Baharuddin Paloloang
Unknown Affiliation

Published : 26 Documents
Articles

Found 26 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 19 PALU MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN LKS PADA PEMBELAJARAN MELUKIS SUDUT-SUDUT ISTIMEWA

Kreatif Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.456 KB)

Abstract

Abstrak : Permasalahan pokok dalam penelitian adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VII SMPN 19 Palu pada materi pokok sudut dan garis, yang dapat dilihat dari hasil belajar siswa kelas VII tahun 2012 dengan nilai rata-rata 56,73 untuk materi pokok sudut dan garis. Dari analisis tes harian, diperoleh informasi bahwa hampir semua siswa tidak dapat menyelesaikan soal yang berkaitan dengan melukis sudut-sudut istimewa.  Beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah disebabkan karena siswa cepat lupa pada materi tersebut, sehingga pada pertemuan berikutnya siswa tidak memahami lagi padahal sebelumnya, siswa sudah memahami materinya. Untuk itu, peneliti mencoba untuk menerapkan model pembelajaran langsung dengan menggunakan LKS dalam mengajarkan melukis sudut-sudut istimewa menggunakan jangka dan mistar. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan bagaimana model pembelajaran langsung menggunakan LKS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 19 Palu pada pembelajaran melukis sudut-sudut istimewa. Untuk menjawab permasalahan di atas, dilakukan penelitian tindakan kelas yang rancangan penelitiannya mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada melukis sudut-sudut istimewa dapat ditingkatkan dengan menerapkan model pembelajaran langsung menggunakan LKS.  Peningkatan tersebut dapat dilihat dari meningkatnya jumlah siswa yang tuntas dan daya serap klasikal siswa. Pada tes awal terdapat 13 siswa yang tuntas dengan rerata nilai siswa 59,06. Pada saat tes akhir siklus I terdapat 17 siswa yang tuntas dengan rerata nilai siswa 70,34. Sedangkan pada saat tes akhir siklus 2 terdapat 26 siswa yang tuntas dengan rerata nilai siswa 80,31. Dari hasil observasi, dapat diketahui bahwa adanya aktivitas siswa yang baik dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran baik pada saat pelaksanaan siklus I maupun pada saat pelaksanaan siklus II. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran langsung dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 19 Palu dengan lebih memperhatikan membimbing pelatihan dan demonstrasi pengetahuan dan keterampilan serta kelengkapan siswa untuk melukis sudut-sudut istimewa yaitu jangka dan mistar. Kata kunci : Pembelajaran Langsung, hasil belajar, sudut istimewa.

Penerapan Metode Pemberian Tugas untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Materi Penjumlahan Dan Pengurangan Pecahan di Kelas V SDN 2 Bukit Harapan

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 1 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.657 KB)

Abstract

Permasalahan yang mendasar dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa SDN 2 Bukit Harapan pada proses pembelajaran khususnya pada pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkah hasil belajar matematika siswa. Oleh karena itu, peneliti menerapkan metode pemberian tugas agar materi yang diajarkan lebih menarik, menyenangkan dan memberikan pengaruh besar terhadap hasil belajar siswa kelas V. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 2 Bukit Harapan Melalui Penggunaan metode Pemberian tugas. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Subjek dari penelitian ini yaituseluruh siswa kelas V SDN 2 Bukit Harapan Yang berjumlah 8 Orang. Hasil dari pelaksanaan tindakan yang menunjukkan bahwa penggunaan metode pemberian tugas dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi aktivitas guru dan siswa pada kegiatan pembelajaran siklus I dan Siklus II dalam kategori baik. Berdasarkan hasil tes siklus I dengan ketuntasan klasikal 62,5%. Pada siklus II, dengan ketuntasan Klasikal 100%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pemberian tugas dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Matematika materi penjumlahan dan pengurangan pecahan SDN 2 Bukit Harapan Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala. Kata Kunci: Metode Pemberian Tugas, Hasil Belajar, Pecahan

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Konsep Volume Balok Dan Kubus Melalui Pendekatan Kontruktivisme Di Kelas IV SDN 3 Tonggolobibi

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 1 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.649 KB)

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas IV di SDN 3 Tonggolobibi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi konsep volume balok dan kubus melalui pendekatan kontruktivisme di kelas IV SDN 3 Tonggolobibi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan satu kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan siklus I diperoleh ketuntasan klasikal 35%. dan daya serap klasikal 46,5% Pada tindakan siklus II diperoleh ketuntasan klasikal 85% dan daya serap klasikal 75,5%. Hal ini berarti pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan dengan nilai daya serap klasikal minimal 70% dan ketuntasan belajar klasikal minimal 80%. Berdasarkan nilai rata-rata daya serap klasikal dan ketuntasan belajar klasikal pada kegiatan pembelajaran siklus II, maka dapat disimpulkan bahwa perbaikan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran konstruktivisme dapat meningkatkan Hasil belajar siswa kelas IV pada pembelajaran matematika materi konsep volume kubus dan balok di SDN 3 Tonggolobibi. Kata Kunci: Pendekatan Konstruktivisme, Hasil Belajar

