Articles

Found 15 Documents
Search

Purification of carp (Cyprinus carpio) kidney cathepsin C Pangkey, Henneke; Lantu, Sartje
e-Journal BUDIDAYA PERAIRAN Vol 1, No 1 (2013): Vol.1 No. 1 Januari 2013
Publisher : e-Journal BUDIDAYA PERAIRAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.294 KB)

Abstract

Pemurnian enzim cathepsin C diperoleh melalui penggunaan colom kromatografi S-Sepharose FF, Sephacryl S-200 HR, Concanavalin A-Agarose, Affi-gel 501 dan DEAE-Sephacel. Dari 160 g ginjal ikan mas diperoleh 0,33 mg enzim cathepsin C, dengan hasil pemurnian 150 kali. Berat molekul cathepsin C adalah 170 kDa yang terdiri dari 5 subunit, dengan berat molekul berkisar antara 10 sampai 20 kDa. Cathepsin C adalah oligomerik protein dan aktif sebagai eksopeptidase (pH 5) maupun endopeptidase (pH 7)
KEBUTUHAN ASAM LEMAK ESENSIAL PADA IKAN LAUT Pangkey, Henneke
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.643 KB)

Abstract

ABSTRACTAquaculture has contributed one third of the world is supply of seafood. This contribution is expected to increase in the future. Based on this reason, aquaculture is potential to continually provide food for human needs. One of the key factors to the success of aquaculture is the supply of nutritious feed. Feeding with food of right nutrition value will produce healthy and high quality fish. One of the nutrient elements that plays an important role in aquatic organism growth is lipid. Lipids in the form of essential fatty acids are highly required not only for broodstock and larvae, but also for normal growth of marine fish.ABSTRAKAkuakultur telah memberikan kontribusi sebesar sepertiga kebutuhan dunia akan produk makanan laut, dan akan terus bertambah di masa depan. Dipandang dari sudut ini, akuakultur memiliki prospek untuk menjadi usaha berkelanjutan dalam menyediakan pangan bagi populasi manusia yang terus bertambah. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam usaha akuakultur adalah penyediaan pakan dengan kandungan nutrisi yang optimal. Pemberian pakan dengan komponen nutrisi yang tepat dapat menghasilkan ikan yang sehat dan berkualitas tinggi. Salah satu komponen nutrisi yang sangat berperan dalam pertumbuhan biota akuakultur adalah lipida. Lipida berupa asam lemak esensial sangat dibutuhkan baik oleh induk dan larva, juga untuk pertumbuhan secara normal ikan laut.
Alkaline proteinase in muscle of commercial fishes Pangkey, Henneke; Rimper, Joice R.S.T.L; Kemer, Kurniati
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT (Jurnal Ilmu dan Manajemen Perairan) Vol 1, No 1 (2013): April
Publisher : Pascasarjana, Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sea products are valuable resources of natural substances such as lipids, polysaccharides, enzymes, vitamins, and proteins. Fish proteases have been characterized and some purified. Many of these enzymes display potentially interesting new biochemical properties for biotechnological applications. In this research, we have found activity of some proteases (alkaline proteinase, cathepsin S and cathepsin D) in muscle tissues of marine tropical commercial fish species in North Sulawesi (i.e. Epinephelus fuscoguttatus, Caranx ferdau, Lutjanus malabricus, and Katsuwonus pelamis). All of these fish are economical species with low prices that are highly consumed by local people©Produk yang berasal dari laut merupakan sumberdaya yang kaya akan bahan-bahan alamiah seperti lipida, polisakarida, enzim, vitamin dan protein. Beberapa enzim protease pada ikan telah diidentifikasi dan dimurnikan. Banyak dari enzim ini menunjukkan potensi yang penting sebagai bahan biokimia yang baru. Pada penelitian ini, kami menemukan beberapa jenis protease (alkalin proteinase, katepsin S dan katepsin D) yang aktif pada otot dari beberapa jenis ikan laut tropis yang komersil di Sulawesi Utara (Epinephelus fuscoguttatus, Caranx ferdau, Lutjanus malabricus, and Katsuwonus pelamis). Ikan-ikan ini sangat bernilai ekonomis dan sangat digemari oleh masyarakat lokal©
Pertumbuhan Cladocera jenis Chydoridae pada media kultur yang berbeda Sambode, Denovis; Pangkey, Henneke; Lantu, Sartje
e-Journal BUDIDAYA PERAIRAN Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : e-Journal BUDIDAYA PERAIRAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.612 KB)

Abstract

The aim of this study was to find out the effect of different organic fertilizers on the population growth of Chydorus sp. This research was conducted at Laboratorium of Nutrition and Food Technology, Faculty of Fishery and Marine Sciences, Sam Ratulangi University, from December, 2012 to January, 2013. The experiment was run in the Completely Randomized Design with 3 treatments and 3 replication. Chydorus sp. was cultured in 9 glass jars with a volume of 1 L each. Three treatments applied in this research included A: medium culture composed of 500ml of water and 50 grams of soil; B: medium culture composed of 500ml of water, 50 grams of soil and 10g of cow dung; C: medium culture composed of 500ml of water, 50 grams of soil and 10g of horse dung. The density of Cydorus sp. in each media was 10 individuals /500 ml water. Observation on the population growth, development of live preys, and water quality parameters was conducted for 20 days period. Data were statistically analized with Analysis of variance. The results showed the highest density of Chydorus sp. was reached by Chydorus cultured in medium with horse manure (2169 individual/500 ml), followed by medium culture with cow manure (1715 individual/500 ml), and the lowest in medium culture with soil which was 1065,33 individual/500 ml. However, Analysis of variances showed that Chydorus population growth were not significantly affected by different culture medium. Keywords: manure, liquid fertilizer, growth, Chydorus sp.
Pengaruh beberapa jenis pakan hijauan terhadap pertumbuhan ikan Koan Stenopharyngodon idella Babo, Desmianti; Sampekalo, Julius; Pangkey, Henneke
e-Journal BUDIDAYA PERAIRAN Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : e-Journal BUDIDAYA PERAIRAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.732 KB)

