Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Teknologi

Kajian Awal Biokonversi Buah Berenuk (Crescentia cujete L.) Menjadi Bioetanol Melalui Hidrolisis Asam Dan Fermentasi Alkoholik Nurkholis, Nurkholis; Afifah, Nur Rahmah; Nealma, Samuyus
Jurnal Teknologi Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.182 KB)

Abstract

Buah berenuk (crescentia cujete) merupakan tumbuhan non pangan yang berpotensi sebagai bahan baku bioetanol, karena kandungan karbohidrat dan turunan pada dagingnya cukup tinggi. Kandungan karbohidrat pada daging buah berenuk diubah menjadi gula sederhana melalui tahap hidrolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi dan konsentrasi ragi terhadap kadar bioetanol yang dihasilkan. Konversi daging buah berenuk menjadi bioetanol dapat dilakukan dengan fermentasi menggunakan ragi roti (saccharomyces cereviceae), dengan variasi waktu fermentasi 5, 7 dan 9 hari serta konsentrasi ragi 1%, 3%, dan 5% (w/ v). Hasil penelitian menunjukkan kadar bioetanol tertinggi dihasilkan pada waktu fermentasi 9 hari dan konsentrasi ragi 1% yaitu 7,33%.
Sifat-Sifat Pembakaran Bioetanol Gel Dari Buah Berenuk (Crescentia Cujete L.) Nurkholis, Nurkholis; Fajar, Abdul; Rohman, Sopyan Ali
Jurnal Teknologi Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.747 KB) | DOI: 10.31479/jtek.v7i1.32

Abstract

Salah satu sumber bahan bakar nabati yang berpotensi misalnya adalah buah berenuk (crescentia cujete L.), karena mempunyai kandungan karbohidrat yang cukup tinggi yaitu 15,56% (wet basis) dan 68,13% (dry basis). Bioetanol cair dapat diubah menjadi gel dengan penambahan pengental yang mempunyai nilai ekonomis, misalnya carboxymethyl cellulose (CMC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat pembakaran gel etanol dari buah berenuk (crescentia cujete L.) menggunakan bahan pengental CMC yang dihasilkan, seperti: nilai kalor, dan uji pembakaran (laju pembakaran, nyala api dan residu hasil pembakaran), sehingga dapat diketahui formulasi terbaik untuk menghasilkan gel etanol. Pembuatan gel bioetanol dilakukan proses gelasi yaitu dengan mencampurkan bahan pengental CMC sebanyak 1, 2, dan 3 gram dengan 20 mL akuades, dan bioetanol cair sebanyak 100 g sedikit demi sedikit dengan pengadukan menggunakan magnetic stirrer selama 15 menit dengan kecepatan 600 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat-sifat pembakaran terbaik adalah pada variasi berat (CMC) sebesar 3 gram dengan nilai kalor sebesar 2.334 kal/ gram, laju pembakaran 0,0369 gram/ detik dan residu pembakaran berkisar antara 45-47%.