Vita Paramita
Program Diploma Teknik Kimia, Fakultas Teknik, UNDIP. Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang, Semarang 50239

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGEMBANGAN PROSES ENZIMATIS GELOMBANG MIKRO UNTUK PRODUKSI ASAM LEMAK DARI BUAH SAWIT SECARA IN SITU Yulianto, Mohammad Endy; Abidin, Zainal; S, FS Nugraheni; Paramita, Vita
METANA Volume 06, Nomor 2, Tahun 2010
Publisher : METANA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.375 KB)

Abstract

Abstract Vegetable oil is one of plantation commodity and used as food source and oleochemical. One of the connection between vegetable industry and oleochemical industry is the conversion of vegetable oil into fatty acid. Indonesia is one of major producer of Crude Palm Oil (CPO), Palm Kernel Oil (PKO) and Cocos Nucifera Oil (CNO), but Indonesia is also import fatty acid in the application of paint, plastics, cosmetics, detergent and soap industry. These facts show a pityfull condition of vegetable oil industry. Therefore, it is neccesary to take an effort in order to fulfill our domestic demand of fatty acid. Up to now, the fatty acid is produce by converting CPO into fatty acid, which provide high cost production due to the expensive process of CPO production. An alternative process was proposed by cutting the two stages of fatty acid production into one stage. This stage covered the direct enzymatics production of fatty acid from fresh fruit of palm oil. The lipase of palm oil is inactivated in a microwave based-enzymatics hydrolysis bioeractor. The research objectives was developing the fatty acid production through microwave biochemical process by activate the lipase enzyme of the fresh fruit of palm oil. The parameters examined were including pH, ratio of water-fruit, and the milling of the palm oil as time function. The lipase activity as a result of microwave tunning up process was increasing along with the increasing of the reaction temperature. Without the addition of buffer, the acidity of the system decreased along with the production of fatty acid. Along with the increasing of the water concentration, the fatty acid produced was also increased.   Key Words: fatty acid, lipase, microwave
PENGARUH PENAMBAHAN XHANTAN GUM DALAM APLIKASI TEKNOLOGI EDIBLE COATING ALOE VERA UNTUK MEMPERTAHANKAN MUTU TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) MENGGUNAKAN METODE SPRAY Masruroh, Hidayatul; Fauzi, Achmad Farits; Anggryani S, Dwi; Paramita, Vita
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat (Solanum Lycopersicum) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak diusahakan oleh petani di Indonesia. Penanganan pasca panen yang kurang maksimal menyebabkan umur simpan tomat tidak tahan lama. Salah satunya disebabkan oleh mikroorganisme Alternaria tenuis dengan ditandai bintik hitam dan terjadinya difusi gas oksigen (O2) ,karbon dioksida (CO2), serta difusi uap air. Salah satu upaya untuk mengurangi efek kerusakan pada produk hortikultur adalah dengan melakukan coating. Aloe vera dilaporkan memiliki kemampuan anti mikrobia yang cukup baik terhadap beberapa bakteri patogen dan memiliki kemampuan untuk menahan permeasi oksigen dan uap air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi gel Aloe vera sebagai edible coating dan pengaruh peningkatan viskositas larutan menggunakan xhantan gum sehingga pelapisan terhadap bahan yang dicoating lebih optimal. Penggunaan metode spray dimaksudkan agar cairan edible coating yang sudah terbentuk dapat menutup pori-pori epidermis kulit tomat dengan adanya druplet-druplet sehingga akan menghambat secara optimal proses difusi. Pengamatan yang akan dilakukan dalam penelitian yakni untuk mengetahui pengaruh penggunaan xhantan gum terhadap pelapisan tomat dan menguji efektifitas metode spray sebagai alternatif pengawet untuk produk hortikultur bagi petani. Metode yang dilakukan berupa eksperimental laboratorium meliputi : konsentarsi larutan Aloevera (100 gr), range variable konsentrasi Xhantan gum, CMC dan Gliserol (0-0,2 %), Dari data hasil penelitian diperoleh konsentrasi Xhantan gum, CMC dan Gliserol yang optimum untuk pembuatan larutan edible yakni (0,1 %), dengan nilai PH 3,00 ; densitas 23,2 gr/ml.Kata kunci: edible coating, spray, tomat, xhantan gum
PEMBUATAN PANGAN TERNAK LELE ORGANIK BERBAHAN BAKU PROTEIN DARI BULU AYAM DENGAN METODE FERMENTASI BIO Alamsyah, Azis Andre Dwi; Christyawan, Joddy; Tiarasukma, Agnes Priska; Paramita, Vita
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan pakan lele organik dengan bahan baku bulu ayam ditujukan untuk meningkatkan kadar protein, mengurangi biaya produksi pakan lele, mempercepat pertumbuhan ikan lele dan membuat pakan lele alternatif. Pada pembuatan pakan lele dengan bahan baku bulu ayam ini menggunakan perlakuan fisik dan kimiawi, seperti pemanasan, pengeringan, hidrolisis, grinding, dan fermentasi BIO. Perlakuan tersebut digunakan untuk mengubah protein kasar pada bulu ayam menjadi protein yang dapat dicerna oleh ikan lele. Kadar protein setelah proses perlakuan fisik dan kimiawi akan di analisa kenaikan kadar proteinnya. Dengan kadar protein yang tinggi akan membantu proses pertumbuhan lele menjadi lebih singkat dan lebih cepat panen. Untuk mengetahui kadar protein pada penelitian ini menggunakan metode kjeldahl.Hasil pakan lele berbahan bulu ayam ini akan diujikan langsung pada ikan lele untuk membandingkan perbedaan penambahan pakan lele biasa dengan penambahan pakan lele berbahan baku bulu ayam.Pada penelitian ini kadar yang paling baik pada penambahan NaOH adalah 0,4N dengan kadar protein 74,09% dan dari rantai polimer yang terpotong sangat cocok untuk pembuatan pangan lele sebelum dijadikan pelet lele.Kata kunci: bio, lele, organik, pangan, protein
PENINGKATAN KADAR ZINGIBEREN DALAM MINYAK JAHE DENGAN EKSTRAKSI CAIR-CAIR Handayani, Dwi; Paramita, Vita; Faizah, Laila
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak jahe merupakan salah satu komoditas eksport minyak atsiri. Selama ini minyak jahe yang dihasilkan produsen atsiri di Indonesia masih banyak yang belum memenuhi standard yang telah ditetapkan sehingga harganya tidak dapat bersaing di pasaran internasional.Hal ini disebabkan kadar Zingiberen yang rendah yaitu lebih kecil dari 20% dan kadar kamfen serta impuritasnya yang tinggi. Zingiberen mempunyai putaran optik yang negatif, sedangkan kamfen mempunyai putaran optik positif. Karena kadar zingiberen yang rendah dan kadar kamfen yang tinggi maka mempunyai putaran optik positif. Pada hal menurut ISO Internasional 7355 putaran optik yang diharapkan (-20o)-(-45o) sedangkan minyak jahe yang diproduksi di Indonesia antara (+6o)–(+12o)sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan kadar Zingiberen atau menurunkan kadar kamfen, yaitu dengan ekstraksi cair-cair. Penelitian bertujuan untuk mengetahuipeningkatan kadar Zingiberen dan faktor yang paling berpengaruh pada ekstraksi cair-cair.Ekstraksi dilakukan dengan pelarut alkohol 95% dan variabel yang diuji adalah ratio solute : solven ; waktu ekstraksi dan kecepatan pengadukan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh pada ekstraksi adalah banyaknya pelarut yang digunakan yaitu 5 kali volume minyak jahe. Sedangkan kadar zingiberene mengalami kenaikan dari 10,42% menjadi 18,02%. Kata kunci : ekstraksi, ,minyak jahe, zingiberene
IbM KELOMPOK INDUSTRI RUMAH TANGGA KERAJINANALUMUNIUM DAN ALAT DAPUR DI KABUPATENBOYOLALI,MENINGKATKAN PENCETAKAN ALAT DAPUR SECARA MEKANIS Achmad, Laila Faizah; Susanti, Margaretha Tuti; Kusumayanti, Heny; Paramita, Vita
METANA Vol 10, No 02: Desember 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.595 KB)

Abstract

Crafts copper and aluminum metal is well known as the only craft villages featured in Bambu Kuning  District Boyolali which is the center of industry UKM need to be given guidance and training , especially for UKM that there is little need of such a helping hand for community service programs ( IbM ). IbM basic selection service programs to improve the quality and productivity of  the aluminum craft in which the earlier process of making traditional , manually ( using hand -made) in order to become more mechanical craft aluminum kitchen equipment especially produced more precise form, include : Improvement of the manufacturing process of aluminum kitchen utensils mechanically, Design a simple hydraulic press tools according to their ability to operate and care for craftsmen improvement of more uniform product specifications in order to look more attractive.The method offered on IbM activities provide training and guidance to craftsmen on how to operate the hydraulic press tools properly and correct , also perfect the shape of the product so that the resulting shape kitchen tools more precise, more improved quality and can be sold at a higher price also to the wider marketing and export between islands . Plan that will be implemented to produce products in accordance with the Standard of food quality ( SII ) , starting from :1. Improvement of human resources with training and consultation on technology printing process2. Technology improvements equipment by designing a simple hydraulic press toolsTarget outcomes kitchen appliance is able to sell the product in accordance with the SII marketing broader, reaching levels of economical operation in the field of technology , management and promotion through the integration and synchronization of marketing flows from the point of production to the level of use of the product by the user or the user.
BWRO DESALINATION FOR POTABLE WATER SUPPLY ENHANCEMENT IN COASTAL REGIONS Widiasa, I Nyoman; Paramita, Vita; Kusumayanti, Heny
JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 12, No 2 (2009): Volume 12, Number 2, Year 2009
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most of coastal regions in Indonesia have experienced water scarcity where water resources are becoming more and more threatened due to the rapid growth of population, aquaculture industries and agricultures. Brackish water reverse osmosis (BWRO) desalination may be used to overcome the supply potable water problem in the coastal regions. Brackish water having total dissolved solids (TDS) content in the range of 1,000?10,000 ppm can be desalinated at a reasonable cost. This work was aimed to find valuable technical data for plant design and operation. Cost analysis also was conducted to obtain specific water cost. The results show that stable system performance was achieved. Based on a case study of small scale BWRO with capacity of 50 m3/day, specific water cost was around of IDR 6,100/ m3.
PELATIHAN DAN PRAKTEK PEMBUATAN SABUN CUCI TANGAN CAIR DI PKK TEMBALANG PESONA ASRI Kusumayanti, Heny; Paramita, Vita; Wahyunimgsih, Wahyunimgsih; Amalia, Rizka; Siregar, Vynda Dindasari; Pudiastuningtyas, Nurul
Gema Teknologi Vol 20, No 1 (2018): April 2018 - October 2018
Publisher : Vocational School Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.536 KB)

Abstract

Heny Kusumayanti, Vita Paramita, Wahyunimgsih, RizkaAmalia, Vynda Dindasari Siregar, Nurul Pudiastuningtyas, in this paper explain that soap is used as a cleaning agent. Hand sanitizer is a hand sanitizer which makes it easy and can be carried out by PKK mothers and the community. The purpose of this liquid handwashing soap training and practice is to provide knowledge and appropriate technology to the PKK mothers in Tembalang Pesona Asri RT I RW IV Kramas Semarang, in addition to making their own liquid handwashing for self consumption can also be sold so can increase income. The result of this activity is liquid hand washing soap which is red, has a fragrant odor and when used does not cause roughness in the hand.
Analisa Kadar Lemak Dalam Susu Perah Sapi Menggunakan Gaya Sentrifugasi Masruroh, Hidayatul; Masruroh, Ulla Disky; Nugraheni, Fransisca Sri; Paramita, Vita
METANA Vol 14, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.971 KB)

Abstract

Selama berabad-abad susu telah dikenal sebagai bahan pangan yang dibutuhkan oleh manusia, karena susu banyak mengandung semua komponen bahan yang diperlukan oleh manusia. Kandungan terbesar susu adalah air dan lemak. Penelitian ini melakukan pengujian kandungan lemak pada susu sapi murni menggunakan gaya sentrifugasi, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variabel berubah, berupa suhu yang digunakan dalam penimpanan susu yaitu 50C, 250C dan 300C, putaran yang digunakan selama percobaan yaitu 1772 rpm, 2080 rpm, 2455 rpm, 3266 rpm, dan 4080 rpm serta waktu yang digunakan yaitu 15 menit, 20 menit dan 25 menit terhadap pemisahan lemak dalam susu sapi murni. Uji analisa pada penelitian ini meliputi uji kandungan lemak, pH, densitas dan viskositas. Pada penelitian tersebut variabel paling optimal yaitu susu pada suhu 300C dengan kecepatan putaran 2455 rpm dan dalam waktu 25 menit mendapatkan hasil kandungan lemak sebesar 2,5ml. Sedangkan hasil pengukuran pH dari ketiga variabel mendapatkan hasil 6,5. Untuk densitas hasil yang didapat yaitu 1,014;1,052; 1,036 masing-masing pada suhu 50C,250C,300C dan untuk viskositas sebesar 1,46. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak perbedaan signifikan pengaruh kecepatan putaran sentrifugasi terhadap densitas, pH maupun viskositas. Namun terdapat pengaruh putaran kecepatan sentrifugasi terhadap kadar lemak yang terpisahkan. Semakin tinggi suhu penyimpanan disertai peningkatan kecepatan putaran sentrifugasi, maka semakin tinggi kadar lemak yang terpisahkan.    Fat Content Separation Analysis from Dairy Milk by using Centrifuge For centuries dairy has been well known as the food needed by humans, due to its benefits for growth. The major content of milk is water and fat. This study examined the fat content of pure cow's milk using centrifugation force, with the aim to know the effect of independent variables, such as the temperature used in milk storage (5, 25 and 30 0C), the rotation speed of centrifugation (1772, 2080, 2455, 3266, and 4080 rpm) and the centrifugation time (15, 20 and 25 minutes) against the separation of fat in pure cow's milk. The analysis was including fat content test, pH, density and viscosity. In this study, the most optimum variables of fat content separation from milk (2.5 ml) were found at temperature of 300C with the centrifugation speed of 2455 rpm rotation and within 25 minutes. While, there were no different of the pH (6.5) and viscosity (1.46) regarding to the dependent variables. For the density, the results obtained are 1.014, 1.052; 1,036 for each at 50C, 250C, 300C. The result showed that there were no significant difference in the effect of centrifugation rotation speed to density, pH and viscosity. However, increasing the centrifugation rotation speed increased the fat content. The higher the storage temperature along with the increased speed of the centrifugation cycle, were resulted the higher the separated fat content.
Produksi Sabun Cuci Piring Sebagai Upaya Peningkatkan Efektivitas Dan Peluang Wirausaha Amalia, Rizka; Paramita, Vita; Kusumayanti, Heny; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Sembiring, Maranatha; Rani, Dina Elvia
METANA Vol 14, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.694 KB)

Abstract

Sabun cuci piring merupakan salah satu kebutuhan dalam rumah tangga yang berfungsi sebagai penghilang kotoran dan lemak pada peralatan makan dan masak. Konsumsi sabun cuci piring yang  terus menerus setiap harinya, menyebabkan kebutuhan pengadaan sabun dengan biaya yang tidak sedikit, terlebih pada ibu-ibu kelompok pembuat jajan pasar sederhana di RT 4 RW 7 Kelurahan Pedalangan Kecamatan Banyumanik. Tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberi pengetahuan dan pelatihan kepada ibu-ibu RT 4, RW 7, Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik tentang pembuatan sabun cuci piring cair guna mengurangi pengeluaran masyarakat terhadap pembelian sabun sekaligus untuk menciptakan peluang usaha baru. Dalam kegiatan pengabdian, akan dijelaskan bahan baku, prosedur kerja dan perhitungan biaya produksi pembuatan sabun cuci piring. Dari  kegiatan yang dilakukan,  mitra dapat menghasilkan luaran produk barang berupa sabun cuci piring cair sesuai dengan metode yang diberikan dalam pelatihan. Production of Dish Washer Soap as Efforts to Increase Effectiveness And Entrepreneurial Opportunity Dishwashing liquid is one of household stuff that used for removing grease and dirt from dishes. Using the dishwashing liquid continuously cause the need of its stuff at a high enough cost. The purpose of this activity is to provide knowledge and training to the making of dishwashing liquid soap in order to reduce cost as well as to create new business opportunity. In this activities, the raw materials and procedure of producing dishwashing liquid will explained, and the production costs of dishwashing manufacture will calculated. From the activities undertaken, can produce the dishwashing liquid soap in accordance with the methods given in the training.  
Studi Pengaruh Suhu Dan Ketebalan Irisan Terhadap Kadar Air, Laju Pengeringan Dan Karakteristik Fisik Ubi Kayu Dan Ubi Jalar Yando, Adhit Mardita; Paramita, Vita
METANA Vol 13, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1350.572 KB)

Abstract

Pengujian kadar air, laju pengeringan dan organoleptik dilakukan terhadap ubi kayu dan ubi jalar menggunakan oven Memmert type UN 110 dengan variabel suhu 70, 90 dan 120 ºC serta variabel ketebalan 1 mm,  2 mm, 3 mm, 4 mm dan  5 mm. Kadar air ubi kayu terbaik pada suhu 90ºC yaitu 54.367% dengan ketebalan 4 mm serta hasil laju pengeringan maksimalnya pada suhu 120 ºC yaitu 0.091 gram/menit dengan ketebalan 5 mm. Hasil uji organoleptik menunjukkan semua bahan pada suhu 120 ºC mengalami penghitaman namun bahan pada suhu 70 ºC dan  90 ºC dengan tebal 3, 4 dan 5 mm tidak mengalami penghitaman. Sedangkan pada ubi jalar, kadar air terbaik pada suhu 70 ºC yaitu 66.397% dengan ketebalan 1 mm serta hasil laju pengeringan maksimalnya pada suhu 120 ºC yaitu 0.077 gram/menit dengan ketebalan 5 mm. Hasil uji organoleptik memperlihatkan semua bahan mengalami penghitaman dengan bahan yang paling hitam dialami pada bahan dengan perlakuan suhu 90 ºC dengan ketebalan 1 mm.  Studies Effect Of Temperature And Thickness Of Slices To Water Content, Drying Rate And Physical Characteristic Cassava And Sweet Potatoes Determine of moisture content, drying rate and organoleptic was done on cassava and sweet potatoes using Memmert type 110 UN oven with temperature variable 70, 90 and 120 ºC and variable thickness 1 mm, 2 mm, 3 mm, 4 mm and 5 mm. The best cassava moisture content at 90ºC have value 54.367% with a thickness of 4 mm and the maximum drying rate at 120ºC have value 0.091 gram/min with a thickness of 5 mm. The result of an organoleptic test shown all the materials at 120 ºC had blackening but the material at 70 ºC and 90 ºC with thickness 3, 4 and 5 mm did not experience blackening. While in sweet potato, the best moisture content at 70 ºC have value 66.397% with a thickness of 1 mm and the maximum drying rate at 120 ºC have value 0.077 gram/min with a thickness of 5 mm. The result of an organoleptic test showed all the ingredients were blackened with the blackest material experienced by the material with temperature treatment 90 ºC with thickness 1 mm.