Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH EXPERIENTIAL PURCHASING PADA LOYALITAS PELANGGAN ( Survei Pada Pengunjung Taman Wisata Kyai Langgeng )

SEGMEN - Manajemen No 1 (2013): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s
Publisher : Manajemen

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus experiential consumption pada penelitian ini pada tingkat yang kedua yaitu experiential purchasing. Adapun implementasi dari experiential ini meliputi sense, feel, think, act dan relate. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh sense, feel, think, act dan relate pada loyalitas pelanggan Taman Wisata Kyai Langgeng secara parsial. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung Taman Wisata Kyai Langgeng di Kota Magelang. Sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu judgment sampling, dengan sampel sebanyak 100 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang sudah diuji cobakan dan telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS versi 16, diketahui bahwa variabel sense berpengaruh positif pada loyalitas pelanggan, dengan taraf signifikansi 0,009 < (0,05). Variabel feel berpengaruh positif pada loyalitas pelanggan, dengan taraf signifikansi 0,015 < (0,05). Variabel think berpengaruh positif pada loyalitas pelanggan, dengan taraf signifikansi 0,026 < (0,05). Variabel act berpengaruh positif pada loyalitas pelanggan, dengan taraf signifikansi 0,002 < (0,05). Variabel relate berpengaruh positif pada loyalitas pelanggan, dengan taraf signifikansi 0,002 < (0,05).Kata Kunci: Sense, Feel, Think, Act, Relate dan Loyalitas Pelanggan.

PENGARUH SUHU TERHADAP MODULUS ELASTISITAS DAN ANGKA POISSON BETON ASPAL LAPIS AUS (AC-WC) DENGAN KAPUR SEBAGAI FILLER

Jurnal REKAYASA dan MANAJEMEN TRANSPORTASI Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal REKAYASA dan MANAJEMEN TRANSPORTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.096 KB)

Abstract

Today the use filler in asphalt concrete mixes such as AC-WC has done much to improve durability. hydrated lime is the only one.The purpose of this reasearch was to determine theeffect of temperature variation of the modulus of elasticity and Poisson ratio figures asphalt contred wearing course (AC-WC) using hydrated lime as a filler. Variations hydrated lime used inthis reasearch is a variation of the levels of hydrated lime: dust filer 0%, 25% and 50%, and the temperature variation is 20°C, 30°C, 40°C, 50°C, 60°C. The results showed that the higher the test temperature, the diminishing value of modulus of elasticity, but inversely proportional to the number poisson where the higher the test temperature, the higher the number poissonnya, causing the mixture to become more flexible when the load is given. The results showed that the greater the level of lime, the diminishing value of modulus of elasticity, but inversely proportional to the number poisson where greater levels of calcium, the higher the number poissonnya, causing the mixture to become more flexible when the load is given.Keyword:  Temperature, Asphalt Concrete wearing course, HydratedLime, Indirect Tensile Strength (IDT-Strength), Modulus of Elasticity, Poisson ratio.

ANALISIS POTENSI AIR TANAH BERDASARKAN PENGUKURAN GEOLISTRIK 2D DI DAERAH KAPUAS, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Jurnal Air Indonesia Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.465 KB)

Abstract

Groundwater is water that occurs naturally in the subsurface, and is contained in the aquifer. Groundwater is the water source of the most widely used by the public for purposes of clean water. To determine the condition of the aquifer configuration one of the methods that can be used is the 2D electrical resistivity. Exploration drilling is one effective way to determine directly the presence of groundwater, but to determine the location of the drilling necessary geophysical approach to describe subsurface conditions prior to drilling. 2D electrical resistivity method is a geophysical method that utilizes dynamic electrical properties of the media path. 2D electrical resistivity measurements have been carried out in Kapuas, Central Kalimantan using Wenner configuration, the distance between the electrodes 10 meters, penetration depth reaches 80 meters, and and measuring some 21 track. Water potential zones were identified based on having resistivity range 15-25 ohm.m, contained in the sandstone layer, which is covered in a layer of impermeable mudstone layers. Location that has a high potential for groundwater recommended drilling done on the track P-07 and P-13, with an estimated depth of the aquifer between 25 meters and 30 meters. The highest groundwater potential lies between the drilling data PH-23 and PH-24, with the resistivity at that point reaches 300 ohm.m. Keywords : Groundwater, aquifer, sandstone, 2D electrical resistivity, resistivity, Kapuas

