Articles

Found 38 Documents
Search

MODEL PENGEMBANGAN MODUL IPA1TERPADU BERDASARKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF SISWA1) Nuroso, Harto; Siswanto, Joko
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1/april (2010): JP2F
Publisher : Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh kesesuaian tingkatberfikir dengan materi yang diajarkan. Permasalahan dalampenelitian ini adalah : (1) bagaimanakah tingkat perkembangankognitif siswa SMP di Kota Semarang ? (2) bagaimanakah desainmodel pengembangan modul IPA Terpadu berdasarkanperkembangan kognitif siswa ?.Tujuan dilakukannya penelitian iniadalah menyelidiki tingkat perkembangan kognitif (kemampuanberpikir abstrak) siswa SMP di Kota Semaran dan) mendesainmodel pengembangan modul IPA Terpadu berdasarkanperkembangan kognitif.Penelitian ini diharapkan dapat memberikanpengetahuan kepada guru IPA untuk menyusun modul berdasarkanperkembangan kogniti dan dapat memberikan sumbangan pemikirantentang pentingnya penyusunan bahan ajar terutama modul yangdisesuaikan berdasarkan perkembangan kognitif siswa.Penelitian iniadalah R & D (Research and Development), dan dilakukan sampaipada mendesain model pengembangan modul berdasarkanperkembangan kognitif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan : (1)perkembangan kognitif (kemampuan berpikir abstrak) siswa-siswiSMP di Kota Semarang (Siswa kelas VII di SMP 10 Semarang, SMP13 Semarang, SMP 14 Semarang dan SMP 20 Semarang) rata-ratamasih rendah, (2) kemampuan berpikir abstrak rendahmenyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar IPA, (3) telahberhasil didesain model pengembangan modul IPA Terpaduberdasarkan perkembangan kognitif siswa yang langkah-langkahnyaterdiri dari penentuan mata pelajaran yang menjadi objekpengembangan, analisis kebutuhan modul, penyusunan danpengembangan draft modul IPA Terpadu, tinjauan ahli dan uji coba.
PENGARUH PEMBELAJARAN IPA-FISIKA MENGGUNAKAN MODUL BERDASARKAN PERKEMBAGAN KOGNITIF TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA Nuroso, Harto; Windarti, Weni
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 2/september (2010): JP2F
Publisher : Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Perkembangan kognitif tiap siswa tidaklah sama. Sebagian darisiswa mungkin sudah mampu mengembangkan pola pikirabstraknya, namun tidak menutup kemungkinan bahwa masihterdapat pula siswa yang belum dapat menggunakan penalaranabstraknya secara optimal. Permasalahan dari penelitian ini adalahbagaimana pengaruh penggunaan modul berdasarkanperkembangan kognitif terhadap keterampilan proses sains siswa.Tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan penelitian ini adalahmenyelidiki pengaruh penggunaan modul berdasarkanperkembangan kognitif terhadap keterampilan proses sains siswa.Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitianeksperimen. Dalam penelitian ini dibentuk kelompok eksperimen dankelompok kontrol. Sampel penelitian adalah siswa kela VIII SMP N20 Semarang yang berjumlah 78 siswa. Dari hasil analisis akhiryang menggunakan uji anava satu jalur diketahui bahwa Fhitung =61,3. Pada derajat bebas (1) (76) untuk taraf nyata 5% dapatdiketahui Ftabel = 3,96 dan taraf nyata 1% dapat diketahui Ftabel= 6,96 . Ternyata Fhitung = 61,3 ˃ Ftabel = 3,96 maupun Ftabel =6,96, artinya tak ada kesamaan dari kelompok eksperimen dankelompok kontrol yang berarti penggunaan modul berdasarkanperkembangan kognitif berpengaruh terhadap keterampilan prosessains siswa dalam pembelajaran IPA-Fisika. Saran yang dapatpeneliti sampaikan diantaranya hendaknya guru mampumengembangkan modul berdasarkan perkembangan kognitif,hendaknya pembelajaran dapat berjalan dua arah yakni dari guruke siswa maupun sebaliknya, dan hendaknya tiap guru Fisika tidakmalas melakukan praktikum dalam pembelajarannya.Kata kunci: modul, kognitif, keterampilan proses sains
PEMANFAATAN MICROSOFT EXCEL UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA POKOK BAHASAN GERAK DENGAN BANTUAN CAMTASIA STUDIO 4 Nuroso, Harto; Arifin, Akhmad
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 2, No 1/April (2011): JP2F
