Articles

Found 7 Documents
Search

BANDAR LAMPUNG CREATIVE VILLAGE PERENCANAAN KAWASAN WISATA KREATIF DI PESISIR PANTAI WAY TATAAN BANDAR LAMPUNG DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE ARCHITECTURE

JA! UBL Vol 8, No 1 (2017): Desember
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di kota Bandar Lampung salah satu wilayah yang memiliki permukiman kumuh adalah kawasan bantaran sungai Way Kuripan kelurahan Kota Karang yang berada kecamatan Teluk Betung Selatan. Permasalahan kekumuhan yang dihadapi pada permukiman bantaran sungai Way Kuripan kelurahan Kota Karang ini adalah ketidakteraturan bangunan, minimnya sarana prasarana, Persoalan sampah, terbatasnya ketersediaan sumber air bersih, buruknya layanan sistem anitasi dan drainase Dibalik semua permasalahan tersebut sebenarnya permukiman bantaran sungai Way Kuripan kelurahan Kota Karang mempunyai potensi yang baik dilihat dari masyarakatnya sendiri. Masyarakat kelurahan kota Karang mempunyai keahlian sebagai pembuat kapal nelayan dan kerjinan daur ulang sampah. Oleh karena itu jika dilihat dari potensi SDA kawasan permukiman bantaran sungai Way Kuripan kelurahan Kota Karang perlu perencanaan penataan sebagai kawasan wisata kreatif. Wisata kreatif disini yaitu suatu kegiatan  pariwisata yang menawarkan tiga hal yaitu something to see, something to do, something to buy. Maksud dari tiga hal tersebut yaitu wisata yang bukan hanya menawarkan keindahan, tetapi juga menawarkan kegiatan belajar yang memanfaatkan kreativitas, keterampilan, bakat serta menawarkan wisata belanja hasil produk masyarakat setempat.

The Importance of Education Facility as Sustainable Urban Generation Tool

International Conference on Engineering and Technology Development (ICETD) 2013: 2nd ICETD 2013
Publisher : Bandar Lampung University (UBL)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education value has always been a part of urban development since the age of ancient Greece, Rome, India, and China. It is recognized as the changing factor into a civilization society. Every society in the world has at least the simplest form of education which is at home. Meanwhile many others have been utilizing this value to a greater purpose of the community through the development of education facilities. One of the education facilities that contribute substantially to the development of an urban area is higher education institute or university.According the Brundtland Commission, sustainable development is development that meets the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs. Therefore a sustainable urban generation tool is a feature that is expected to generate the development of an urban area inorder to meet the definition above. Sustainable development has many criteria such as economy (growth of annual income), social (growth of public participation and awareness),and the most important, environment (growth of facility/infrastructure and ecological management). Japan as a country which has limited natural resources, has been experiencing aging population and declining on birthrate. Therefore in order to maintain its economic growth, Japan is using its science and technology advantages as its main generator. Meanwhile, it is acknowledged that science and technology are the outcomes of education process. So at the end of the day, education in Japan plays important roles in the development of the economy and the society. This paper aims to acknowledge the importance of education facility as sustainable urban generation tool by studying thedevelopment of the economy, social, and environment of the case study area which is the Kitakyushu Science Research and Park in Kitakyushu (Japan).

Desain Dan Perencaaan Taman Wisata Yang Berwawasan Mutu Dan Lingkungan Serta Berbasis Teknologi Informasi (Studi Kasus : TWA DAM Raman)

JA! UBL Vol 2, No 1 (2011): Desember
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini, peran pariwisata digolongkan sebagai industri terbesar di indonesia bahkan di dunia dan merupakan sektor ekonomi yang memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dan penyedia lapangan pekerjaan yang banyak. Salah satu sektor pariwisata yang berkembang di Indonesia adalah wisata alam, Dam Raman sebagai salah satu potensi wisata alam yang keberadannya belum dapat dikembangkan dan dikelola dengan baik.  Perencanaan tapak TW Dam Raman memperhatikan beberapa aspek yaitu : Wawasan Lingkungan,  Metro Tempo Dulu dan Keberpihakan terhadap masyarakat sekitar. Dibangunnya TW Dam raman, diharapkan mempunyai visi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitarnya. Selain dari segi ekonomi, edukasi serta partisipasi  mengenai pariwisata diharapkan terbentuk baik untuk masyarkat sekitanya. Standar Internasional ISO 9001:2008 yang menetapkan persyaratan sistem manajemen mutu untuk Taman Wisata Dam Raman  yang  perlu menunjukkan kemampuannya secara terus menerus dalam menghasilkan pelayanan yang baik terhadap pengunjung maupun stakeholder, serta Sistem manajemen lingkungan (SML) yakni dengan standard ISO 14001:2004 merupakan sebagai dari sistem manajemen secara keseluruhan yang termasuk di dalamnya struktur organisasi,aktivitas perencanaan, pertanggungjawaban, pelaksanaan, prosedur, dalam hal di obyek wisata dengan didukung oleh Sistem informasi e-tourism dalam suatu pemahaman yang sederhana dapat didefinisikan sebagai satu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa.

