Yan Partawijaya
Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Padang

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Berat Jenis Filler Pengganti Terhadap Sifat Aspal Beton

JURNAL R & B Vol 3, No 1 (2003)
Publisher : JURNAL R & B

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To day highway is one of the important interregional link mediums required concerning the development of physical facilities. One of the pavement used for the construction of the highway is flexible pavement.  This pavement consist of concrete asphalt which is created by mixing the asphalt and aggregate and then added by filler. The filler is usually made of the powdery residue left after having the marshal test of the same aggregate used, to that their quality and specific gravity will be the same. If in some condition the filler can not be obtained from the residue of the same aggregate, we will have to use the alternative filler. The objective of the research is to know how well the influence of the substitute filler to the property of concreate asphalt especially compared with those filter created by the marshall test. From the result of this research can be conclueded that the time mixture of the substitute filler is different from the filler, and its specific gravity influence the quality of concreate asphalt.

Studi Stabilitas Pada Sistem Portal Baja Berpengaku Eksentrik (Eccentrically Braced Frame)

REKAYASA SIPIL Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : REKAYASA SIPIL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Portal dengan pengaku eksentris (Eccentrically Braced Frame) bertujuan untuk mengetahui sejauh mana besarnya peyerapan energi dan menentukan model serta penempatan link yang paling efektif terhadap portal yang mengalami pembebanan secara siklik Pada portal dianalisis penempatan penyerapan energi apakah berada pada link untuk memastikan bahwa elemen selain link tetap berperilaku elastis saat elemen link telah mencapai kelelehan, juga dilakukan pengecekan terhadap kemungkinan terjadinya tekuk pada bresing yang memberikan hasil bahwa sistim portal berpengaku eksentrik memberikan nilai lebih bila dibanding dengan sistim lainnya.

Perbandingan Campuran AC-WC Terhadap Penggunaan Kadar Pipih Dan Lonjong Berdasarkan Spesifikasi Kimpraswil 2005

REKAYASA SIPIL Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : REKAYASA SIPIL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifat-sifat fisik agregat seperti bentuk butir berpengaruh langsung terhadap sifat campuran. Terutama untuk lapisan permukaan (surface course) agregat harus 90% terdiri dari bentuk kubus, karena memberikan ikatan (interlocking). Tujuan dilakukannya penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji karakteristik Marshall dari campuran Laston Lapis Aus/Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) yang memiliki kadar agregat pipih dan lonjong 0% dengan yang memiliki kadar agregat pipih dan lonjong melebihi dari standar yang ditetapkan oleh Kimpraswil tahun 2005. Hasil perencanaan dengan metoda Marshall memperlihatkan bahwa nilai KAO campuran yang tanpa agregat pipih dan lonjong lebih kecil (5,35%) dengan nilai stabilitas 1260 kg lebih kecil dibandingkan campuran yang menggunakan pipih dan lonjong melebihi persyaratan (5,45%) dengan nilai stabilitas 1210 kg. Dalam penelitian ini, penggunaan partikel pipih dan lonjong yang melebihi persyaratan Kimpraswil 2005 yaitu maksimum 25% untuk kadar pipih dan 10% untuk kadar kelonjongan akan menunjukkan kecendrungan penurunan kinerja, dimana perbedaan KAO Marshall antara 2 variasi campuran ini sebesar 0,1% cukup signifikan apabila di kaitkan dengan biaya produksi campuran beraspal dilapangan.

Perencanaan Dan Pengendalian Proyek Konstruksi

REKAYASA SIPIL Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : REKAYASA SIPIL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejalan dengan waktu, proyek konstruksi menjadi semakin kompleks dengan kendala teknologi yang semakin tinggi. Kompleksitas proyek konstruksi membutuhkan perhatian yang lebih besar dari pihak manajemen terutama dalam perencanaan dan pengendalian sumber dayanya. Dalam beberapa dekade mendatang, industri konstruksi akan banyak melakukan kegiatan rekonstruksi infrastruktur dan fasilitas produksi yang sudah rusak di negara-negara industri, sama halnya dengan pembangunan daerah komunitas baru, infrastruktur dan daerah industri di negara-negara yang sedang berkembang. Hal tersebut harus tetap dilaksanakan meskipun sumber daya alam yang tersedia semakin berkurang, adanya perubahan tenaga kerja, maupun kendala ekonomi dan lingkungan.

