Articles

Found 9 Documents
Search

Selektifitas Jaring Insang Ikan Terbang (Exocoetidae) di Perairan Majene Selat Makassar Palo, Mahfud
TORANI Vol 19, No 3 (2009)
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.581 KB)

Abstract

Experimental fishing applied in this research using one unit experiment drift gill net which designed based on construction analyses on fishermen gill net with different mesh sizes (2.54, 3.18, 3.81 and 4.45 cm).  Fishing operation conducted during 18 trips.  The data was analyzed using variance analyses and fishing gear selectivity was analyzed through selectivity curve. Results of this study indicated that 2.54 cm mesh size gave higher fish catch and not significant with 3.18 cm mesh size, but significantly different with 3.81 and 4.45 cm mesh size.  The higher CPUE was in 2.54 cm mesh size.  The 3.18 cm mesh size was the selective gill net with the highest fish catching frequency in the range of 16-17 cm fork length, already above the length at first gonad maturity 15.15 cm fork length. Keywords: gill net, flying fish, selectivity
Penggunaan Atraktor Buatan yang Ramah Lingkungan dalam Pemanenan Anakan Udang Lobster Laut (Panulirus spp) Musbir, Musbir; Sudirman, Sudirman; Palo, Mahfud
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.464 KB)

Abstract

Spiny lobster (Panulirus spp) is one of important commodities in Bulukumba Regency.  The lobsters used for aquaculture were obtained from the wild catch in the sea.  The purpose of  this study  was to  develop artificial gear to attract the lobster seed to beeasily caught.  The research was conducted in marine coastal of Ujung Bulu, Bulukumba Regency, South Sulawesi from July to October 2013.   There are three artificial attractors that consisted of light attractor, trap shelter attractor, and shelter benthic attractor. Results showed that the spiny lobster catches from artificial attractor consisted of 47.5 % of pearl lobster (Panulirus ornatus), 25.8% of sand lobster (P. homarus), 21.2 % of bamboo lobster (P. versi color), 5.6% of stone lobster (P. penicilatus).  The carapace length of both pearl lobsterand sand lobster ranged from  2,6 to 6,0 cm, which were longest among the other lobsters.. 
Pengaruh Penggunaan Jenis Umpan Yang Berbeda Terhadap Jumlah Hasil Tangkapan Kepiting Bakau (Scylla Sp.) Menggunakan “Bubu Rakkang” Di Perairan Muara Sungai Appabatu, Kabupaten Kepulauan Selayar Assir, Andi; Palo, Mahfud
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 3, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.013 KB)

Abstract

Kepiting bakau (Scylla sp.) adalah salah satu sumberdaya perairan yang banyak ditemukan di area mangrove Kabupaten Kepulauan Selayar. Ada banyak alat tangkap untuk menangkap kepiting tersebut yang beroperasi di Selayar yaitu bubu lipat, “Bubu Rakkang”, jaring insang dan pancing ulur. Studi pendahuluan telah dilaksanakan di perairan estuaria Pulau Selayar pada bulan Oktober 2014 menggunakan tiga macam umpan, yaitu daging ikan pari, beronang dan peperek. Diapatkan bahwa ada hubungan antara hasil tangkapan kepiting  dengan jenis umpan yang digunakan. Oleh sebab itu pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan umpan lain yang cocok untuk memikat kepiting bakau yaitu daging ikan hiu, usus ayam dan cumi-cumi dan diperoleh hasil bahwa cumi-cumi memberi hasil tangkapan tertinggi.
KOMPOSISI JENIS HASIL TANGKAPAN BAGAN PERAHU YANG BEROPERASI DI LAUT FLORES KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PADA MUSIM ANGIN MUSON BARAT Assir, Andi; Palo, Mahfud; jaya, ilham; Sari, Ratma Kumala
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 4, No 7 (2017)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.127 KB)

Abstract

Penelitian tentang komposisi jenis hasil tangkapan bagan perahu yang beroperasi di Laut Flores pada musim Angin Muson Barat telah dilaksanakan di perairan sebelah barat Pulau Selayar pada bulan Desember 2016 hingga Februari 2017.  Perairan tersebut merupakan tempat bagi ikan-ikan peruaya bermigrasi dari Laut Jawa dan Selat Makassar ke Laut Banda mengikuti arus pada saat musim Angin Muson Barat bertiup dan demikian sebaliknya pada saat mengikuti Angin Muson Timur.  Oleh sebab itu diduga komposisi jenis ikan yang ada Laut Flores pada kedua musim tersebut sedikit berbeda. Dari hasil penelitian ini didapatkan komposisi jenis ikan berdasarkan hasil tangkapan bagan perahu pada bulan Desember hingga Februari didominasi oleh teri (Stolephorus sp) 48% dan sembulak (Sardinella sirm) sebesar 44 % sedangkan jenis ikan pelagis lain masing-masing kurang dari 2%.
Variabilitas Hasil Tangkapan Set Net Di Perairan Teluk Mallasoro Kabupaten Jeneponto Kurnia, Muh.; Nelwan, Alfa F. P.; Sudirman, Sudirman; Hajar, Muh Abduh Ibnu; Palo, Mahfud; Rais, Muhammad
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 2, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2182.132 KB)

