Budi Palarto
Staf Pengajar FK undip Semarang

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Jaminan Kesehatan Masyarakat Pelayanan Pertolongan Persalinan terhadap Keikutsertaan Keluarga Berencana

MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Masalah kependudukan merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian serius oleh karena tingginya laju pertumbuhan penduduk di Indonesia,terutama pada kalangan miskin. Permasalahan lainnya ialah tingginya Angka Kematian Ibu(AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia. Oleh karna itu pemerintah melaksanakan program Jaminan Kesehatan Masyarakat Pelayanan Pertolongan Persalinan. Diharapkan dengan adanya program Jamkesmas pelayanan pertolongan persalinan tersebut dapat mengurangi AKI dan AKB. Akan tetapi program Jamkesmas ini menimbulkan kontraversi dimana dapat merangsang ketidakpedulian keluarga miskin terhadap KB. Oleh karena itu perlu diteliti mengenai pengaruh Jamkesmas pelayanan pertolongan persalinan terhadap keikutsertaan KB.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cohort retrospective dengan sampel Ibu yang melahirkan di RSUD Bendan Kota Pekalongan dan bertempat tinggal di kecamatan Pekalongan Barat. Besar sampel yaitu 50 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Consecutive sampling.Hasil : Dengan analisa statistic didapatkan bahwa tidak ada pengaruh antara Jamkesmas pelayanan pertolongan persalinan (p= 0,355; RR=0,561) dengan keikutsertaan KB. Namun terdapat hubungan yang signifikan antara Peran serta suami (p=0,000;RR=56) dengan keikutsertaan KB. Regresi logistic menunjukan Peran serta suami mempunyai pengaruh sebesar 96,55 % terhadap keikutsertaan KB.Simpulan : Jamkesmas pelayanan pertolongan persalinan tidak memiliki hubungan signifikan dengan keikutsertaan KB, namun Peran serta suami memiliki hubungan signifikan dengan keikutsertaan KB.Kata Kunci : Jaminan Kesehatan Masyarakat Pelayanan Pertolongan Persalinan, Keluarga Berencana.

PENGARUH JAMINAN PERSALINAN TERHADAP KEIKUTSERTAAN KELUARGA BERENCANA.

MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground:In Indonesia Angka Kematian Ibu/AKI or Maternal Mortality Rate and Angka Kematian Bayi/AKB or Neonatal Mortality Rate are still pretty high. About 90% of Maternal Mortality Rate causes happened at and after labor process. One of the most important problem in society to access a proper labor by paramedic in health facilities is insufficient fund so that the government tried to ease labor cost by giving Jaminan Persalinan (Jampersal) or labor insurance. But if the goals of Jampersal could be achieved, the number of Indonesian residents would be increased as well. In the other side, Indonesia had a population control problem. Therefore, it is needed to study the effect of Jampersal towards family planning participation.Aim : To know the effect of Jampersal ( Labor Insurance) toward family planning participation.Methods: This study is an abservational analytic study with cohort retrospective approach in which the samples are mothers who gave birth in RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten and lived in Karanganom Klaten area. The number of sample is 50 people collected with convenient sampling method.Result: The stastictical multivariate analysis showed that there had no effect between labor insurance towards family planning participation without considering confounding variable. There had an effect between labor insurance towards family planning participation considering the knowledge of family planning level (p=0,01), education level (p=0,009), occupation (p=0,009), and economic status (p=0,009). Husband involvement had an effect towards family planning participation with probability score as high as 84.5%.Conclusion: There had no effect between labor insurance towards family planning participation without considering confounding variable Labor insurance had an effect towards family planning participation considering the knowledge of family planning level, education level, occupation, and economic status. Husband involvement had the most significant effect on family planning participation.Keywords: Jaminan persalinan (labor insurance), Keluarga Berencana (family planning)

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ISTRI DENGAN PEMILIHAN KONTRASEPSI VASEKTOMI PADA PASANGAN USIA SUBUR

MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kontrasepsi vasektomi merupakan salah satu program KB yang diperuntukkan bagi pria, khususnya pada pasangan usia subur. Berdasarkan data BKKBN Jawa Tengah 2009, keikutsertaan pria sangat sedikit, yaitu 0,83%. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya motivasi dari pihak keluarga khususnya pengetahuan dan sikap dari istri terhadap kurangnya kepedulian pria dalam keluarga barencana khususnya dalam pemilihan kontrasepsi vasektomi yang merupakan kontrasepsi paling efektif.Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap istri dengan pemilihan kontrasepsi vasektomi pada pasangan usia subur.Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel para istri yang masih tergolong dalam kategori usia subur dari pasangan akseptor vasektomi dan non vasektomi yang terdaftar sebagai peserta KB di Kelurahan Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Besar sampel yaitu 34 orang. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman menggunakan SPSS versi 15 for Windows dengan nilai p<0,05.Hasil: Sebanyak 12 responden (35,3%) berpengetahuan baik, 7 responden (20,6%) responden memilih kontrasepsi vasektomi dan sisanya selain vasektomi. Sebanyak 20 responden (58,8%) berpengetahuan cukup dan 2 responden (5,9%) berpengetahuan kurang keduanya tidak memilih kontrasepsi vasektomi. Sebanyak 19 responden (55,9%) memiliki sikap yang baik, 7 responden (20,6%) memilih kontrasepsi vasektomi sedang sisanya selain vasektomi. Sebanyak 15 responden (44,1%) memiliki sikap tidak baik seluruhnya tidak memilih kontrasepsi vasektomi. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,007) istri dengan pemilihan kontrasepsi vasektomi pada pasangan usia subur.Simpulan: Pengetahuan dan sikap istri berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi vasektomi pada pasangan usia subur.Kata kunci: Pemilihan Kontrasepsi Vasektomi, Pengetahuan Istri, Sikap Istri.

Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Bidan Desa Melaksanakan Rujukan Kehamilan Risiko Tinggi (Studi Kasus di Kabupaten Kudus)

Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 1, No 1: Februari 2016
Publisher : Master of Epidemiology, School of Postgraduate Studies, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.293 KB)

Abstract

Background: Pregnancy is a high risk of having a high probability of experiencing maternal mortality events. In the procedure management of high risk pregnant women, midwives are required to perform high-risk pregnant women referral to higher care unit. The purpose of this study was to determine some of the factors that affect adherence midwives in performing high-risk pregnancy referrals.Methods: The study was observational analytic cross-sectional design. Sampling proportionate stratified random sampling. Total sample is 60 midwives. The research instrument was a questionnaire. Data analysis using univariate, bivariate (chi-square) and multivariate (logistic regression).Results: The variables that proved influential is the detection of high-risk pregnancy competence good (PR = 0.2; p = 0.023) and age midwife more than 28 years (PR = 0.2; p =0.024). Variables that are not proven effect is the level of education, years of service, supervision supervisor, employment status, work motivation, perceptions of workload, perceived benefits, leadership perceptions and perceptions of the profession midwife.Conclusion: Factors that influence the adherence proved midwives carry out the referral of high-risk pregnancy is high risk pregnancy detection competence good and village midwives age more than 28 years with a probability of 66.0% to obey.