Articles

Found 31 Documents
Search

Active Learning: The Dewey, Piaget, Vygotsky, and Constructivist Theory Perspectives

Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9, No 3 (2002)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2741.216 KB)

Abstract

Active Learning Approach has long been implemented in Indonesian schools, and until now the implementation of Active Learning Approach remains to be suggested to improve the quality of learning process in Indonesian classrooms. However, the constraint is still on the definition of active learning itself. This article discusses the nature of Active Learning from the perspectives of four theories: Deweys theory of progressive education, Piagets theory of assimilation and accommodation, Vygotskys theory of social context and zone of proximal development, and theory of constructivism. The discussion involves the nature of knowledge, learning, and teaching including the roles of teachers in active learning based on the four theories

Praktek Manajemen Pendidikan Sekolah Kejuruan di Daerah Jawa Tengah dan Pengaruhnya Terhadap Kesiapan Kerja Siswa

Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 2, No 2 (1995)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3281.6 KB)

Abstract

In oerder to produce qualified graduates it is essential to implement the management of human resources by applying the aspects of educational management. Those aspects cover the planning, organization, leadership, evaluation, and supervision of educational activities relevant to the management of educational resources in the schools. There is a positive correlation between the implementation of educational management and the graduates readiness for the job market, of which the r = 0.684 at the significance level of 5%.

Proses dan hasil belajar pada Prakerind bidang keahlian kendaraan ringan: studi kasus pada industri pasangan SMKN 3 Yogyakarta

Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 3, No 2 (2013): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan proses belajar siswa SMKN 3 Yogyakarta kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan di tempat kerja dalam pelaksanaan praktek kerja industri (prakerind). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Subjek penelitian adalah empat manager/pihak DUDI yang mengelola pelaksanaan prakerind dan tujuh siswa yang terlibat dalam kegiatan prakerind pada empat DUDI tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan ialah metode Miles dan Huberman, melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. 1) Pengaturan belajar siswa di tempat kerja dengan membatasi jumlah siswa dalam pekerjaan dan menjadikan siswa sebagai helper mekanik. 2) Proses pembelajaran siswa di tempat kerja: (a) belajar melalui pekerjaan dengan mengikuti mekanik; (b) peran mekanik: memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan pekerjaan secara langsung dengan bimbingan dan pengawasan, memberikan penilaian terhadap kinerja siswa; (c) cara siswa mendapatkan kompetensi di tempat kerja: (1) berkomunikasi dan bersosialisasi, (2) rajin dan ulet, (3) memiliki inisiatif dan aktif; (d) pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperoleh siswa di tempat kerja: (1) pengetahuan tentang dunia kerja bengkel otomotif dan pengalaman kerja pada pekerjaan yang sesungguhnya, (2) kategori kompetensi siswa yang diperoleh dalam prakerind untuk kategori bengkel besar dan kecil adalah kategori specialist, sedangkan untuk kategori bengkel menengah masih dalam kategori orang yang belum berpengalaman, (3) sikap siswa sesuai dengan budaya kerja di DUDI yaitu kerja keras dan peduli mutu. PROCESS AND LEARNING OUTCOMES AT INDUSTRIAL ATTACHMENT PROGRAM FOR LIGHT VEHICLES STUDY PROGRAM: A CASE STUDY AT PARTNERS INDUSTRIES OF SMKN 3 YOGYAKARTAAbstractThe objectives of this research were to describe the learning process of the students of SMKN 3 Yogyakarta of skill competence of light vehicle in the implementation of industrial practice (prakerind). This research used a case study qualitative approach. The subjects were four managers who managed the implementation of Industrial Attachment and seven students who were involved in prakerind activities at those four industries. The data collection was conducted through observations and interviews. The data analysis techniques used were Miles and Huberman methods conducted in four steps: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this research are as follows. 1) The arrangement of students’ learning at workplace is done by limiting the number of students in working and making the students as the mechanic helpers. 2) The learning process at workplace: (a) learning by working which follows the mechanic; (b) the mechanic role: provides the opportunities to the students to work directly with guidance and supervision, gives the assessments to students’ performances; (c) the students’ way for getting the competencies at workplace: (1) by communicating and socializing, (2) by being diligent and tenacious, (3) by having the initiative and active; (d) knowledge, skill, and attitude obtained by the students in the workplace: (1) the students have the knowledge of the work field of automotive and the work experience at the real work, (2) the category of the students’ competence obtained in prakerind for the basic category and the small category is in the specialist category, while for the middle category, it is still in the novice category, (3) the students’ attitude based on the work culture in DUDI is hardwork and quality care.