Tinjauan Perilaku Perkuatan Pasir Menggunakan Ijuk Terhadap Pemodelan Likuifaksi

POLI REKAYASA Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : POLI REKAYASA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liquefaction is the process of changing conditions of water-saturated sandy soil into a liquid, due to increased pore water pressure value becomes equal to the total pressure because of the occurrence of dynamic loads, so the effective pressure becomes ground zero (Seed et al, 1982). According to Adrin Tohari, the terms of the occurrence of events liquefaction must meet five criteria namely the soil layer of sand or silt, a layer of water-saturated soil, the soil layer is decomposed or loose (not solid), earthquakes must be strong and long. Utilization of the fibers to be mixed in the soil of sand is expected to overcome liquefaction events. Soil testing conducted in the laboratory of Civil Engineering Department, Polytechnic Padang. Soil samples taken in the area of ​​Air Tawar Barat, Padang with disturbed soil. Tests carried out include the physical properties (water content, Specific Gravity, Weight Volume, and Sieve Analysis). Testing is only done for the physical properties of native soil alone. Proceed to make a table vibrator with two types of test samples of miniature houses and sand tower. Vibration strength given in the table vibrator is 7.5 V, 9 V and 12 V. Percentage levels of fibers for miniature house is 0% and 0.1%, while the percentage content of the fibers to the tower of sand is 0%, 0.1%, 0.15%, 0.2%, 0.3%, 0.4%, 0.5%, 0.6%, 0.7%, 0.8% , and 0.9%. Based on the test results can be concluded that the addition of palm fiber content can reduce the impact of liquefaction. When that occurs when a house collapsed on a miniature palm fiber content 0% (9 V) is 0.19 minutes and at levels of 0.1% fibers (9 V) to 0.35 minutes. The addition of palm fiber content can also add strength to withstand the vibrations of sand in a given (7.5 V, 9 V and 12 V). The optimum level of fibers is 0.8%, because the levels of 0.9% strength of sand, the tower collapse rapidly within 1.45 menit.

Analisa Faktor Resiko Construction Waste pada Proyek Konstruksi di Kota Padang

Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 14 No 2 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.104 KB)

Abstract

Waste atau disebut juga  nonvalue-adding activity adalah semua aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dimata customer pada suatu produk yang diproses (Hines dan Taylor, 2000). Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi waste yang terjadi pada proyek konstruksi di Kota Padang. Metode Penelitian yang digunakan analisis deskriptif menggunakan quisioner dengan data proyek konstruksi yang sedang atau sudah dikerjakan di Kota Padang. Adapun respondennya adalah proyek manager, site manager, site engineer, quality control, supervisor, pelaksana lapangan dan pengawas lapangan. Dari quisioner yang kembali, dilakukan pengujian data dengan menggunakan SPSS. Pengujian data meliputi uji validasi, uji reliabilitas dan uji korelasi. Selanjutnya dilakukan analisis regresi linier variabel berganda, yang bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berpengaruh besar terhadap waste. proyek konstruksi di kota Padang. Quisioner yang disebarkan sebanyak 25 quisioner. Response rate 100%. Dari data penelitian terdapat 7 faktor dengan 44 variabel. Hasil uji validasi, didapatkan 5 faktor dan 37 variabel yang valid. Hasil uji reliabilitas, teridentifikasi 5 faktor dengan 14 variabel yang reliable. Hasil uji korelasi, semua variable reliable juga terkorelasi dengan kuat.  Analisa regresi dilakukan dengan uji R2, uji F dan uji t. Dari hasil uji R2, didapatkan besarnya kontribusi 14 variabel terhadap waste konstruksi  sebesar 91,6%. Hasil uji F memperlihatkan secara simultan semua variabel  mampu menjelaskan hubungannya terhadap penyimpangan biaya dengan sangat baik. Hal ini ditunjukkan oleh signifikasi < 5%. Hasil dari uji t, teridentifikasi 5 faktor dengan 8 variabel yang signifikan. Variabel tersebut adalah adalah waktu menunggu revisi gambar/perubahan desain sebesar 0,782,  mutu pengawasan rendah sebesar 0,430, kesalahan pada saat pelaksanaan pekerjaan sebesar 1,957, keterlambatan pelaksanaan pekerjaan  sebesar 2,122,  pekerjaan rework dan repair  sebesar 0,556,   perencanaan dan penjadwalan yang buruk sebesar 2,730, perubahan desain sebesar 0,863 dan  cuaca sebesar 0,966. Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat sebagai bahan pertimbangan untuk semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi guna menghindari biaya-biaya tambahan yang tidak diinginkan dan menghindari keterlambatan penyelesaian proyek akibat waste konstruksi.

