Agus Nuryatin
Prodi Sastra Indonesia, FBS, UNNES

Published : 33 Documents
Articles

Found 33 Documents
Search

PERISTIWA-PERISTIWA KEJIWAAN DAN REAKSI TOKOH UTAMA SELAMA MENGHADAPI KONFLIK PERUBAHAN KEPRIBADIAN DALAM NOVEL CINTA DI UJUNG SAJADAH KARYA ASMA NADIA

Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan konflik batin tokoh utama dalam novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia, mendeskripsikan peristiwa-peristiwa kejiwaan tokoh utama selama menghadapi konflik batin dalam novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia, dan mendeskripsikan reaksi tokoh utama selama menghadapi konflik batin dalam novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini psikologi sastra dan metode deskripsi analitik. Hasil penelitian ini adalah konflik batin tokoh utama yang terdapat dalam novel Cinta di Ujung Sajadah dihadapkan dengan konflik persiapan masuk perguruan tinggi dan pergi dari rumah pada konflik mendekat-mendekat (approach-approach), berkata bohong pada konflik mendekat-menjauh (approach-avoidance) serta membenci ayahnya dan pergi dari rumah pada konflik mendekat-menjauh berganda (approach-avoidance double), dan hidup dalam rasa kehilangan dan frustasi pada konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance), peristiwa-peristiwa kejiwaan tokoh utama selama menghadapi konflik batin.Every human being must experience personality changes in him in accordance with the state of the environment. Novel Love at the End of Asma Nadia Sajadah works that serve as the object of study in this research describes the struggle of the main character is looking for her birth mother. In the struggle of the main character experiencing inner conflict through psychological events and reactions are carried out in the face of conflict personality changes. Changes in personality is influenced by factors inside and outside. Analysis of the data used in this study is a qualitative technique. Qualitative analysis can be classified into descriptive method which application is said, describing, analyzing, and interpreting.

Defamiliarization of Power Hegemony of the Characters in Ajidarmas Kitab Omong Kosong

The Journal of Educational Development Vol 6 No 1 (2018): February 2018
Publisher : The Journal of Educational Development

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The intertextual study between Ajidarma’s Kitab Omong Kosong and the Ramayana romance hypogram composed by Rajagopalachari leads us to the defamiliarization of the hegemony of Ramas power, deviating to the heinous, barbaric, and harassing domination of power over the people of the Ayodya colony. In the Ramayana romance, the hegemony of Ramas power, as awatara Lord Vishnu, being honored by his people for his courage against Rahwanas wrath. The hegemony of Ramas power goes hand in hand with the moral, the virtues of life, and the dharma. Ajidarma’s Kitab Omong Kosong is marked by defamiliarization motives. The motives form a plot (sjuzet) that deviates from the Ramayana and creates the wholeness of the story (fabula) which is constructed with a unique structure. Ramas character is told by defamiliar motives that (1) deviate not far from convention, (2) balanced between convention and innovation, and (3) free oneself by convention. Ajidarma created the story of Rama with several advantages: (1) deviating the role of the characters, thus avoiding the binary opposition of black and white characters in reaching power, (2) the stories being woven in a unique story structure, alternating between myths, facts, and literary images, (3) as a whole the novel it creates presents a peculiar and unique story (fabula), and (4) the novel becomes a plural text, i.e. a text with plural interpretations.

Pemilihan Cerita Pendek sebagai Materi Ajar Pembelajaran Sastra oleh Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA di Surakarta

Jurnal Penelitian Humaniora Vol 19, No 1: Februari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.426 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (a) cara guru memilih cerita pendek yang diajarkan dalam pembelajaran sastra di SMA Surakarta, (b) alasan guru memilih cerita pendek dengan cara tersebut, dan (c) pertimbangan-pertimbangan guru dalam memilih cerpen. Tujuan ini dicapai dengan penelitian kualitatif deskriptif. Data berupa pernyataan guru tentang cara memilih cerpen dan alasannya. Sumber datanya adalah guru-guru bahasa Indonesia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA di Surakarta. Teknik sampling yang diterapkan adalah purposive sampling, yaitu dipilih berdasarkan variasi kondisi sekolah: negeri, swasta, umum, dan keagamaan. Teknik pengambilan data dengan angket. Teknik analisis data dengan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian ini sebagai berikut. (1) Guru memilih cerita pendek dengan 3 cara yaitu: 78% guru memilih cerpen yang tercantum di dalam buku pelajaran, 11% guru memilih cerpen dari buku pelajaran dan menambah cerpen dari sumber lain, dan 11% memilih cerpen dari berbagai sumber dan sering mengesampingkan cerpen yang ada di buku pelajaran. (2) Alasan guru memilih cerita pendek dengan cara tersebut sebagai berikut; (a) Guru yang memilih cerpen dari buku pelajaran memiliki alasan: mudah didapatkan, semua siswa memiliki, lebih terprogram, biasanya sudah dibaca rumah sehingga KBM lebih mudah, lebih praktis, semua siswa sudah siap dengan cerpen yang diajarkan, dan merata untuk semua siswa, (b) Guru yang memilih cerpen dari buku pelajaran dan dari sumber lain memiliki alasan semua siswa telah mempunyai cerpen yang mempermudah proses pembelajaran dan dalam rangka memberi latihan untuk memperdalam pengetahuan siswa, guru memilih cerpen dari Koran, (c) Guru yang memilih cerpen dari berbagai sumber dan mengesampingkan cerpen yang dimuat di buku pelajaran memiliki alasan sebagai berikut: cerpen itu sangat banyak sehingga guru tidak bisa mengandalkan cerpen yang ada di buku pelajaran; bahan cerpen dalam buku pelajaran terbatas, padahal di luar kelas siswa berhadapan dengan dunia sastra yang begitu luas; perlu memberikan bacaan yang beragam; merupakan usaha membentengi siswa dari bacaan yang tidak mendidik, (3) Pertimbangan guru dalam memilih cerpen adalah: kepraktisan, isi cerita menarik, isi cerpen sesuai usia siswa, bebas dari pornograf dan SARA, mengandung nilai pendidikan, dan penanaman budi pekerti.

