Articles

Found 11 Documents
Search

Selektivitas alat tangkap purse seine di Pangkalan Pendaratan Ikan Muara Angke Pamenan, Azlhimsyah R.; Sunarto, Sunarto; Nurruhwati, Isni
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.15 KB) | DOI: 10.13170/depik.6.2.5381

Abstract

Alat tangkap purse seine adalah alat tangkap terbanyak kedua yang digunakan nelayan di PPI Muara Angke setelah alat tangkap bouke ami. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat selektivitas alat tangkap purse seine berdasarkan hasil tangkapannya. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survey di PPI Muara Angke Jakarta dari 10 Mei - 1 Juni 2016. Data hasil tangkapan ikan dikumpulan dari 4 unit alat tangkap purse seine dengan masing-masing alat tangkap 1 kali trip. Analisis data meliputi komposisi jenis hasil tangkapan dan ukuran panjang cagak pertama matang gonad hasil tangkapan utama. Hasil Penelitian menunjukan bahwa alat tangkap purse seine menangkap sebanyak 14 spesies dengan jumlah total hasil tangkapan 75.945 ekor dengan bobot 9.092 kg.  Komposisi hasil tangkapan sampingan lebih mendominasi yaitu sebesar 78,7% dibanding hasil tangkapan utama 21,3%. Panjang cagak ikan tangkapan utama yang telah mencapai ukuran matang gonad mencapai 50,1% dari total seluruh ikan yang diukur. Secara umum, dengan melihat faktor yang digunakan untuk mengukur tingkat selektivitas alat tangkap, purse seine tergolong alat tangkap yang memiliki tingkat selektivitas yang rendah.Kata Kunci : Purse Seine, Hasil Tangkapan, Selektivitas. Purse seine fishing gears is the second most fishing gears which is used by fisherman in muara angke fishing port after bouke ami fishing gears. The purpose of this research is to analyzed the selectivity level of purse seine fishing gears based on fishing catch. The data collection was collected in muara angke fishing port between 10 mei – 1 juni 2016. The data of fishing catch is collected from 4 unit of purse seine fishing gears with 1 trip from each unit. The data analysis exmines  the composisition of fishing catch and fork length of first maturity fish. The result from this research seeing that purse seine catch 14 different species from the total 75.945 fishes with 9.092 kg total weight. By-catch composistion is 78,7% more high than main catch composition 21,3%. The fork length of main catch which is have maturity size is just 50,1% from fishes were measured. Generally. From seeing the  used factor to measurre the level of fishing gears selectivity, purse seine fishing gears is classffied to the fishing gears that have poor selectivity level.Keywords : Purse Seine, Fishing catch, Selectivity
PERBANDINGAN BEBERAPA METODE ISOLASI DNA UNTUK DETEKSI DINI KOI HERPES VIRUS (KHV) PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio L.) Mulyani, Yuniar; Purwanto, Agus; Nurruhwati, Isni
Jurnal Akuatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dalam memperoleh konsentrasi dan kemurnian DNA serta efisiensi waktu pengerjaan dari metode isolasi DNA dengan membandingkan beberapa metode isolasi DNA diantaranya ektraksi DNA dengan Kit (Promega), CTAB dengan phenol, modifikasi CTAB, dan ekstraksi DNA dengan thermal lysis. Parameter yang digunakan adalah nilai kemurnian dan kualitas DNA hasil isolasi yang diperoleh dari analisis spektrofotometri dan analisis elektroforesis serta efisiensi waktu pengerjaan. Sampel yang digunakan adalah jaringan insang dan sirip ikan mas. Konsentrasi DNA dan kemurniannya diukur dengan metode spektrofotometri, sedangkan untuk visualisasi DNA hasil isolasi menggunakan metode elektroforesis serta pengujian keberadaan KHV dideteksi dengan bantuan PCR dengan menggunakan Primer pendeteksi KHV. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa metode modifikasi CTAB memberikan hasil isolasi DNA dengan konsentrasi yang tertinggi yaitu 70,10 μg/ml dengan nilai kemurnian berkisar antara 1,9-2,0. Namun waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaannya cukup lama. Metode ekstraksi DNA dengan thermal lysis memiliki waktu pengerjaan yang singkat. Namun konsentrasi DNA yang diperoleh cukup rendah yaitu 9,25 μg/ml dengan nilai kemurnian berkisar antara 1,6-1,8.