Publisher : Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil UN mata pelajaran IPAtahun pelajaran 2007/2008 untuk Kabupaten Kendal masih relatifrendah. Hal ini mengindikasikan masih kurangnya pemahaman siswaSMP tentang mapel IPA khususnya Fisika. Padahal sebenarnya siswamemiliki potensi yang baik, tetapi karena ditangani oleh suatu prosespembelajaran yang kurang berkualitas dan belum optimal, ditunjangdengan kurangnya sarana dan prasarana pendidikan maka hasilnyaumumnya masih relatif rendah.Metode penelitian adalah pengembangan yang meliputi 6 tahap,yaitu : Concept, Design,Collecting materials, Assambly, Uji Coba,Distribution.Setelah Media pembelajaran selesai dibuat, kemudian dilakukanpenelitian tentang uji coba produk kepada Ahli PemrogramanKomputer, Ahli pembelajaran/ guru fisika, dan kepada siswa kelas VIISMP sebagai pengguna produk ini.Data yang diperoleh melalui uji coba menunjukkan bahwa mediapembelajaran Fisika dengan memanfaatkan Microsoft Excel denganbantuan Camtasia 4 layak digunakan untuk media pembelajaran bagiguru dan siswa secara mandiri. Setelah dilakuakn ujicoba di kelaskecil menunjukkan ketertarikan siswa dengan media pembelajaran ini.Hasil evaluasi di akhir pembelajaran juga menunjukkan nilai yangbaik yaitu rata-rata 7,8.Kata kunci : Media, Microsoft Excel, Camtasia Studio 4
PENERAPAN MODEL STAD TERMODIFIKASI PADA MATA KULIAH FISIKA LINGKUNGAN DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA Nuroso, Harto; Nuvitalia, Duwi
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 3, No 1/april (2012): JP2F
Publisher : Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian adalah sebagai berikut; 1) mengetahuiperbedaan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah fisikalingkungan dengan model STAD yang dimodifikasi unsur metakognitifdan model konvensional; 2) mengetahui perbedaan hasil belajarmahasiswa yang memiliki tingkat kemampuan berpikir kritis (TKBK)sangat tinggi, TKBK tinggi, sedang dan rendah pada mata kuliahfisika lingkungan; 3) mengetahui pengaruh interaksi antara modelpembelajaran dan TKBK mahasiswa terhadap hasil belajar.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu (quasiexperimentalresearch). Populasi untuk penelitian ini adalahmahasiswa semester satu pendidikan fisika IKP PGRI Semarang yangterdiri dari kelas PGMIPA BI dan kelas reguler. Adapun sampelnyadiambil dua kelas dari populasi tersebut. Secara acak terpilih kelasPGMIPA BI sebagai kelas eksperimen dan kelas 1B sebagai kelaskontrol. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapatpengaruh yang signifikan antara model STAD termodifikasi danpembelajaran model konvesional terhadap hasil belajar. Selain itu,terdapat perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang memilikiTKBK sangat tinggi, TKBK tinggi,TKBK sedang dan TKBK rendahserta tidak terdapat interaksi yang signifikan antara penerapan modelpembelajaran dan kategori TKBK mahasiswa.Kata kunci : termodifikasi, metakognitif, kemampuan berpikir kritis
STUDI PENELUSURAN ALUMNI JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA IKIP PGRI SEMARANG UNTUK MENYEMPURNAKAN KURIKULUM BERDASARKAN KEBUTUHAN DI LAPANGAN (PASAR KERJA ) Nuroso, Harto; Khoiri, Nur; Saptaningrum, Ernawati; Siswanto, Joko
Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1) bagaimanakah profil alumni jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang tahun 2006-2008?, 2) bagaimanakah informasi atau masukan yang diberikan oleh alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang tahun 2006-2008 sehingga dapat menyempurnakan kurikulum berdasarkan kebutuhan di lapangan? Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui profil alumni jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang tahun 2006–2008. 2) untuk mengetahui banyaknya alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang yang terserap pada pasar kerja atau yang sudah bekerja pada sektor formal (guru, dosen, pegawai administrasi, karyawan, pemerintah) maupun sektor informal, 3) untuk mendapatkan berbagai informasi yang berkembang di lapangan, yaitu tentang kesesuaian atau ketidaksesuaian kurikulum yang sedang dilaksanakan dengan kebutuhan di lapangan, 4) menyempurnakan kurikulum jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang berdasarkan informasi atau masukan dari alumni. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi sebagai berikut: 1) sebagai bahan masukan untuk perbaikkan proses belajar mengajar di Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang, sebagai bahan untuk mengevaluasi kurikulum yang berlaku, 3) sebagai bahan untuk mengevaluasi materi-materi perkuliahan, 4) sebagai bahan untuk mengevaluasi daya adaptasi lulusan di tempat kerja, 5) sebagai bahan untuk mengevaluasi angka pengangguran alumni mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI semarang, dan mencari solusinya, 6) mendapatkan masukkan yang berharga dari alumni guna perbaikkan mutu lulusan, 7) sebagai bahan untuk mengevaluasi mutu lulusan Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang, dan 8) bagi alumni, dapat dijadikan alat untuk membentuk jaringan informasi, sehingga mereka selalu mendapat informasi yang mereka butuhkan setiap saat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: 1) sebanyak 9 % alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang memiliki predikat kelulusan memuaskan, 87 % dengan predikat sangat memuaskan dan 4 % dengan predikat cumlaude; 2) sebanyak 1 % alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang menyelesaikan studi dengan waktu 4,5 tahun, 67 % dengan waktu 4 tahun, dan 32 % dengan waktu 3,5 tahun; 3) sebanyak 35 % alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang mendapatkan pekerjaan dengan waktu tunggu yang pendek pendek (3–5,9 bulan), 31 % dengan waktu tunggu sedang (6–11,9 bulan), 16 % dalam dengan waktu tunggu lama (>12 bulan), dan 18 % belum mendapatkan pekerjaan; 4) sebanyak 89 % alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang mendapatkan pekerjaan sesuai bidangnya dan 11% tidak sesuai dengan bidangnya; dan 5) keberadaan alumni saat ini atau tempat kerja alumni sebagian besar sesuai dengan daerah asal (kampung halaman) mereka. Informasi atau masukan para alumni sebagai umpan balik dalam penyempurnaan kurikulum berdasarkan kebutuhan di lapangan yaitu: penambahan peralatan laboratorium serta memperbanyak kegiatan praktikum, peningkatan kemampuan dan jumlah dosen, penambahan bahan ajar/buku ajar, penambahan jam microteaching, dan peningkatan kualitas pembelajaran dengan mengaplikasikan IPTEK.   Kata kunci : tracer study, alumni, kurikulum
PENERAPAN MODEL STAD TERMODIFIKASI PADA MATA KULIAH FISIKA LINGKUNGAN DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA Nuroso, Harto; Nuvitalia, Duwi
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 3, No 1/april (2012): JP2F
Publisher : Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah sebagai berikut; 1) mengetahuiperbedaan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah fisikalingkungan dengan model STAD yang dimodifikasi unsur metakognitifdan model konvensional; 2) mengetahui perbedaan hasil belajarmahasiswa yang memiliki tingkat kemampuan berpikir kritis (TKBK)sangat tinggi, TKBK tinggi, sedang dan rendah pada mata kuliahfisika lingkungan; 3) mengetahui pengaruh interaksi antara modelpembelajaran dan TKBK mahasiswa terhadap hasil belajar.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu (quasiexperimentalresearch). Populasi untuk penelitian ini adalahmahasiswa semester satu pendidikan fisika IKP PGRI Semarang yangterdiri dari kelas PGMIPA BI dan kelas reguler. Adapun sampelnyadiambil dua kelas dari populasi tersebut. Secara acak terpilih kelasPGMIPA BI sebagai kelas eksperimen dan kelas 1B sebagai kelaskontrol. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapatpengaruh yang signifikan antara model STAD termodifikasi danpembelajaran model konvesional terhadap hasil belajar. Selain itu,terdapat perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang memilikiTKBK sangat tinggi, TKBK tinggi,TKBK sedang dan TKBK rendahserta tidak terdapat interaksi yang signifikan antara penerapan modelpembelajaran dan kategori TKBK mahasiswa.Kata kunci : termodifikasi, metakognitif, kemampuan berpikir kritis
KEEFEKTIFAN MODEL TALKING STICK BERBANTU MEDIA PUZZLE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA TEMA “EKOSISTEM” KELAS V SDN JATINGALEH 01 Anindita, Hanum; Nuroso, Harto; Reffiane, Fine
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol 3, No 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.115 KB) | DOI: 10.24114/js.v3i1.11622

