Nunuk Aries Nurulita
Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto Kampus 1 UMP, Jl. Raya Dukuhwaluh telp. (0281) 636751

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

DAYA ANTIINFLAMASI INFUS DAUN MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN Siswanto, Agus; Nurulita, Nunuk Aries
PHARMACY Vol 3, No 1 (2005)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian daya antiinflamasi infus daum mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan. Penelitian bertujuan untuk melihat potensi tanaman mahkota dewa sebagai antiinflamasi.Daya antiinflamasi dipelajari dengan membandingkan pengaruh pemberian infus daun mahkota dewa terhadap penurunan volume udem buatan yang ditimbulkan oleh penyuntikan karagenin1,0 %. Pada penelitian tikus sebanyak 18 ekor dikelompokkan menjadi 6 kelompok. Kelompok I kontrol karagenin, kelompok II kontrol aquadest (pelarut), kelompok III diberi perlakuan infus 150 mg/100 g BB tikus, kelompok IV diberi perlakuan infus 300 mg/100 g BB tikus, kelompok V diberi perlakuan infus 600 mg/100 g BB tikus, dan kelompok VI kontrol positif natrium diklofenal 4 mg/100 g BB tikus. Volume udem diukur jam ke 1, 2, 3, dan 4 dengan menggunakan alat pletismograf.Analisis kandungan golongan senyawa kimia dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT).Hasil penelitian menunjukkan infus daun mahkota dewa mempunyai potensi sebagai anti inflamasi yang ditunjukkan mulai dosis 150 mg/100 g berat badan tikus. Daya anti inflamasi infus daun mahkota dewa pada dosis terbesar (600 mg/100 g berat badan tikus) sebesar 60,00 %, masihdibawah daya antiinflamasi natrium diklofenak (71,43 %). Infus daun mahkota dewa kemungkinan mengandung senyawa golongan flavonoid.Kata kunci : daya antiinflamasi, infus daun mahkota dewa, flavonoid
EFEK SITOTOKSIK EKSTRAK METANOL KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) PADA SEL KANKER PAYUDARA T47D MELALUI INDUKSI APOPTOSIS Nurulita, Nunuk Aries; Muflih, Yoniar Abdullah
PHARMACY Vol 4, No 1 (2006)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sitotoksik ekstrak metanol kayu C. sappan L. terhadap sel kanker payudara T47D melalui induksi apoptosis dan melakukan identifikasi senyawa menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT).Uji sitotoksik ekstrak metanol C. sappan L. dilakukan dengan menggunakan metode MTT. Fenomena apoptosis sel T47D yang diberi perlakuan ekstrak metanol C. sappan L. dilihat dengan metode doublestainning dengan etidium bromida-akridin orange. Untukmengetahui kandungan ekstrak metanol C. sappan L. digunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil uji sitotoksik menunjukkan bahwa LC50 ekstrak metanol C. Sappan L. terhadap sel T47D adalah 150,9 μg/mL. Pengamatan pada morfologi sel setelah pengecatan menunjukkan fenomena apoptosis. Hasil Uji KLT menunjukkan bahwa ekstrak metanol C. sappan L. mengandung flavonoid dan terpenoid.Kata kunci: Caesalpinia sappan L., T47D, sitotoksik, apoptosis
PENAPISAN FITOKIMIA DAN UJI AKTIFITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK AIR DAN ETANOL DAUN MAJA ( Aegle marmelos Correa) Djalil, Asmiyenti Djaliasrin; Nurulita, Nunuk Aries; Margiarto, Adhimi; Yusuf, Emmy E.
PHARMACY Vol 4, No 1 (2006)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penapisan fitokimia dan uji aktifitas antibakteri ekstrak air dan etanol daun maja (Aegle marmelos Correa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia atau penapisan fitokimia daun maja dan menguji bioaktifitas antibakteri ekstrak air dan etanol daun maja terhadap bakteri Bacillussubstilis dan Escherichia coli. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan kertas cakram. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun maja mengandung senyawa kimia golongan glikosida, polifenol, saponin, dan steroid. Sedangkan ekstrak air mengandung senyawa kimia golongan alkaloid, saponin, dan steroid. Sementara itu, uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Bacillussubstilis maupun bakteri Escherichia coli menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun maja memiliki aktivitas lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak air. Hambatan paling besar dari konsentrasi yang diuji, diberikan oleh konsentrasi 12 mg/mL terhadap bakteri Bacillus substilis dan bakteri Escherichia coli yaitu berturut-turut 23,04 dan 17,35 mm.Kata kunci: Aegle marmelos Correa, daun maja, antibakteri
Selectivity of Ethyl Acetate Fraction of Gynura Procumbens on Colon Cancer and Breast Cancer Nurulita, Nunuk Aries; Meiyanto, Edy; Sugiyanto, .
Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 2, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gynura  procumbens  is  widely  used  as  traditional  remedy  in  South-East  Asia.  Gynura procumbens exhibites anti inflammatory, antioxidant, and reduced blood pressure activity. The aim of this study was to determine chromatographic profile of ethyl acetate fraction of  Gynura procumbens (FEG) and to investigate its cytotoxic properties and selectivity to colon cancerand breast cancer cancer cells. The chromatographic profile of FEG was determined using HPTLC densitometric  and  HPLC.  MTT  (3-(4,5-dimethyl-thiazol-2-yl)-2,5-diphenyltetrazolium  bromide) assay was performed to determine the growth inhibitory effect of FEG on the growth of WiDr, MCF-7, and T47D cells. NIH3T3, a normal cells was used to determine the selectivity of FEG, which  contained  small  amount  of  quercetin  as  identified  from  chromatographic  profile  both HPTLC  and  HPLC.  FEG  inhibited  cell  growth  of  WiDr,  of  MCF-7  and  of  T47D  cells  in  time dependent manner. Quercetin affected cell growth inhibition approximately two fold higher at WiDr and MCF-7, whereas FEG had lower effect on T47D cell. Quercetin did not seem as the main  active  compound  of  FEG.  At  this  study,  FEG  caused  less  inhibition  on  the  growth  of NIH3T3 cells than that of on all cell lines. Selectivity index (SI) of FEG on WiDr, MCF-7 and T47D were 4.97, 2.77 and 7.79 respectively. According to the datas obtained, FEG possesses moderate to high cytotoxicity properties on WiDr, MCF-7 and T47D cells. FEG demonstrates selective  effect  against  cancer  cells  and  reveals  prospective  properties  as  cancer chemoprevention agent.Keywords: Gynura procumbens, colon cancer, breast cancer, cytotoxicity, selectivity
EFFECT OF ETHANOLIC EXTRACT OF Annona muricata L SEEDS POWDER TO DECREASE BLOOD GLUCOSE LEVEL OF WISTAR MALE RATS WITH GLUCOSE PRELOAD Hasanah, Rian Ulva Rizki; Sundhani, Elza; Nurulita, Nunuk Aries
UNEJ e-Proceeding 2016: Proceeding of 1st International Conference on Medicine and Health Sciences (ICMHS)
Publisher : UNEJ e-Proceeding

