion dan  molekul pada pembelajaran IPA Terpadu di SMP. Berhubungan dengan hal tersebut, maka diadakan kegiatan Ipteks bagi masyarakat ( IbM ), dimana dalam kegiatan ini selain sosialisasi produk ilmiah juga memberikan wacana mengenai inovasi-inovasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP.   Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah pelatihan penggunaan alat peraga tentang struktur atom, praktik penyusunan inovasi pembelajaran IPA Terpadu, penyusunan lesson plan serta peer teaching. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari yaitu tanggal 22-23 Mei 2010 ini berjalan lancar dan peserta menghendaki sering diadakan kegiatan yang sejenis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA Terpadu di SMP. Kata kunci : Pelatihan penggunaan, alat peraga, struktur atom, IPA Terpadu  

PELATIHAN MACROMEDIA FLASH BAGI GURU-GURU JSIT (JARINGAN SEKOLAH ISLAM TERPADU) KAB. SEMARANG SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENINGKATAN INOVASI GURU DALAM PENGAJARAN

E-DIMAS Vol 2, No 01/Maret (2011): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Macromedia Flash Training was given to teachers in JSIT Semarang Regency as one of the ways to improve teachers’ innovation in teaching learning process at school. Besides that, teachers are expected to be able make media which was more interesting in learning process. We used training to guide them in making the learning media.  The result of this program was the increasing the teachers’ knowledge about the innovation of CRC perspective and teacher’s creativity in designing media through Macromedia Flash. In other words, the product of its activity was a CD for learning media which was used to teach students successfully. Key words : macromedia flash, learning media, teacher’s innovation

IbM GURU-GURU PONPESS DARUL FIKRI BAWEN DALAM PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI PADA SEMBILAN PILAR PENDIDIKAN KARAKTER

E-DIMAS Vol 1, No 2/September (2010): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProgram pemerintah untuk mencanangkan pendidikan karakter di sekolah ditemui masih banyak kesulitan untuk mengimplementasikannya. Dalam hal ini guru berperan penting dalam pembentukan karakter dalam pembelajaran di kelas.Tujuan pelaksanaan implementasi IbM ini adalah memberikan pelatihan kepada guru-guru di Pondok Pesantren Darul Fikri Bawen tentang penyusunan perangkat pembelajaran berorientasi pada sembilan pilar pendidikan karakter. Manfaat yang diharapkan diperoleh adalah meningkatnya kemampuan para guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berorientasi pada sembilan pilar pendidikan karakter.Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah andragogi dengan persentasi 30% teori dan 70% praktik. Dalam kegiatan selama 4 hari diperoleh 33 RPP dari seluruh mata pelajaran yang diampu oleh guru – guru di PONPESS Darul Fikri Bawen.Kata kunci : Perangkat pembelajaran, pilar, pendidikan karakter