Indonesian Absurdism in Noers Texts of Tetralogy Drama Entitled Orkes Madun

The Journal of Educational Development Vol 6 No 1 (2018): February 2018
Publisher : The Journal of Educational Development

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Absurdism in drama script is different from the concept of absurdism in drama performance. In the performance, the absurdism can be firmly differentiated. In the script, this concept is still very confusing. Such issue will be worked out in this research by solving the following problems. 1) How is the form of absurdism in Noer’s texts of the drama tetralogy? 2) How is the characteristic of Indonesian typical absurdism in Noer’s tetralogy? 3) How is the redefinition of Indonesian distinctive absurdism based on the characteristic of Indonesian typical absurdism in Noer’s drama scripts? The method used is hermeneutics with a semiotic approach. Based on the discussion, the following conclusions are obtained. 1) Absurdism in the tetralogy Noer’s drama appears in the form of themes, characters naming, and plot or storyline. 2) The typical absurdism of Indonesian drama written by Noer is as follows. First, absurdity in drama actually appears from the belief in God. Second, human life is considered irrational, meaningless, worthless, or even playful. 3) The Indonesian distinctive absurdism redefinition based on the characteristic of Indonesian typical absurdism in Noer’s Orkes Madun is as follows. The typical Indonesian absurd drama text is a drama text that tells of the human life that is considered irrational, less meaningful, worthless, meaningless, or even considered to be playful, and arising out of trust in God.

PERISTIWA-PERISTIWA KEJIWAAN DAN REAKSI TOKOH UTAMA SELAMA MENGHADAPI KONFLIK PERUBAHAN KEPRIBADIAN DALAM NOVEL CINTA DI UJUNG SAJADAH KARYA ASMA NADIA

Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan konflik batin tokoh utama dalam novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia, mendeskripsikan peristiwa-peristiwa kejiwaan tokoh utama selama menghadapi konflik batin dalam novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia, dan mendeskripsikan reaksi tokoh utama selama menghadapi konflik batin dalam novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini psikologi sastra dan metode deskripsi analitik. Hasil penelitian ini adalah konflik batin tokoh utama yang terdapat dalam novel Cinta di Ujung Sajadah dihadapkan dengan konflik persiapan masuk perguruan tinggi dan pergi dari rumah pada konflik mendekat-mendekat (approach-approach), berkata bohong pada konflik mendekat-menjauh (approach-avoidance) serta membenci ayahnya dan pergi dari rumah pada konflik mendekat-menjauh berganda (approach-avoidance double), dan hidup dalam rasa kehilangan dan frustasi pada konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance), peristiwa-peristiwa kejiwaan tokoh utama selama menghadapi konflik batin.Every human being must experience personality changes in him in accordance with the state of the environment. Novel Love at the End of Asma Nadia Sajadah works that serve as the object of study in this research describes the struggle of the main character is looking for her birth mother. In the struggle of the main character experiencing inner conflict through psychological events and reactions are carried out in the face of conflict personality changes. Changes in personality is influenced by factors inside and outside. Analysis of the data used in this study is a qualitative technique. Qualitative analysis can be classified into descriptive method which application is said, describing, analyzing, and interpreting.

Keefektifan Pembelajaran Menulis Cerita Fantasi dengan Model Sinektik Berdasarkan Kecerdasan Linguistik

Lingua Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe aim of this research is analyzes the effectiveness of learning to write fantasy stories using the synectic model based on the linguistic intelligence of class VII junior high school students. Fantasy story material in the 2013 curriculum at grade VII junior high school requires teachers to be more creative. Creativity teachers learn by using models in learning. From the results of this research it can be proven that there is effectiveness in learning to write fantasy stories using the synectic model based on linguistic intelligence. The method used in this research is a quasi experiment with data collection techniques using instruments: tests of writing fantasy stories, linguistic intelligence tests, observation of attitude, photos, and interviews. Data normality test using the Kolmogorov Smirnov test. Data homogeneity test using Levense test. Hypothesis testing uses an independent test (t-test). All of these test use the SPSS 20th program. The conclusions of the results of this research is that the application of the synectic model is effectively used in learning to write fantasy story texts based on the linguistic intelligence in class VII junior high school students. Learning to write fantasy stories using the synectic model is more effectively applied to students with high average linguistic intelligence than students with average linguistic intelligence.

