Articles

Found 17 Documents
Search

Strategi Bersaing Benih Padi Berlabel Unit Pengembangan Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPBTPH) Provinsi Kalimantan Barat

Jurnal Aplikasi Manajemen Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agency for food plantation and horticulture seed development (UPBTPH) in Wes  Kalimantan has faced competetion on industry of labeled rice seed. This research aims in studying on industrial circle and competitive advantages strategies that could be used by UPBTPH in West Kalimantan. Respondents are selected through purposive sampling method. Meanwhile, data analyzed use Delphi Method. Industrial circle described on Porter Model and General Electric Matrix. The analysis result of Porter Model shows that UPBTPH is good on cost leadeship strategy. It means that UPBTPH could be the lowest cost producer. The analysis result of General Electric Matrix shows that UPBTPH as a company on selective growth segmentation. It affects UPBTPH should be more selective in growth segmentation. Therefore the company should: (1) generate on production capacity, (2) keep on management and product standardization, (3) doing well on collaboration with executive for primary seed (UPBS) and an Agency for Controlling and Seeds Certification (BPSB) in West Kalimantan are competitive advantage strategies that suitable for UPBTP 

GENETICALLY MODIFIED AGRIFOOD TRADE: NECESSITY OR CONCERNS?

Jurnal Social Economic of Agriculture Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Social Economic of Agriculture
Publisher : Jurnal Social Economic of Agriculture

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.739 KB)

Abstract

Genetically modified agri-foods are genetically modified using biotechnology. Genetically modified organisms (GMOs) advantages are the focus of much attention in world food markets. Genetically modified crop technology is claimed also to have great potential for the world’s farmers and ultimately consumers, following initial success with genetically modified cotton varieties. Benefits for farmers could include greater productivity and less occupational health and environmental damage (e.g., fewer pesticides), while benefits to consumers include lower food prices and, potentially, enhanced attributes. Common genetically modified agri-foods include maize, soybeans, oilseed rape (canola), chicory, squash, potatoes, pineapples and strawberries. Genetically modified agri-foods are designed for greater resistance to pests and viruses, higher nutritional value and longer shelf life. However, their safety, potential risks and ethical concerns are still being debated. Laws to regulate labeling of genetically modified agri-foods vary. The publics perception of the risk of new technology is critical to its acceptance. Perception of risk, in turn, depends on the credibility of the source of the information and trust in the regulatory process. Keyword: Genetically modified agri-food, trade, concerns, necessity

ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN DALAM MEMBELI MI INSTAN (STUDI KASUS DI KOTA PONTIANAK)

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mi instan merupakan makanan siap saji dan mudah dikonsumsi. Tingginya tingkat konsumsi mi instan di Indonesia merupakan peluang pasar yang potensial bagi pelaku usaha yang ingin memasuki pasar mi instan. Pengetahuan akan keinginan konsumen terhadap produk yang akan dibelinya menjadi penting bagi produsen untuk terus bersaing di pasar yang kompetitif. Tujuan penelitian adalah mengetahui preferensi konsumen dalam membeli mi instan di Kota Pontianak. Sampel dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis dengan metode diskriptif dan konjoin. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi atribut mi instan yang menjadi preferensi konsumen adalah bahan kemasan plastik, bentuk kemasan kotak, bentuk mi kotak, warna kuning, rasa gurih, tekstur mi tidak mudah mengembang, harga Rp 1.000,00- Rp 2.000,00, daya tahan produk lama, ukuran 110-130 gr, dan atribut mi instan yang paling dipertimbangkan konsumen adalah atribut warna.