Abstract

The aim of this research was to determine effect of feed plants on growth of grass carp, Stenopharyngodon idella. Grass carp used had an average length of 12.8 cm and weight of 21.00 g. Fish were kept in 12 pouch nets with a density of 8 fish/net. Fish was fed in et libithum, twice a day. This research used Completely Randomized Design with four treatments: A Pennistum purpureum, B Eichornia crassipes, C Pistia stratiotes and D Azolla pinnata, each with three replications. Data from each treatment were statistically analyzed using analysis of variance and LSD. Research results showed that growth of fish in treatment C was significantly different as compared to other treatments. Length of fish reached 3.30 cm, absolute growth 22.12 g and relative growth achieved 103.60%. thus, application of feed plant Pistia stratiotes might improved growth of grass carp.
EVALUASI KOMBINASI PAKAN DAN ESTRADIOL_17β TERHADAP PEMATANGAN GONAD DAN KUALITAS TELUR IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Sinjal, Hengky; Ibo, Frengky; Pangkey, Henneke
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.101 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi jenis pakan dan hormon estradiol_17β terhadap lama waktu matang, fertilisasi, daya tetas dan sintasan larva ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah model eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan yang dikombinasikan, dimana faktor pakan terdiri dari 3 jenis pakan yaitu pakan Profish, pakan KRA dan Pakan Profish + pakan KRA. Sedangkan faktor hormon estradiol_17β terdiri dari 3 dosis hormon estradiol_17β yaitu dosis hormon estradiol_17β 0, 250 dan 500 μg/kg berat tubuh ikan, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan masing masing perlakuan diulang 3 kali. Jumlah keseluruhan satuan percobaan adalah 27 satuan percobaan. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Budidaya Air Tawar Tatelu, Penelitian ini menggunakan induk lele dumbo betina dengan berat 600 – 700 g/kg sebanyak 27 ekor. Penyuntikan hormon estradiol_17β pada induk ikan dengan perlakuan perbedaan dosis hormon estradiol_17β sesuai dengan disis yang telah ditentukan. induk ikan dipelihara dalam 9 bak beton berukuran 3 x 1,5 x 1,5 meter , masing-masing bak diisi 3 ekor ikan dan diberi makan sesuai dengan jenis pakan perlakuan. Setiap 2 minggu dicek kematangan gonadnya. Lama waktu matang dihitung dari penyuntikan sampai ikan matang gonad. Setelah ikan matang gonad dilakukan pemijahan buatan dengan menyuntikan ovaprim, kemudian induk ikan lele distripping telurnya dan dicampur dengan sperma yang telah disiapkan dari ikan jantan. Selanjutnya pembuahan diamati setelah 6 jam setelah sperma dan telur dicampur. Penetasan dilakukan dengan mengambil 200 telur yang telah berbuah dan di inkubasi selama 2 hari. Telur yang menetas dihitung. Larva hasil penetasan diambil 100 ekor dari masing masing perlakuan. Larva tersebut dipelihara di loyang selama 14 hari dan diberi makan. Larva yang mati dihitung. Data hasil penelitian dianalisis dengan JMP (SAS Institute). Data yang dianalisis adalah data lama waktu matang gonad (hari), pembuahan telur (%) , daya tetas telur (%), dan sintasan hidup larva. Dari hasil yang diperoleh adalah : Perlakuan yang terbaik adalah pemberian jenis pakan KRA dan penyuntikan hormon estradiol_17β dengan dosis 250 μg/kg berat tubuh ikan dengan hasil lama waktu matang gonad 21,67 hari, pembuahan telur 92%, daya tetas telur 87,33% dan sintasan larva 91,67%. Dari penelitian ini disarankan perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan melihat hal yang lebih spesifik dan menganalisis mengenai kebutuhan asam amino serta asam lemak esensial serta kadar estradiol_17β dalam darah bagi suksesnya reproduksi ikan lele dumbo.Kata Kunci : Kualitas telur, Clarias gariepinus, Profish, pakan KRA, estradiol_17β
Ratio of C:N in culture media of silk worm, Tubifex sp. Solang, Jhonly; Pangkey, Henneke; Wullur, Stenly; Lantu, Sartje
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT (Jurnal Ilmu dan Manajemen Perairan) Vol 2, No 1 (2014): April
Publisher : Master Program of Aquatic Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Rasio C:N pada media kultur cacing sutra, Tubifex sp. This study aimed to determine the C:N ratio on each medium for the growth of the sludge worm. This study used mud and soybean curd residue (treatment A), mud and chicken manure (treatment B), mud and pig manure (treatment C), and control (mud only) (K) as culture media of the sludge worm (Tubifex sp.). The decomposition process was proceeding for six days, and then the sludge worms were stocked with initial weight of 30 grams per container. Culture period was 21 days in running water systems. The resulting C:N ratio was 60.5 for treatment A, 45.8 for treatment B, 36 for treatment C and 35 for K. The soybean curd residue and mud medium gave the highest influence on the growth of the sludge worm, followed by pig manure and mud, chicken manure and mud, and then mud (control). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbandingan C:N ratio dalam media budidaya untuk pertumbuhan cacing sutra. Penelitian ini menggunakan lumpur dan ampas tahu (perlakuan A), lumpur dan kotoran ayam (perlakuan B), serta lumpur dan kotoran babi (perlakuan C) dan perlakuan K (kontrol: hanya lumpur) sebagai media kultur cacing sutra (Tubifex sp). Proses dekomposisi dilakukan selama 6 hari, kemudian dilakukan penebaran cacing sutra dengan berat awal 30 gram/wadah penelitian. Waktu pemeliharaan dilakukan selama 21 hari dalam sistem air mengalir. Hasil penelitian menunjukkan rasio C:N sebesar 60,55 untuk perlakuan A, 45,85 untuk perlakuan B, 36,08 untuk perlakuan C, dan 35,25 untuk K. Media yang menggunakan ampas tahu dan lumpur memberikan pengaruh tertinggi terhadap pertumbuhan cacing sutra, kemudian disusul oleh media kotoran babi dan lumpur, media kotoran ayam dan lumpur dan terendah media lumpur (kontrol).
Budi daya cacing sutra (Tubifex sp.) dengan sistim air mengalir di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu (BPBAT), Propinsi Sulawesi Utara Ngatung, Jefrikardus E. E.; Pangkey, Henneke; Mokolensang, Jeffrie F.
e-Journal BUDIDAYA PERAIRAN Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : e-Journal BUDIDAYA PERAIRAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.509 KB)