ANALISIS CRITICAL SUCCESS FACTORS PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA PADANG

Jurnal Fondasi Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.955 KB)

Abstract

Keberhasilan proyek adalah tujuan akhir yang utama dari setiap proyek. Perbedaan faktor keberhasilan (critical success factors) proyek disebabkan tiap proyek mempunyai faktor-faktor pengaruh yang berbedabeda. Oleh karena itu,setiap pihak yang terlibat harus memiliki strategi tertentu terhadap kesuksesanproyek yaitu dengan mengetahui faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap kesuksesan (keberhasilan) pelaksanaan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung kesuksesan (critical success factors) proyek konstruksi di Kota Padang.Metode Penelitian yang digunakan analisis deskriptif menggunakan quisioner dengan data proyek konstruksi yang sedang atau sudah dikerjakan. Adapun respondennya adalah direktur utama, proyek manager, site manager, pelaksana, staf teknik, quantity dan quality control. Dari quisioner yang kembali, dilakukan pengujian data dengan menggunakan SPSS. Quisioner yang disebarkan sebanyak 30 quisioner. Response rate 100%. Dari data penelitian terdapat 8 faktor dengan 59 sub faktor/variabel. 8 faktor tersebut adalah faktor manajemen proyek, pengelolaan proyek, pengadaan, rencana tenaga kerja, bahan/material, peralatan, eksternal dan cuaca. Hasil uji validasi, didapatkan 8 faktor dan 52 variabel yang valid. Hasil uji reliabilitas, semua faktor yang valid juga reliable. Dari analisa data dengan SPSS versi 2.4 didapatkan faktoe yang paling dominan terhadap critical success proyek konstruksi adalah : untuk manajemen proyek adalah Rencana dan Jadwal yang digunakan, mempengaruhi sebesar 4,1667%. Faktor pengelolaan proyek, sub faktor yang paling dominan adalah Jadwal Pelaksanaan tidka sesuai Schedule yaitu sebesar 4,3667%. Faktor pengadaan proyek, sub faktor yang paling dominan adalah Metode Penawaran Proyek yaitu sebesar 3,8333%. Faktor Rencana Tenaga Kerja, sub faktor yang paling dominan adalah Jumlah Tenaga Kerja yang direncanakan yaitu sebesar 4,1000%. Faktor Bahan/Material, sub faktor yang paling dominan adalah Spesifikasi Teknis Bahan/Material yang digunakan yaitu sebesar 4,6333%. Faktor Peralatan, sub faktor yang paling dominan adalah Kapasitas Peralatan yang digunakan yaitu sebesar 4,3333%. Faktor Eksternal, sub faktor yang paling dominan adalah Komitmen semua pihak terhadap Proyek yaitu sebesar 4,6000%. Dan faktor Cuaaca, sub faktor yang paling dominan adalah Intensitas Curah Hujan yaitu sebesar 4,5667%. Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat sebagai bahan pertimbangan untuk semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi agar tercapai keberha silan proyek. 

Faktor Penyebab Kegagalan Akibat Keterlambatan Proyek Konstruksi Pada Bangunan Gedung di Kota Padang

Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 15 No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan proyek adalah tujuan akhir yang utama dari setiap pelaksanaan proyek konstruksi gedung. Perbedaan keberhasilan proyek disebabkan karena tiap proyek mempunyai faktor-faktor pengaruh yang berbeda-beda. Ada kalanya proyek tidak berjalan lancar sesuai perencanaan awal. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, seperti faktor alam, faktor tenaga kerja, lokasi, material, koordinasi, administrasi dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut dapat menjadi permasalahan atau kendala yang menyebabkan tidak lancarnya pelaksanaan proyek konstruksi. Padahal proyek konstruksi harus memenuhi tiga criteria yaitu mutu, biaya, dan waktu (triple constraint) sesuai dengan yang telah ditetapkan.Oleh karena itu, semua pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi gedung (owner, konsultan, kontraktor) harus mengetahui faktor-faktor penyebab kendala selama pelaksanaan proyek konstruksi gedung. Dengan diketahuinya faktor-faktor ini, semua pihak yang terlibat dapat menentukan solusi/strategi apa yang harus dilakukan untuk menangani masalah yang timbul di lapangan selama pelaksanaan proyek konstruksi. Dengan diketahui dari awal, dapat diantisipasi sedini mungkin semua kendala/permasalahan yang timbul, dan tidak akan ada pihak yang dirugikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kendala kegagalan yang disebabkan oleh keterlambatan pelaksanaan proyek konstruksi di Kota Padang Sumatera Barat.  Metode Penelitian yang digunakan analisis deskriptif menggunakan quisioner dengan data proyek konstruksi yang sedang atau sudah dikerjakan di Sumatera Barat. Adapun respondennya adalah project manager, site manager.Dari quisioner yang dilakukan pengujian data dengan menggunakan SPSS. Pengujian data meliputi uji validasi, uji reliabilitas,uji normalitas uji korelasi,dan uji analisa diskritif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan penyebab kendala proyek konstruksi di Kota Padang adapun faktor dominan pada pengujian ini yaitu pada subfaktor jadwal penggunaan material yang terperinci dan tepat waktu (material’s schedule) dengan nilai mean 3,55 atau 87,50 % . Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat sebagai bahan masukan/pertimbangan dalam mengambil kebijakan  untuk semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi agar tercapai keberhasilan proyek