Articles

Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Peningkatan Kualitas Belajar di Sekolah (Studi Kasus SDN 5 Terara Lombok Timur) Nurlaili, Nurlaili; Bafadal, Robyan Endruw
SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2018): Sosio Edukasi
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leadership is most important for organization, including school organizatioin. Leader is more influential for the stakeholder of elementary education. This article describe what was school leader do to improving his school. With used manajemen process (planning, organizing, acting, and controlling) learning process was better. Government aid is important, but leadership is more important for that. Keywords:  Leadership, Learning Process
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X MELALUI PENDEKATAN COOPERATIVE LEARNINGTIPE STAD PADA MATERI VIRUS DI SMAN 1 MEREUBO KABUPATEN ACEH BARAT Nurlaili, Nurlaili
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Universitas Almuslim

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.48 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang berjudul ?Upaya Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X Melalui Pendekatan Cooperative Learning Tipe STAD Pada Materi Virus Di SMAN 1 Mereubo Kabupaten Aceh Barat?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah melalui Pendekatan Cooperative Learning Tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas X pada materi virus di SMAN 1 Pante Ceuremen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sampel penelitian adalah siswa kelas X SMAN 1 Pante Ceuremen yang berjumlah 21 siswa, terdiri dari 10 laki-laki dan 11 perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Sebelum dilaksakanan perbaikan pembelajaran diketahui bahwa hasil belajar biologi siswa masih rendah dengan ketuntasan belajar siswa hanya sebesar 28,57% dan nilai rata-rata 58,09. Hasil penelitian setelah pelaksanaan perbaikan pembelajaran dengan penerapan pendekatan cooperative learning tipe STAD diketahui bahwa aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dan ketuntasan belajar siswa pada siklus I meningkat menjadi 61,90% dengan nilai rata-rata 65,47. Pada siklus II diketahui bahwa ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 80,95% dengan nilai rata-rata 75,47. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan cooperative learning tipe STAD dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X SMAN 1 Mereubo Kabupaten Aceh Barat. Kata Kunci : Hasil Belajar Biologi, Cooperative Learning, STAD, Virus.
Metode Learning Tournament Untuk Meningkatkan Kreativitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas III Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SDN 17 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.336 KB)

Abstract

This research is based on fact that creativity and learning output of religion subject of students grade III in SDN 17 Batang Anai are still low. This research is aimed to improve creativity and learning output of students grade III SDN 17 Batang Anai by implementing Learning Tournament method. This is a class action research that consists of two cycles including four steps: planning, action, observation, and reflection. Data of research were obtained through observation, note, and test. Obtained data were analyzed quantitatively and qualitatively. In cycle I, percentage of student’s creativity score is 28.48%and become 78.33% in cycle II. Meanwhile, percentage of student’s learning output score in cycle I is 50.00% and become 83.33% in cycle II. Hence, it can be concluded that Learning Tournament method can improve creativity and learning output of students grade III SDN 17 Batang Anai.
MENOPAUSE DAN PENGARUHNYA DALAM KEHIDUPAN PERKAWINAN Nurlaili, Nurlaili
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 11, No 2 (2012): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.008 KB)

Abstract

Menopause occurs exactly at the end of the last menstrual cycle, but the new certainty is obtained if a woman has not experienced the cycle for at least 12 months. When the levels of estrogen and progesterone decline, the hypothalamus and the pituitary gland trying to correct it and this leads to disruption of the normal operation of other body systems, including metabolism, brain chemistry, and bone conditions. The resulting changes include changes in the physical and psychological conditions are very individual (there are experienced and some not). Common physical changes experienced by menopausal women include: skin wrinkles or loosened, urinary incontinence (urinary control disorders), heart palpitations during activity, body temperature increases abruptly, headache, and easy to forget. While the changes in psychological conditions often lead to feelings of depression, and quick to anger. In addition it is the threat of osteoporosis (bone loss), which makes easy fractures impaired calcium absorption and poses a risk of cardiovascular disorders that contribute to raise the risk of heart disease and stroke.
Optimalisasi Kualitas Kenyamanan Thermal di Ruang Kantor dan Aula Islamic Centre UIN SUSKA Riau Nurlaili, Nurlaili; Novirza, Novirza
Sosial Budaya Vol 10, No 2 (2013): Juli - Desember 2013
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.108 KB)

