Articles

Found 14 Documents
Search

The Effect of NaOH Concentration and Length of Transesterification Time on Characteristic of FAME from Reutealis trisperma (Kemiri Sunan) Nurjanah, Sarifah; Septiani Lestari, Dwi; Widyasanti, Asri; Zain, Sudaryanto
International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.514 KB) | DOI: 10.18517/ijaseit.5.1.483

Abstract

Biodiesel (FAME) is biofuel as a result from conversion process of triglycerides (oil) into FAME (Fatty Acid Methyl Esther).  Reutelis trisperma (Kemiri Sunan) is one of the plant that contains triglycerides, which is inedible oil due to its high poisonous component (alpha oleostearic acid), therefore this plant can be used as the nature source of biodiesel production.  The research aimed to study the effect of NaOH concentration and length of transesterification time on the yield and FAME characteristic.  The experiment was arranged in Completely Randomized Design with two replicated.  The result indicated that 0.75% NaOH in two hours transesterification  produce the highest yield of FAME with density 0.8703 g/cm3, kinematic viscosity 5.325 cSt, acid value 0.552 mg KOH/g and iodine value 46.6972 g I2/g.
KAJIAN EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI BUNGA MELATI (Jasminum sambac) DENGAN METODE ENFLEURASI Nurjanah, Sarifah; Sulistiani, Isti; Widyasanti, Asri; Zain, Sudaryanto
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.159 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijeo.2016.001.01.02

Abstract

Bunga melati merupakan bunga yang banyak dimanfaatkan sebagai sumber wewangian sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku minyak atsiri.  Penelitian ini bertujuan mengkaji ekstraksi minyak bunga melati menggunakan metode enfluerasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap  (lima kali ulangan).  Perbandingan penggunakan shortening dan butter adalah 100% shortening, 30%:70%, 50%:50%, 70%:30% dan 100% butter.  Hasil penelitian menunjukkan rendemen terendah didapatkan dari ekstraksi menggunakan 100% butter dan rendemen tertinggi dengan 100% shortening. Ekstraksi dengan shortening 100% menghasilkan minyak dengan aroma paling wangi.  Nilai parameter h (hue) untuk pengujian warna menunjukkan bahwa semua perlakuan mempunyai nilai h lebih dari 90o.  Bobot jenis tertinggi adalah minyak yang diekstrak dengan 100% butter.  Indeks bias minyak berkisar antara 1,447-1,458.  Bilangan asam minyak tertinggi terdapat pada minyak yang diekstrak dengan 100% butter dan terendah terdapat pada minyak yang diekstrak dengan 100% shortening. Bilangan ester terendah terdapat pada minyak yang diekstrak dengan 100% butter dan tertinggi terdapat pada minyak yang diekstrak dengan 100% shortening. Semua minyak larut dalam alkohol dengan perbandingan antara minyak dengan alkohol 95% adalah 1:1.   Kadar sisa pelarut minyak berkisar antara 2,18-4,58%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa absorben shortening menghasilkan minyak melati yang lebih baik dibandingkan minyak yang diekstrak dengan absorben butter.
Kajian Imbangan Bunga dengan Adsorben terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Bunga Kamboja (Plumeria obtusa) dengan Metode Enfleurasi Nurjanah, Sarifah; Zain, Sudaryanto; Komalasari, Ema
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.616 KB)

Abstract

Bunga kamboja mengandung minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai bahan pembuat parfum karena wanginya yang khas. Minyak atsiri tersebut dapat diekstrak dengan metode enfleurasi yang menggunakan absorben lemak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh imbangan jumlah bunga dan absorben yang digunakan terhadap rendemen dan mutu minyak atsiri yang dihasilkan.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium dengan analisis deskriptif dengan 3 kali pengulangan. Perlakuan jumlah imbangan bunga terdiri dari 6 taraf yaitu 525 g, 700 g, 875 g, 1050 g, 1225 g, dan 1400 g dengan imbangan adsorben sebesar 500 g.  Hasil penelitian menunjukkan perolehan rendemen minyak bunga kamboja yang berbeda untuk setiap perlakuan jumlah  imbangan bunga. Jumlah imbangan bunga dengan rendemen tertinggi adalah pada perlakuan 525 g bunga dengan rerata rendemen sebesar 1,033%. Warna minyak bunga kamboja yang dihasilkan berwarna kuning keemasan dengan kekentalan minyak sebesar 156 mPas-1672 mPas, rerata bobot jenis  0,927-0,930 g/ml, dan rerata indeks bias minyak bunga 1,447-1,459. Minyak bunga larut dalam alkohol 95% dengan nilai bilangan asam 17,322 dan bilangan ester minyak sebesar 98,598.
Pembuatan Sabun Mandi Cair Berbasis Minyak Kelapa Murni (VCO) dengan Penambahan Minyak Biji Kelor (Moringa oleifera Lam) Widyasanti, Asri; Qurratu’ain, Yona; Nurjanah, Sarifah
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.389 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n2.14691