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 1 SDN 2 Tolitoli Pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Sampai 20 Dalam Bentuk Soal Cerita

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 3 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.277 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil observasi peneliti ditemukan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam belajar pada materi penjumlahan dan pengurangan dalam bentuk soal cerita pada siswa kelas I SDN 2 Tolitoli. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD materi penjumlahan dan pengurangan sampai 20 dalam bentuk soal cerita pada siswa kelas I SDN 2 Tolitoli. Subyek penelitian adalah siswa kelas I SDN 2 Tolitoli.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Berdasarkan data hasil penelitian hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 88,46% dan siklus II mencapai 96,15%. Begitu juga aktivitas belajar kelompok siswa pada setiap siklus berlangsung sangat baik.Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD materi penjumlahan dan pengurangan dalam bentuk soal ceritadapat meningkatkan hasil belajar siswasiswa kelas I SDN 2 Tolitoli. Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif TipeSTAD; Hasil Belajar; Bentuk Soal Cerita; Penjumlahan dan Pengurangan Sampai 20

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 4 Bajugan Pada Operasi Hitung Campuran

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 9 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permaslahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas V SDN 4 Bajugan pada materi operasi hitung campuran. Salah satu faktor yang menyebabkan kemampuan siswa rendah adalah metode mengajar yang selama ini digunakan cenderung membuat siswa pasif dan berpusat pada guru. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, maka peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization (TAI) dalam mengajarkan operasi hitung campuran di kelas V SDN 4 Bajugan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas partisipan , yakni peneliti terlibat langsungdalam proses penelitian mulai dari pelaksanaan tindakan sampai berakhirnya tindakan. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus dengan jumlah siswa 6 orang, setiap siklus terdiri dari perencanaan pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Dari hasil tindakan siklus I diperoleh ketuntasan belajar klasikal sebesar 50% dengan nilai rata-rata 6,3. Hasil tindakan siklus II diperoleh ketuntasan belajar klasikal 100% dengan nilai rata-rata 7,4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization (TAI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 4 Bajugan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI, Hasil Belajar.

Penerapan Model Pembelajaran Tutor Sebaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 20 Toli-Toli Pada Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 9 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas V SDN 20 Tolitoli dalam menyelesaikan operasi hitung campuran bilangan bulat. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: “Bagaimana pembelajaran Tutor Sebaya dapat meningkat hasil belajar siswa kelas V SDN 20 Tolitoli pada Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat?”. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa tersebut, maka peneliti menggunakan Pembelajaran Tutor Sebaya dalam menyelesaikan operasi hitung campuran bilangan bulat. Pembelajaran Tutor Sebaya adalah salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas. Dimana pembelajaran tutor sebaya, teman sebaya yang lebih pandai memberikan bantuan belajar kepada teman-teman sekelasnya di sekolah, sehingga diharapkan yang kurang paham tidak segan-segan untuk mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya. Dalam penerapan pembelajaran tutor sebaya langkah-langkah yang digunakan yaitu 1) pilih materi yang memungkinkan, materi tersebut dapat dipelajari siswa secara mandiri, 2) bagilah para siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen, Para siswa yang pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya, 3) masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari sub-sub materi. Setiap kelompok dipandu oleh siswa yang pandai sebagai tutor sebaya, 4) beri mereka waktu yang cukup untuk persiapan, 5) setiap kelompok melalui wakilnya menyampaikan sub materi sesuai tugasnya yang telah diberikan, 6) setelah semua kelompok menyampaikan tugasnya secara berurutan sesuai dengan urutan sub materi, beri kesimpulan dan klarifikasi. Peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari 4 komponen, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berupa data aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran yang diperoleh dengan menggunakan lembar observasi, data hasil catatan lapangan, data hasil wawancara dengan beberapa siswa, data hasil belajar siswa yang diperoleh dengan memberikan tes individu kepada siswa serta lembar penilaian diri, sikap dan minat. Hasil secara keseluruhan dari penelitian yang telah dilaksanakan adalah peningkatan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung campuran bilangan bulat. Hal ini dapat dilihat dari persentase ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I yang hanya mencapai 74,30 % kemudian pada siklus II, persentase ketuntasan belajar klasikal mencapai hasil 84,71 %. Hasil observasi, penelitian sikap dan minat rata-rata berada dalam kategori baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 20 Tolitoli pada operasi hitung campuran bilangan bulat. Kata Kunci: Hasil Belajar, Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat, Tutor Sebaya

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN No 2 Ogoamas II Pada Sifat-sifat Balok Dan Kubus Menggunakan Pendekatan Kontekstual