Metabolisme Energi Pakan pada Sapi Peranakan Ongole dan Sapi Peranakan Ongole x Limousin Jantan yang Mendapat Pakan Jerami Padi Fermentasi dan Konsentrat

Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 6, No 2 (2008): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  An experiment was carried out to study energy metabolisability in Limousin Grade and Ongole Grade bulls fed fermented rice straw. This experiment used 4 Ongole Grade (OG) and 4 Ongole Grade x Limousin (OGL) bulls, aged 9 mths. Ongole Grade bulls weighed 109 ± 16 kg, while OGL bulls weighed 133 ± 25 kg. The feeds given were fermented rice straw (offered ad libitum) and concentrate (fed at 2.1% live weight). The breeds of cattle were compared to each other in an “Independent Sample Comparison” method. Parameters observed were energy intake, energy excretion through faeces, urine and methane, and live weight gain. The results showed that there was no significant difference (P>0.05) between OG and OGL in energy intake (58.2 MJ/d vs 74 MJ/d), nor in energy metabolisability (38,4% vs 43,4%) The LWG of OG (0,24 kg/d) was significantly (P<0.5) lower than that of OGL (0,47 kg/d). It was concluded that being given fermented rice straw, OG and OGL bulls had similar ability in dietary energy metabolism. Key Words: bull, breed, energy metabolism

Development of Adrenocorticotrophic Hormone Cells of Adenohypophysis–Adrenal Cortex Axis of Long-tailed Monkey (Macaca fascicularis) during Pre and Postnatal Period

Jurnal Kedokteran Hewan Vol 2, No 2 (2008): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4402.49 KB)

Abstract

The objective of this study is to observe the relationship of development of adrenocorticotropic hormone (ACTH) cells of adenohypophysis–adrenal cortex axis during pre and postnatal period of longtailed monkey (Macaca fascicularis). Five fetuses aged 70, 85, 100, 120, and 150 days of gestation and 2new born aged 10 and 105 days old were used as research materials. The sections of the pituitary gland stained immunohistochemically using human ACTH antiserum and the adrenal glands stained by Hematoxylin-Eosin procedures. At the fetus 120 days old, the ACTH cells and blood vessel of fetaladenohypophysis developed well and its similar that found in older age. This condition suggested distributing the ACTH to whole body optimally. At the same time, the adrenal cortex cells of fetus 120 days old were active in proliferation and differentiation processes to form transition zone that lies between definitive and fetal zones, and central vein also developed in adrenal gland. In fetus aged 150 days, the cortex adrenal structure was similar with found in older fetus. The adenohypophysis ACTH cells developed earlier than adrenal cortex and their secretion suggested influencing the development of adrenal cortex cells of long-tailed monkey.

IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI MAGELANG NOMOR 26 TAHUN 2014 TENTANG USAHA PERTAMBANGAN PADA KAWASAN GUNUNG MERAPI DI KABUPATEN MAGELANG (STUDI KASUS DI DESA KENINGAR, BANYUDONO, DAN NGARGOMULYO)

Varia Justicia Vol 11 No 2 (2015): Vol 11 No. 2 Oktober 2015
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.952 KB)