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.946 KB)

Abstract

Based on data from World Health Organization(WHO) diabetes mellitus was the direct cause of death of1.5 million people, more than 80% of deaths due todiabetes occurs in middle-income countries and low(WHO, 2014). According to the Basic Health Research(Riskesdas) in 2013, the incidence of diabetes mellitus inIndonesia increased by two times greater than in 2007.Annona muricata L is used as a traditionalmedicine to lower blood glucose levels with containtannin, phytosterols, calcium oxalate, alkaloids murisin(Arief and Hariana, 2006), flavonoids and essential oils(Surbakti, 1994). Flavonoid compounds have animportant role in the prevention of diabetes and itscomplications (Jack, 2012). Previous research showedthat bark of plants soursop has a most excellent efficacycompared with the roots and leaves of the Annonamuricata L in lowering blood glucose levels in male ratsinduced streptozozin (Rahmawati, 2014).This study aimed to examine the effect ofethanolic extract of Annona muricata L. seeds powder ondecreasing blood glucose level in wistar strain male ratwith glucose loading.
ANTIDIABETIC ACTIVITY OF POWDER AND ETHANOLIC EXTRACT OF ANTLION (Myrmeleon sp.) ON WISTAR STRAIN WHITE MALE RATS WITH GLUCOSE PRELOAD Rahma, Hamidah Haryanti; Sundhani, Elza; Nurulita, Nunuk Aries
UNEJ e-Proceeding 2016: Proceeding of 1st International Conference on Medicine and Health Sciences (ICMHS)
Publisher : UNEJ e-Proceeding

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.196 KB)