ANALISIS PEMILIHAN BENIH PADI SAWAH LAHAN PASANG SURUT DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA

Agricultural Socio-Economics Journal Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benih merupakan faktor penting dalam pertumbuhan tanaman karena benih merupakan tahap awal kehidupan tanaman. Pembuatan keputusan dalam penentuan pilihan benih padi yang tepat pada saat musim tanam merupakan modal awal bagi petani untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan agar petani tidak mengalami kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keputusan petani yang ada di Desa Sungai Kakap dan Desa Pal IX terhadap pemilihan varietas benih padi yang tepat untuk ditanam di lahan pasang surut pada saat musim tanam. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) yaitu di Desa Sungai Kakap dan Desa Pal IX Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Metode analisis yang digunakan adalah Metode AHP (Analitycal Hierarchy Process). Data yang digunakan adalah data primer. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode AHP menunjukkan bahwa pilihan utama petani yang ada di Desa Sungai Kakap dan Desa Pal IX adalah benih pioneer. Terpilihnya benih pioneer sebagai pilihan utama petani berdasarkan kriteria ketahanan terhadap hama dan penyakit, kriteria varietas benih, kriteria potensi hasil, kriteria kemudahan memperoleh benih, kriteria lokasi penjualan benih, kriteria harga benih, kriteria jumlah anakan produktif, dan kriteria umur tanaman.

ANALISIS PRODUK UNGGULAN OLAHAN LIDAH BUAYA DI KOTA PONTIANAK

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk unggulan merupakan bagian terpenting bagi suatu daerah karena akan berpengaruh pada daerah tersebut untuk berkonsentrasi dalam menentukan produk terpilih. Dengan demikian, daerah tersebut akan menjadi terspesialisasi dan mendapatkan pembinaan yang lebih fokus dan efektif, sehingga bisa meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan, serta meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria-kriteria yang selanjutnya akan digunakan dalampenentuan produk unggulan olahan lidah buaya. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) yaitu di Kota Pontianak. Metode analisis yang digunakan dalam penentuan kriteria adalah analisis faktor, sedangkan dalam penentuan produk unggulan olahan lidah buaya menggunakan metode AHP(Analitycal Hierarchy Process). Data yang digunakan adalah data primer. Hasil perhitungan dengan menggunakan analisis faktor menunjukan bahwa ada 3 kelompok faktor. Faktor pertama yaitu keberadaan input terdiri atas 3 kriteria yaitu dampak berkembangnya usaha, cara memperoleh bahan baku, dan tenaga kerja. Faktor kedua yaitu faktor kesesuaian pasar terdiri atas 3 kriteria yaitu omset, keterkaitan hilir hulu, dan jangkauan pasar. Faktor ketiga yaitu faktor keterkaitan dengan lingkungan terdiri atas 3 kriteria yaitu ramah lingkungan, spesifikasi kekhasan,serta sarana dan prasarana produksi.Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metodeAHP menunjukkan bahwa produk unggulan olahan lidah buaya di kota Pontianak adalah minuman lidah buaya. Kata Kunci : Analisis Faktor, Metode AHP, Produk Unggulan, Olahan Lidah Buaya.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IX-D SMPN 1 STABAT

SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 6, No 1 (2016): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAdapun tujuan dari penelitian yang dilakukan peneliti adalah Untuk mengetahui cara penerapan pembelajaran berbasis multimedia dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IX-D SMP Negeri 1 Stabat dan Untuk mengetahui peningkatan hasil berlajar siswa dalam pembelajaran IPA melalui penerapan Proses Pembelajaran Berbasis Multimedia. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (Class Action Research). Subjek penelitian adalah siswa  kelas IX-D  SMP Negeri 1 Stabat dengan jumlah siswa  34 orang dengan rincian 19 laki-lakidan 15 Perempuan. Data yang diperoleh selama proses penelitian meliputi data aktivitas guru mengajar, data aktivitas siswa  belajar, data hasil Belajar siswa. Data tersebut setelah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan metode deskriptif untuk mengetahui aspek keberhasilan dan aspek kelemahan hasil yang sebenarnya berdasarkan indikator kinerja yang hendak dicapai. Kata Kunci: Pembelajaran, Berbasis Multimedia, IPA

ANALISIS BRAND EQUITY TEH CELUP SARIWANGI TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN (STUDI KASUS DI SUPERMARKET KOTA PONTIANAK)