KELIMPAHAN FORAMINIFERA BENTIK RESEN PADA SEDIMEN PERMUKAAN DI PERAIRAN TELUK JAKARTA Nurruhwati, Isni; Kaswadji, Richardus; Bengen, Dietriech G.; Isnaniawardhani, Vijaya
Jurnal Akuatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Perairan Teluk Jakarta merupakan wilayah perairan dangkal dengan kedalaman perairan sangat bervariasi, umumnya memiliki kedalaman 30 meter meskipun di beberapa lokasi hingga 70 meter seperti di utara Pulau Pari dan di utara Pulau Semak Daun. Habitat  foraminifera terdiri dari semua kedalaman laut dari tepi pantai sampai pada laut dalam. Secara umum, spesies  bentik hidup pada kedalaman tertentu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelimpahan dan jenis-jenis foraminifera bentik resen yang terdapat pada sedimen permukaan di perairan Teluk Jakarta. Sebanyak 25 sampel sedimen permukaan yang diambil dari  25 buah core milik Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan yang berada di dalam cold storage di Cirebon. Sampel yang diperoleh dianalisis jenis sedimennya dan kandungan foraminifera bentik resen didalamnya. Jumlah yang ditemukan 85  spesies yang termasuk dalam 42 genus. Spesies yang banyak melimpah ditemukan di perairan iniOperculina ammonoides (Gronovlus), Elphidium indicum (Cushman),Planulina  floridana (Cushman) dan Asterorotalia trispinosa (Thalmann). Jenis sedimen yang mendominasi perairan Teluk Jakarta adalah lempung ( 21 stasiun) dan lanau  (4 stasiun).
COMMUNITY STRUCTURE OF FORAMINIFERA IN SURFACE SEDIMENTS AND CORRELATION WITH ENVIRONMENTAL CONDITIONS IN OFFSHORE WATERS OF BALIKPAPAN, MAKASSAR STRAIT Natsir, Suhartati M.; Firman, Aulya; Riyantini, Indah; Nurruhwati, Isni
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 7, No 2 (2015): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The distribution of foraminifera is influenced by several environmental factors such as depth, sediment type, chemical and physical oceanographic paramaters, and season. The aim of the study was to determine the foraminiferal assemblages and their relationship to physical and chemical parameters in the offshore of Balikpapan waters of Makassar Strait such as depth, temperature, currents, sediment types, and salinity. Surface sediment, physical, and chemical parameters sampling was conducted in April 2012. The results of the observations on the sediment samples recognized planktonic foraminifera in 6 genera and 40 genera of benthic foraminifera from the 6 stations. Biodiversity of planktonic foraminifera was categorized in a low category with a range of 0.198-0.525. However, biodiversity for benthic foraminifera was categorized in a high category with a range of 0.811-0.925. Dominance of planktonic foraminifera was medium to high with range of 0.474-0.802 which was assumed due to the sampling sites as an open waters. Meanwhile, dominance for benthic foraminifera was in a low category with range of 0.075-0.189. The most common planktonic foraminifera was found from Genus Globigerina (10538 individuals). While, the most abundant of benthic foraminifera was found from Genus Amphistegina (3134 individuals).  Keywords: abundance, foraminifera, sediment, and Makassar Strait
Kelimpahan Foraminifera Bentik Berdasarkan Komposisi Dinding Cangkang Di Perairan Pulau Tegal, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung Oriana, Nindita; Nurruhwati, Isni; Riyantini, Indah; Yuliandi, Lintang Permata Sari
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelimpahan berdasarkan komposisi dinding cangkang foraminifera bentik di perairan Pulau Tegal. Dilakukan pengambilan sampel air untuk pengukuran parameter fisika-kimia perairan serta sampel sedimen untuk analisis granulometri dan foraminifera bentik. Titik stasiun sampling dilakukan berdasarkan arah mata angin dan kedalaman yang berbeda, sehingga pada satu arah mata angin diambil 3 titik stasiun.  Hasil pengamatan dari 12 stasiun penelitian ditemukan kelimpahan foraminifera bentik sebanyak 655 ind/gr, diantaranya terdiri dari 3 Subordo dengan jenis komposisi cangkang yang berbeda, yaitu Subordo Rotaliina yang bercangkang hyalin sebanyak 80%, Subordo Miliolina dengan cangkang poselen sebanyak 17%, dan Subordo Textulariina dengan cangkang agglutinin sebanyak 3%. Subordo Rotaliina dengan cangkang calcareous hyalin, ditemukan di seluruh stasiun di Pulau Tegal dan memiliki kelimpahan tertinggi dibandingkan Subordo lainnya dengan spesies penciri Amphistegina sp., sehingga lingkungan perairan Pulau Tegal merupakan perairan laut yang normal dengan kandungan karbonat yang cukup tinggi. 