Peran komite sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan SMK di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur

Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 4, No 3 (2014): November
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komite sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan SMK negeri dan SMK swasta di Kabupaten Lamongan sebagai badan pertimbangan, badan pendukung, badan pengontrol, dan badan penghubung.Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi. Populasi sebanyak 61 SMK (enam SMK negeri dan 55 SMK swasta). Sampel sebanyak 42 SMK (empat SMK negeri dan 38 SMK swasta) ditentukan dengan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Peran komite sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan SMK negeri secara keseluruhan termasuk dalam kategori baik. Peran yang paling tinggi adalah sebagai badan pertimbangan, kemudian sebagai badan pendukung, dan sebagai badan penghubung, sedangkan peran yang paling rendah adalah sebagai badan pengontrol. (2) Peran komite sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan SMK swasta secara keseluruhan termasuk dalam kategori baik. Peran yang paling tinggi adalah sebagai badan pendukung, kemudian sebagai badan penghubung, dan sebagai badan pertimbangan, sedangkan peran yang paling rendah adalah sebagai badan pengontrol. THE ROLESOF THE SCHOOL COMMITTEE IN THE IMPLEMENTATION OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL IN LAMONGAN REGENCY, EAST JAVAAbstractThis study is aimedat investigating the roles of the school committee in the implementation of state vocational high schools (VHS) and private VHSs in Lamongan Regency, as anadvisory agency, supporting agency, controlling agency, and mediator agency.This study isanevaluation. The population was 61 VHSs (six state VHSs and 55 private VHSs). A sample of 42 VHSs (four state VHSs and 48 private VHSs) was established using the proportional random sampling technique. The data collection used a questionnaire with Likert scale. The data analysis used the quantitative descriptive analysis.The results show as follows. (1) The overall role of the school committee in the implementation of state VHSs is in a good category. The highest is the role as the advisory agency, then the role as the supporting agency, and the role as the mediator agency, while the lowest is the role as the controlling agency. (2) The overall role of the school committee in the implementation of private VHSs is in a good category. The highest is the role as the supporting agency, then the role as the mediator agency, and the role as the advisory agency, while the lowest is the role as the controlling agency.

PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS V SD

Jurnal Prima Edukasia Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: pengaruh pembelajaran problem posing dan direct instruction, interaksi antara strategi pembelajaran dan tingkat kemampuan belajar matematika peserta didik terhadap kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment), dengan menggunakan Non-equevalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V SD Negeri Pujokusuman I Yogyakarta yang terdiri atas empat kelas. Sampel penelitian sebanyak dua kelas yang dipilih secara acak, kemudian masing-masing kelas yang terpilih dikelompokkan dalam kategori tingkat kemampuan tinggi dan tingkat kemampuan rendah terhadap kemampuan belajar matematika. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji Manova 2 jalur dan uji t dengan kriteria Bonferroni. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pembelajaran problem posing dan direct instruction terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemampuan komunikasi matematis dan tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan tingkat kemampuan belajar matematika peserta didik terhadap kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis. Pembelajaran problem posing lebih baik dari direct instruction baik untuk kemampuan tinggi maupun untuk kemampuan rendah terhadap kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis peserta didik.Kata kunci: problem posing, direct instruction, kemampuan berpikir kritis, kemampuan komunikasi matematis. THE EFFECT OF THE IMPLEMENTION OF LEARNING PROBLEM POSING ON CRITICAL THINKING ABILITY AND MATHEMATICAL COMMUNICATION OF ELEMENTARY SCHOOL GRADE 5TH STUDENTS AbstractThe purposes of this study are to describe: the effect of problem posing instruction and direct instruction and the interaction between instruction strategy and the level of students’ mathematics learning ability at SDN Pujokusuman I Yogyakarta. This study is a quasi-experimental research, using non-equevalent Pretest-Postest Control Group Design. The population was all of the grade 5 students of SD Pujokusuman I Yogyakarta that consisted of four classes. The sample was VA and VB class which were selected randomly. Data were analyzed using two-ways Manova and t-test with Bonferroni criteria. The results show that; there is an effect of the learning problem posing and direct instruction on critical thinking skills and mathematical communication skills and there is no interaction between learning strategy and the level of mathematics learning ability of students to critical thinking skills and mathematical communication. The conclusion of this study is that problem posing instruction is better than direct instruction both for high ability and low ability on critical thinking skills and mathematics communication skill grade 5 of elementary school students.Keywords: problem posing, direct instruction, critical thinking skills, mathematical communication skills.

