Articles

Found 5 Documents
Search

Penambahan Zeolit dalam Ransum terhadap Performa Ayam Arab (Silver Brakel kriel) Fase Produksi Kedua Sulistyaningsih, E.; Raudhati, E.; Palupi, R.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penambahan zeolit yang optimal dalam ransum terhadap performa ayam Arab petelur fase produksi kedua. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan di Balai Agro Teknologi Terpadu (ATP) Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri atas Z0 (ransum basal 100%), Z1 (100% ransum basal + 5% zeolit), Z2 (100% ransum basal + 5,5% zeolit), Z3 (100% ransum basal + 6% zeolit), Z4 (100% ransum basal + 6,5% zeolit). Parameter yang diamati yaitu konsumsi ransum, produksi telur (hen-day), berat telur (gram), dan efisiensi ransum (%). Hasil penelitian menunjukkan penambahan zeolit memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum pada ayam Arab fase produksi keda tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap produksi telur, berat telur, dan efisiensi ransum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan zeolit pada taraf 6% memberikan hasil terbaik terhadap performa ayam Arab fase produksi kedua.
Level Tepung Kulit Ubi Kayu Fermentasi dalam Ransum terhadap Performa Produksi Puyuh Umur 1 - 8 minggu Palupi, R.; Sahara, E.; ., Purwoto
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.744 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh level penggunaan tepung kulit kayufermentasi dalam ransum puyuh terhadap performa pertumbuhan ternak puyuh sampai umur 8minggu. Materi penelitian menggunakan 100 ekor burung puyuh betina jenis Coturnix-coturnixjaponica umur 14 hari (2 minggu). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)yang terdiri 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan merupakan level penggunaan tepung kulitubi kayu fermentasi dengan level 0% (R0), 10% (R1), 20% (R2), dan 30% (R3) dalam ransum.Peubah yang diamati pada penelitian ini adalah konsumsi ransum, konsumsi protein, konsumsilemak, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Data dianalisis menggunakan analisisragam, jika terdapat perbedaan yang nyata pada perlakuan terhadap peubah yang diamati, makadilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan’s. Hasil penelitian menyimpulkan bahwapenggunaan tepung kulit ubi kayu fermentasi sampai level 10% mampu meningkatkan performapertumbuhan puyuh umur 1 – 8 minggu.Kata kunci : Performa, Pertumbuhan, Puyuh, Tepung kulit ubi kayu fermentasi.
Penggunaan Tepung Limbah Udang Olahan dalam Ransum terhadap Kualitas Telur Ayam RAs Petelur Fase Produksi I Hinarto, A.; Palupi, R.; Fariani, A.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas telur ayam ras petelur fase produksi I yang diberi tepung limbah udang olahan dalam ransum (TLUO). Penelitian ini menggunakan 40 ekor ayam ras petelur tipe medium strain Lohmann umur 5 bulan yang diproduksi oleh PT. Comfeed Multi Breeder. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Ransum perlakuan yang digunakan adalah ransum tanpa penggunaan TLUO (R0); penggunaan TLUO 6,6% (R1); penggunaan TLUO 13% (R2); dan penggunaan TLUO 20% (R3) dalam ransum. Parameter yang diamati meliputi berat telur, warna kuning telur, Haugh Unit, dan tebal kerabang. Data diolah dengan analisis keragaman dan dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tepung limbah udang olehan dapat digunakan sebagai penyusun ransum para taraf 20% yang dapat meningkatkan kualitas telur ayam ras petelur fase produksi I.
Penggunaan Tepung Limbah Udang Olahan dalam Ransum terhadap Performa Ayam Ras Petelur Fase Produksi I Sartika, D.; Palupi, R.; Fariani, A.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui performa ayam ras petelur fase produksi I yang diberi tepung limbah udang olahan (TLUO). Penelitian ini menggunakan 40 ekor ayam ras petelur tipe medium strain Lohmann umur 5 bulan yang diproduksi oleh PT. Comfeed Multi Breeder. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Ransum perlakuan yang digunakan adalah ransum tanpa penggunaan TLUO (R0); penggunaan TLUO 6,6% (R1); penggunaan TLUO 13% (R2); dan penggunaan TLUO 20% (R3) dalam ransum. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, berat telur, produksi telur, dan konversi ransum. Data diolah dengan analisis keragaman dan dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung limbah udang olahan dalam ransum ayam ras petelur strain Lohmann fase produksi I berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, berat telur, produksi telur, dan konversi ransum.
Pengaruh Penambahan Zeolit dalam Ransum terhadap Kualitas Telur Ayam Arab (Silver Brakel kriel) Fase Produksi II Hardian, N.; Raudhati, E.; Palupi, R.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penambahan zeolit yang optimal dalam ransum terhadap kualitas telur ayam Arab petelur fase produksi II. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu Z0 (ransum basal 100%), Z1 (100% ransum basal + 5% zeolit), Z2 (100% ransum basal + 5,5% zeolit), Z3 (100% ransum basal + 6% zeolit), Z4 (100% ransum basal + 6,5% zeolit). Parameter yang iamati yaitu tebal kerabang, berat telur, dan haugh unit. Hasil penelitian menunjukkan penambahan zeolit tidak meningkatkan berat telur dan haugh unit, akan tetapi berpengaruh nyata terhadap tebal kerabang telur. Kesimpulan adalah tingkat penambahan zeolit yang oprimum dalam ransum ayam Arab Silver yaitu sampai 5%.