Dian Patmawati
Prodi Pendidikan Matematika, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBELAJARAN SEGITIGA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS KARAKTER DI KELAS VII SMP NEGERI 3 BANDA ACEH TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2013): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada fenomena seiring terkikisnya nilai karakter siswa, pandangan bahwa pengetahuan sebagai seperangkat fakta yang harus dihafal dan masih berfokus pada guru, serta kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah-masalah pada materi segitiga yang berkaitan pada dunia nyata. Materi segitiga memerlukan kreativitas dan kerja keras siswa sehingga siswa dituntut untuk membangun pengetahuannya sendiri. Pendekatan kontekstual merupakan salah satu pendekatan yang sesuai pada materi segitiga dengan pengajaran yang mengacu pada kehidupan dunia nyata dan siswa diajak untuk belajar berpikir serta menanamkan karakter kerja keras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level karakter kerja keras siswa dan hasil belajar siswa melalui pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbasis karakter pada materi segitiga. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimendengan desain one shot case study . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-6 SMP Negeri 3 Banda Aceh yang berjumlah 32 orang dengan 3 orang siswa yang diamati karakter kerja kerasnya. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi dan tes. Observasi dilakukan untuk mengamati karakter kerja keras siswa sedangkan tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa tentang segitiga. Data level karakter siswa dianalisis dengan menggunakan empat kategori, yaitu Belum Terlihat (BT), Mulai Terlihat (MT), Mulai Berkembang (MB), dan Menjadi Kebiasaan (MK), sedangkan data tes hasil belajar siswa dianalisis dengan cara menghitung persentase dan membandingkan dengan KKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbasis karakter yang digunakan dalam materi segitiga di kelas VII-6 SMP Negeri 3 Banda Aceh level karakter siswa mengalami peningkatan yaitu berada pada level MB dan MK, hasil tes seluruh siswa mencapai ketuntasan secara klasikal, dan kemampuan guru mengelola pembelajaran berada pada kriteria baik.

PEMBELAJARAN SEGITIGA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS KARAKTER DI KELAS VII SMP NEGERI 3 BANDA ACEH TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2013): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada fenomena seiring terkikisnya nilai karakter siswa, pandangan bahwa pengetahuan sebagai seperangkat fakta yang harus dihafal dan masih berfokus pada guru, serta kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah-masalah pada materi segitiga yang berkaitan pada dunia nyata. Materi segitiga memerlukan kreativitas dan kerja keras siswa sehingga siswa dituntut untuk membangun pengetahuannya sendiri. Pendekatan kontekstual merupakan salah satu pendekatan yang sesuai pada materi segitiga dengan pengajaran yang mengacu pada kehidupan dunia nyata dan siswa diajak untuk belajar berpikir serta menanamkan karakter kerja keras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level karakter kerja keras siswa dan hasil belajar siswa melalui pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbasis karakter pada materi segitiga. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimendengan desain one shot case study . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-6 SMP Negeri 3 Banda Aceh yang berjumlah 32 orang dengan 3 orang siswa yang diamati karakter kerja kerasnya. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi dan tes. Observasi dilakukan untuk mengamati karakter kerja keras siswa sedangkan tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa tentang segitiga. Data level karakter siswa dianalisis dengan menggunakan empat kategori, yaitu Belum Terlihat (BT), Mulai Terlihat (MT), Mulai Berkembang (MB), dan Menjadi Kebiasaan (MK), sedangkan data tes hasil belajar siswa dianalisis dengan cara menghitung persentase dan membandingkan dengan KKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbasis karakter yang digunakan dalam materi segitiga di kelas VII-6 SMP Negeri 3 Banda Aceh level karakter siswa mengalami peningkatan yaitu berada pada level MB dan MK, hasil tes seluruh siswa mencapai ketuntasan secara klasikal, dan kemampuan guru mengelola pembelajaran berada pada kriteria baik.

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA LIMA RUMAH MAKAN SATE KLASIFIKASI C DI KOTA BANDUNG

Gastronomy Tourism Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Gastronomy Tourism

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.962 KB)

Abstract

The activity that was done by the company to raise the consumer satisfaction was by increasing the product quality. Fundamentally, the effective and efficient product quality would yield positive impact to the potential consumers. The result of this research was based on hypothetic statistic, product quality which was consist of performance, features, reliability, durability, serviceability, and aesthetics could influence the satisfaction of the consumer together with positive effect and simultaneously significant at 5 Sate Restaurants with Classification C in Bandung.AbstrakKegiatan yang dilaksanakan oleh perusahaan untuk meningkatkan kepuasan konsumen adalah dengan meningkatkan kualitas produk. Pada dasarnya kualitas produk yang efektif dan efisien akan menghasilkan dampak yang positif terhadap calon pembeli. Demikian juga yang dilakukan oleh Pengusaha Rumah makan sate di Kota Bandung. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan statistik hipotesis, kualitas produk yang terdiri dari performance, features, reliability, durability, serviceability, dan estetika dapat mempengaruhi kepuasan serta berpengaruh positif dan signifikansecara simultan pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung.