- - nurjanah
Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Jln. Lingkar Akademik, Kampus IPB Dramaga-Bogor 16680 Telp. +622518622915, Fax. +622518622916

Published : 22 Documents
Articles

Found 22 Documents
Search

PROPORSI BAGIAN TUBUH DAN KADAR PROKSIMAT IKAN GABUS PADA BERBAGAI UKURAN Suwandi, Ruddy -; nurjanah, - -; winem, margaretha -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) merupakan jenis ikan air tawar yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Ikan gabus hidup di muara sungai, danau, rawa, dan dapat pula hidup di air kotor dengan kadar oksigen rendah. Ikan gabus belum banyak dibudidayakan secara luas dan belum banyak dimanfaatkan sebagai produk olahan ikan. Informasi mengenai proporsi tubuh ikan gabus masih kurang dan belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proporsi bagian-bagian tubuh ikan dan komposisi kimia daging ikan gabus pada berbagai ukuran (0,5 kg; 1 kg; dan 2 kg) dan jenis kelamin. Prosedur yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pengukuran proporsi tubuh ikan dan analisis proksimat. Ikan gabus betina memiliki rendemen daging yang lebih tinggi dibanding ikan gabus jantan. Rendemen terbesar terdapat pada daging dengan bobot tubuh ikan 2 kg. Kadar air dan kadar abu tertinggi terdapat pada ikan gabus jantan 0,5 kg yaitu 80,41% dan 1,47%. Kadar protein tertinggi yaitu 20,14% terdapat pada ikan gabus betina 1 kg. Kadar lemak tertinggi terdapat pada ikan gabus jantan 2 kg yaitu sebesar 1,69%. Kadar karbohidrat tertinggi terdapat pada ikan gabus betina 2 kg yaitu 2,71%.Kata kunci: ikan gabus, proksimat, proporsi tubuh
HUBUNGAN BIOMASSA EPIFIT DENGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LAMUN DI PERAIRAN PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA mardiyana, - -; effendi, hefni -; nurjanah, - -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

maupun dari serangan organisme lain termasuk organisme penempel/epifit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas antioksidan dengan biomassa epifit daun lamun Thalassia hemprichii yang hidup di Perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Metode untuk menganalisis aktivitas antioksidan adalah metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil), sedangkan biomassa epifit diperoleh dengan mengerik epifit yang berada di permukaan daun T. hemprichii kemudian ditimbang beratnya per satuan luas daun (mg/cm2). Aktivitas antioksidan daun lamun yang digambarkan dengan nilai IC50 berkisar antara 563,88-2039,8 mg/L. Korelasi biomassa epifit dengan IC50 sebesar 0,99 menunjukkan bahwa biomassa epifit mempengaruhi aktivitas antioksidan lamun.Kata kunci: aktivitas antioksidan, epifit, Thalassia hemprichii
KANDUNGAN ASAM AMINO, TAURIN, MINERAL MAKRO-MIKRO, DAN VITAMIN B12 UBUR-UBUR (Aurelia aurita) SEGAR DAN KERING Nurjanah, - -; Jacoeb, Agoes Mardiono; -, Nurokhmatunnisa -; Pujianti, Detti -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.169 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah menentukan komposisi gizi, asam amino, taurin, mineral makro dan mikro,dan vitamin B12 pada ubur-ubur (Aurelia aurita) segar dan kering. Asam amino esensial pada ubur-uburyaitu arginina, leusina, valina, treonina, lisina, isoleusina, fenilalanina, metionina, dan histidina, sedangkanasam amino non esensial yaitu asam glutamat, glisina, asam aspartat, serina, alanina, dan tirosina. Asamamino esensial tertinggi segar dan kering adalah arginina sebesar 1,72% (bk) dan 1,44% (bk) dan terendahhistidina yaitu sebesar 0,19% (bk) dan 0,13% (bk). Asam amino non esensial segar dan kering tertinggiadalah asam glutamat dan glisina yaitu sebesar 3,26% (bk) dan 2,62% (bk) dan terkecil tirosina sebesar0,38% (bk) dan 0,41% (bk). Taurin segar sebesar 2,68% (bk) dan kering sebesar 0,67% (bk). Mineral makrotertinggi segar dan kering adalah natrium yaitu 180.092,1 ppm (bk) dan 111.209,4 ppm (bk), terkecil adalahkalsium yaitu 5.750,2 ppm (bk) dan 11,1 ppm (bk). Mineral mikro tertinggi segar dan kering adalah iodium yaitu8.291,5 ppm (bk) dan 1.800 ppm (bk) dan yang terkecil adalah tembaga yaitu 1,1 ppm (bk) dan 0,6 ppm (bk).Vitamin B12 segar adalah 396,6 μm/100 g (bk) dan kering 63,5 μm/100 g (bk).Kata kunci: asam amino, mineral, taurin, ubur-ubur (Aurelia aurita), vitamin B12
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KOMPONEN BIOAKTIF KERANG SIMPING (Amusium pleuronectes) suptijah, pipih -; nurjanah, - -; yanuarizki, ovintya -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.249 KB)

