Denny Nurkertamanda
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik,Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H – Semarang 50239

Published : 41 Documents
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : Industrial Engineering Online Journal

PENERAPAN BAMBOO BENT LAMINATION PADA PEMBUATAN KURSI DENGAN METODE TOHNET AS, Cintantya Anindita; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Industrial Engineering Online Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya isu-isu dunia mengenai global warming serta sustainable production, tengah mempengaruhi para designer furnitur untuk berlomba-lomba menciptakan produk inovatif yakni menciptakan produk dengan memanfaatkan bahan-bahan terbarukan, yaitu dengan menggunakan material bambu. Namun pengetahuan akan cara pengolahan bambu untuk dapat dimanfaatkan sebagai produk masih terbilang kurang, khususnya di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah trial and error dengan menerapkan metode Tohnet, yaitu dengan menganalisis langkah-langkah, alat dan bahan yang tepat untuk diterapkan dalam bamboo bent lamination pada pembuatan kursi. Langkah awal dalam penelitian ini adalah merancang desain kursi yang memiliki kelengkungan yang berbeda-beda sebagai batasan penelitian itu sendiri. Perancangan desain kursi menggunakan software Solidworks. Selanjutnya melakukan proses pembuatan kursi dengan menerapkan metode Tohnet terebut yang dibagi menjadi 3 bagian yakni, sandaran, kaki bagian atas, dan kaki bagian bawah. Setelah prototype kursi jadi dilakukan pengujian untuk mengetahui kekuatan dari kursi tersebut. Hasil penelitian bamboo bent lamination yang menerapkan metode Tohnet ini diantaranya memiliki keuntungan, yakni proses bending dan laminasi dapat dilakukan bersamaan dengan lama pencekaman bagian sandaran sekitar 4 jam dan bagian kaki sekitar 2 jam karena tingkat kelengkungan yang berbeda, memberikan keuletan terhadap material sehingga dapat meminimalisasi kerusakan material pada saat proses bending dilakukan, hasil kursi yang melalui proses bamboo bent lamination ini mampu menahan beban statis 110 kg dan dinamis 70 kg yang memenuhi standar uji SNI. Namun, terdapat kelemahan dari bent lamination ini yakni biaya produksi yang cenderung mahal dan proses yang cukup lama, serta tingkat keberhasilan yang rendah terjadi pada radius 80,5 mm.
PERANCANGAN KURSI BAMBU LAMINASI DENGAN KONSEP DFE (DESIGN FOR ENVIRONMENT) MENUJU SUSTAINABLE PRODUCT Sinaga, Rian; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Industrial Engineering Online Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan jaman selalu diiringi dengan perkembangan peningkatan pengetahuan manusia sendiri. Salah satu contoh seperti desain produk mempunyai karakteristik dimana selalu berusaha menciptakan kreasi sesuatu, baik alat atau benda lainnya untuk membantu kehidupan mereka. Memungkinkan juga dengan desain suatu perlengkapan rumah yang terbuat dari bahan lokal yang terbarukan dengan cepat misalnya pandan, eceng gondok, dan bambu membantu mengurangi transportasi, membantu masyarakat dan meningkatkan keberlanjutan suatu produk secara keseluruhan. Perumusan masalah jelas membicarakan pengunaan kayu meningkat, tetapi sumber alam semakin lama semakin menipis, karena penebangan kayu liar dihutan dan juga masa tumbuh dari jenis kayu tersebut sangatlah lama. Untuk itu penelitian ini memiliki tujuan perancangan kursi laminasi bambu menggunakan konsep dari peduli lingkungan atau Design for Environment. Metode perancangan yang digunakan adalah Pahl Beitz, mengingat sebuah desain tidak ada langkah-langkah yang harus di definisikan maka dalam penggunaan di modifikasi sesuai dengan hasil yang ingin dicapai dalam penelitian untuk desain kursi bambu lamina. Langkah ini dimulai dari Konseptual desain, Perancangan bentuk dan Desain Detail. Hasil penelitian ini berupa perancangan produk kursi laminasi bambu dengan konsep Design for Environment sehingga dari rancangan kursi bambu tersebut menciptakan Sustainable Production karena mendefinisikan material bambu dapat menggantikan bahan dasar penggunaan kayu menjadi sebuah produk yaitu kursi laminasi bambu.