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika khususnya materi sifat-sifat kubus dan balok. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SDN No 2 Ogoamas II menggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran sifat-sifat kubus dan balok. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN No 2 Ogoamas II dengan menggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran sifat-sifat kubus dan balok. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 3 tahap, yaitu perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Data dalam penelitian berupa aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam mengikuti pelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. data diambil melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi terhadap kegiatan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Berdasarkan hasil refleksi yang dilaksanakan pada siklus I diketahui bahwa hanya sebagian kecil siswa yang dapat mencapai indikator keberhasilan, pada hasil refleksi siklus II diperoleh data bahwa sebagian besar siswa telah mencapai indikator keberhasilan untuk materi. Kesimpulannya adalah penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan  hasil belajar  kelas IV SDN No 2 Ogoamas II dalam pembelajaran sifat-sifat kubus dan balok. Kata kunci: pendekatan kontekstual, balok, kubus, ogoamas

Penerapan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Volume Kubus dan Balok di Kelas IV SDN 1 Balukang

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 5, No 7 (2017): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SDN 1 Balukang. Rumusan masalah yang diajukan yaitu apakah dengan menggunakan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas IV SDN 1 Balukang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan menggunakan desain penelitian model Kemis dan Mc Taggart. Adapun tahapan dalam penelitian ini meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil tes, hasil observasi aktivitas guru, dan lembar observasi aktivitas siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 1 Balukang yang berjumlah 20 orang. Tes hasil tindakan siklus I diperoleh persentase kentuntasan klasikal sebesar 45%, persentase daya serap klasikal 61,75% dan observasi aktivitas guru mencapai 65,7%, observasi aktivitas siswa mencapai 55%. Pada siklus II hasil tes tindakan meningkat. Siklus II diperoleh persentase ketuntasan  klasikal sebesar 85%, persentase daya serap klasikal sebesar 75,5%, dan observasi aktivitas guru mencapai 82,8%, observasi aktivitas siswa mencapai 76,6%. Berdasarkan hasil tes dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 1 Balukang. Kata Kunci: Hasil Belajar, Pendekatan Kontekstual

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUDUT DI KELAS III SDN 8 PALU

Elementary School of Education Vol 2, No 3 (2014): ELEMENTARY SCHOOL OF EDUCATION E-JOURNAL
Publisher : Elementary School of Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada materi sudut dikelas IIISDN8 Palu. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan penerapanmetode demonstrasi, yakni mempertunjukkan secara langsung  bentuk dan nama sudut.Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sudut dikelas IIISDN8 Palu. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 26 orang siswa, 11orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan.Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Hasil observasi kegiatan guru pada siklus I diperoleh nilai 83,33% berada dalam kategori baik, pada siklus II nilai yang diperoleh guru 100% berada dalam kategorisangat baik. Sedangkan hasil observasi kegiatan siswa pada siklus I memperoleh nilai 81,25%, berada dalam kategori baik, pada siklus II memperoleh nilai 97,92%, berada dalam kategorisangat baik. Hasil belajar pada siklus I nilai daya serap klasikal 70,38% serta ketuntasan belajar klasikal 73,08%. Pada siklus II nilai daya serap klasikal 87,69% serta ketuntasan belajar klasikal 96,15%. Hal ini berarti pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan dengan nilai rata-rata daya serap klasikal minimal 75% dan ketuntasan belajar klasikal memperoleh nilai minimal 80%, maka dapat disimpulkan bahwa penelitianpada materi sudut melalui penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN TIGA ANGKA MELALUI METODE BERMAINDI KELAS III SD INPRES 2 KAMONJI

Elementary School of Education Vol 2, No 3 (2014): ELEMENTARY SCHOOL OF EDUCATION E-JOURNAL
Publisher : Elementary School of Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan tiga angka dikelas III SD Inpres 2 Kamonji. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan penerapanmetode bermain. Dengan mengikuti alur model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, pencatatan lapangan dan dianalisis melalui (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi data.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan metode bermain yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan tiga angka dikelas III SD Inpres 2 Kamonji. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 30 orang siswa, 16orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan.Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Hasil observasi kegiatan guru pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 71,43% berada dalam kategori cukup, pada siklus II nilai yang diperoleh guru rata-rata 92,86% berada dalam kategori sangat baik. Untuk hasil observasi kegiatan siswa pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 71,11%, berada dalam kategori cukup, pada siklus II memperoleh nilai rata-rata 91,11%, berada dalam kategori sangat baik. Hasil belajar pada siklus I nilai rata-rata daya serap klasikal 73,56% serta ketuntasan belajar klasikal 70%. Pada siklus II nilai rata-rata daya serap klasikal 91,11% serta ketuntasan belajar klasikal 100%. Hal ini berarti pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan dengan nilai rata-rata ketuntasan belajar klasikal memperoleh nilai minimal 85%, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian pada materi pecahan dan urutannya melalui penerapan metode bermain dapat meningkatkan hasil belajar siswa dikelas III SD Inpres 2 Kamonji