Abstract

Kerang simping diduga memiliki komponen bioaktif sebagai antioksidan baru. Penelitian ini bertujuanuntuk menentukan aktivitas antioksidan dan komponen bioaktif kerang simping. Metode analisis yangdigunakan meliputi analisis aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan analisis komponen bioaktif. Kerangsimping memiliki rendemen cangkang 41,15%; daging 35,89%; jeroan 23,04%. Aktivitas antioksidan (IC50) tertinggipada ekstrak kasar daging kerang simping yang diekstraksi dengan metanol sebesar 1.648,45 ppm. Ekstrak kasardaging dan jeroan dengan pelarut metanol mengandung steroid, fl avonoid, saponin, gula pereduksi, danasam amino. Ekstrak kasar daging dan jeroan dengan pelarut etil asetat mengandung fl avonoid dan gulapereduksi. Ekstrak daging pada pelarut n-heksana mengandung fl avonoid, saponin, dan asam amino.Jeroan pada pelarut n-heksana mengandung komponen gula pereduksi.Kata kunci: α-tokoferol, aktivitas antioksidan, kerang simping (Amusium pleuronectes), komponen bioaktifPENDAHULUANKemajuan zaman dewasa ini telah membuatsebagian besar masyarakat mengalamiperubahan pola hidup termasuk diantaranyapola makan. Masyarakat cenderung memilihhal-hal yang bersifat cepat dan instan. Polamakan yang tidak tepat dapat menyebabkanterjadinya akumulasi radikal bebas jangkapanjang yang dapat mempengaruhi kesehatantubuh yaitu munculnya beragam penyakit.Radikal bebas merupakan salah satu bentuk
PROFIL ASAM AMINO DAN ASAM LEMAK KERANG BULU (Anadara antiquata) Abdullah, Assadatun -; nurjanah, - -; Hidayat, Taufik -; Yusefi, vitriyone -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.888 KB)

Abstract

Kerang bulu (Anadara antiquata) merupakan salah satu biota laut yang sampai saat ini keberadaannyabelum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menentukan jenis dan jumlah asam amino danasam lemak kerang bulu. Komposisi kimia kerang bulu diuji dengan analisis proksimat. Kandungan asamamino pada daging dan jeroan kerang bulu dapat diuji menggunakan High Performanced Liquid Chromatografy(HPLC). Komposisi kimia daging kerang bulu terdiri atas kadar air 79,69%, abu 1,57%, lemak 2,29%, protein12,89%, dan karbohidrat 3,56%. Komposisi kimia jeroan kerang bulu terdiri dari kadar air 81,50%, abu 1,99%,lemak 4,60%, protein 10,13%, dan karbohidrat 1,78%. Kandungan asam amino yang paling tinggi pada dagingdan jeroan kerang bulu adalah asam glutamat dengan nilai 1,74% dan 1,22%. Asam amino yang terdapatdalam jumlah paling sedikit pada daging dan jeroan kerang bulu adalah histidin dengan nilai 0,15%. Asamlemak jenuh tertinggi yang terdapat pada daging utuh dan tanpa jeroan kerang bulu adalah asam palmitatdengan nilai 5,82% dan 5,67%. Asam palmitoleat adalah asam lemak tak jenuh tunggal tertinggi dengan nilai2,42% dan 2,36%. Asam lemak tak jenuh majemuk tertinggi pada kerang bulu adalah EPA dengan nilai 5,25%dan 4,06%.Kata kunci: asam amino esensial, asam amino non esensial, asam lemak, kerang bulu (Anadara antiquata)
PROFIL ASAM LEMAK DAN KESTABILAN PRODUK FORMULASI MINYAK IKAN DAN HABBATUSSAUDA Suseno, Sugeng Heri; nurjanah, - -; Faradiba, Tenny -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.397 KB)