OPTIMASI PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROGRAM LINIER (Studi Kasus CV Piranti Works Temanggung) putra, Farid Prawira; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Industrial Engineering Online Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada CV Piranti works ditemukan permasalahan yaitu perusahaan belum dapat merealisasikan rencana produksi yang optimal. Produksi yang dilakukan hanya berdasarkan permintaan tanpa mempertimbangkan kapasitas produksi. Hal itu dapat mempengaruhi perusahaan dalam menentukan bauran jumlah produksi yang menentukan keuntungan optimal perusahaan. Oleh karena itu penelitian membahas optimasi penentuan jumlah produksi dengan metode program linier. Diharapkan dengan metode tersebut dapat mengatasi permasalahan yang ada.   From the observation that was done on CV Piranti Works, the problem indicated that the company had not been able to make an optimal production plan. The company only produce based on demand without considering its production capacity. Consequently it affected the company to determine production amount of each product type and it influenced the companay to get optimum benefit. Therefore, reaserch discussed optimization of production amount using linear programming. Hopefully with this method the company will able to solve the problem.
ANALISA PENYEBAB KERUSAKAN PADA SPROCKET VOEDING ROLL DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) Herwindo, Arif Bayu; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Industrial Engineering Online Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Madu Baru PG.Madukismo  merupakan pabrik gula di propinsi DIY. Dari hasil studi pendahuluan Kegagalan proses produksi, Kerusakan yang paling sering terjadi adalah pada bagian unit gilingan  sproket voeding roll. Dalam proses penggilingan sproket voiding roll merupakan as rol tebu yang prinsip kerjanya ikut berputar sesuai dengan putaran mesin untuk untuk memeras atau mengeluarkan nira sebanyak mungkin dari sel-sel tebu. Roll-roll karet yang selama ini digunakan pada sproket voeding roll merupakan roll-roll karet yang sudah pernah mengalami kerusakan. Penyebab kerusakan yang terjadi pada sprocket voeding roll karena kurang memperhatikan kondisi dan kualitas roll karet yang di gunakan pada ruber tube sehingga menyebabkan putaran roll mesin mati. Maka untuk meminimalkan masalah yang terjadi,  dilakukan analisa akar permasalahan dengan menggunakan metode RCA (Root Cause Analysis) Pada tahap ini dilakukan identifikasi root cause dengan mengunakan Causal Factor Charting dan Root cause Map. Causal factor charting merupakan sebuah struktur untuk mengorganisasikan dan menganalisa informasi yang dikumpulkan selama tahap investigasi dan identifikasi. Causal factor chart adalah diagram sederhana yang berisi tentang pemikiran logis yang menggambarkan kejadian yang dihubungkan dengan garis ke atas dan kondisi yang terjadi selama kejadian itu. Setelah semua causal factor berhasil diidentifikasi, investigator mulai mengidentifikasi root cause. Tahap ini menggunakan diagram keputusan yang dinamakan Root Cause Map yang digunakan untuk mengidentifikasi penyebab-penyebab yang terjadi untuk setiap causal factor. cara dan Analisis Faktor kausal terdiri dari identifikasi serangkaian tugas atau tindakan dalam urutan waktu, serta kondisi lingkungan tugas yang mengarah ke suatu kejadian insiden cara yang dihasilkan dan grafik Faktor kausal memberikan representasi grafis dari hubungan peristiwa dan faktor-faktor kausal. Untuk membuat suatu rekomendasi perawatan mesin pada stasiun gilingan Perlunya penyusunan suatu  checklist untuk melakukan pengontrolan terhadap roll-roll yang selama ini digunakan. Karet yang digunakan pada rubber tube selama ini menggunakan karet yang sudah rusak yaitu karet yang sudah mengalami kebocoran, Sebaiknya perusahaan menggunakan karet baru yang memiliki daya tahan lebih baik. Selain itu, perlunya dilakukan pemeliharaan pada rubber tube setelah digunakan, Peningkatan terhadap pengawasan dan pengecekan program maintenance pada mesin ini ABSTRAK PT. Madu Baru PG.Madukismo a sugar mill in the province of Yogyakarta. From the results of a preliminary study of the production process station failure sugarcane mill that occurred due to several factors that affect engine damage. The most common damage is on the sprocket units voeding roll mill. In the process of voiding sprocket grinding roll is a roll of sugar cane as a principle of work involved in accordance with the rotary engine spinning to to squeeze as much as possible or remove sap from sugar cane cells. Roll-roll rubber which has been used on the sprocket voeding roll-roll is a roll of rubber that had been damaged. Causes damage to the sprocket voeding roll due to lack of attention to the condition and quality of rubber roll that is in use at ruber tube, causing the engine to die round roll. So to minimize the problems that occur, the root cause analysis performed using the RCA (Root CauseAnalysis) At this stage to identify the root cause by using Causal Factor Charting and Root Cause Map. Causal factor charting is a structure for organizing and analyzing information gathered during the investigation and identification. Causal factor chart is a simple diagram that contains the logical thinking that describes the events connected with the line up and the conditions that occurred during the incident. After all the causal factors were identified, investigators began to identify the root cause. This stage uses decision diagrams called Root Cause Map that is used to identify the causes that occur for each causal factor. ways and causal factor analysis consists of identifying a series of tasks or actions in the order of time, task and environmental conditions that lead to an incident scene and how the resulting causal factor charts provide a graphical representation of therelationshipsofeventsandcausalfactors. To make a recommendation engine maintenance on the station mill Need for preparation of a checklist for controlling the roll-roll which has been used. Rubber used in rubber using the rubber tube has been damaged the rubber that has been leaking, the company should use a new rubber that has a better durability. In addition, the need to do maintenance on the rubber tube after use, improvement of supervision and checking of maintenance programs Of Thismachine.
ANALISIS KEGAGALAN PROSES POTONG PADA PRODUKSI BOX SPEAKER AKTIF MENGGUNAKAN ROOT CAUSES ANALYSIS (RCA) ( Studi Kasus di Arofah Elektronik Kudus (PROFOTEX) Faris, Ikhwan; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Industrial Engineering Online Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arofah Elektronik Kudus (PROFOTEX) merupakan salah satu perusahaan elektronik yang ada dikota Kudus. Dari hasil studi pendahuluan, kualitas hasil produksi belum sesuai dengan target internal perusahaan. Adanya cacat yang terjadi terutama cacat potong menyebabkan prosentase kategori kualitas repair dari hasil produksi box speaker aktif/bulan saat ini sebesar 11%, tidak sesuai target yang diharapkan yaitu 5%. Pada penelitian ini dilakukan analisis akar penyebab (Root Causes Analysis/RCA) kegagalan proses sanding yang menyebabkan cacat sanding. Fault Tree Analysis digunakan untuk menggambarkan rangkaian faktor penyebab kegagalan sehingga didapatkan kejadian dasar yang merupakan akar penyebab  kegagalan. Dari akar penyebab tersebut digunakan Barrier Analysis untuk melihat seberapa efektif batasan-batasan pelaksanaan proses potong yang ada saat ini. Rekomendasi tindakan perbaikan diambil berdasar analisis batasan tersebut untuk mencegah kegagalan berulang.Berdasar analisis, kategori penyebab kegagalan proses sanding yang paling dominan adalah perawatan aspek fisik (maintenance). Diperlukan perbaikan checklist perawatan mesin potong untuk menyesuaikan jenis – jenis tindakan perawatan dengan permasalahan cacat potong yang terjadi di lapanganABSTRAK Arofah Electronic kudus (PROFOTEX) is one of the existing electronics companies of the Kudus city. From the results of preliminary studies, the quality of the products have not been in accordance with the companys internal targets. Of a defect that occurs primarily defective pieces caused the percentage of repair categories quality of the output active speaker box / month currently at 11%, does not match the expected target of 5%. In this study the root cause analysis (Root Causes Analysis / RCA) process failures that cause defects sanding sanding. Fault Tree Analysis is used to describe a series of reasons of failure so we get the basic event that is the root cause of failure. From the root causes of the use Barrier Analysis to see how effective the limitations of existing pieces of the implementation process at this time. Recommended corrective actions taken based on the analysis of these limits to prevent repeated failures. Based on the analysis, the category of cause of the failure process of sanding the most dominant is the physical aspect of care (maintenance). Necessary repair maintenance checklist to customize the types of cutting machines - the kind of care measures by cutting disability issues in the field.  