Abstract

Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam melaksanakan pemerintahan, dibentuk pemerintah daerah. Pemerintah Daerah dibagi atas daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota, berdasarkan asas desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan, untuk menjalankan kewenangan dari pemerintah pusat, salah satunya yaitu tentang pembuatan kebijakan, untuk mengatur segala urusan dan wewenang daerah di tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota. Kegiatan pertambangan di kawasan Gunung Merapi berdampak pada kerusakan alam, Pemerintah Kabupaten Magelang mengeluarkan kebijakan berupa PERBUB Magelang Nomor 26 Tahun 2014 Tentang Usaha Pertambangan Pada Kawasan Gunung Merapi Di Kabupaten Magelang. Dari penelitian di Desa Keningar, Banyudono, dan Ngargomulyo, dengan metode Yuridis Sosiologis bahwa kegiatan pertambangan disana tidak memiliki izin. Faktor pendukung penegakannya yaitu masyarakat setuju pelarangan penggunaan alat berat sehingga masyarakat dapat bekerja sebagai penambang manual dan bisa menekan kerusakan alam. Faktor penghambatnya yaitu setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, pengelolaan sumber daya alam menjadi wewenang Pemerintah Provinsi, sehingga kedudukan PERBUB tidak mempunyai kekuatan hukum, perizinan menjadi wewenang Pemerintahan Provinsi. Upaya yang dapat dilakukan yaitu Pemerintah Provinsi melakukan penyesuaian peraturan teknis pelaksanaannya, koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten mengatur pertambangan, dan peran Pemerintah Desa untuk melakukan sosialisasi  menjaga kelestarian alam agar dapat mengendalikan kegiatan pertambangan.

PRODUKSI MASSAL BENIH IKAN HIAS BOTIA (Chromobotia macracanthus) MELALUI PENDEKATAN PADAT TEBAR DAN KETINGGIAN AIR MEDIA PEMELIHARAAN

Jurnal Riset Akuakultur Vol 8, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.069 KB)

Abstract

Ikan botia (Chromobotia macracanthus) merupakan ikan hias asli dari perairan Sumatera dan Kalimantan yang memiliki potensi besar sebagai komoditas ekspor karena bentuk yang unik dan mempunyai warna yang indah. Permasalahan utama sampai saat ini adalah masih rendahnya sintasan larva hingga benih pada tahap pendederan (umur dua bulan). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respons tingkat padat tebar larva (5, 10, dan 15 ekor/L) pada dua tingkat ketinggian air media pemeliharaan (16 dan 32 cm) dengan empat ulangan. Wadah pemeliharaan berupa akuarium ukuran 80 cm x 40 cm x 40 cm dengan sistem resirkulasi. Selama pemeliharaan, larva diberi pakan berupa nauplii Artemia di bulan pertama, sedangkan di bulan kedua diberi pakan nauplii Artemia dan bloodworm (cacing darah/larva Chironomus sp.) beku, serta diberikan secara sekenyangnya (ad satiation). Parameter yang diamati meliputi sintasan, pertumbuhan (pertambahan panjang total dan bobot mutlak), dan data kualitas air. Data yang diperoleh akan diolah dan dianalisis secara statistik menggunakan program SPSS versi 17.0. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa padat tebar dan ketinggian air media pemeliharaan larva hingga benih sampai umur 2 bulan berpengaruh nyata terhadap sintasan, akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan panjang total dan bobot mutlak. Perlakuan dengan padat tebar 15 ekor/L dan ketinggian air media pemeliharaan 16 cm dapat direkomendasikan untuk pemeliharaan larva hingga benih sampai ukuran 0,5 cm.

EFEKTIVITAS KINERJA MEDIA BIOFILTER DALAM SISTEM RESIRKULASI TERHADAP KUALITAS AIR UNTUK PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN RED RAINBOW (Glossolepis incisus Weber)

Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 2 (2012): (Agustus 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.075 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kinerja media biofilter zeolit dan bioball dalam perbaikan kualitas air yang akan meningkatkan pertumbuhan dan sintasan ikan red rainbow (Glossolepis incisus Weber) pada sistem resirkulasi. Wadah percobaan berupa akuarium dengan ukuran 100 cm x 60 cm x 40 cm sebanyak 24 buah, masing-masing ditebar ikan sebanyak 60 ekor/akuarium. Ikan uji yang digunakan dengan bobot awal 0,71 g dan panjang 3,51 cm. Perlakuan yang digunakan dalam percobaan adalah media biofilter: A. zeolit 100%, B. zeolit 75% + bioball 25%, C. zeolit 50% + bioball 50%, D. zeolit 25% + bioball 75%, E. bioball 100%, dan F. kontrol. Pakan yang digunakan adalah pelet komersial, diberikan 5% dari bobot total ikan yang diberikan sebanyak tiga kali (pagi, siang, dan sore). Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan enam perlakuan yang diulang sebanyak empat kali. Hasil pengamatan perlakuan media biofilter zeolit 75% + bioball 25% memberikan kualitas air terbaik dengan kualitas baik (kategori IV), dengan efektivitas oksidasi amonia sebesar 95,03±0,31% dan biomassa bakteri non patogen (nitrifikasi) dengan jumlah koloni (8,6±1,91) x 106. Pertumbuhan panjang total dan sintasan yang diperoleh 66,67% (2,34 cm) dan 96,67%.