Abstract

Penelitian tentang variabilitas hasil tangkapan set net dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2013 di perairan Teluk Mallasoro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total dan kmoposisi jenis ikan yang dominan dan frekuensi kemunculan dari hasil tangkapan set net berdasarkan waktu trip penangkapan. Pengumpulan data dilakukan setiap waktu hauling; total dan komposisi jenis ikan ditimbang dan diukur berdasarkan spesies ikan. Jenis ikan yang tertangkap set net selama penelitian diperoleh 41 spesies yang didominasi oleh ikan pelagis kecil, meliputi: Layur (Trichiurus lepturus) 32.1%%., Peperek (Gazza minuta) 15.06%, Talang-talang (Scomberoides tol) 9.64%., Cendro (Tylosurus crocodilus) 7.21%, Kerung-kerung (Terapon jarbua) 4.19%. Deskripsi variabilitas hasil tangkapan menunjukkan jenis ikan Layur (Trichiurus lepturus) mendominasi hasil tangkapan, yakni sebesar 1571 kg atau 32.1% dari total hasil tangkapan.
ANALISIS KONSTRUKSI DAN HASIL TANGKAPAN JARING INSANG PERMUKAAN DI PERAIRAN KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN Dermawati, Dermawati; Palo, Mahfud; Najamuddin, Najamuddin
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 6, No 11 (2019)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi jaring insang permukaan dan menganalisis hasil tangkapan jaring insang permukaan berdasarkan konstruksi jaring insang permukaan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2018 yang bertempat di Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, pengambilan data yang dilakukan dengan mengikuti operasi penangkapan selama 30 trip. Pengumpulan data meliputi pengukuran alat tangkap, ukuran panjang, jenis dan total hasil tangkapan. Data analisis yang digunakan yaitu perhitungan dimensi alat tangkap. Hasil penelitian dengan ukuran mata jaring 2,5 inci (6,35 cm) menangkap ikan kwee dengan panjang 13,5-19,8 cm, ikan senangin dengan panjang 16,2-22,7 cm, ikan bandeng dengan panjang 18,2-23,5 cm dan ikan Bandeng lelaki 19,5-27,6 cm dengan shortening atas 58,7 % dan shortening bawah 55,67 % menunjukkan bahwa ikan terjerat dan terbelit. Daya apung pelampung 0,12 g, total daya apung pelampung 424,72 g, daya apung tali ris atas 7,17 g/m, daya apung tali ris bawah 11,75 g/m. Daya tenggelam pemberat 7,98 g dan daya tenggelam jaring 36,11. Panjang jaring 72,64 m, luas jaring 38,95 m . Total hasil tangkapan terbanyak berada pada trip ke – 15 dan 17 dengan jumlah total hasil tangkapan sebanyak 42 ekor, sedangakan pada hasil tangkapan sedikit berada pada trip ke- 3 dengan jumlah hasil tangkapan sebanyak 5 ekor. Hasil tangkapan dominan yaitu ikan kwee (Carangoides coeruleopinnatus), ikan Senangin (Eleutheronema tetradacttylum ), ikan bandeng (Chanos chanos) dan ikan Bandeng lelaki (Elops hawaiensis). Kata kunci: Aspek teknis, Hasil tangkapan, Jaring insang permukaan
ANALISIS ASPEK TEKNIS DAN HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DASAR DI PERAIRAN KABUPATEN MAROS Kalsum, Ulfa Umi; Palo, Mahfud; Najamuddin, Najamuddin
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 6, No 11 (2019)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek teknis jaring insang dasar (dimensi alat tangkap dan kapal) dan untuk menganalisis hasil tangkapan jaring insang dasar seperti komposisi jenis hasil tangkapan dan ukuran panjang ikan tangkapan dominan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juli 2018 di Sulawesi Selatan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada jaring insang dasar yang ada dilokasi penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan turun langsung kelapangan dengan mengikuti operasi penangkapan sebanyak 30 trip. Parameter yang diamati adalah dimensi alat tangkap, ukuran utama kapal, panjang cagak hasil tangkapan ikan dominan, jenis dan total hasil tangkapan. Hasil penelitian dengan ukuran mata jaring 13/4 inci (4,445 cm) menangkapan ikan kapas-kapas dengan panjang 9,0 – 16,0 cm, ikan gulamah dengan panjang 12 – 16,4 cm, ikan tenggiri dengan panjang 18,5 – 26,9 cm dan ikan belanak dengan panjang 10,0 – 17,55 cm dengan shortening atas 38% dan shortening bawah 34% menunjukkan ikan terbelit dan terjerat. Daya apung pelampung 2178,87369 g dan total daya apung 2206,4156 g. Daya tenggelam pemberat 19,7035 g dan total daya tenggelam 3350,3017 g. Panjang jaring 71,12 m, luas jaring 1087 m² dan tinggi jaring 2,44 m. Hasil tangkapan dominan yaitu ikan kapas-kapas (Gerres erytrourus), ikan gulamah (Johnius amblycephalus), ikan tenggiri (Scomberomorus sp.), dan ikan belanak (Mugil sp.). Kata kunci:  Aspek teknis, Jaring insang dasar, Hasil tangkapan dominan, Kabupaten Maros
PENANGKAPAN IKAN DENGAN BUBU DI BAWAH AREA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PULAU LIBUKANG, KABUPATEN JENEPONTO, SULAWESI SELATAN Najamuddin, Najamuddin; Hajar, M. Abduh Ibnu; Rustam, Rustam; Palo, Mahfud
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 4, No 8 (2017)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.766 KB)

