Marungkil Pasaribu
Unknown Affiliation

Published : 48 Documents
Articles

KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA CALON GURU PADA MATERI KELISTRIKAN (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Tadulako Tahun Angkatan 2014) Maguna, Amrullah; Darsikin, Darsikin; Pasaribu, Marungkil
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 4, No 3 (2016): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.433 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis mahasiswa pada materi listrik dinamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif.  Subjek penelitian ini yaitu mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika tahun angkatan 2014 berjumlah 20 orang. Data diperoleh melalui tes berpikir kritis dan wawancara. Tes berpikir kritis terdiri dari 5 butir pertanyaan yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing indikator berpikir kritis yang diteliti berada pada kategori sangat kurang kritis. Indikator menganalisis memperoleh nilai tertinggi dari ke lima indikator berpikir kritis yang digunakan.   Kata Kunci:  Berpikir Kritis; Kelistrikan
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SD Negeri 20 Ampana pada Pembelajaran IPA melalui Metode Inquiry Djana, Ratna Arifin; Rede, Amran; Pasaribu, Marungkil
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.129 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SDN Negeri 20 Ampana pada Mata Pelajaran IPA melalui Metode Inquiry. Masalah penelitiannya adalah apakah melalui penerapan metode inquiry dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA di Kelas IV SDN 20 Ampana. Bentuk penelitian ini yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I siswa yang tuntas belajar sebanyak 8 orang dengan persentase ketuntasan klasikal mencapai 50%. Belum terpenuhi standar pembelajaran maka dilanjutkan siklus II. Pada siklus ini ketuntasan siswa lebih tinggi dibandingkan siklus I yaitu mencapai 93,75% yaitu dengan jumlah siswa yang tuntas belajar 15 orang dari 16 siswa. Dengan kata lain bahwa penerapan metode inquiry dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam belajar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan atau rujukan dalam pembelajaran IPA di SD, khususnya bagi guru yang mengajarkan IPA di kelas IV sekolah dasar.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Pokok Bahasan Perubahan Wujud Benda untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SDN 2 Uebone Bindiab, Ruslan H.; Pasaribu, Marungkil; Rede, Amran
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.674 KB)

Abstract

Rumusan dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa pada materi perubahan wujud benda melalui metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, dapat meningkat? Tujuan yang hendak dicapai adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pada pelaksanaan tindakan pada siklus I hasil belajar siswa sebesar 73%. Namun hasil belajar tersebut belum mencapai indikator capaian yakni 80%. Maka dilanjutkan pada tindakan siklus II, pada pelaksanaan tindakan siklus II diperoleh hasil belajar siswa sebesar 81% atau terjadi peningkatan sebesar 8% dari hasil pelaksanaan siklus I. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan melalui metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi perubahan wujud benda Kelas V SDN 2 Uebone.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Square Terhadap Pemahaman Konsep Pada Pokok Bahasan Usaha Dan Energi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Palu Jumarni, Jumarni; Pasaribu, Marungkil; Lamba, Hendrik Arung
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 1 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.049 KB)

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Square dengan model pembelajaran konvensional pada pokok bahasan usaha dan energi siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Palu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain penelitian the non equivalent control group design. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Sampel penelitian adalah kelas VIII l sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII k sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) dan tes pemahaman konsep fisika dalam bentuk pilihan ganda dan essay. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Square dengan model pembelajaran konvensional pada pokok bahasan usaha dan energi siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Palu yang ditunjukkan oleh uji hipotesis yang menggunakan uji-t dua pihak. Hasil perhitungan statistik diperoleh nilai thitung sebesar 7,80 dan ttabel pada taraf signifikan 5% dan dk = 50 adalah 2,01 sehingga thitung > ttabel. Berdasarkan hasil uji hipotesis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Square dengan model pembelajaran konvensional pada pokok bahasan usaha dan energi siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Palu. Kata Kunci:  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Square, Pemahaman Konsep, Usaha dan Energi
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 1 Tomini pada Konsep Gerak Mikran, Mikran; Pasaribu, Marungkil; Darmadi, I Wayan
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.189 KB)