Abstract

Sabun mandi cair merupakan saponifikasi antara minyak dan garam alkali. Minyak kelapa murni (VCO) diketahui baik dalam penyabunan karena mengandung asam laurat yang memiliki daya bersih dan berfungsi sebagai antimikroba. Minyak kelor memiliki kandungan asam oleat yang juga berfungsi sebagai pelembab dan antioksidan. Sehingga pencampuran kedua minyak tersebut sesuai untuk dijadikan bahan baku sabun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi terbaik sabun mandi cair berbasis VCO dengan variasi konsentrasi minyak biji kelor. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan perlakuan penambahan minyak kelor A= 0% (b/b), B= 10% (b/b), C= 15% (b/b), D= 20% (b/b) dalam total minyak 100 mL sebanyak tiga kali ulangan. Parameter yang diamati adalah sifat fisikokimia sabun berdasarkan SNI Sabun Mandi Cair 06-4085-1996 meliputi nilai pH, alkali bebas, stabilitas busa, bobot jenis, dan angka lempeng total. Sedangkan uji organoleptik meliputi aroma, kekentalan, banyak busa, warna, kesan pemakaian dan reaksi gatal. Hasil terbaik pada uji sifat fisikokimia ditunjukkan oleh perlakuan C (dengan nilai bobot 3,57) dengan nilai pH 9,79, kadar alkali bebas 0,0139%,  stabilitas busa 30,12%, bobot jenis 1,049 dan angka lempeng total 0,28 × 105 (koloni/g). Sedangkan hasil terbaik pada uji organoleptik ditunjukkan oleh A (dengan nilai bobot 3,49).
Pengaruh Konsentrasi Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil) dan Minyak Jarak (Castor Oil) terhadap Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Sabun Mandi Cair Widyasanti, Asri; Junita, Shayana; Nurjanah, Sarifah
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 9, No 1 (2017): Vol.(9) No.1, April 2017
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.796 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v9i1.6383

Abstract

VCO contains of lauric acid that perform to smooth and to moisturize the skin. Castor oil has ricinoleic acid that serves to protect the skin. Therefore, both of the oil are suitable to be the raw material for liquid soap making. This study aimed were to produce a liquid soap, to determine the exact concentration of VCO and castor oil for liquid soap and to find out the effect of VCO and Castor Oil concentrations to the characteristics of liquid soap. The method used was laboratory experimental method with descriptive analysis. The treatments in this study were A =concentrations of VCO 100 %, B = concentrations of VCO 80 % and castor oil 20 %, C = concentrations of VCO 50 % and castor oil 50 %, D = concentrations of VCO 20 % and castor oil 80 %, and E = concentrations of castor oil 100 %,  from 200 gram soap base. The parameter observed for liquid soap included chemical properties, physical properties of soap, and organoleptic test. The result shows that all treatments complies the requirement SNI 06-4085-1996. The formula of liquid soap with treatment B was revealed as the best product with 0.01 % of total alkali content, pH value of 9.16 , specific gravity 1.06, and total plate count 5colonies/g. This technology process of natural liquid soap production with the VCO and castor oil could be develop and apply in industrial scale.
ANALISIS KINERJA DAN KELAYAKAN FINANSIAL MESIN PENGUPAS KENTANG TIPE SILINDER ABRASIVE (Performance and Financial Feasibility of Potato Peeler Abrasive Cylinder Type) Thoriq, Ahmad; Sampurno, Rizky Mulya; Nurjanah, Sarifah
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jrpb.v6i1.75

Abstract

In producing potato chips mechanically there are two machines that play an important role, i.e. peeler and slicer potato. As a basis in production planning, it is necessary to test the performance of the machines of both units of the machine. The performance of potato slicing machine has been done in the previous research with the slicing capacity reaching 71.160 kg/hour. This study aims to test the performance and financial feasibility of potato peelers. Performance testing of potato peeler begins with the preparation of sweet potato, sorting the shape and size, and weighing. Some parameters measured during the test process consist of: power, effective capacity, weight loss, potato cleanliness, and stripping efficiency. Some of the parameters calculated on the financial feasibility analysis include: HPP, NPV, BCR, PBP and IRR. The result showed that peeling capacity was 396,73 watt, with peeling machine capacity 90.33 kg/hour, stripping efficiency 88.32%, for 2 minute stripping happened weight reduction 11.68% from initial weight 3.06 kg, with a cleanliness level that reaches 100% for potatoes round and 90% for ovalshaped potatoes. In the production capacity of potato peeled 6382,36 kg/month, the cost of production achieved Rp 12,149/kg. When peeled potatoes are sold at market price of Rp 18,000/kg, we get NPV of Rp 1,538,996,547/year, BCR of 1.42, IRR of 33.48% and capital returns in the sixth month. Keywords: machine performance, financial feasibility, peeled potato, potato peeler, sweet potato   ABSTRAK Terdapat dua mesin yang berperan penting pada produksi keripik kentang secara mekanis yaitu mesin pengupas dan mesin pengiris kentang. Sebagai dasar dalam perencanaan produksi, perlu dilakukan uji kinerja mesin kedua unit mesin tersebut.  Kinerja mesin pengiris kentang telah dilakukan pada penelitian sebelumnya dengan kapasitas pengirisan yang mencapai  71,160 kg/jam. Penelitian ini bertujuan melakukan uji kinerja dan kelayakan finansial mesin pengupas kentang. Pengujian kinerja mesin pengupas kentang dimulai dengan penyiapan ubi kentang, sortasi berdasarkan bentuk dan ukuran, dan penimbangan. Beberapa parameter yang diukur selama proses pengujian terdiri atas : daya, kapasitas efektif, kehilangan bobot, tingkat kebersihan kentang, dan efesiensi pengupasan.  Beberapa parameter yang dihitung pada analisis kelayakan finansial antara lain : HPP, NPV, BCR, PBP dan IRR. Hasil penelitian menunjukkan besarnya daya pengupasan sebesar 396,73 watt, dengan kapasitas mesin pengupas sebesar 90,33 kg/jam, efesiensi pengupasan 88,32%, selama 2 menit pengupasan terjadi pengurangan bobot sebesar 11,68 % dari berat awal 3,06 kg, dengan tingkat kebersihan yang mencapai 100% untuk kentang berbentuk bulat dan 90% untuk kentang berbentuk lonjong. Pada kapasitas produksi kentang kupas 6382,36 kg/bulan, harga pokok produksi sebesar Rp. 12.149 /kg.  Bila kentang kupas dijual dengan harga pasar Rp.18.000/kg maka didapatkan NPV sebesar Rp.1.538.996.547/tahun, BCR sebesar 1,42, IRR sebesar 33,48% dan modal akan kembali pada bulan keenam.  Kata kunci: kinerja mesin, kelayakan finansial, kentang kupas, mesin pengupas, ubi kentang  
PENGARUH PENAMBAHAN MALTODEKSTRIN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA BUBUK TOMAT HASIL PENGERINGAN PEMBUSAAN (FOAM MAT DRYING) Widyasanti, Asri; Septianti, Nur Alifa; Nurjanah, Sarifah
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 22, No 1 (2018): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.706 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2018.22.1.456

