Rahmad Nuryanto
Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Published : 31 Documents
Articles

Found 31 Documents
Search

Penambahan EDTA sebagai Inhibitor pada Laju Korosi Logam Tembaga

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 2 (2007): Volume 10 Issue 2 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.864 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan agen chelat EDTA untuk menghambat laju korosi pada logam tembaga. Penelitian ini menggunakan metoda penentuan korosi melalui pengukuran resistansi logam, di mana kenaikan resistansi pada logam tersebut menandai bahwa logam yang terkorosi semakin meningkat. Pengukuran korosi dilakukan terhadap kawat tembaga dan kawat tembaga yang dichelat dengan media pengkorosi H2SO4 1M. Hasil penelitian terhadap kawat tembaga dengan panjang 3 m dan diameter 0,5 mm yang dichelat dengan EDTA 1 M menunjukkan penurunan korosi sebesar 20,6%Kata kunci: inhibitor, korosi, EDTA, tembaga

Pirolisis Kulit Biji Jambu Mete (Anacardium occidentale L.) dengan Katalis Ni-Ag/Zeolit

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 3 (2012): Volume 15 Issue 3 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pirolisis kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L.) dengan katalis Ni-Ag/zeolit untuk mendapatkan produk cair hasil pirolisis dan membandingkannya dengan produk cair pirolisis dengan katalis Ni/zeolit.. Pirolisis dilakukan dengan variasi temperatur 200, 250, 300, 350, dan 400°C. Produk yang berupa gas dikondensasikan pada pendingin es-garam kemudian dianalisis dengan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi temperatur pirolisis semakin banyak massa produk cair yang dihasilkan. Pirolisis kulit biji jambu mete dengan katalis Ni/zeolit menghasilkan produk cair sebesar 0-4,56% dan pirolisis dengan katalis Ni-Ag/zeolit menghasilkan produk cair sebesar 0-5,20%. Senyawa utama yang terkandung dalam produk cair pirolisis kulit biji jambu mete dengan katalis Ni-Ag/zeolit maupun Ni/zeolit adalah 3-octylphenol dan 2-(octyloxycarbonyl) benzoic acid, kecuali pirolisis dengan katalis Ni/zeolit pada suhu 300°C dan dengan katalis Ni-Ag/zeolit pada suhu 250°C, senyawa utamanya adalah 3-nonilphenol dan 2-(octyloxycarbonyl) benzoic acid.

Efek KOH terhadap Rendemen Magnesium Hidroksida pada Elektrolisis Sistem C│KOH║MgSO4,KCl│C

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 3 (2010): Volume 13 Issue 3 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Magnesium hidroksida bermanfaat sebagai bahan baku penyimpan gas hidrogen, bahan baku pembuatan magnesium oksida (MgO). Magnesium dipisahkan dengan metode elektrolisis, hasilnya berupa magnesium hidroksida. Penelitian ini bertujuan untuk mengendapkan magnesium hidroksida melalui elektrolisis sistem C|KOH||MgSO4,KCl|C dan menentukan pengaruh KOH terhadap rendemen hasil elektrolisis sistem berupa Mg(OH)2.. Sel elektrolisis terdiri dari 2-kompartemen, kompartemen pertama berisi larutan MgSO4-KCl di katoda dan kompartemen lain berisi larutan KOH pada anoda. Elektrolisis menggunakan tabung U yang disekat jembatan garam KCl, elektroda berupa grafit dan potensial terpasang 9 volt dengan waktu elektrolisis selama 120 menit. Magnesium hidroksida dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer IR dan AAS. Keberadaan KOH meningkatkan endapan Mg(OH)2 hasil elektrolisis. Rendemen tertinggi yang dihasilkan diperoleh pada penggunaan KOH 0,25 M yaitu 99,59%. Diperoleh kadar Magnesium sebanyak 51,26%. Ada kemiripan antara spektra FTIR Mg(OH)2 hasil elektrolisis dengan Mg(OH)2 standar yang membuktikan bahwa endapan hasil elektrolisis merupakan Mg(OH)2.