Abstract

Minyak ikan dan minyak habbatussauda saat ini banyak digunakan untuk meningkatkan kecerdasandan mencegah berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik dan kestabilanproduk kombinasi minyak ikan dan habbatussauda. Formulasi kombinasi minyak ikan dan habbatussaudayaitu sebesar 1:1, 3:1, 5:1, dan 7:1. Analisis profi l asam lemak menunjukkan bahwa minyak ikan didominasioleh EPA dan DHA, sedangkan komponen utama minyak habbatussauda adalah asam oleat dan asamlinoleat. Minyak habbatussauda memiliki aktivitas antioksidan sebesar 551,17 mM AEAC, sedangkanminyak ikan sebesar 61,15 mM AEAC. Formulasi terbaik berdasarkan uji FFA, bilangan peroksida, dananisidin adalah formulasi 1:1 dengan nilai masing-masing 1,68%, 26,67 meq/kg dan 13,65 meq/kg. Hasilterbaik berdasarkan uji kestabilan adalah produk kombinasi 3:1 dengan nilai FFA terendah hingga harike-9 sebesar 5,94%, sedangkan untuk uji organoleptik adalah formulasi 7:1, paling disukai panelis karenamemiliki warna yang paling cerah.Kata kunci: anisidin, kestabilan, organoleptik, peroksida
KANDUNGAN ASAM LEMAK DAN KOLESTEROL KAKAP MERAH (Lutjanus bohar) SETELAH PENGUKUSAN jacoeb, agoes mardiono; nurjanah, - -; Saraswati, Aninta -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.188 KB)

Abstract

Ikan kakap merah (Lutjanus bohar) merupakan salah satu ikan ekonomis tinggi yang banyak terdapatdi perairan Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh pengukusan terhadap komposisikimia, karakteristik asam lemak, kandungan kolesterol, dan struktur jaringan daging ikan kakap merah.Ikan kakap merah sebelum proses pengukusan mengandung 77,53% air, 1,42% abu, 20,55% protein, 0,27%lemak, dan 0,23% karbohidrat. Setelah proses pengukusan, ikan kakap merah mengandung 76,83% air, 1,48%abu, 20,78% protein, 0,05% lemak, dan 0,86% karbohidrat. Pengukusan yang dilakukan mengakibatkanpenyusutan terhadap kandungan asam lemak daging ikan kakap merah. Ikan kakap merah memiliki rasioPUFA/SFA 0,97 pada kondisi segar dan 0,64 setelah pengukusan. Rasio asam lemak n-3/n-6 6,25 padakondisi segar dan 2,43 setelah pengukusan. Kandungan kolesterol pada daging ikan kakap merah mengalamipenyusutan setelah proses pengukusan dari 95,5 mg/100g menjadi 24,2 mg/100g. Struktur jaringan dagingikan kakap merah setelah proses pengukusan tampak lebih kompak karena mampu mempertahankan dayaawetnya.Kata kunci: asam lemak, ikan kakap merah, kolesterol, Lutjanus bohar, struktur jaringan
KARAKTERISASI HIDROLISAT PROTEIN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Nurhayati, Tati -; nurjanah, - -; sanapi, casti hasan
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.936 KB)