Kelimpahan Plankton di Waduk Cirata Provinsi Jawa Barat Nurruhwati, Isni; Hasan, Zahidah; Sahidin, Asep
Jurnal Akuatika Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan plankton di Waduk Cirata. Penelitian dilakukanselama 11 bulan dari Bulan Maret 2015 sampai dengan Bulan Februari 2016. Pengambilan sampel dilakukandi tiga stasiun yaitu inlet, tengah dan outlet Waduk Cirata. Hasil penelitian menunjukan kelimpahan StasiunI rata-rata 16,646x103 ind/l dan Stasiun II kelimpahan rata-rata 13,384x103 ind/l dan Stasiun III 11,742x103ind/l. Pada Stasiun 1 ditemukan dengan jumlah taxa tertinggi berkisar antara 16-20 taxa. Sedangkan jumlahtaxa paling rendah ditemukan pada stasiun III dengan kisaran jumlah 14-18 taxa. Kelimpahan totalfitoplankton berkisar 11,052x103-15,692x103 ind/l, sedangkan kelimpahan total zooplankton berkisar 684–962 ind/l. Berdasarkan hasil pengukuran kelimpahan plankton di Waduk Cirata tersebut masih dalamkelimpahan sedang.Kata kunci: Kelimpahan, Plankton, Waduk Cirata
Selektivitas Alat Tangkap Purse Seine Di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke Jakarta P, Azlhimsyah Rambun; Sunarto, Sunarto; Nurruhwati, Isni
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Alat tangkap purse seine adalah alat tangkap terbanyak kedua yang digunakan nelayan di PPI Muara Angke setelah alat tangkap bouke ami. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat selektivitas alat tangkap purse seine berdasarkan hasil tangkapannya. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survey di PPI Muara Angke Jakarta dari 10 Mei - 1 Juni 2016. Data hasil tangkapan ikan dikumpulan dari 4 unit alat tangkap purse seine dengan masing - masing alat tangkap 1 kali trip. Analisis data meliputi komposisi jenis hasil tangkapan dan ukuran panjang cagak pertama matang gonad hasil tangkapan utama. Hasil Penelitian menunjukan bahwa alat tangkap purse seine menangkap sebanyak 14 spesies dengan jumlah total hasil tangkapan 75.945 ekor dengan bobot 9.092 kg.  Komposisi hasil tangkapan sampingan lebih mendominasi yaitu sebesar 78,7% dibanding hasil tangkapan utama 21,3%. Panjang cagak ikan tangkapan utama yang telah mencapai ukuran matang gonad mencapai 50,1% dari total seluruh ikan yang diukur. Secara umum, dengan melihat faktor yang digunakan untuk mengukur tingkat selektivitas alat tangkap, purse seine tergolong alat tangkap yang memiliki tingkat selektivitas yang rendah.