CITRA WANITA, PENGUNGKAPANNYA, DAN NILAI KEHIDUPAN DALAM KUMPULAN NOVEL SERI DETEKTIF HANDAKA KARYA SUPARTO BRATA

Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.713 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan citra wanita yang terdapat dalam kumpulan novel dan nilai kehidupan yang terdapat pada tokoh wanita dalam kumpulan novel seri Detektif Handaka karya Suparto Brata. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan struktural semiotik pada analisis teks untuk mengetahui struktur dan makna tanda. Data diperoleh dalam penelitian ini adalah penggalan teks novel Emprit Abuntut Bedhug, Jaring Kalamangga, dan Kunarpa Tan Bisa Kandha. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pembacaan, dan analisis dokumen ketiga novel seri Detektif Handaka. Hasil penelitian adalah pengungkapan citra tokoh menggunakan metode langsung, dan tidak langsung. Adapun nilai kehidupan yang dapat diteladani dari para tokoh dalam novel seri Detektif Handaka, meliputi nilai moral, nilai sosial, dan nilai budaya.

PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN MENULIS CERITA BIOGRAFI BERMUATAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER BAGI PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP

Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.865 KB)

Abstract

Buku pengayaan menulis cerita biografi bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter sebagai pendamping buku teks pelajaran dirasa penting. Hal tersebut dikarenakan buku pengayaan menulis cerita biografi bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dapat mempermudah peserta didik dalam memahami materi biografi, dan diharapkan peserta didik  mampu menulis teks cerita biografi sesuai dengan struktur teks biografi. Adapun pengintegrasian nilai-nilai pendidikan karakter dalam pengembangan buku pengayaan ini dimaksudkan agar peserta didik mampu meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, serta mampu mengkaji dan menginternalisasi nilai-nilai karakter sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.. Penelitian ini menggunakan metode research and development. Buku pengayaan menulis cerita biografi bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter bagi peserta didik kelas VIII SMP dinyatakan efektif guna membimbing peserta didik dalam menulis cerita biografi bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter.

TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM WACANA NOVEL TRILOGI KARYA AGUSTINUS WIBOWO

Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.13 KB)

Abstract

Tujuan penelitian tesis ini adalah (1) mengidentifikasi jenis-jenis TTD yang ada di dalam novel Trilogi karya Wibowo; (2) mendeskripsi fungsi TTD dalam novel Trilogi karya Wibowo; (3) menentukan jenis TTD dalam novel Trilogi karya Wibowo,dan (4) menentukan  fungsi TTD dalam novel Trilogi karya Wibowo. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan teknik catat. Analisis data menggunakan analisis pragmatik dengan teknik padan pragmatis dan teknik agih. Pemaparan hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil penelitian adalah tuturan di dalam wacana novel Trilogi karya Wibowo ditemukan berbagai macam variasi tuturan. Berdasarkan jenis tindak tutur dalam tuturan direktif ditemukan tindak tutur  langsung, tindak tutur tidak  langsung, tindak tutur harfiah, dan tindak tutur tidak harfiah. Berdasarkan fungsi pragmatis tindak tutur direktif ditemukan fungsi direktif yang meliputi fungsi mengajak, perintah, memperingatkan, bertanya, melarang, menasihati, mendorong, memohon, mengizinkan, menyarankan, mengajak, meminta, dan mengkomando. Berdasarkan  dominasi  jenis TTD  yang paling banyak ditemukan adalah  TTD tindak tutur langsung dan tidak langsung, dominasi fungsi yang banyak ditemukan adalah  TTD dengan fungsi perintah dan pertanyaan.

PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN MEMPRODUKSI TEKS FABEL BERMUATAN NILAI BUDAYA UNTUK SISWA SMP

Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.954 KB)

Abstract

Ada dua hal besar dan mendasar yang melatarbelakangi penelitian ini yaitu ketersediaan buku sebagai penunjang kurikulum dan terkikisnya karakter/moral bangsa yang sesuai dengan kebudayaan Indonesia. Kedua masalah ini mampu diatasi oleh pendekatan Content and Language Integrated Learning (CLIL) dan Fabel yang diwujudkan dalam sebuah buku pengayaan. Penelitian ini menggunakan metode research and development. Buku pengayaan memproduksi teks cerita fabel bermuatan nilai budaya untuk siswa SMP dinyatakan efektif guna membimbing siswa dalam memproduksi sebuah fabel dengan muatan nilai budaya. Diharapkan buku pengayaan ini bisa digunakan dalam pembelajaran memproduksi teks cerita fabel. Dengan seperti itu ketersediaan buku yang memuat pendidikan moral/karakter dapat diatasi.