Abstract

Energy conservation in buildings is a serious attention in Indonesia, including as one of the focus in the Roadmap Research, Development, and Application of Science and Technology Field of New and Renewable Energy Sources from the Ministry of Research and Technology. This study aims to determine the thermal calculator PMV” provided by Luma Sense Technologies to get the value of PMV-PPD and thermal comfort employee feels comfortable with the PMV value of 0.7 (slightly warm) and PPD value of 16.89 (mean 16.89% of people feel uncomfortable in the room), but when the air conditioner off at 12.00 am, the PMV value rose to 2.76 (Hot) and PPD 96.57 (mean 96.57% of people feel uncomfortable). As for the condition of the hall with AC On the value of PMV = 1.8 (warm), PPD value of 67.89 (mean 67.89% of people feel uncomfortable), and so the AC off at 12.00 pm, the PMV value rose to 3.1 (Hot) with PPD 99, 5 (mean everyone does not feel of State Islamic University of Suska Riau at Islamic center relies heavily on the use of air conditioning, so the AC Off the thermal comfort is reduced drastically, especially in the middle of the day and hot weather during the term of the study. Based on the analysis and discussion of design concepts found most appropriate to the condition of the building with the addition of the IC is the insulation of the building, with one of the alternative types of polyurethane foam insulation is spray applied a simple and practical and appropriate for buildings that have been standing.
PERPADUAN METODE SNOWBALL THROWING DAN SIMULASI DALAM PEMBELAJARAN MATA KULIAH MENYIMAK DAN BERBICARA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PGSD SEMESTER III UNIVERSITAS ALMUSLIM BIREUEN Nurlaili, Nurlaili; Kharizmi, Muhammad
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 15, No 3 (2015): STRATEGI DAN PEMBELAJARAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.473 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada fakta bahwa kemampuan siswa dalam memahami mata pelajaran mendengarkan dan berbicara masih rendah. Untuk mengatasi maslah tersebut, penulis menggunakan metode kombinasi snowball throwing dan simulasi yang prinsisp dasarnya untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran dan pengajarn. Penelitian ini bertujuan untuk mengahasilkan pengajaran mendengarkan buku pegangan berbiacara yang menggunakan metode kombinasi snowball throwing dan simulasi. Lenih jauh lagi, penelitian ini bertujuan pula untuk mengetahui dan menganalisa (1) pola desain dari pengajaran  mendengarkan dan berbicara dan pembelajaran dengan menggunakan metode kombinasi snowball throwing dan simulasi, (2) proses belajar mengajar mendengarkan dan proses belajar mengajar berbicara dengan kombinasi metode snowball throwing dan simulasi, dan (3) keefektifan belajar mengajar mendengarkan dan berbicara pada kemapuan mahasiswa PGSD tahun ke 2 dalam memahamim pelajaran. Penelitian ini adalah percobaan quasi dengan menggunakan ketidaksamaan dari pola kelompok kontrol. Pada pola ini, dua kelompok diberikan pre-tes untuk mengetahui jika jika ada perbedaan diantara kelas percobaan dan kelas control.setelah diberikan laporan terhadap kelompok tersebut, pos-tes akan dilakukan untuk mengetahui peningkatan setiap grup.  Beberapa instrument yang digunakan dalam penelitian ini anatara lain observasi dan pendapat siswa. Data dianalisa dengan menggunakan t – tes. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa belajar mengajar mendengarkan dan berbicara dengan menggunakan metode kombinasi dari snowball throwing dan simulasi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam pelajaran. Kondisi ini dapat terlihat dalam hasil dari t-tes. (ujian t). hasilnya menunjukan kepada kita bahwa pemahaman dari kelompok percobaan naik dengan baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. berdasarkan hasil, metode kombinasi dari snowball throwing (Melemparkan bola salju) dengan simulasi dapat digunakan sebagai alternative model dalam pengajaran membaca di sebuah universitas
Analisis Keterampilan Dasar Mengajar Guru Dalam Perspektif Guru Pamong Pada Mahasiswa Prodi PGMI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang Nurlaili, Nurlaili
JIP Vol 4 No 1 (2018): JIP:Jurnal Ilmiah PGMI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.218 KB)

Abstract

Praktik Pengalaman Lapangan Kependidikan II merupakan pengalaman mengajar bagi mahasiswa sebagai gambaran akan tugas-tugas guru secara praktis agar mahasiswa memperoleh bimbingan mengenai kependidikan. Guru yang profesional adalah guru yang memiliki seperangkat kompetensi (pengetahuan, keterampilan, dan perilaku) meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan kompetensi profesional. Oleh karena itu, PPLK merupakan pengalaman penting dalam menunjang pencapaian keterampilan mahasiswa  sebagai seorang guru yang profesional. Permsalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana keterampian dasar mengajar mahasiwa PGMI dalam perspektif pamong, sedangkan tujuannya untuk mengetahui keterampilan dasar mengajar mahasiwa Prodi PGMI pada PPLK II dalam persepsi guru pamong. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif karena penulis memaparkankan secara faktual dan objektif mengenai keterampilan mengajar mahasiswa berdasarkan hasil wawancara dengan guru (pamong), observasi, dan dokumentasi. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data lebih mendalam, kredibel dan  bermakna sehingga tujuan penelitian dapat dicapai. Lokasi penelitian adalah Madrasah Ibtidaiyah se-Kota Palembang. Kesimpulan keterampilan terkategori cukup baik, yaitu keterampilan membuka dan  menutup pelajaran serta keterampilan  menjelaskan, sedangkan tergolong baik, yaitu keterampilan bertanya, memberi penguatan, dan   mengadakan variasi.
PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK Nurlaili, Nurlaili
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 10, No 1 (2011): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.331 KB)