Tekanan Darah pada Pasien Pasca Serangan Stroke

Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16 No 2: July 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.924 KB)

Abstract

Penyakit stroke diakibatkan oleh penyempitan pembuluh darah ke otak banyak disebakan oleh beberapa faktor risiko salah satunya hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tekanan darah pada pasien stroke di Rumah Sakit Umum Daerah kabupaten Ciamis tahun 2016. Desain penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien stroke di RSUD kabupaten Ciamis. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling yaitu sebanyak 47 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian frekuensi tertinggi yaitu bahwa jenis kelamin berhubungan dengan tekanan darah dengan nilai P = 0.000, usia memiliki hubungan dengan tekanan darah dengan P = 0,000, sebanyak 27 orang (57,5%) berkategori  tekanan  darah tinggi. Disimpulkan bahwa jenis kelamin dan usia memiliki hubungan dengan tekanan darah pada pasien pasca stroke, ratarata pasien pasca stroke memiliki tekanan darah yang tinggi.Stroke disease caused by narrowing of the arteries to the brain, caused by the many one of several risk factors of hypertension. The purpose of this study to describe blood pressure in stroke patients in hospitals Ciamis Regency Year 2016. The design of this research use descriptive research. The population in this study were all stroke patients in hospitals Ciamis District. Sampling using accidental sampling as many as 47 people who fit the criteria of inclusion and exclusion. The highest frequency of research results is that the sexes are associated with blood pressure values P value 0.000, age has a relationship with blood pressure with a P value of 0.000, as many as 27 people (57.5%) categorized as high blood pressure. In conclusion gender and age have a relationship with blood pressure in post-stroke patients, the average post-stroke patients have high blood pressure.

Pola Penggunaan Facebook dan Prilaku Sosial Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN ) Sultan Qaimuddin Kendari

Shautut Tarbiyah Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.02 KB)

Abstract

Kehadiran internet telah menghadirkan pola-pola hubungan antar individu yang sifatnya tidak sama dengan apa yang terjadi di dunia nyata. Sebagai contoh, individu dalam menjalankan aktifitasnya di internet tidak bersifat face to face  dan pola hubungan yang bersifat khas seperti bahasa yang digunakan bebas dan tidak terikat. Penelitian ini membahas  bagaimana gambaran pola penggunaan facebook pada mahasiswa STAIN Kendari dan bagaimana pola penggunaan facebook dan prilaku sosial mahasiswa STAIN Kendari. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasi  product mement dengan bantuan program SPSS. Penelitian dilakukan pada 46 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 43,5% mahasiswa yang diteliti berada pada intensitas penggunaan facebook rendah, 32,6% intensitas sedang, 15,2% intensitas tinggi dan 8,7% pada intensitas sangat rendah. Mayoritas mahasiswa yang diteliti memiliki prilaku sosial (keterampilan sosial) yang sangat baik dengan total persentase secara keseluruhan untuk semua aspek yang diteliti yaitu 34,8%, baik 30,4%, cukup 15,2%, buruk 10,9% dan sangat buruk 8,7%. Berdasarkan uji korelasi, terdapat hubungan antara pola penggunaan facebook dan prilaku sosial responden, yaitu -0,270 korelasi signifikansi pada 0,05 (1-tailed) dengan tingkat  signifikansi 0,035. Artinya, hubungan kedua variabel berada di tingkat sedang dan berhubungan negatif yang berarti bahwa peningkatan skor dari satu variabel akan mengakibatkan penurunan skor dari variabel yang lain.Kata Kunci: Pola Penggunaan Facebook, Prilaku Sosial.