Pembuatan dan Karakterisasi Elektrolit Padat NaMn2-xMgxO4 : (I)

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 1 (2010): Volume 13 Issue 1 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.457 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan elektrolit padat NaMn2-xMgxO4. Material padat dengan ion logam sebagai sumber energi merupakan temuan baru yang diterapkan. Hal ini disebabkan karena material tersebut tidak menyebabkan kebocoran elektrolit sebagaimana elektrolit cair. Pada elektrolit padat semakin rapi struktur dan semakin kompak akan semakin baik konduktivitasnya sementara semakin tinggi konsentrasi elektrolit maka semakin sulit menghantarkan elektron. Pembuatan kristal NaMn2-xMgxO4 dilakukan dengan pencampuran Na asetat, Mn asetat dengan variasi Na asetat 0,1 ; 0,2 ;0,3 ;0,4 dan 0,5 M dengan Mn asetat dan Mg asetat 0,3 M . Hasil padatan kemudian diukur hambatannya dan dihitung konduktivitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padatan yang terbentuk berbentuk kristal dan semakin tinggi konsentrasi larutan Na ,maka konduktivitasnya cenderung semakin menurun.

Pengaruh Suhu Kalsinasi terhadap Konduktivitas dan Kristalinitas Elektrolit Padat NaMn2-xMgxO4

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 2 (2013): Volume 16 Issue 2 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pembuatan elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 melalui metode sol-gel dengan variasi suhu kalsinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu kalsinasi optimum dalam pembuatan elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dan karakterisasi elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 menggunakan FTIR dan XRD. Elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dibuat dengan mencampurkan larutan natrium asetat, mangan asetat, magnesium asetat, dan asam sitrat, kemudian dilakukan pengadukan, penguapan pada suhu 80°C, pengeringan gel pada suhu 180°C, dan kalsinasi pada berbagai variasi suhu, yaitu 700, 750, 800, 850, dan 900°C. Uji konduktivitas elektrolit padat dilakukan melalui pengukuran tahanan menggunakan multimeter, kemudian elektrolit padat dengan nilai konduktivitas tertinggi dan terendah dikarakterisasi menggunakan FTIR untuk menentukan interaksi antar atom-atom dalam elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dan XRD untuk menentukan kristalinitas elektrolit padat NaMn2-xMgxO4. Data konduktivitas menunjukkan bahwa suhu 800°C merupakan suhu kalsinasi yang optimum, sedangkan data FTIR dan XRD menunjukkan bahwa elektrolit padat yang terbentuk adalah padatan kristal NaMn2-xMgxO4 dan kristalinitas sampel 900°C lebih tinggi dari sampel 800°C.

CORROSION RATE OF COPPER AND IRON IN SEAWATER BASED ON RESISTANCE MEASUREMENT

JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 5, No 2 (2002): Volume 5, Number 2, Year 2002
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.545 KB)

Abstract

Copper and iron metal wire corrosion in artificial sea water have been investigated in three corrosion systems, in the (i) closed bath, (ii) opened or air exposed bath, and (iii) aerated bath. The aim of our investigation is to determine the effect of oxygen contained in the air to the metals’ corrosivity.  Artificial sea water was  prepared by dissolving 173.59 g sodium chloride and 4.91 g potassium chloride in 7.00 kg of water at 230C.The corrosion experiment was carried out under the constant temperature of 32 0C. Decrease of metal masses during corrosion was monitored by measuring the metal resistance change. Our experiment provided the corrosion rate in g.cm-2.s-1 as 4.01 x 10-7 (in closed bath), 4.01 x 10-6 (in opened bath) and 9.43 x 10-6 (in aerated bath) of copper metal, and 2.12 x 10-6 (in closed bath), 5.99 x 10-6 (in opened bath), and 1.07 x 10-5 (in aerated bath) of iron metal. Experimental results show that air oxygen give strong effect on the corrosion of copper and iron metal

Pengaruh Konsentrasi Kalium Asetat dan Natrium Asetat terhadap Konduktivitas Elektrolit Padat KMn(2-x)Mgx O2 dan NaMn(2-x)MgxO2

SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Nomor 2 Tahun 2013
Publisher : SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.012 KB)