Agricultural Socio-Economics Journal Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh Celup Sariwangi adalah merek teh celup pertama yang memperkenalkan teh celup kepada masyarakat umum dan berhasil mengembalikan posisi teh ke dalam pasar teh. Seiring dengan adanya perkembangan pasar yang begitu pesat sehingga mendorong perusahaan untuk mencari celah guna meningkatkan loyalitas pelanggan. Membangun brand equity yang kuat adalah isu utama bagi top manajemen karena hal tersebut dapat menentukan nilai dari sebuah perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Brand Equity teh celup sariwangi terhadap loyalitas konsumen di Kota Pontianak. Sampel dipilih secara convenience sampling dengan jumlah sampel 100 responden.  Data dianalisis dengan metode diskriptif dan konjoin. Hasil penelitian menunjukkan Brand Equity Teh Celup Sariwangi yang paling dominan mempengaruhi loyalitas konsumen adalah perceived quality yang mencakup  warna kemasan, bentuk isi beragam dan cita rasa. Oleh sebab itu penting sekali bagi perusahaan untuk mempertahankan perceived quality dari teh celup sariwangi, terutama dari segi warna kemasan kotak yang sangat disukai konsumen karena warnanya yang sangat mencolok.

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Berbantuan ICT Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VII SMP Labschool Untad Palu

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT) Vol 5, No 4 (2017): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.384 KB)

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan ICT dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas VII SMP Labschool Untad Palu. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan equivalent preetest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Labschool Untad Palu. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Kelas VII B sebagai kelas kontrol dan kelas VII A sebagai kelas eksperimen. Instrumen hasil belajar fisika siswa adalah tes pilihan ganda yang telah divalidasi oleh validator dan telah di uji validitas item. Hasil analisa data diperoleh skor rata-rata kelas eksperimen 13,13 kelas kontrol 10,50 dengan. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh thitung  > ttabel = 3,16 > 2,04. Maka H1 diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model  pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan ICT terhadap hasil belajar Fisika siswa kelas VII SMP Labschool Untad Palu. Kata Kunci: Kooperatif Tipe group investigation, ICT,  Hasil Belajar Fisika.

ANALISIS DAYA SAING USAHA TERNAK SAPI POTONG RAKYAT DI KABUPATEN MEMPAWAH

Jurnal Social Economic of Agriculture Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Social Economic of Agriculture
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.573 KB)

Abstract

This research aims to analyze the development of profitability, productivity, and output growth as well as to analyze the development of the competitiveness of the beef cattle bussiness in Mempawah Regency. This research took placed in 9 Sub-distric in Mempawah. The method used was the descriptive method using the panel data from 2008-2013. The data were processed using the method of ICI (Industrial Competitive Index) by finding out the indicator which included the index of profitability, productivity and output growth. The results of the analysis showed that the growth rate of the profitability index was 15.07%, the productivity index 12.67% and output growth index -4.74%. Based on the result of the analysis, the growth rate of the industry competitive index (ICI) for 9 Sub-distric in Mempawah Regency overall had a positive value. This indicated that the 9 Sub-distric in Mempawah Regency had the capability of competitiveness. The growth rate of the industrial competitive index for Mempawah Regency was 9.12%.

ANALISIS PENGENDALIAN MUTUCPO (Crude Palm Oil) MENGGUNAKAN SIX SIGMA DI PABRIK PENGOLAHAN CPOPT. GUNAJAYA KARYA GUMILANG KECAMATAN KENDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG

Jurnal Social Economic of Agriculture Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Social Economic of Agriculture
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.983 KB)

Abstract

The purpose of this research is to identify the quality of CPO in the palm oil Factory at PT Bumitama Gunajaya Agro. The analysis was carried out by processing the data of free faty acid, water level, and impurity level. Descriptive analysis was applied in this reaserch by using six sigma the use of six sigma aimed to identify if the quality which was produces by the  company has relied on the standard wanted by the consumer.The result reported that the quality of free faty acid remained at level of 1,3 sigma with DPMO value 317500 products that were underqualified as decided by SNI. The improvement that can be applied as in fish bone  diagram was to the human resources, the propellents, and the machines. The analysis result at water quality sigma level has been at level 3 of sigma but with DPMO value by 2700hence, having analysed by Fish Bone Diagram, machinery was the factor that sould be improve in order to improve the sigma level. Meanwhile, impurity content has approximentely reached level 4 sigma, in this case reaching the company’s target that expect the CPO quality above 3 level sigma. Therefore, at impurity content, it was unnecessary to find the problem  about the quality inapporiateness with the consumer’s standart (SNI).