Abstract

Abstrak: Keefektifan Model Talking Stick Berbantu Media Puzzle terhadap Hasil Belajar Ipa Tema “Ekosistem” Kelas V SDN Jatingaleh 01. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Desain Quasi Experimental Design. Sampel penelitian yaitu kelas VB sebagai kelas eksperimen menggunakan model Talking Stick benbantu media Puzzle, kelas VC sebagai kelas kontrol yang tidak menggunakan model maupun media. Berdasarkan uji t diketahui thitung> ttabel(3,857> 2,045) dan pada uji gain mendapatkan hasil 0,4 dengan kriteria sedang. Jadi berdasarkan hasil yang didapat dinyatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima berarti model Talking Stick berbantu media Puzzle terhadap hasil belajar IPA tema “Ekosistem” kelas V SDN Jatingaleh 01 dapat meningkatkan hasil belajar siswa.                                                                                               Kata Kunci: Keefektifan, Model Talking Stick, Puzzle
STUDI PENELUSURAN ALUMNI JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA IKIP PGRI SEMARANG UNTUK MENYEMPURNAKAN KURIKULUM BERDASARKAN KEBUTUHAN DI LAPANGAN (PASAR KERJA ) Nuroso, Harto; Khoiri, Nur; Saptaningrum, Ernawati; Siswanto, Joko
Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1) bagaimanakah profil alumni jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang tahun 2006-2008?, 2) bagaimanakah informasi atau masukan yang diberikan oleh alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang tahun 2006-2008 sehingga dapat menyempurnakan kurikulum berdasarkan kebutuhan di lapangan? Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui profil alumni jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang tahun 2006–2008. 2) untuk mengetahui banyaknya alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang yang terserap pada pasar kerja atau yang sudah bekerja pada sektor formal (guru, dosen, pegawai administrasi, karyawan, pemerintah) maupun sektor informal, 3) untuk mendapatkan berbagai informasi yang berkembang di lapangan, yaitu tentang kesesuaian atau ketidaksesuaian kurikulum yang sedang dilaksanakan dengan kebutuhan di lapangan, 4) menyempurnakan kurikulum jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang berdasarkan informasi atau masukan dari alumni. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi sebagai berikut: 1) sebagai bahan masukan untuk perbaikkan proses belajar mengajar di Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang, sebagai bahan untuk mengevaluasi kurikulum yang berlaku, 3) sebagai bahan untuk mengevaluasi materi-materi perkuliahan, 4) sebagai bahan untuk mengevaluasi daya adaptasi lulusan di tempat kerja, 5) sebagai bahan untuk mengevaluasi angka pengangguran alumni mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI semarang, dan mencari solusinya, 6) mendapatkan masukkan yang berharga dari alumni guna perbaikkan mutu lulusan, 7) sebagai bahan untuk mengevaluasi mutu lulusan Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang, dan 8) bagi alumni, dapat dijadikan alat untuk membentuk jaringan informasi, sehingga mereka selalu mendapat informasi yang mereka butuhkan setiap saat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: 1) sebanyak 9 % alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang memiliki predikat kelulusan memuaskan, 87 % dengan predikat sangat memuaskan dan 4 % dengan predikat cumlaude; 2) sebanyak 1 % alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang menyelesaikan studi dengan waktu 4,5 tahun, 67 % dengan waktu 4 tahun, dan 32 % dengan waktu 3,5 tahun; 3) sebanyak 35 % alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang mendapatkan pekerjaan dengan waktu tunggu yang pendek pendek (3–5,9 bulan), 31 % dengan waktu tunggu sedang (6–11,9 bulan), 16 % dalam dengan waktu tunggu lama (>12 bulan), dan 18 % belum mendapatkan pekerjaan; 4) sebanyak 89 % alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang mendapatkan pekerjaan sesuai bidangnya dan 11% tidak sesuai dengan bidangnya; dan 5) keberadaan alumni saat ini atau tempat kerja alumni sebagian besar sesuai dengan daerah asal (kampung halaman) mereka. Informasi atau masukan para alumni sebagai umpan balik dalam penyempurnaan kurikulum berdasarkan kebutuhan di lapangan yaitu: penambahan peralatan laboratorium serta memperbanyak kegiatan praktikum, peningkatan kemampuan dan jumlah dosen, penambahan bahan ajar/buku ajar, penambahan jam microteaching, dan peningkatan kualitas pembelajaran dengan mengaplikasikan IPTEK.   Kata kunci : tracer study, alumni, kurikulum