Abstract

Pembuatan elektrolit padat KMn(2-x)Mgx O2 dan NaMn(2-x)MgxO2 dilakukan dengan metode sol-gel dengan variasi konsentrasi Kalium Asetat dan Natrium Asetat. Kalium Asetat dan Natrium Asetat dengan konsentrasi 0,1 sampai 0,5 masing-masing dicampur dengan larutan Mangan Asetat, Magesium asetat dan asam sitrat. Larutan-larutan tersebut diaduk selama 2 jam, kemudian dievaporasi dengan temperatur  80°C selama 2 jam, selanjutnya dilakukan drying dengan temperatur 175°C dan kalsinasi dengan temperatur 650°C. Hasilnya berupa padatan diuji konduktivitas dan gugusn fungsinya dengan FTIR. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konduktivitas tertinggi dari elektrolit padat KMn(2-x)Mgx O2 dan NaMn(2-x)MgxO2 diperoleh pada konsentrasi Kalium Asetat 0,1 M dan Natrium asetat 0,1 M. Hubungan antarakonsentrasi(c) dengan konduktivitas (k) untuk KMn(2-x)Mgx O2 adalah c = -64,05 +42,3 dan untuk NaMn(2-x)MgxO2 c = -269,45k +222,85.   Keywords: Elektrolit padat, Sol-gel, KMn(2-x)Mgx O2 , NaMn(2-x)MgxO2, konduktivitas

Pengaruh Konsentrasi Kalium Asetat dan Natrium Asetat terhadap Konduktivitas Elektrolit Padat KMn(2-x)Mgx O2 dan NaMn(2-x)MgxO2

SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Nomor 2 Tahun 2013
Publisher : SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.063 KB)

Abstract

Pembuatan elektrolit padat KMn(2-x)Mgx O2 dan NaMn(2-x)MgxO2 dilakukan dengan metode sol-gel dengan variasi konsentrasi Kalium Asetat dan Natrium Asetat. Kalium Asetat dan Natrium Asetat dengan konsentrasi 0,1 sampai 0,5 masing-masing dicampur dengan larutan Mangan Asetat, Magesium asetat dan asam sitrat. Larutan-larutan tersebut diaduk selama 2 jam, kemudian dievaporasi dengan temperatur  80°C selama 2 jam, selanjutnya dilakukan drying dengan temperatur 175°C dan kalsinasi dengan temperatur 650°C. Hasilnya berupa padatan diuji konduktivitas dan gugusn fungsinya dengan FTIR. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konduktivitas tertinggi dari elektrolit padat KMn(2-x)Mgx O2 dan NaMn(2-x)MgxO2 diperoleh pada konsentrasi Kalium Asetat 0,1 M dan Natrium asetat 0,1 M. Hubungan antarakonsentrasi(c) dengan konduktivitas (k) untuk KMn(2-x)Mgx O2 adalah c = -64,05 +42,3 dan untuk NaMn(2-x)MgxO2 c = -269,45k +222,85.   Keywords: Elektrolit padat, Sol-gel, KMn(2-x)Mgx O2 , NaMn(2-x)MgxO2, konduktivitas

Sintesis Dan Karakterisasi Nanopartikel Fotokatalis Tio2 Dengan Doping Tembaga Dan Sulfur Serta Alikasinya Pada Degradasi Senyawa Fenol

SAINS DAN MATEMATIKA Volume 22 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.713 KB)