PEMILIHAN PARAMETER PENGAWETAN BAMBU APUS MENGGUNAKAN LARUTAN GARAM UNTUK MENCAPAI PRODUKSI BERKELANJUTAN DENGAN METODE DESAIN EKSPERIMEN FAKTORIAL Widiani, Melinda; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Industrial Engineering Online Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksploitasi hutan sebagai bahan baku furnitur semakin mengkhawatirkan. Penebangan hutan yang tidak bertanggung jawab dan semakin langkanya hutan kayu membangkitkan kepedulian masyarakat akan penggunaan bahan baku yang bersifat berkelanjutan. Salah satu bahan yang berpotensi untuk menggantikan kayu adalah bambu. Bambu merupakan hasil alam non-hutan yang dapat tumbuh dengan cepat dan dapat diuraikan secara alami. Namun kelemahan bambu adalah tingkat keawetan yang rendah. Bambu rentan terhadap serangan kumbang bubuk dan rayap. Bambu tanpa pengawetan hanya dapat bertahan 1 – 3 tahun saja. Metode pengawetan yang paling sering digunakan adalah metode tekanan dengan menggunakan bahan kimia boraks. Penggunaan bahan kimia boraks sangat membahayakan kesehatan manusia dan dapat merusak lingkungan karena memiliki sifat racun. Oleh sebab itu perlu dicari bahan pengawet yang lebih alami dan bersifat berkelanjutan, yaitu larutan garam. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari kombinasi terbaik dari konsentrasi bahan pengawet dan lama waktu pengawetan dengan metode rendaman. Model penelitian dilakukan dengan metode desain eksperimen faktorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi larutan garam dan lama perendaman. Konsentrasi yang digunakan adalah 15%, 25%, dan 35%. Sedangkan lama perendaman adalah 1 hari, 3 hari, dan 7 hari. Hasil penelitian keawetan bambu terhadap serangan rayap dilakukan dengan mengukur presentase pengurangan berat bambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat bambu berkurang secara signifikan pada kombinasi 15% dan 1 hari. Pengawetan paling efektif adalah penggunaan konsentrasi 35% dengan lama perendaman 3 hari.
ALTERNATIF PEREKAT ALAMI PADA PRODUKSI BAMBU LAMINASI DENGAN METODE VALUE ENGINEERING DALAM USAHA MENUJU SUSTAINABLE PRODUCTION Ratri, Dita Wahyuning; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Industrial Engineering Online Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah diketik dengan kertas ukuran A4 dan ditulis dengan tipe font Times New Roman ukuran 11 pt, spasi tunggal, dengan format 1 kolom. Batas margin atas 2,5 cm, kiri 3 cm, bawah 2,5 cm dan margin kanan 2,5 cm. Judul makalah dan nama penulis (tanpa gelar akademis) ditulis rata tengah pada halaman pertama dengan ukuran masing-masing 12 pt dan 11 pt.  Makalah dengan penulis lebih dari satu orang, penulis utama ditulis pada urutan pertama. Makalah diawali dengan abstrak sepanjang maksimum 200 kata dalam bahasa indonesia/inggris dalam satu paragraph. Abstrak berisi ringkasan penelitian (latar belakang, tujuan, metode dan kesimpulan hasil penelitian) bukan extended abstract. Abstrak dituliskan menggunakan huruf Times New Roman 10 pt, spasi tunggal
PERANCANGAN LOKASI DAN FASILITAS PABRIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR SUSTAINABILITY Ikhwan, Hasnul; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Industrial Engineering Online Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Barali Citra Mandiri adalah perusahaan yang bergerak dibidang produksi Meubel. Perusahaan bermaksud  membuat area pabrik baru yang memerlukan rancangan lokasi dan tata letak fasilitas produksi untuk mempertahankan proses produksi berorientasi ekspor, sambil mengembangkan  produk untuk membidik pasar lokal. Tugas akhir ini mencoba memberikan usulan rancangan lokasi dan tata letak fasilitas pabrik. Untuk memenuhi permintaan perusahaan, digunakan pertimbangan Sustainability dalam rencana lokasi dan rancangan pabrik baru. Selain itu, dalam merancang tata letak fasilitas penulis juga mengadopsi cara software terkomputerisasi ALDEP. Dari hasil perancangan, penulis merekomendasikan hasil rancangan lokasi yang paling efisien untuk transportasi barang dan  manusia. Perbedaan yang kontras terlihat pada rancangan lantai produksi baru yang terpusat di satu titik, sehingga banyak daerah yang kosong bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produksi lain. Perancangan lokasi pabrik ini juga lebih nyaman dan lebih mudah dalam proses supervisi, berbeda dengan rancangan lama yang terlalu sempit karena lantai produksi menghabiskan terlalu besar area pabrik. Faktor sustainability yang menonjol dalam perancangan ini adalah faktor sosial (people), dimana para karyawan lebih nyaman ketika bekerja di area pabrik. Sementara faktor lingkungan (planet) menghasilkan analisa kemungkinan perusahaan mampu membuat lantai produksi baru dalam memanfaatkan limbah blok kayu. Limbah ini bisa diolah kembali untuk menjadi produk yang bisa dijual di pasar ekspor ataupun pasar lokal