Abstract

Budidaya rumput laut sudah berkembang dengan pesat di wilayah perairan pesisir Sulawesi Selatan.  Petani rumput laut hanya mengandalkan hasil dari rumput laut sementara ikan-ikan juga berkembang dengan baik. Ikan-ikan tersebut cenderung tidak dimanfaatkan oleh para petani rumput laut. Penelitian bertujuan mengeksplorasi potensi sumberdaya ikan di bawah area budidaya rumput laut untuk meningkatkan pendapatan petani rumput laut. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif.  Alat penangkapan ikan yang digunakan bubu bambu dengan ukuran panjang 92 cm, lebar 72 cm,  dan tinggi 34 cm. Ada 4 buah bubu yang digunakan,  dioperasikan di dasar perairan dengan menggunakan rumput laut sebagai umpan.  Bubu dipasang terus di dasar perairan.  Hasil tangkapan dicek setiap pagi hari pada saat petani rumput laut.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ikan yang tertangkap meliputi: ikan baronang, beronang lingkis, ikan kerapu.  Hasil tangkapan rata-rata 6 ekor per hari dengan nilai Rp 20000. Jumlah ikan hasil tangkapan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi harian keluarga petani rumput laut dan masih ada kelebihan untuk dijual.  Kegiatan penangkapan ikan dengan bubu pada area budidaya rumput laut mampu meningkatkan pendapatan keluarga petani rumput laut.Kata Kunci: budidaya rumput laut, penangkapan ikan, bubu bambu, ikan hasil tangkapan.
PENERAPAN PERUBAHAN UKURAN MATA JARING DALAM PENANGKAPAN IKAN TERBANG SECARA BERKELANJUTAN DI KECAMATAN SENDANA KABUPATEN MAJENE Najamuddin, Najamuddin; Assir, Andi; Palo, Mahfud; Najamuddin, Andi Asni
JURNAL AKUAKULTUR, TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP, ILMU KELAUTAN Vol 1 No 1 (2018): JOINT-FISH - Jurnal Akuakultur, Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap, Ilmu
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.216 KB) | DOI: 10.33096/joint-fish.v1i1.16

Abstract

Catching flying fish in Sendana Majene Subdistrict is carried out continuously with gill nets 1-1.5 inches. The catch of flying fish is mostly still young fish (not yet worth catching). The demand for flying fish is quite high due to the existence of special stalls of smoke fly fish around fishing settlements. Apart from smoke flying fish, dried flying fish are also sold as souvenirs. Therefore, fishermen will continue to increase production. Various results of research and field observations show that gill net is able to catch flying fish well but the size of fish caught is dominated by young fish. The effort to increase the net mesh size to 1.5 inches resulted in the diminishing number of young flying fish. Catching flying fish in Majene waters is generally carried out with drifting gill nets with mesh sizes of 1 and 1.25 inches which are very intensive every fishing season while L50 (11.92 cm) and Lm (13.59 cm) for 1 inch more net mesh size were smaller compared to the length of the first gonad maturity, in this case most of the catch is still classified as young fish (Palo, 2009). Partners are a group of flying fish fishermen. Partner problems, flying fish production is getting smaller, group capacity is not strong and group management is still weak. Partners have not been able to obtain assistance facilities from various community empowerment programs carried out by the government. The approach to be used in this service includes: identification, observation, counseling, demonstration, construction, application, assistance, field observation and evaluation monitoring. Indicators of the success of activities are measured based on the results of the application of technology compared to the results of fishing gear commonly used by fishermen. Implementation of service includes counseling, construction of fishing gear, fishing operations and assistance has been going well. The size of 1.5-inch mesh is only able to catch flying fish in a limited amount, while the size of the 1.25-inch mesh can catch flying fish in relatively large numbers. Flying fish caught with 1.25-inch mesh size has passed the size of the first gonad mature so that it supports sustainable fisheries.