Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Master Bahasa

Ragam Bahasa Aceh Masyarakat Nelayan Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya Nurlaili, Nurlaili
Master Bahasa Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Master Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.145 KB)

Abstract

Penelitian ini didasarkan oleh adanya fenomena bahasa Aceh yang digunakan oleh sekelompok masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana ragam bahasa Aceh yang digunakan oleh para nelayan di pantai Meureudu Kabupaten Pidie Jaya? Tujuan penelitian untuk Mendeskripsikan ragam bahasa Aceh yang digunakan oleh para nelayan pantai Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa ragam bahasa Aceh yang terdapat pada masyarakat tutur yang berprofesi sebagai nelayan meliputi variasi bahasa ragam usaha, variasi bahasa ragam akrab, dan variasi bahasa ragam santai. Selain itu, karakteristik bahasa Aceh pada masyrakat nelayan meliputi tiga aspek kosakata yaitu kata kerja, kata benda, dan kata sifat. Pada kata kerja diperoleh ragam bahasa seperti kata meubhoi dan laboh. Pada kata sifat, ragam bahasa ditandai dengan penggunaan kata seperti puteh. Selanjutnya, ragam bahasa masyarakat nelayan juga ditandai penggunaan kata-kata seperti aneuk itek, aset, rawe, sotong, beureuneh, pawang, that luah engkot, saoh, tukang bate ame-ame, tong rensip, boh pisang, kawe bhom, kawe bhom, dan kawe limbang. Keseluruhan bentuk-bentuk tersebut merupakan penanda bahwa bahasa Aceh yang digunakan oleh masyarakat nelayan di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidi Jaya memiliki ragam tersendiri ketika berkomunikasi, khususnya ketika berkomunikasi dengan sesama anggota masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dan ragam tersebut juga dapat diketahui ketika berkomunikasi dalam konteks atau situasi tutur tertentu.
Co-Authors Achmad Zamroni, Achmad ADINOTO NURSIANA, ADINOTO Adnil Edwin Nurdin Aganovic, Izet Ahmad Syai Ahmad Syarifin, Ahmad Aisyah Aisyah Alif Ringga Persada, Alif Ringga Amalia, Zuhra Andi Warnaen, Andi Arif, Yulastri Asroh, Ardi Aulia Febrila, Ashya Bafadal, Robyan Endruw Bambang Riyanto Basmanelly, Basmanelly Chairunnisa Chairunnisa Ekawati Danial Endang Komariah, Endang Fahrulrozi, Fahrulrozi Fajar, Azwar Fakhriza, Fakhriza Fernandes, Feri Fona, Zahra Gribaldi Gribaldi Habibah, Ummi Hasbullah Hasbullah Hasmalina Nasution Hendra, Rudi Hermantoro, Henky Hertria Maharani, Hertria Hidayat, Mukhlis Hikmayani, Yayan Hilwan Yuda Teruna Indah Yanti, Bayu Vita Ismawan Ismawan, Ismawan Jannifar, A Jasril Jasril Kurnita, Taat Kusuma, Ariya Eka Marniza Marniza Marzakina, Cut Maulinda, Cut Medikasari Medikasari Muhammad Kharizmi, Muhammad Muhartono, Rizky Muhartono, Rizky Muhartono, Rizky Muslim Muslim Nanda Sari, Riska Safrida Nendah Kurniasari Novirza Novirza Novriani, Novriani Nurfajri, Dek Putri Oktari, Puspita Ria Prasetya, Prasetya Pratiwi, Siti Priyatna, Fatriyandi Nur Putri Ayu Ogari, Putri Ayu Putri, Dewi Eka Rahadian, Rikrik Rahmadini Syafri, Rahmadini Rahmiwati Hilma, Rahmiwati Restika, Dwi Rida Safuan Selian Siregar, Sri Hilma Siti Hajar Suryawati, Siti Hajar Siti Nurani Sonny Koeshendrajana Sukmawati, Fitriani Sumardi Sumardi Supadmi, Tri Susana Susana SUSANTI DIANA Syahri, Jufrizal Widyastuti Widyastuti Witomo, Cornelia Mirwantini Witomo, Cornelia Mirwantini Yohana, Larisa Yuliaty, Christina Yulinanda, Irma Zahri Nasution