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a group of metabolicdiseases characterized by hyperglycemia. It occursbecause abnormalities in insulin secretion, insulinaction, or both (Gustaviani, 2006). Diabetestreatment is generally done through regular insulininjections and delivery of oral antidiabetic drug suchas sulfonylurea class, biguanide, thiazolidinedion andmeglitinida which have some side effects likeheadache, dizziness, nausea, anorexia andpermanent organ damage. More over, they are alsoexpensive. People start taking treatment intraditional way natural materials, such as antlion(Myrmeleon sp.,) to lower blood glucose level (Lee etal., 2007).Previous research showed that the young antlionmethanolic extract of had the highest inhibitoryactivity toward α-glucosidase enzyme, was 22.81%(Faiz, 2008). Giving combination of Antlion andbananas for 14 days could decrease blood glucoselevels at a dose of 0,01ml / 200g (Tyas 2006).This study has examined the antidiabetic effects ofthe powder and ethanolic extract of antlion(Myrmeleon sp.) on blood glucose level of Wistarmale rats were burdened by glucose.
Gynura procumbens Prevents Chemoresistance through Inhibition MDR1 Expression on MCF-7 Breast Cancer Cell Line and Sensitizes the Cells to Doxorubicin Nurulita, Nunuk Aries; Meiyanto, Edy; Matsuda, Eishou; Kawaichi, Masashi
Indonesian Journal of Biotechnology Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijbiotech.15998

Abstract

The long-term exposure of doxorubicin (Dox) causes enhancement in MDR1 expression that leads tobreast cancer cell resistance. This protein become a serious problem in cancer treatment and also well-knownas negative prognostic factor in breast cancer malignancies. The new approach using natural chemopreventivesubstance was developed to inhibit this resistance progress. This study was aimed to investigate whether ethylacetate fraction of Gynura procumnens (FEG) can prevent chemoresistance through suppressing the MDR1 proteinexpression. MCF-7 cell was used as chemoresistance cell model. The MCF-7 cells were maintained with 100nM Dox-contained medium for five weeks. The chemoprevention effect of FEG was investigated by treatedMCF-7/Dox with sub-toxic concentration of FEG. The cytotoxic properties of MCF-7 cells were determinedusing MTT (3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyl-2H-tetrazolium bromide) assay. Immunofluorescenceand western blotting analysis was performed to detect the MDR1 expression. MCF-7/Dox cells need higherconcentration for inhibiting cell growth, were compared with MCF-7, shown by IC50value. The MDR1 proteinlevel elevated after Dox exposure in time dependent manner. The FEG treatment decreased MDR-1 proteinlevel with dose dependent manner. FEG in combination with DOX potentiates the DOX effect on breast cancercell growth inhibition. The FEG prevents the chemoresistance development in breast cancer cell line, MCF-7induced by Dox through inhibiting MDR1 expression. The additional of FEG enhances Dox effect on cell deathinduction. Thus, FEG could be developed as co-chemotherapy agent for reverse multidrug resistance
ISOLASI ETIL P-METOKSISINAMAT DARI RIMPANG KENCUR (Kaempferia galangal L.) DAN IDENTIFIKASINYA DENGAN KROMATOGRAFI GAS SPEKTROSKOI MASSA Caesaria, Cindy; Tjiptasusrasa, Tjiptasusrasa; Nurulita, Nunuk Aries
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v6i2.420

Abstract

ABASTRAK Etil p-metoksisinamat (EPMS) adalah salah satu senyawa hasil isolasi rimpang kencur (Kaempferia galangal L.) yang merupakan bahan dasar senyawatabir surya yaitu pelindung kulit dari sengatan sinar matahari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perkolasi. Setelah didapatkan perkolat selanjutnya dihilangkan pelarutnya hingga terbentuk Kristal dan selanjutnya dilakukan proses rekristalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan besar EPMS berada dalam ekstrak kencur yang diekstraksi menggunakan pelarut N-heksan dan mempunyai kelarutan dan kemurnian yang cukup tinggi yaitu sebesar 96,92%. Hal ini bisa dilihat dari kromatogram pada Kromatografi Gas Spektroskopi Massa yang menunjukkan 1 puncak yang sangat dominan. Kata kunci : EPMS, kencur (Kaempferia galanga L.), isolasi, KGSM. ABSTRACT EPMS – Ethyl p-methoxycinnamate was one of compound isolated from greater galingale rhizome (Kaempferia galanga L.) can be used as base substance of sun screen product. The method used in this research was percolation. The obtained percolate was dried until crystal was formed. The obtained crystal was later recrystallization. The result showed that greater galingale N-hexane extract possibly contained EPMS. The isolated substance had high solubility and purity (96,92%), it was seen from Gas Cromatograph Mass Spectrometer spectra that show one dominant peak. Keywords: EPMS, greater galingale (Kaempferia galanga L.), isolation, GCMS.
EFEK SITOTOKSIK DAN ANTIPROLIFERATIF KUERSETIN PADA SEL KANKER KOLON WiDr Kusuma, Arif Wirahadi; Nurulita, Nunuk Aries; Hartanti, Dwi
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i3.584