Abstract

Research on synthesis of  copper and sulfur-doped TiO2 with sol-gel method has been done. The study was followed by product characterization with  XRD and  DR UV-Vis spectroscopy. Photocatalist Cu-S TiO2 has been applied in degradation of phenol initiated by energy sources. Cu-S  TiO2 synthesis was performed in one reaction step with TiCl4 as precursor, Cu(NO3)2.3H2O, and H2SO4. Calcination step follows in 450 0C within 4 hours. The method result in nanocrystallin anatase material of Cu-S TiO2 of 8.77 nm in size whose band gap of 1.9 eV decrease from former value of    3.2 eV. By the energy level, photocatalytic proces might be conducted after initiating the material with sun light exposure. Evaluation of the Cu-S TiO2 capability in degrading phenol concentration show that after initiating with  UV, visible, and sun light within 6 hours the treatment result in decreasing of phenol concentration by 84.24%, 83.74% and 66.26%, respectively.  Keywords: Synthesis, characterization, TiO2, Cu-S TiO2, phenolFC Telah dilakukan sintesis fotokatalis TiO2 dengan doping tembaga dan sulfur dengan metode sol gel dan karakterisasinya menggunakan X-RD dan DR UV-Vis. Fotokatalis­ Cu-S TiO2 terhasil diaplikasikan pada degradasi senyawa fenol menggunakan berbagai energi foton. Sintesisi Cu-S TiO2 dilakukan dalam satu tahap reaksi menggunakan prekrusor TiCl4, Cu(NO3)2.3H2O, H2SO4 dan kalsinasi dilakukan pada suhu 450oC selama 4 jam. Dari hasil sintesis diperoleh partikel nanokristalin anatase Cu-S TiO2 dengan ukuran kristal 8,77 nm, dan menurunkan band gap TiO2 anatase dari 3,2 eV menjadi 1,9 eV sehingga dapat diaplikasikan pada sinar matahari. Dari uji fotokatalisis pada degradasi senyawa fenol  pada sinar UV, sinar tampak dan sinar matahari selama 6 jam, berturut turut diperoleh penurunan konsentrasi fenol sebesar 84,24%, 83,74% dan 66,26%.   Kata kunci : sintesis, karakterisasi, TiO2, Cu-S TiO2, fenol

Sintesis Dan Karakterisasi Nanopartikel Fotokatalis Tio2 Dengan Doping Tembaga Dan Sulfur Serta Alikasinya Pada Degradasi Senyawa Fenol

JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 22 Issue 2 Year 2014
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2658.433 KB)

Abstract

Research on synthesis of  copper and sulfur-doped TiO2 with sol-gel method has been done. The study was followed by product characterization with  XRD and  DR UV-Vis spectroscopy. Photocatalist Cu-S TiO2 has been applied in degradation of phenol initiated by energy sources. Cu-S  TiO2 synthesis was performed in one reaction step with TiCl4 as precursor, Cu(NO3)2.3H2O, and H2SO4. Calcination step follows in 450 0C within 4 hours. The method result in nanocrystallin anatase material of Cu-S TiO2 of 8.77 nm in size whose band gap of 1.9 eV decrease from former value of    3.2 eV. By the energy level, photocatalytic proces might be conducted after initiating the material with sun light exposure. Evaluation of the Cu-S TiO2 capability in degrading phenol concentration show that after initiating with  UV, visible, and sun light within 6 hours the treatment result in decreasing of phenol concentration by 84.24%, 83.74% and 66.26%, respectively.   Keywords: Synthesis, characterization, TiO2, Cu-S TiO2, phenolFC     Telah dilakukan sintesis fotokatalis TiO2 dengan doping tembaga dan sulfur dengan metode sol gel dan karakterisasinya menggunakan X-RD dan DR UV-Vis. Fotokatalis­ Cu-S TiO2 terhasil diaplikasikan pada degradasi senyawa fenol menggunakan berbagai energi foton. Sintesisi Cu-S TiO2 dilakukan dalam satu tahap reaksi menggunakan prekrusor TiCl4, Cu(NO3)2.3H2O, H2SO4 dan kalsinasi dilakukan pada suhu 450oC selama 4 jam. Dari hasil sintesis diperoleh partikel nanokristalin anatase Cu-S TiO2 dengan ukuran kristal 8,77 nm, dan menurunkan band gap TiO2 anatase dari 3,2 eV menjadi 1,9 eV sehingga dapat diaplikasikan pada sinar matahari. Dari uji fotokatalisis pada degradasi senyawa fenol  pada sinar UV, sinar tampak dan sinar matahari selama 6 jam, berturut turut diperoleh penurunan konsentrasi fenol sebesar 84,24%, 83,74% dan 66,26%.   Kata kunci : sintesis, karakterisasi, TiO2, Cu-S TiO2, fenol