Abstract

Abstrak –Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa Kelas VIIA SMP Negeri 1 Tomini pada konsep gerak. Masalah yang diselidiki adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Fisika. Pembelajaran kooperatif make a match diimplementasikan sebagai alternatif pemecahan masalah. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam dua siklus dan subjek penelitian Kelas VIIA yang jumlah seluruhnya 32 orang. Penelitian ini menggunakan penilitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan materi pokok tentang gerak. Setiap siklus meliputi 4 tahap: (i) perencanaan (ii) pelaksanaan tindakan (iii) 0bservasi (iv) refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif make a match dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Tomini. Untuk hasil belajar siklus I diperoleh nilai ketuntasan belajar klasikal sebesar 72% dan daya serap klasikal sebesar 72%. Sedangkan pada siklus II diperoleh nilai ketuntasan belajar klasikal sebesar 94% dan daya serap klasikal sebesar 82%. Hal ini menunjukan bahwa siswa sudah melewati standar ketuntasan klasikal yang dipersyaratkan. Untuk hasil observasi aktivitas siswa dan guru pada siklus I berada pada kategori kurang dan cukup, sedangkan pada siklus II berada pada kategori baik dan sangat baik. Kata Kunci: Penerapan, Pembelajaran Kooperatif Make A Match, Hasil Belajar Siswa
Pengaruh Model Pembelajaran Training Inquiry Terhadap Hasil Belajar Pada Pokok Bahasan Kalor Siswa SMP Negeri 9 Palu Trisno, Trisno; Kendek, Yusuf; Pasaribu, Marungkil
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 1 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.033 KB)

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi perbedaan hasil belajar  antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Training Inquiry dengan pembelajaran konvensional pada pokok bahasan kalor siswa  SMP Negeri 9 Palu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain penelitian non equivalent control group design. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Sampel penelitian adalah kelas VII I sebagai kelas eksperimen dan kelas VII H sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Training Inquiry dengan model pembelajaran konvensional pada pokok bahasan kalor siswa SMP Negeri 9 Palu yang ditunjukkan oleh uji hipotesis yang menggunakan uji-t dua pihak. Hasil perhitungan statistik diperoleh nilai thitung sebesar 4,28 dan ttabel pada taraf signifikan 5% dan dk = 59 adalah 2,001 sehingga thitung > ttabel. Berdasarkan hasil uji hipotesis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Training Inquiry terhadap hasil belajar pada pokok bahasan kalor siswa SMP Negeri 9 Palu. Kata Kunci:  Model Pembelajaran Training Inquiry, Hasil Belajar
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievment Division Berbantuan Media Kartu Alir Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tomini Zaidah, Zaidah; Pasaribu, Marungkil; Syamsu, Syamsu
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.075 KB)