Abstract

Tomat termasuk komoditas tanaman yang banyak dijumpai di Indonesia, namun memiliki nilai ekonomiyang rendah dan mudah rusak. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah denganmengolah tomat menjadi berbagai produk olahan salah satunya adalah pembuatan bubuk tomat. Pembuatan bubuksuatu bahan dapat dilakukan dengan metode pengeringan pembusaan. Penelitian bertujuan untuk mengetahuipengaruh penambahan maltodekstrin sebagai bahan pengisi terhadap karakteristik fisikokimia bubuk tomat yangdihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan analisisdeskriptif. Perlakuan yang dicoba adalah penambahan maltodekstrin (10%, 15% dan 20% b/b), dengan tiga kaliulangan. Parameter yang diamati meliputi: rendemen, warna, laju pengeringan, dan karakteristik fisikokimia bubuktomat yang meliputi warna, kadar air, kadar abu, kelarutan, indeks penyerapan air, bulk density, foam density,kadar vitamin C, dan higroskopisitas. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar air awal campuran jus dan pulptomat hasil proses mixing adalah 82,68% (bb) hingga 94,9% (bb). Nilai kadar air bubuk tomat berkisar antara5,86% (bb) hingga 15,28% (bb). Pada penelitian ini hasil terbaik terdapat pada bubuk tomat dengan perlakuanpenambahan maltodekstrin 20% dengan hasil rendemen 15,29%; kadar air 5,86%; kadar abu 6,24%; foam density0,57 g/cm3; bulk density 0,77 g/cm3; kelarutan 95,23%; indeks penyerapan air 12,96%; tingkat higroskopisitas11,36%; kadar vitamin C 75,49 mg/100g. Karakteristik warna bubuk tomat pada perlakuan penambahanmaltodekstrin maupun kontrol menghasilkan warna kromatis merah.Kata kunci: bubuk tomat, maltodekstrin, pengeringan pembusaan, tomatABSTRACTTomato is one of plant commodities that easy to find in Indonesia, but it is easily damaged and has a loweconomic price. One of the alternative to solve the problem was performed by processing the fresh tomato intotomato powder. Tomato powder can made by foam mat drying method. The purpose of this study was to determinethe effect of maltodextrin addition as a filler material on physicochemical properties of tomato powder that madeby foam mat drying. This study conducted with laboratory experimental method with descriptive analysis. Therewere three repetitions that consisted of 3 treatments based on the maltodextrin addition (10%, 15% and 20% w/w).The observed parameters were total yield value, colour, drying rate, and physicochemical properties such ascolour, moisture content, ash content, solubility, water absorption index, bulk density, foam density, vitamin Ccontent, and hygroscopicity. The results showed that the average moisture content of tomato juice and pulp frommixing process was 82.68% (bb) to 94.9% (bb). The value of tomato powder water content ranges from 5.86%(bb) to 15.28% (bb). In this study, the best results were found in tomato powder with 20% maltodextrin additiontreatment with total yield of 15.29%; 5.86% moisture content; 6.24% ash content; foam density 0.57 g/cm3; bulkdensity 0.77 g/cm3; 95.23% solubility; water absorption index 12.62%; hygroscopicity 11.36%; vitamin C content75.49 mg/100g. All of maltodextrin additions and control treatments with and without maltodextrin were resultingred chromatic colour characteristic.Keywords: foam mat drying, maltodextrin, tomato, tomato powder
The Effect of Storage Temperatures on Quality of Minimally Processed Cantaloupe Melon (Cucumis melo L.) with Cassava Starch Based Edible Coating Application Widyasanti, Asri; Nurjanah, Sarifah; Wulandari, Rizika; Mardawati, Efri
Journal of Industrial and Information Technology in Agriculture Vol 1, No 2 (2017): DECEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.292 KB) | DOI: 10.24198/jiita.v1i2.12954

Abstract

Minimally processed Cantaloupe melon has a short life because it contains high water content which is speeding up the process of spoilage. The objectives of the research were to determine the stearic acid addition on edible coating from cassava starch with low temperature storage to maintain the quality and to extend the minimally processed melon shelf life. This research used a factorial randomized complete design. Edible coating solutions were composed of 3 % cassava starch (w/v), 1 % carbo methyl cellulose (w/v) and 5 % glycerol (v/v). The treatments consisted of two factors, the first factor was the stearic acid addition on edible coating of 4 levels (0%, 0.5%, 1%, and 1.5%) and the second factor was low temperature storage with 2 levels (5°C and 10°C) with three replications. Observed parameters were respiration rate, moisture content, total titratable acidity, total soluble solids, color and weight loss. Results of this research showed that the best treatment of processed Cantaloupe was the temperature storage of 5°C and the 1.5% stearic acid addition for 5 days storage with respiration rate 33.59 mgCO2/kg hour; moisture content 8.48% (d.b.) ; total titratable acidity  38%; total soluble solid content 6.17 obrix; Hue angle 88.79o (yellow); and weight loss 5.85%.
PENGARUH PERBANDINGAN VOLUME PELARUT PADA KRISTALISASI PATCHOULI ALCOHOL DARI MINYAK NILAM (Pogostemon cablin Benth) DENGAN METODE COOLING CRYSTALLIZATION Safira, Laily Rizki; Widyasanti, Asri; Nurjanah, Sarifah
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jrpb.v7i2.142