MANAJEMEN KURIKULUM MADRASAH ALIYAH PROGRAM KEAGAMAAN MAN 1 SURAKARTA

Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap manajemen kurikulum MAPK MAN 1 Surakarta mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum serta kendala manajemen kurikulum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah, wakil kepala madrasah program ke-agamaan, pembina asrama, dan guru. Objek penelitian: kegiatan pembelajaran, kegiatan asrama, dan kondisi sekolah. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, peng-amatan, dan analisis dokumen. Instrumen penelitian adalah peneliti dan pedoman wawan-cara, observasi dan analisis dokumen. Keabsahan data dilakukan dengan uji credibilty, transferability, dependability, dan confirmability. Analisis data menggunakan analisis interaktif Miles-Huberman terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum dilakukan melalui workshop ber-pedoman pada kurikulum nasional, pengembangan keunggulan lokal, dan adaptasi sistem pondok pesantren. Evaluasi kurikulum dilakukan dalam bentuk ujian semester, ujian madrasah dan ujian nasional menggunakan bahasa arab. Faktor-faktor kendala manajemen kurikulum MAPK antara lain: modul program keagamaan belum baku dan buku diktat kurang sistematis; kurangnya ketelatenan guru membuat perangkat pembelajaran dan pe-nguasaan teknologi komputer; sarana prasarana yang belum memadai; masalah kedisiplinan siswa MAPK dalam mengikuti pembelajaran; padatnya kegiatan sekolah, asrama, dan orga-nisasi mengurangi fokus belajar siswa; dan kemampuan bahasa anak yang belum mampu memahami teks secara keseluruhan.Kata kunci: manajemen kurikulum, program keagamaan

EVALUASI KOMPETENSI PENULISAN TESIS MAHASISWA S2 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURAN

Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 19, No 1 (2015): Juni
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi: (1) kemajuan penulisan tesis; (2) kompetensi penulisan tesis; (3) faktor-faktor yang mempengaruhi penulisan tesis; (4) faktor-faktor dominan yang mempengaruhi penulisan tesis; (5) tingkat kekreatifan capaian hasil tesis mahasiswa S2 Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK). Penelitian ini adalah penelitian evaluasi formatif bersifat internal dilaksanakan pada bulan Mei hingga Oktober 2014. Responden penelitian mahasiswa S2 PTK angkatan 2009, 2010, 2011, 2012 sebanyak 59 orang. Pengumpulan data menggunakan angket skala Likert dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kemaju-an penulisan tesis termasuk kategori sangat baik. Kompetensi mahasiswa dalam penulisan tesis termasuk kategori sangat baik. Penulisan tesis dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar kampus. Faktor-faktor dominan yang mempengaruhi penulisan tesis adalah ketersediaan waktu diskusi dengan dosen pembimbing, kemampuan menerapkan metode penelitian dan analisis data,  beban tugas di tempat kerja, kemampuan memahami literatur asing, dukungan dosen pembim-bing, proses administrasi Pascasarjana, motivasi cepat lulus, dukungan keluarga, dan beasiswa. Tingkat kekreatifan mahasiswa dalam penulisan tesis termasuk kategori sangat baik.Kata kunci: evaluasi, penulisan tesis, kompetensi mahasiswa, Pendidikan Teknologi dan Kejuruan ______________________________________________________________ EVALUATION OF THESIS WRITING COMPETENCE OF MASTER’S DEGREE STUDENTS ON VOCATIONAL TECHNOLOGY EDUCATION STUDY PROGRAMAbstract This study aimed to evaluate: (1) the progress of writing a thesis; (2) the competence of writing a thesis; (3) factors that influence the writing of the thesis; (4) the dominant factors that influence the writing of the thesis; (5) creativity of students in writing a thesis. This study was an internal formative evaluation conducted in May and October 2014. Respondents of this study were master degree students on Vocational and Technology Education Study Programs class of 2009, 2010, 2011, 2012 as many as 59 people. The data were collected using questionnaires and interviews. The data were analyzed using quantitative descriptive analysis techniques. The results showed that the progress of the thesis was classified in the excellent category. The competence of students in writing thesis was classified in very well category. Thesis writing is influenced by internal and exsternal campus factors. The dominant factors affecting the thesis were the availability of a discussion with the supervisor, the ability to apply research methods and data analysis, workload in the workplace, the ability to understand foreign literatur, supervisor support, administrative processes, motivation to pass quickly, family support, and scholarship. The level of creativity of students was clasified in the excellent category.Keywords: evaluation, thesis, student competence, Vocational and Technology Education