Korelasi Kelimpahan Plankton Dengan Suhu Perairan Laut Di Sekitar PLTU Cirebon Faturohman, Ikhsan; -, Sunarto; Nurruhwati, Isni
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelimpahan plankton dengan suhu perairan laut di sekitar PLTU Cirebon. Penelitian ini dilaksanakan pada 30 Agustus sampai dengan 27 September 2014 dengan menggunakan metode survei dan analisis data secara deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan plankton memiliki hubungan yang sangat lemah dengan suhu perairan dengan nilai korelasi sebesar 0,006 yang artinya terdapat 0,6% hubungan antara kelimpahan plankton dengan suhu, sedangkan 99,4% kelimpahan plankton dipengaruhi oleh faktor lingkungan lain. Sebaran individu  fitoplankton merata sedangkan zooplankton tidak merata. Jumlah individu dari kelas Bacillariophyceae merupakan yang paling banyak dan ditemukan pada semua stasiun penelitian. Semakin jauh titik lokasi sampling dari Muara dan PLTU maka suhu perairan semakin rendah dan mendekati dengan ketentuan yang ada pada Kep.51/MENKLH/2004 tentang baku mutu air laut untuk biota laut.
PENGARUH PENGGUNAAN TIGA VARIETAS TANAMAN PADA SISTEM AKUAPONIK TERHADAP KONSENTRASI TOTAL AMONIA NITROGEN MEDIA PEMELIHARAAN IKAN KOI Gumelar, Widi Restu; Nurruhwati, Isni; -, Sunarto; -, Zahidah
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas tanaman tebaik yang mampu menekan konsentrasi total amonia nitrogen media pemeliharaan ikan koi dalam sistem akuaponik. Penelitian pengaruh penggunaan tiga varietas tanaman berbeda pada sistem akuaponik terhadap konsentrasi total amonia nitrogen media pemeliharaan ikan koi telah dilaksanakan di Laboratorium Akuakultur Ciparanje dari tanggal 1 November hingga 18 Desember 2015. Tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas selada Batavia, Romaine dan Pakcoy masing-masing sebanyak lima batang. Tanaman yang digunakan berumur 14 hari dengan jumlah rata-rata daun sebanyak enam helai. Benih ikan koi yang digunakan berumur 90 hari dengan panjang rata-rata sembilan cm dan dipelihara selama 30 hari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati adalah konsentrasi nitrogen amonia total. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi nitrogen amonia total terkecil terdapat pada perlakuan tanaman selada varietas Batavia yaitu sebesar 0,133 mg/L. 
Pengaruh Logam Kromium (Cr) Terhadap Histopatologi Organ Insang, Hati dan Daging Ikan di Sungai Cimanuk Bagian Hulu Kabupaten Garut Azis, Muhamad Nu’man; Herawati, Titin; Anna, Zuzy; Nurruhwati, Isni
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Kromium (Cr) merupakan salah satu logam berat yang bersifat racun dan membahayakan jika terdapat dalam tubuh organisme pada konsentrasi yang tinggi. Tujuan riset ini untuk mengetahui tingkat kerusakan insang, hati dan daging ikan yang terpapar logam kromium. Metode yang digunakan pada riset ini yaitu metode survei. Pengukuran kandungan logam kromium pada air dan organ ikan di lakukan di Pusat Penelitian Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PPSDAL) Universitas Padjadjaran dari tanggal 1 sampai 14 Mei 2016. Pengukuran tingkat kerusakan organ dilakukan di Laboratorium Patologi, Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada tanggal 15 Mei - 5 Juni 2016. Ikan yang diteliti kandungan logam kromiumnya adalah ikan Mas (Cyprinus carpio), ikan Paray (Rasbora argyrotaenia), ikan Hampal (Hampala macrolepidota), ikan Lele (Clarias gariepenus), ikan Gabus (Opiocephalus striatus) dan ikan Sapu (Hyposarcus pardalis). Kandungan Cr pada insang, hati, dan daging ikan yang tertangkap pada umumnya masih dibawah ambang batas, kecuali pada insang dan hati ikan gabus yang telah melebihi ambang batas yang telah ditentukan. Ikan yang tertangkap di stasiun 1, 2, 3, dan 4 umumnya telah mengalami kerusakan sedang, kecuali pada ikan mas, ikan paray, ikan hampal, ikan gabus. Ikan sapu yang tertangkap di stasiun 4 insang dan hatinya telah mengalami tingkat kerusakan berat tetapi pada daging tidak terdeteksi adanya kerusakan. Pada semua stasiun insang ikan mengalami tingkat kerusakan sedang, hati mengalami tingkat kerusakan berat dan pada daging ikan tidak ditemukan kerusakan.