Abstract

Abstrak Kanker kolon merupakan penyakit salah satu penyakit yang banyak mengakibatkan kematian. Usaha penyembuhan kanker kolon melalui pembedahan kemoterapi dan radioterapi pada umumnya belum mampu memberikan hasil yang efektif. Hal ini mengakibatkan banyak dijumpai cara pengobatan alternatif antara lain menggunakan bahan dari alam. Salah satu bahan dari alam tersebut adalah kuersetin. Kuersetin merupakan senyawa golongan flavonoid yang dikenal memiliki efek antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sitotoksik dan antiproliferatif kuersetin terhadap sel kanker kolon WiDr. Uji sitotoksik kuersetin dilakukan menggunakan metode MTT. Hasil Uji sitotoksik menunjukkan bahwa IC50 kuersetin terhadap sel WiDr adalah 1046 μM. Pengamatan kinetika proliferasi sel WiDr yang diberi perlakuan kuersetin menggunakan metode penghitungan langsung dilakukan pada jam ke 0, 24, 48 dan 72. Pada pengamatan morfologi sel, setelah dilakukan pengecatan menunjukkan adanya fenomena apoptosis pada sel kanker kolon WiDr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuersetin memiliki efek sitotoksik dan antiproliferatif pada sel kanker WiDr. Kata Kunci : Kuercetin, WiDr, Sitotoksik, Antiproliferatif Abstract Colon cancer is one disease that many result in death. The of colon cancer cure through surgery chemotherapy and radiotherapy are generally not able to provide effective results. This caused many found ways to use alternative medicine among other materials from nature. One of these natural substances are quercetin. Quercetin is a flavonoid compounds are known to have anticancer effects. This study aimed to determine the effect of cytotoxic and antiproliferatif quercetin against colon cancer WiDr cells. Quercetin cytotoxic test was carried out using MTT method. Test results showed that the cytotoxic IC50 of quercetin against WiDr cells was 1046 μM. WiDr cell proliferation kinetics observation that quercetin treated using the method of direct calculation done at 0, 24, 48 and 72. In the observation of cell morphology, after the painting shows the phenomenon of apoptosis in colon cancer cell WiDr. The results showed that quercetin has cytotoxic and antiproliferative effects on cancer cells WiDr. Keywords : Quercetin, WiDr, Cytotoxic, Antiproliferative.
Uji Sensitivitas Antibiotik Terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Pasien Rawat Inap di RSUD Prof. Dr Margono Soekarjo Purwokerto Muhammad, Adzkie; Nurulita, Nunuk Aries; Budiman, Arif
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v14i2.1684

Abstract

Penyakit infeksi masih merupakan penyebab kesakitan dan kematian yang tinggi di seluruh dunia, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Di antara bakteri patogen, Escherichia coli merupakan bakteri paling umum menjadi penyebab infeksi saluran kemih pada pasien rawat jalan maupun rawat inap. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis bakteri penyebab serta pola bakteri dan tingkat sensitivitas antibiotik terhadap bakteri penyebab infeksi saluran kemih (ISK) pada pasien rawat inap di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian ini menggunakan dua jenis antibiotik yaitu asam pipemidat dan cefixime. Uji yang dilakukan meliputi uji hemosis, identifikasi bakteri secara biokimia, dan uji sensitivitas antibotik dengan metode difusi agar. Hasil uji identifikasi biokimia menunjukkan bahwa uji indol dan methyl red positif sedangkan uji Voges Proskauer (VP) dan sitrat hasilnya negatif. E. coli menurut Bergey manual menunjukkan hasil positif untuk uji indol dan methyl red sedangkan uji VP dan sitrat negatif. Diduga bakteri penyebab ISK pada penelitian ini adalah E. coli. Hasil uji sensitivitas bakteri terhadap antibiotik menunjukkan bahwa bakteri masih sensitif terhadap asam pipemidat sebesar 66,7% dan intermediet 33,3%. Antibiotik cefixime sebesar sensitif 55,6% dan intermediet 44,4%. Kedua antibiotik tersebut masih efektif digunakan untuk mengatasi ISK.