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar fisika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Student Teams Achivment Interaction (STAD) berbantuan media kartu alir (flow card) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran Student Teams Achivment Interaction (STAD) tanpa media kartu alir. Model penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi, dengan desain penelitian “the nonequivalen pretest-posttest design”. Dengan purposif sampling diperoleh sampel penelitian Kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 25 orang dan Kelas VIIIB sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 24 orang. Instrumen penelitian adalah tes hasil belajar fisika. Data yang diperoleh dari kelas eksperimen adalah skor rata-ratanya = 9,88 dengan standar deviasi = 2,66 dan kelas control, skor rata-ratanya = 8,45 dengan standar deviasi = 2,39. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung = 15,98 dan ttabel = 2,00. Hal ini berarti hasil pengujian hipotesis berada di luar kriteria penerimaan H0. Terima H0 jika -2,00 < t < 2,00 dan tolak H0 dalam hal lainnya. Dengan thitung = 15,98 berada di luar penerimaan H0. Dengan demikian H0 ditolak dalam taraf nyata 𝛼 = 0,05  dengan  dk = 47, sehingga hipotesis H1 diterima. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar kelas kontrol dan kelas eksperimen fisika siswa yang diajar  dengan  model  pembelajaran  kooperatif  tipe  STAD berbantuan  media kartu alir dengan kelompok siswa yang di ajar dengan model pembelajaran kooperatif  tipe STAD tanpa media kartu alir. Dengan kata lain ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achivment Interaction (STAD) terhadap hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tomini. Kata Kunci:  Kooperatif Tipe Student Teams Achivment Division, Media Kartu Alir, Hasil Belajar Fisika.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Menggunakan Alat Sederhana Terhadap Pemahaman Konsep Zat Pada Siswa Kelas VIISMP Negeri 1 Sindue Tobata Fajrian, Fajrian; Pasaribu, Marungkil; Nurjannah, Nurjannah
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.605 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemahaman konsep zat siswa yang diajarkan dengan menggunakan model problem based learning dan model konvensional, pada kelas VII di SMP Negeri 1 Sindue Tobata. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain “The Non Equivalen Pretest-Posttest Design”. sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan menghasilkan kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep dalam bentuk pilihan ganda dan esai. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh rerata skor pretest pemahaman konsep siswa kelas eksperimen adalah 6,57 dan untuk posttest adalah 12,27. Untuk kelas kontrol diperoleh rerata skor pretest 6,00 sedangkan untuk posttest adalah 7,00. Analisis data tes dilakukan dengan teknik statistik uji-t dua pihak untuk menguji perbedaan rerata skor pemahaman konsep siswa dengan signifikansi  = 0,05. Diperoleh nilai hasil thitung = 12,5 dan ttabel = 2,00. Ini berarti bahwa nilai thitung berada diluar daerah penerimaan Ho. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelas yang mendapatkan pembelajaran menggunakan model problem based learning dan pembelajaran menggunakan model konvensional. Kata Kunci: Model Problem Based Learning, Alat Sederhana, Pemahaman Konsep
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA FISIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 DOLO Nurfadila, Nurfadila; Pasaribu, Marungkil; Darsikin, Darsikin
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 1, No 4 (2013): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.627 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan hasil belajar IPA fisika siswa yang diajarkan dengan menggunakan Strategi Rotating Trio Exchange (RTE) dan pembelajaran konvensional, pada kelas VII di SMP Negeri 3 Dolo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain “The Non Equivalen Pretest-Posttest Design”. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan menghasilkan kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar IPA fisika dalam bentuk pilihan ganda dan esai. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh rerata skor pretest hasil belajar IPA fisika siswa kelas eksperimen adalah 28,44 dan untuk posttest adalah 48,29. Untuk kelas kontrol diperoleh rerata skor pretest 25,33 sedangkan untuk posttest adalah 35,55. Analisis data tes dilakukan dengan teknik statistik uji-t dua pihak untuk menguji perbedaan rerata skor hasil belajar IPA fisika siswa dengan signifikansi  = 0,05. Diperoleh nilai hasil thitung = 8,8 dan ttabel = 2,00. Ini berarti bahwa nilai thitung berada diluar daerah penerimaan Ho. Berdasarkan temuan itu, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA fisika, dan strategi pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci     : Rotating Trio Exchange (RTE), Hasil Belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA FISIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 DOLO Pratiwi, Novia; Pasaribu, Marungkil; Kade, Amiruddin
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 1, No 4 (2013): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.794 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan model pembelajaran konvensional, pada kelas VII di SMP Negeri 1 Dolo. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan desain “The Non Equivalen Pretest-Posttest Design”. sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan menghasilkan kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda dan esai. Berdasarkan hasil pengolahan data untuk soal pilihan ganda, diperoleh rerata skor pretest hasil belajar siswa kelas eksperimen adalah 7,00 dan untuk posttest adalah 12,00. Untuk kelas kontrol diperoleh rerata skor pretest 6,00 sedangkan untuk posttest adalah 7,04. Sedangkan berdasarkan hasil pengolahan data untuk soal esai, diperoleh rerata skor pretest hasil belajar siswa kelas eksperimen adalah 28,85 dan untuk posttest adalah 52,31. Untuk kelas kontrol diperoleh rerata skor pretest adalah 25,38 sedangkan untuk posttest adalah 29,23. Analisis data tes dilakukan dengan teknik statistik uji-t dua pihak untuk menguji perbedaan rerata skor hasil belajar siswa dengan signifikansi  = 0,05. Pada soal pilihan ganda diperoleh nilai hasil thitung = 5,57 dan ttabel = 2,00 dan pada soal esai diperoleh nilai hasil thitung = 14,48 dan ttabel = 2,92. Ini berarti bahwa nilai thitung berada diluar daerah penerimaan Ho. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas yang mendapatkan pembelajaran menggunakan model Inkuiri Terbimbing dengan pembelajaran menggunakan model konvensional.   Kata Kunci     : Model Inkuiri Terbimbing, Hasil Belajar