Pembelajaran berbasis produksi untuk peningkatan kompetensi membuat gambar kerja teknik mesin siswa SMK

Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 1, No 1 (2011): Februari
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PRODUCTION-BASED LEARNING TO IMPROVE COMPETENCE IN MAKING MECHANICAL ENGINEERING DRAWINGS OF VOCATIONAL STUDENTSThis study is aimed at improving quality of learning process of Mechanical Drawing by employing Production Based Training to achieve mechanical drafter competency. Consecutively this research will also develop teachers professionalism in managing learning process of Mechanical Drawing at SMK Sf Mikael.This classroom action research was conducted in SMK St. Mikael Surakarta. Grade XI was assigned to be subject of this research. Two collaborators were assigned to back up and assist the researchers to monitor the effects of action on student competency in mechanical drawing. The changes due to the action are monitored through observation by involving the two collaborators. The collected data was analyzed descriptively. The data analysis resulted in the following findings: (a) production based learning improves students achievement in reaching the minimum mastery criteria on Mechanical Drawing and more specifically improves student competency in producing machining industries standardized of Mechanical Working Drawing, (b) a process of expertise acquition in mechanical working drawing through combination of constructivism learning principles, behaviorism, situated learning and cognitive apprenticeship; (c) the production-based learning increases students ability behave discipline and attitude toward mechanical drawing, and (d) production based learning was implemented through classroom discussion on the mechanical drawing principles, its implementation on working drawings, integrating knowledge on components stradard as well as production process into working drawing.

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KOMPUTER UNTUK KELAS VIII SMP

Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol 1, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan multimedia pembelajaran matematika ini dilakukan melalui enam tahap, yaitu desain  materi, desain software,  produksi, evaluasi, uji coba, dan implementasi. Untuk mengetahui kelayakan multimedia pembelajaran yang dikembangkan dilakukan uji coba lapangan dengan angket. Untuk mengetahui keefektifan produk multimedia yang dikembangkan,  dilakukan dengan memperbandingkan hasil uji kompetensi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Subjek uji coba dalam penelitian ini berjumlah 36 orang siswa kelas VIII D SMP N 4 Depok Sleman untuk uji coba lapangan pada kelas eksperimen dan 35 orang siswa kelas VIII B SMP N 4 Depok Sleman pada kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk multimedia pembelajaran hasil pengembangan termasuk dalam kategori “Baik”, persentase siswa yang mencapai ketuntasan belajar setelah menggunakan multimedia pembelajaran hasil pengembangan lebih tinggi 26,51% dari pada pembelajaran konvensional. Kata kunci: pengembangan, multimedia pembelajaran matematika

PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP 1 CILAWU GARUT

Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 3, No 1 (2015): April
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam merencanakan program, mengorganisasikan, menggerakkan dan mengawasi program sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMP 1 Cilawu; (2) mendeskripsikan penghambat dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah pendidik dan tenaga kependidikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kepala sekolah sebagai seorang manajer berperan: (1) merencanakan program dengan merinci kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan yang akan menjalankan tugas, merencanakan kurikulum yang akan dijalankan, merencanakan kebijakan penambahan mata pelajaran bimbingan konseling dengan waktu dua jam per minggu; (2) membuat struktur organisasi yang melibatkan orang tua murid melalui komite sekolah dan melengkapi sarpras yang dibutuhkan; (3) Memberi contoh yang baik dan tenang dalam bekerja, memberi motivasi dan penghargaan terhadap personilnya baik moril maupun materil, meningkatan kesejahteraan, mengikutsertakan pendidik dan tenaga kependidikan dalam diklat-diklat dan memotivasi guru senior agar memiliki semangat life long education; (4) mengawasi output, PBM, dan peserta didik mulai dari proses penerimaan sampai selesai sekolah. (5) adapun hambatan yang dialami adalah adanya personil yang masih tidak disiplin, kurangnya komunikasi antara kepala sekolah dengan sebagian personil.