Abstract

Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, sehingga potensialuntuk dimanfaatkan menjadi hidrolisat protein ikan. Penelitian bertujuan untuk menentukan kondisi optimumproses hidrolisis protein dan karakteristik hidrolisat protein ikan lele dumbo yang dihasilkan. Hidrolisatprotein ikan lele dumbo dibuat secara enzimatis menggunakan enzim papain. Konsentrasi optimum enzimpapain untuk pembuatan hidrolisat protein yaitu 5% (b/v) dengan waktu hidrolisis optimum selama 5 jam.Derajat hidrolisis yang dihasilkan pada kondisi tersebut 47,24%. Hidrolisat protein ikan lele dumbo memilikirendemen 12,16% dengan komposisi kimia sebagai berikut: kadar air 3,45±2,05%; abu (2,47±0,67)%; protein69,26%; dan lemak 0,50%. Produk tersebut memiliki sifat fungsional sebagai berikut: nilai kelarutan 98,86%;stabilitas busa 66,40%; kapasitas dan stabilitas emulsi 65,90% dan 43,18%; daya serap air (3,8±0,71) mL/g; dayaserap lemak (6,5±0,28) mL/g; serta warna (kecerahan) dengan nilai L (50,51±0,01).Kata kunci: enzim papain, hidrolisis optimum, sifat fungsional
KARAKTERISASI TEPUNG BUAH LINDUR (Brugeira gymnorrhiza) SEBAGAI BERAS ANALOG DENGAN PENAMBAHAN SAGU DAN KITOSAN hidayat, taufik -; suptijah, pipih -; nurjanah, - -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.964 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tepung lindur,menentukan formulasi beras analog, dan karakterisasi produk beras analog terpilih. Penelitian dilakukanmelalui 3 tahap yaitu pembuatan dan karakterisasi tepung buah lindur, formulasi beras analog dan pembuatananalog, serta karakterisasi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung lindur memiliki karbohidrat(86,10%), tanin (0,21%), amilosa (29,96%), total gula (14,75%), dan HCN (1,98 ppm). Formulasi terbaikadalah kombinasi dari tepung lindur 70% dan tepung sagu 30% dengan penambahan kitosan 0,5%. Berasanalog terpilih memiliki karbohidrat (81,58%), densitas kamba (0,80 g/mL), bobot seribu butir (18,08 g),amilosa 20,36%, serat pangan 8,16%, energi bruto (3.240 kal/g) dan daya cerna pati (55,22%).Kata kunci: beras analog, buah lindur, formulasi, kitosan, sagu
SINERGIS TAURIN LINTAH LAUT (Discodoris sp.) DAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb.) DALAM SERBUK MINUMAN FUNGSIONAL Putri, R. Marwita Sari; nurjanah, - -; Tarman, Kustiariyah -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.32 KB)

Abstract

AbstrakSumber daya perairan seperti lintah laut (Discodoris sp.) dapat dibuat menjadi minuman fungsional.Lintah laut telah dilaporkan memiliki sifat antioksidan dan mengandung taurin. Penelitian ini dilakukandalam 2 tahap: 1) persiapan bahan baku (Discodoris sp,) 2) formulasi produk minuman fungsional.Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk menentukan konsentrasi komposisi bahan baku denganmempertimbangkan efek sinergis dari taurin pada minuman fungsional, 2) untuk mengetahui pengaruhpreparasi pada serbuk minuman fungsional terhadap jumlah taurin. Tiga formula terbaik yang diterimasecara organoleptik yaitu formula T1 (Discodoris sp. 20%, jahe 40%, 20% curcuma, lemon 20%), T2 formula(Discodoris sp. 25%, jahe 40%, 15% curcuma, lemon 20%) dan T3 formula (Discodoris sp. 30%, jahe 40%,10% curcuma, lemon 20%).Kata kunci: efek sinergis, lintah laut, minuman fungsional, taurin