Abstract

The field work training of silk worm culture was done in one month at Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu (BPBAT), Province of North Sulawesi, from May to June, 2016.  The media used are poultry dung (chicken manure) and EM4 with a flowing water system and fed with additional tofu waste.  The initial spread of silk worm seeds was 75 g / m2, and the results obtained were silk worm biomass of 150 g / m2, with the measurement of water quality parameters for DO, temperature and pH are respectively 1.61 ppm, 24.4-27.7° C and 6.1-7.3.Keywords:  aquaculture, life feed, silk worm, Tubifex sp., water quality
Pemanfaatan tepung kulit pisang raja (Musa paradisiaca) dalam formulasi pakan ikan nila (Oreochromis niloticus) Nanariain, Rian M.; Lumenta, Cyska; Pangkey, Henneke
e-Journal BUDIDAYA PERAIRAN Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : e-Journal BUDIDAYA PERAIRAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.947 KB)

Abstract

The objective of this research was to evaluate the effect of supplementation of banana skin (Musa paradisiaca) in feed formulation on absolute growth, relative growth, daily growth and feed efficiency of nile tilapia.  The research was conducted at the Laboratory of Aquaculture Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, Sam Ratulangi University. The research used Complete Randomized Design with five treatments inluded A: without supplementation banana skin powder, B: 40%, C: 30%, D: 20% and E: 10% of banana skin powder. Each treatment  had three replications.  The result showed the best response was observed in treatment D  with absolute growth o43.11 g, relative growth 88.9%, daily growth 10.17%,  and feed efficiency 3.20%. Keywords:  feed formulation, banana skin, nile tilapia, absolute growth, relative growth,   daily growth,  feed efficiency
Penapisan (skrining) aktivitas antibakteri beberapa ekstrak spons dari Teluk Manado Nowin, Edgar; Warouw, Veibe; Rimper, Joice; Paulus, James; Pangkey, Henneke; Sumilat, Deiske
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 1 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.094 KB)

Abstract

Spons merupakan salah satu biota laut yang sangat prospektif sebagai sumber senyawa bahan-bahan alami seperti peptida, terpenoid, steroid, asetogenin, alkaloid, halida siklik, dan senyawa nitrogen lainnya. Senyawa-senyawa ini memiliki aktivitas farmakologis seperti antifouling, antitumor, antiinflamasi, antivirus, antibakteri, antijamur, antimalaria. Telah diekstrak dua belas spons yang dikoleksi dari Teluk Manado, Sulawesi Utara. Pengujian aktivitas antibakteri dalam penelitian ini menggunakan metode Kirby-Bauer yang dimodifikasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini  dari  koleksi beberapa ekstrak spons sebanyak 9,442 gram melalui proses maserasi dengan pelarut etanol dan evaporasi.  Kedua belas ekstrak yang diskrining didapatkan 10,6 mm (ekstrak 1), 7,4 mm (ekstrak 4) dan (10,6 mm) ekstrak 9  yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Bacillus megaterium sedangkan pada media bakteri Escherichia coli hanya ekstrak 1 (8,9 mm) yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Kontrol positif sebagai pembanding memiliki aktivitas yang jauh lebih besar terhadap bakteri B. megaterium dan E.  coli sehingga senyawa antibakteri yang terdapat dalam ekstrak spons yang dikoleksi dari Teluk Manado digolongkan sebagai senyawa yang bersifat sedang/moderate.