Kota Taman Berbasis Pendidikan

JA! UBL Vol 3, No 1 (2012): Desember
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, perencanaan kota di Indonesia menghadapi beberapa permasalahan. Pada masa otonomi, setiap daerah diberikan kesempatan untuk membangun dan mengembangkan kotanya masing-masing. Kebijakan ini menjadi dasar yang baik bagi setiap daerah untuk berkembang berdasarkan potensi unik masing-masing. Tapi masalahnya adalah tidak semua daerah mampu menemukan apa potensi yang mereka miliki, dan akhirnya melakukan kesalahan dengan hanya mengembangkan sarana fisik saja. Perencanaan kota yang baik tidak hanya berpusat pada masalah sarana fisik saja tapi juga bisa memberi solusi untuk permasalahan sosial, ekonomi dan kebudayaan serta melestarikan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di daerah tersebut. Setiap kota memerlukan perencanaan yang berbeda tergantung dari potensi yang menjadi visi mereka. Visi kota Metro pada tahun 2010-2015 adalah menjadi kota pendidikan yang unggul dan masyarakat yang makmur. Lingkungan pendidikan yang baik adalah lingkungan yang mendukung terciptanya suasana pendidikan dan proses belajar yang bisa menginspirasi pelajar untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki secara aktif. Lingkungan alami atau lingkungan buatan yang baik dan sehat akan sangat membantu pengembangan fisik dan spiritual, dan pada akhirnya proses belajar akan berjalan dengan baik. Salah satu acuan adalah konsep Garden City. Pada konsep ini, struktur landscape menjadi sangat penting. Karena itu, penting untuk memiliki konsep desain ruang luar atau landscape dan strategi pelaksanaannya. Strategi ini sebagai dasar perencanaan kota yang lebih detil dalam rangka mewujudkan konsep Kota Metro sebagai Garden City yang berbasis pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan prinsip dasar dari Garden City yang berbasis pendidikan. Studi kasus dari penelitian ini adalah Kota Metro, sebuah kota kecil di ujung selatan Pulau Sumatra, yang mewarisi pola spasial yang diciptakan oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Refurbish The Rubbish-Land

JA! UBL Vol 1, No 1 (2010): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landfill nowadays is still considered as the cheapest solution in waste management especially for municipalities in developing countries. For these countries, roughly, it only requires an open space in particular location with several precondition, manual collecting mechanism (sometimes involving private partnerships), relatively low cost maintenance (mainly for the collecting instrument e.g.: trucks, containers, etc) and some very brief regulation for the waste management. The technical requirements and regulations for a landfill has been developed from time to time and proved it has increased to high level of safety and effectiveness of a landfill operation, but in the end it only causes a high number of operational costs. Even furthermore in European Union level, one directive about Landfill (Council Directive 1999/31/EC of 26 April 1999 on the landfill of waste) has been adapted and amended among the member countries only to result a so called “Modern Landfill” which characterized with strict controls of the potential impacts and sophisticated high cost technology. But this modern landfill still cannot cover the fact that the environmental impacts behind each landfill arent disarmed yet. Therefore recently there are even more and more landfills or ex-landfills are putting under reclamation while as a substitute, some alternatives of waste management have been introduced and proved to be more environmental friendly. There are many open landfill sites in Indonesia, which is mainly the general household rubbish, and most of the sites are used without any appropriate treatments and maintenances. Therefore nowadays, there are many concerns, issues, and problems following the existing landfills operation as well. And it will be even much more in the future regarding to the environmental pre-caution. The objective of this paper firstly is to initate a way to prepare the transition of waste management in such developing country as Indonesia into non landfill approaches in context of landscape design and planning by creating development scenarios of reuse and reclamation the space within environmental, economical, social and time concern. Secondly, introducing new methods and technologies of municipal waste management as alternatives solutions particularly in sustainable ecologically ways for developing countries would be the inseparable complement of this paper.

GREEN METRO CONVENTION CENTER PERANCANGAN GEDUNG PERTUNJUKAN DI KOTA METRO DENGAN PENDEKATAN GREEN ARCHITECTURE

JA! UBL Vol 8, No 1 (2017): Desember
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-

Evaluation of Pedestrian's Profile, Activity, and Environment in the City of Kitakyushu, Japan

Journal of Science and Applicative Technology Vol 1 No 1 (2018): ICoSITeR Special Edition
Publisher : Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.455 KB)

Abstract

Various attributes addressing the issues on walking environment and walking condition possibly has distracted the efforts of creating better planning and development to promote walking to the citizen. It will take an enormous effort and time for them to consider all the attributes that are available. Therefore authors assess the possibilities of the utilization of the Pedestrian PL.AC.E. (Profile, Activity, and Environment) and its key-attributes using a survey questionnaire in order to confirm that it can serve as a framework for urban planning or assessment in promoting a walking-friendly environment. The questionnaire was distributed to the case study area which is the city of Kitakyushu, Japan. After collecting and documenting all responses, the results were analyzed using descriptive type of statistical analysis with SPSS software.