Abstract

Basicly, the teaching of sex education for the child is the same as giving immunisation to him/her. The child who has got the sex education expected will has a high self control and impenetrability to the virus attack of sex unrighteous, for example pornography, deviation, or sex abused, so that the child is not easy to infects by irresponsible sex. The Sex education for the child conducted step by step as according to his/her age. Instruction of sex is conducted squarely, easy going, and does not with negative enragement to the problem of sex. Parents have to develop sportive communications, so that the child will has a emotional openness toward parents, growing up the child trust toward parents, The problems of sex are not only a problem of intimate relationship, but many problems are there, either biological, psychological, and social. In Islam, the sex education is a part of the integration of aqidah, moral, and religious education.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA YANG DIBERIKAN METODE TEAM TEACHING DENGAN YANG TIDAK DIBERIKAN METODE TEAM TEACHING (KONVENSIONAL) (Studi Eksperimen Siswa Kelas X MA Fatahillah Lohbener Kab. Indramayu) Persada, Alif Ringga; nurlaili, nurlaili
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.775 KB)

Abstract

Proses pembelajaran pada pelajaran matematika biasanya didominasi oleh guru (teacher centered) dengan metode konvensional. Dari hasil observasi di MA Fatahillah Lohbener,dalam pembelajarannya siswa merasa jenuh/bosen, tidak termotivasi, malas berfikir dankesulitan memahami materi yang disampaikan oleh guru. Salah satu upaya untukmengatasinya yaitu dengan metode team teaching. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui hasil belajar siswa yang diberikan metode team teaching, untuk mengetahuihasil belajar siswa yang tidak diberikan metode team teaching, untuk mengetahui perbedaanhasil belajar siswa yang diberikan metode team teaching dengan yang tidak diberikanmetode team teaching (konvensional) dalam pembelajaran matematika di kelas X MAFatahillah Lohbener. Penentuan metode pengajaran secara tepat dan disesuaikan dengan materi memungkinkansiswa untuk belajar lebih baik. Metode team teaching sebagai alat bantu dalampembelajaran matematika yang membuat siswa menjadi aktif dan memotivasi siswa dalambelajar.Berdasarkan hasil penelitian sebagai berikut: hasil belajar matematika siswa yang diberikanmetode team teaching menunjukan kategori baik dengan skor rata-rata eksperimen yaitusebesar 77,33. Hasil belajar matematika yang tidak diberikan metode team teachingmenunjukan kategori cukup dengan skor rata-rata hasil kontrol yaitu 63,33. Sedangkananalisis uji hipotesis diperoleh dengan df = 58 ttabel (2,002), thitung (6,879) sehingga thitung > ttabel atau 6,879 > 2,002 dengan nilai sig.(2-tailed) 0,000 < 0,05 maka Ho ditolakdan Ha diterima artinya terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yangdiberikan metode team teaching dengan yang tidak diberikan metode team teaching.Kata Kunci: Team Teaching, Konvensional
Ragam Bahasa Aceh Masyarakat Nelayan Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya Nurlaili, Nurlaili
Master Bahasa Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Master Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.145 KB)

Abstract

Penelitian ini didasarkan oleh adanya fenomena bahasa Aceh yang digunakan oleh sekelompok masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana ragam bahasa Aceh yang digunakan oleh para nelayan di pantai Meureudu Kabupaten Pidie Jaya? Tujuan penelitian untuk Mendeskripsikan ragam bahasa Aceh yang digunakan oleh para nelayan pantai Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa ragam bahasa Aceh yang terdapat pada masyarakat tutur yang berprofesi sebagai nelayan meliputi variasi bahasa ragam usaha, variasi bahasa ragam akrab, dan variasi bahasa ragam santai. Selain itu, karakteristik bahasa Aceh pada masyrakat nelayan meliputi tiga aspek kosakata yaitu kata kerja, kata benda, dan kata sifat. Pada kata kerja diperoleh ragam bahasa seperti kata meubhoi dan laboh. Pada kata sifat, ragam bahasa ditandai dengan penggunaan kata seperti puteh. Selanjutnya, ragam bahasa masyarakat nelayan juga ditandai penggunaan kata-kata seperti aneuk itek, aset, rawe, sotong, beureuneh, pawang, that luah engkot, saoh, tukang bate ame-ame, tong rensip, boh pisang, kawe bhom, kawe bhom, dan kawe limbang. Keseluruhan bentuk-bentuk tersebut merupakan penanda bahwa bahasa Aceh yang digunakan oleh masyarakat nelayan di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidi Jaya memiliki ragam tersendiri ketika berkomunikasi, khususnya ketika berkomunikasi dengan sesama anggota masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dan ragam tersebut juga dapat diketahui ketika berkomunikasi dalam konteks atau situasi tutur tertentu.