Articles

Found 4 Documents
Search

Potensi Metabolit Sekunder dari Trichoderma sp. LBKURCC22 Tanah Gambut Hutan Sekunder Sebagai Antibiotik

Chimica et Natura Acta Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.778 KB)

Abstract

Trichoderma sp. LBKURCC22 adalah isolat lokal yang diisolasi dari lahan hutan rawa gambut sekunder. Isolat ini berpotensi menghasilkan metabolit sekunder. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali potensi metabolit sekunder dari isolat Trichoderma sp. LBKURCC22 dalam fermentasi batch. Metabolit sekunder diekstraksi dengan etil asetat. Ekstrak diuapkan, kemudian diperoleh ekstrak kasar. Analisis dilakukan dengan uji fitokimia, KLT, dan KCKT. Selanjutnya, aktivitas antibiotik dilakukan terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan metode dilusi. Uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung alkaloid. Namun, aktivitas antibakteri, senyawa metabolit sekunder dari ekstrak tidak aktif terhadap bakteri-bakteri yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KLT dengan eluen etil asetat:n-heksana (6:4) setelah disemprot dengan 0,5% p-anisaldehid menunjukkan tidak adanya peptaibol pada noda P1 (Rf :0,78), P2 (Rf 0,65), dan P3 (Rf 0). Analisis KCKT menghasilkan ekstrak mengandung satu puncak pada waktu retensi (tR) 4,115 menit pada 214 nm dan 4,106 menit pada 227 nm. Penelitian ini menunjukkan bahwa isolat Trichoderma sp. LBKURCC22 tidak memproduksi metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibiotik. Perlu dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensi isolat ini.

PENENTUAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK 40% ETANOL DAN METANOL ASAM UMBI UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas)

Jurnal ICA ( Indonesian Chemia Acta ) Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) merupakan tanaman yang diketahui mengandung senyawa fenolik. Senyawa fenolik merupakan metabolit sekunder yang terdapat pada tanaman dan merupakan antioksidan alami. Ekstraksi senyawa fenolik pada tanaman secara umum dilakukan dengan ekstraksi menggunakan pelarut organik untuk menembus dinding sel dan melarutkan senyawa fenolik. Penelitian ini menganalisis konsentrasi senyawa fenolik total I. batatas yang diekstraksi dengan suatu proses yang terdiri dari dua tahap. Tahap pertama ekstraksi dilakukan dengan menginkubasi bubuk umbi I. batatas dalam etanol 40% selama 60 jam pada suhu 40oC, dilanjutkan tahap kedua, yaitu dengan penambahan metanol 70% yang diasamkan (pH 3,5), dan inkubasi selama 1 jam, suhu 80oC. Penentuan kadar senyawa fenolik umbi ubi jalar ungu dilakukan dengan metode Folin-Ciocalteau. Data hasil analisis menunjukkan kadar senyawa fenolik yang dihasilkan bila tahap pertama menggunakan pelarut etanol 40% adalah 35,7 ± 1,2 mg/g ekstrak kering. Nilai ini lebih tinggi secara nyata (p˂0,05) dibandingkan kontrol yang hanya menggunakan air pada tahap pertamanya, dengan hasil 28,7 ± 0,8 mg/g ekstrak kering.Kata kunci: Folin-Ciocalteau, Ipomoea batatas, Senyawa Fenolik

Penapisan Aktivitas dan Senyawa Antidiabetes Ekstrak Air Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans)

Jurnal Natur Indonesia Vol 10, No 02 (2008)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.499 KB)

Abstract

An investigation of the antidiabetic activity of Aqueous Extract and its fractions from a different polarity solvent:ethanol, ethyl acetate, and n-hexane of Dandang Gendis Leaves (Clinacanthus nutans Lindau) on Mile SwissWebster Mice has been carried out. The effect of aqueous extract of dose of 50, 100, and 150 mg/kg BW wastested on glucose serum level of alloxan induced that mice. Its fractions were tested by glucose tolerance method.Aqueous extract (150 mg/kg BW) significantly decreased blood glucose serum level (pd”0,05) that had the sameeffect as oral glibenclamide (0,65 mg/kg BW) administrated once a day for 9 days. Aqueous extract that wasfractionated has 5 fraction. Fraction of ethanol extract that was insoluble in ethyl acetate at a dose of 100 mg/kgBW was the most active fraction, that significantly (p<0,05) decreased blood glucose serum level of mice atglucose tolerance method of 18,4% in 3 hours after 2 g/kg BW of glucose administration. Thin layer chromatography(TLC) of that fraction ethanol 95%-chloroform 9:2 as eluent gave 5 spots under ultraviolet ray and showed spesificcompounds by qualitative test. Spot 1 (steroid) gave Rf 0,14; spot 2 and spot 3 that gave Rf 0,53 and 0, 67 wereflavonoid, spot 4 (triterpenoid) gave Rf 0,77; and spot 5 (chlorophyll) gave Rf 0,89. This research show that this plantcan used for hipoglicemic traditional medicine.

Sintesis dan Uji Antibakteri Senyawa Bromo Kalkon Piridin

Jurnal Natur Indonesia Vol 14, No 3 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.23 KB)

Abstract

Three pyridine chalcones including (Z)-1-(4-bromophenyl)-3-(pyridin-2-yl)prop-2-en-1-one (1), (Z)-1-(4-bromophenyl)-3-(pyridin- 3-yl)prop-2-en-1-one (2) and (Z)-1-(4-bromophenyl)-3-(pyridin-4-yl)prop-2-en-1-one (3) were synthesized by aldolcondensation reactions from pyridinecarbaldehyde with 4-bromoacetophenone. In antibacterial assay, compound 3 exhibitedstrong activity against Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis and Escherichia coli with the inhibition zone of 19.9; 19.5,and 17.5 mm, respectively.