ANALISA PENYEBAB KEGAGALAN PROSES ANYAMAN PRODUK KARUNG PLASTIK DENGAN MENGGUNAKAN ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) (Studi Kasus di PT. Poliplas Indah Sejahtera) T, Wenny Mahadmagandhy; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Industrial Engineering Online Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Poliplas Indah Sejahtera merupakan perusahaan perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan karung plastik. Proses produksi yang terjadi meliputi proses pembuatan benang, penganyaman, pemotongan dan penjahitan, pencetakan, penyegelan, dan pengepakan. Kegagalan yang terjadi pada PT. Poliplas Indah Sejahtera secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga, yakni cacat anyaman, cacat cetakan, dan cacat potong dan jahit. Hingga saat ini, pengendalian kualitas yang dilakukan oleh perusahaan masih belum maksimal. Hal ini dapat dilihat melalui angka persentase kegagalan yang terjadi selama bulan Mei sampai Juli 2011. Secara berurutan, persentase tersebut adalah 3,35%, 3,28%, dan 3,22%. Dalam penelitian ini digunakan metode Root Cause Analysis (RCA) untuk menemukan dan mengidentifikasi akar penyebab masalah dan mengeliminasi masalah atau kejadian. Teknik yang digunakan Fault Tree Analysis dan Barrier Analysis. Dengan fokus pada akar penyebab, diharapkan masalah yang muncul dapat diminimalisasi dan mampu memberi rekomendasi tindakan pencegahan kegagalan yang kemungkinan akan muncul sebelum terjadi. Sebagian besar kegagalan yang terjadi pada proses anyaman Mesin Circular Loom yang dikelompokkan menjadi tiga, yakni cacat karung sarang laba-laba, cacat karung merampang lusi, dan cacat karung merampang skoci.  Akar penyebab kesalahan atau kegagalan pada proses anyaman karung plastik selain dari fakor sparepart mesin yang sudah melampaui batas maksimal pemakaian juga karena tidak telitinya operator maupun maintenance dalam  menjalankan atau mengoprasikan mesin pada saat setting awal mesin ketika mesin akan mulai dijalankan. Dan untuk pencegahan yang dapat dilakukan adalah Kondisi mesin harus di cek sebelum proses produksi dimulai, SOP harus ditempel di ruang produksi untuk menghindari kesalahan prosedur operasi, Mengembangkan supplier bahan baku dan raw material yang terpercaya
PEMILIHAN PARAMETER PRETREATMENT PADA PENGAWETAN BAMBU SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF MEBEL MENGGUNAKAN BAHAN ORGANIK DAUN MIMBA DENGAN METODE DESAIN EKSPERIMEN FAKTORIAL Andreina, Winda; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Industrial Engineering Online Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Bambu merupakan salah satu sumber daya alam Non-Hutan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Bambu dapat dijadikan sebagai bahan alternatif pengganti kayu untuk mengatasi kelangkaan pasokan bahan baku kayu bagi Industri perabotan. Salah satu kelemahan bahan baku bambu adalah tingkat keawetan alami yang rendah sehingga rentan terhadap organisme perusak seprti kumbang bubuk dan rayap. Pemanfaatan bahan insektisida organik daun mimba merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan keawetan bambu sebagai bahan baku produk mebel yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak daun mimba dan mendapatkan konsentrasi ekstrak yang optimal dalam pengawetan bambu. Model penelitian yang dilakukan metode desain eksperimen faktorial untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak dan lama perendaman bambu dalam proses pengawetan untuk meningkatkan keawetan bambu dari serangan organisme perusak. Daun mimba segar dicampurkan dengan air untuk menghasilkan variabel konsentrasi 100, 200, 300, 400, dan 500 gram/liter. Pada penelitian ini, bambu direndam dalam larutan konsentrasi ekstrak mimba dengan lama perendaman 30 menit dan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan berat bambu yang  signifikan terjadi pada pengawetan bambu dengan konsentrasi ekstrak mimba 20% (200 gram/liter) selama 30 menit. Pengawetan bambu yang efektif dapat dilakukan dengan konsentrasi ekstrak mimba 30% selama 30 menit.