Abstract

Minyak nilam merupakan salah satu komoditas minyak atsiri andalan Indonesia yang sangat prospektif di pasaran. Untuk meningkatkan mutu minyak nilam yaitu dengan menghasilkan kandungan patchouli alcohol yang tinggi. Pada proses kristalisasi patchouli alcohol perlu dilakukan optimalisasi untuk mendapatkan rendemen dan mutu patchouli alcohol yaitu dengan menggunakan pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan pelarut dalam proses kristalisasi patchouli alcohol terhadap rendemen dan mutu kristal yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis korelasi-regresi. Penelitian ini diawali dengan proses distilasi fraksinasi vakum minyak nilam untuk meningkatkan kadar patchouli alcohol dalam distilat. Pada proses kristalisasi digunakan lima kondisi variabel pelarut yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% dan satu perlakuan kontrol. Pengamatan yang dilakukan yaitu rendemen dan mutu kristal patchouli alcohol meliputi uji warna, bulk density dan partikel density, dan melting point. Nilai rendemen kristal dan yield terbesar pada perlakuan volume pelarut 10% yaitu 52,77% dan 87,93%. Perolehan mutu yang terbaik yaitu uji warna pada perlakuan volume pelarut 50% sebesar 100,0533, bulk density pada perlakuan volume pelarut 10% sebesar 0,4351 g/mL, true density pada perlakuan 30% sebesar 1,0011 g/mL, melting point pada perlakuan 40% sebesar 57℃.
Analisis Teknis dan Kelayakan Finansial Produksi Keripik Kentang Thoriq, Ahmad; Sampurno, Rizky Mulya; Nurjanah, Sarifah
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractMedians variety of potato is the main commodity developed by Agricultural Technology Park, Cikajang, Garut, West Java. The product has been partially sold in raw form and partly processed by itself into potato chips. This article will analyze the technical and financial feasibility of two ways of potato chips production. Production of potato chips has done manually by several machine units, therefore it needs to analyze technically and financially. Some analysis have conducted for this technical and financial analysis. The results showed that the average slicing capacity by slicing machine was 71.160 kg/hour, with the result of perfect shape about 58.493%. During five-year project, the cost of sold, break event point, benefit cost ratio, net present value, benefit cost ratio, and payback period by slicing machine were around of 55,591 Rp/kg, 612 kg/year, 459,639,059 Rp/year, 1.41, 17.17% and four months, respectively. In contras by traditional manner that the cost of sold, break event point, benefit cost ratio, net present value, benefit cost ratio, and payback period were nearly of 59,248 Rp/kg, 507 kg/year, 260,787,383 Rp/year, 1.35, 23.22% and four months, respectively.AbstrakKentang industri varietas Medians merupakan komoditi utama yang dikembangkan Taman Teknologi Pertanian, Cikajang, Garut, Jawa Barat. Hasil produksi sebagian dijual dalam bentuk mentah dan sebagianlagi diolah sendiri menjadi keripik kentang. Produksi keripik kentang dilakukan secara manual dan menggunakan beberapa unit mesin, sehingga diperlukan analisis teknis dan finansial untuk keberlanjutanusaha produksi keripik kentang. Analisis yang dilakukan meliputi kapasitas kinerja mesin pengiris, rendemen hasil irisan, HPP, BEP, NPV, BCR, IRR dan PBP. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kapasitas pengirisan mesin pengiris adalah sebesar 71.160 kg/jam, dengan hasil irisan yang memiliki bentuk sempurna sebesar 58.493%. Pada umur proyek lima tahun, produksi keripik kentang secara mekanis didapatkan HPP sebesar Rp.55,591/kg, BEP sebesar 612 kg pertahun, NPV sebesar Rp.459,639,059/tahun, BCR sebesar 1.41, IRR sebesar 17.17% dan modal akan kembali pada bulan keempat. Sedangkan pada produksi keripik kentang secara manual didapatkan HPP sebesar Rp.59,248/kg, BEP sebesar 507 kg pertahun, NPV sebesar Rp.260,787,383/tahun, BCR sebesar 1.35, I.RR sebesar 23.22% dan modal akan kembali padabulan keempat.