This Author published in this journals
All Journal Mitra Sains Archive of Community Health (Arc.Com.Health) Prosiding Seminar Biologi Komunikasi Fisika Indonesia Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Jurnal Kreatif Tadulako Online Lembaran Ilmu Kependidikan AL-TA´LIM Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan NALARs Jurnal Keolahragaan JURNAL JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Fakultas Ilmu Kesehatan JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Jurnal Tekun JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Journal of Educational Social Studies Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN TERAPAN UNM Geographic Journal Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan EKSAKTA : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Jurnal Ilmu Kesehatan Sebatik Indonesian Aquaculture Journal Jurnal Riset Akuakultur Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Teknologi Pertanian JPF : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health Al-Ta lim Journal ACCOUNTIA JOURNAL Accounting Trusted, Inspiring, Aunthentic Journal Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Jurnal Isema : Islamic Educational Management Musamus Accounting Journal JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik Jurnal Migasian Akamigas Balongan Indramayu Jurnal Perspektif: Jurnal Kajan Sosiologi Pendidikan PROSIDING Seminar Nasional FKIP Universitas Muslim Maros Judika (Jurnal Nusantara Medika)
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Riset Akuakultur

HERBAL MANGROVE SEBAGAI SUMBER ANTI BAKTERI Vibrio harveyi PENYEBAB PENYAKIT PADA UDANG WINDU Penaeus monodon Muliani, Muliani; Nurhidayah, Nurhidayah; Kurniawan, Koko
Jurnal Riset Akuakultur Vol 10, No 3 (2015): (September 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.906 KB) | DOI: 10.15578/jra.10.3.2015.405-414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan herbal tanaman mangrove sebagai sumber antibakteri V. harveyi penyebab penyakit pada udang windu Penaeus monodon. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP), Maros. Mangrove diambil dari lima lokasi yaitu: Kabupaten Maros, Pangkep, Luwu Timur, Takalar, dan Bone. Mangrove yang dikumpulkan diidentifikasi sebelum dikering-anginkan selama dua minggu. Setelah kering dibuat tepung dan diekstrak menggunakan pelarutorganik (metanol). Ekstrak metanol dari herbal mangrove diuji bioassay secara kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui aktivitas anti V. harveyi menggunakan metode mikrowell plate. Setelah itu, dilakukan uji tantang secara in vitro dengan V. harveyi pada konsentrasi yang berbeda dan selanjutnya dilakukan penentuan konsentrasi ambang bawah dan ambang atas yang mematikan terhadap larva udang windu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 88 sampel herbal mangrove yang dikumpulkan 58 (65,91%) sampel positif mengandung antibakteri V. harveyi, yang terdiri atas: 11 (18,96%) dari Maros, 16 (27,59%) dari Pangkep, 11 (18,96%) dari Luwu Timur, 4 (6,90%) dari Takalar, dan 16 (27,59%) dari Bone. Minimum Inhibition Concentration(MIC) terbaik ditunjukkan oleh lima jenis tanaman mangrove yaitu; Sonneratia lanceolata dengan nilai MIC 0,1 mg/L dan Sonneratia alba, Sonneratia caseolaris, Bruguiera gymnorrhiza, serta Rhizophora mucronata dengan nilai MIC masing-masing 1 mg/L. Hasil uji tantang secara in vitro dengan V. harveyi menunjukkan bahwa S. alba dan S. caseolaris terbaik menghambat pertumbuhan V. harveyi. Konsentrasi 10.000 mg/L dari ekstrak metanol S. lanceolata, S. alba, S. caseolaris, serta B. gymnorrhiza sudah toksik bagi benur udang windu, dengan mortalitas mencapai 100% setelah 96 jam.
KIT ENZYME-LINKED IMMUNOSORBENT ASSAY UNTUK DETEKSI WSSV PADA UDANG Madeali, Mun Imah; Nurhidayah, Nurhidayah
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 1 (2011): (April 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.414 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.1.2011.131-137

Abstract

Komponen dasar yang penting dan menentukan keberhasilan pengendalian suatu penyakit dalam bidang perikanan adalah informasi tentang patogen secara dini, cepat, dan akurat, serta epidemi penyakit di lapangan. Teknik serologi, khususnya ELISA, merupakan salah satu teknik yang menjanjikan untuk keperluan tersebut, karena relatif mudah dan murah, serta berpeluang untuk digunakan secara langsung di lapangan. Telah dilakukan uji lapang terhadap perangkat Kit ELISA yang telah diproduksi oleh Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau. Hasil uji lapang menunjukkan bahwa Kit ELISA dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit WSSV pada udang windu, dengan waktu ± 3 jam untuk setiap kali pengujian mulai persiapan sampai pembacaan hasil uji. Hasil Kit ELISA lebih cepat dibandingkan dengan metode PCR yang memerlukan waktu 24 jam. Biaya yang diperlukan untuk mendeteksi satu sampel juga lebih ekonomis yaitu ± Rp 35.000,- dibandingkan dengan PCR (Rp 150.000,- – Rp 300.000,-) per sampel
KEMAMPUAN BAKTERI PROBIOTIK YANG DIISOLASI DARI MAKROALGA TERHADAP KUALITAS AIR DAN SINTASAN UDANG WINDU SKALA LABORATORIUM Muliani, Muliani; Nurbaya, Nurbaya; Nurhidayah, Nurhidayah; Susianingsih, Endang
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 1 (2012): (April 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.109 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.1.2012.101-110

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri yang diisolasi dari makroalga terhadap perbaikan kualitas air dan sintasan udang windu skala laboratorium. Penelitian ini dilakukan di laboratorium basah, Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau, Maros, mulai bulan Juli hingga September 2010 menggunakan 15 buah akuarium berukuran 40 cm x 30 cm x 27 cm yang dilapisi dengan tanah tambak setebal 10 cm dan diisi air laut salinitas 28 ppt sebanyak 15 L. Hewan uji yang digunakan berupa benur windu PL-25 sebanyak 30 ekor/akuarium. Penelitian dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan sebagai berikut: A= Isolat BM12 (diisolasi dari makroalga), B= Isolat BM31(diisolasi dari makroalga), C= Isolat BM58 (diisolasi dari makroalga), D= BL542 (diisolasi dari sedimen laut), dan E= kontrol (tanpa probiotik). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Penelitian dilakukan selama 2 bulan. Pengamatan parameter kualitas air meliputi; BOT, NH3-N, NO2-N, NO3-N, total bakteri, serta total Vibrio sp. dalam air dan sedimen dilakukan satu kali setiap 2 minggu. Sintasan udang windu diamati pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BOT dan NH3-N pada akhir penelitian tertinggi pada perlakuan B yaitu masing-masing 31,08 mg/L dan 0,0772 mg/L, sementara total Vibrio sp. pada perlakuan tersebut relatif lebih rendah dibanding perlakuan lainnya. Sintasan udang windu tertinggi pada perlakuan A (BM12= bakteri probiotik yang diisolasi dari makroalga) yaitu 55,55% dan terendah pada perlakuan D (BL542= bakteri probiotik yang diisolasi dari sedimen laut) yaitu 25%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa sintasan udang windu pada perlakuan yang menggunakan isolat BM12 berbeda nyata (P<0,05) dengan sintasan udang windu pada perlakuan yang menggunakan BL542.