MODEL PENGEMBANGAN MODUL IPA1TERPADU BERDASARKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF SISWA1) Nuroso, Harto; Siswanto, Joko
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1/april (2010): JP2F
Publisher : Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh kesesuaian tingkatberfikir dengan materi yang diajarkan. Permasalahan dalampenelitian ini adalah : (1) bagaimanakah tingkat perkembangankognitif siswa SMP di Kota Semarang ? (2) bagaimanakah desainmodel pengembangan modul IPA Terpadu berdasarkanperkembangan kognitif siswa ?.Tujuan dilakukannya penelitian iniadalah menyelidiki tingkat perkembangan kognitif (kemampuanberpikir abstrak) siswa SMP di Kota Semaran dan) mendesainmodel pengembangan modul IPA Terpadu berdasarkanperkembangan kognitif.Penelitian ini diharapkan dapat memberikanpengetahuan kepada guru IPA untuk menyusun modul berdasarkanperkembangan kogniti dan dapat memberikan sumbangan pemikirantentang pentingnya penyusunan bahan ajar terutama modul yangdisesuaikan berdasarkan perkembangan kognitif siswa.Penelitian iniadalah R & D (Research and Development), dan dilakukan sampaipada mendesain model pengembangan modul berdasarkanperkembangan kognitif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan : (1)perkembangan kognitif (kemampuan berpikir abstrak) siswa-siswiSMP di Kota Semarang (Siswa kelas VII di SMP 10 Semarang, SMP13 Semarang, SMP 14 Semarang dan SMP 20 Semarang) rata-ratamasih rendah, (2) kemampuan berpikir abstrak rendahmenyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar IPA, (3) telahberhasil didesain model pengembangan modul IPA Terpaduberdasarkan perkembangan kognitif siswa yang langkah-langkahnyaterdiri dari penentuan mata pelajaran yang menjadi objekpengembangan, analisis kebutuhan modul, penyusunan danpengembangan draft modul IPA Terpadu, tinjauan ahli dan uji coba.
PENGARUH PEMBELAJARAN IPA-FISIKA MENGGUNAKAN MODUL BERDASARKAN PERKEMBAGAN KOGNITIF TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA Nuroso, Harto; Windarti, Weni
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 2/september (2010): JP2F
Publisher : Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kognitif tiap siswa tidaklah sama. Sebagian darisiswa mungkin sudah mampu mengembangkan pola pikirabstraknya, namun tidak menutup kemungkinan bahwa masihterdapat pula siswa yang belum dapat menggunakan penalaranabstraknya secara optimal. Permasalahan dari penelitian ini adalahbagaimana pengaruh penggunaan modul berdasarkanperkembangan kognitif terhadap keterampilan proses sains siswa.Tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan penelitian ini adalahmenyelidiki pengaruh penggunaan modul berdasarkanperkembangan kognitif terhadap keterampilan proses sains siswa.Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitianeksperimen. Dalam penelitian ini dibentuk kelompok eksperimen dankelompok kontrol. Sampel penelitian adalah siswa kela VIII SMP N20 Semarang yang berjumlah 78 siswa. Dari hasil analisis akhiryang menggunakan uji anava satu jalur diketahui bahwa Fhitung =61,3. Pada derajat bebas (1) (76) untuk taraf nyata 5% dapatdiketahui Ftabel = 3,96 dan taraf nyata 1% dapat diketahui Ftabel= 6,96 . Ternyata Fhitung = 61,3 ˃ Ftabel = 3,96 maupun Ftabel =6,96, artinya tak ada kesamaan dari kelompok eksperimen dankelompok kontrol yang berarti penggunaan modul berdasarkanperkembangan kognitif berpengaruh terhadap keterampilan prosessains siswa dalam pembelajaran IPA-Fisika. Saran yang dapatpeneliti sampaikan diantaranya hendaknya guru mampumengembangkan modul berdasarkan perkembangan kognitif,hendaknya pembelajaran dapat berjalan dua arah yakni dari guruke siswa maupun sebaliknya, dan hendaknya tiap guru Fisika tidakmalas melakukan praktikum dalam pembelajarannya.Kata kunci: modul, kognitif, keterampilan proses sains