tati - nurhayati
Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Jalan Agatis, Bogor 16680 Jawa Barat Telepon (0251) 8622909-8622906, Faks. (0251) 8622907

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

KARAKTERISASI EKSTRAK KASAR POLIFENOLOKSIDASE DARI UDANG VANAME perceka, medal lintas; nurhayati, tati -; nurilmala, mala -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polifenoloksidase (PPO) merupakan enzim yang bertanggung jawab terhadap proses diskolorasi yang disebut melanosis. Blackspot atau melanosis merupakan proses penurunan mutu yang terjadi pada udang selama penanganan dan penyimpanan postmortem. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas enzim PPO udang vaname dan mengkarakterisasi enzim yang meliputi suhu, pH, konsentrasi substrat optimum serta kinetika enzim. Enzim PPO telah berhasil diisolasi dari karapas udang vaname dengan ekstraksi buffer fosfat (1:3). Enzim ini dikarakterisasi menggunakan L-DOPA sebagai substrat spesifiknya. Ekstrak kasar PPO memiliki aktivitas optimum pada suhu 35°C, pH 6 dan konsentrasi L-DOPA sebesar 10 mM. Nilai Km dan Vmaks PPO untuk substrat L-DOPA adalah sebesar 1,17 mM dan 285,71 U.Kata kunci: L-Dihidroksifenilalanin, Litopenaeus vannamei, melanosis, polifenoloksidase
OPTIMASI PROSES PEMBUATAN HIDROLISAT JEROAN IKAN KAKAP PUTIH Nurhayati, Tati -; salamah, ella -; cholifah, - -; nugraha, roni -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeroan ikan adalah bahan baku dengan kualitas rendah atau limbah yang jika tidak dimanfaatkan dapat menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan. Limbah jeroan ikan kakap putih memiliki kadar protein yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan menjadi hidrolisat protein ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi terbaik pembuatan hidrolisat protein serta mengkarakterisasi produk hidrolisat protein yang dihasilkan. Tahap penelitian meliputi karakterisasi jeroan, pembuangan komponen lemak (defatting), penentuan kondisi optimum hidrolisis, dan analisis kimia hidrolisat jeroan ikan kakap putih. Jeroan ikan kakap putih memiliki kadar protein tinggi sebesar 31,20%±0,03 (bk) dan lemak 61,44%±1,22 (bk). Kandungan lemak dapat mempengaruhi proses hidrolisis sehingga membutuhkan proses pembuangan lemak (defatting). Defatting mampu menurunkan lemak sebesar 2,95% (bk) dari lemak awal yakni 61,44%±1,22 (bk) menjadi 58,71%±0,65 (bk). Proses hidrolisis jeroan ikan kakap putih dilakukan menggunakan enzim papain dengan aktivitas 30 Usp/mL dengan konsentrasi enzim 0,15% (b/v), suhu 55°C, pH 8 selama 4 jam. Karakteristik produk hidrolisat jeroan ikan kakap putih (Lates calcarifer) yakni kadar air (10,82±0,84%), kadar protein (62,85%±0,72), kadar lemak (0,84%±0,28), kadar abu (7,30%±0,03), karbohidrat (18,19%±1,32) dan daya cerna protein sebesar 87,03%. Hidrolisat protein jeroan ikan kakap putih memiliki kandungan 15 jenis asam amino. Asam amino tertinggi yakni asam glutamat (10,75%), sedangkan asam amino terendah yakni histidin (1,38%). Hidrolisat protein dapat diaplikasikan sebagai sumber protein dalam pakan ikan.Kata kunci: hidrolisat, jeroan, papain, pembuangan lemak
PRODUKSI DAN APLIKASI PEPTON IKAN SELAR UNTUK MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI saputra, dede -; nurhayati, tati -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.55 KB)

Abstract

Pepton adalah hidrolisat protein yang larut dalam air dan tidak menggumpal jika dipanaskan. Tujuan daristudi ini adalah untuk: 1) mengevaluasi potensi ikan selar sebagai bahan baku pepton ikan, 2) mengoptimasipenggunaan enzim terpilih, 3) mengarakterisasi pepton ikan selar, 4) membandingkan mutu pepton ikanselar dengan pepton komersial sebagai media pertumbuhan bakteri. Proses hidrolisis ikan selar fase postrigor dengan penambahan enzim papain 0,26% (b/v) selama 6 jam. Analisis proksimat pepton ikan selar,menunjukkan kadar protein yang tinggi (74,17% basis basah) dan mengandung beberapa jenis asam aminoessensial, yaitu histidina, isoleusina, leusina, lisina, metionina, fenilalanina, treonina, valina, tirosina, danarginina. Uji karakteristik pepton ikan menunjukkan bahwa kelarutan pepton ikan post rigor yaitu 96,74%,dengan total nitrogen 11,86%, α-amino nitrogen 1,07 g/100 g, α-amino nitrogen per total nitrogen 9,02; dankadar garam 0,41%. Nilai optical density bakteri ditumbuhkan pada media yang menggunakan pepton ikanlebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bakteri pada media yang menggunakan pepton komersial.Kata kunci: asam amino, enzim, hidrolisis, pepton, post rigor
KARAKTERISASI HIDROLISAT PROTEIN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Nurhayati, Tati -; nurjanah, - -; sanapi, casti hasan
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.936 KB)

Abstract

Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, sehingga potensialuntuk dimanfaatkan menjadi hidrolisat protein ikan. Penelitian bertujuan untuk menentukan kondisi optimumproses hidrolisis protein dan karakteristik hidrolisat protein ikan lele dumbo yang dihasilkan. Hidrolisatprotein ikan lele dumbo dibuat secara enzimatis menggunakan enzim papain. Konsentrasi optimum enzimpapain untuk pembuatan hidrolisat protein yaitu 5% (b/v) dengan waktu hidrolisis optimum selama 5 jam.Derajat hidrolisis yang dihasilkan pada kondisi tersebut 47,24%. Hidrolisat protein ikan lele dumbo memilikirendemen 12,16% dengan komposisi kimia sebagai berikut: kadar air 3,45±2,05%; abu (2,47±0,67)%; protein69,26%; dan lemak 0,50%. Produk tersebut memiliki sifat fungsional sebagai berikut: nilai kelarutan 98,86%;stabilitas busa 66,40%; kapasitas dan stabilitas emulsi 65,90% dan 43,18%; daya serap air (3,8±0,71) mL/g; dayaserap lemak (6,5±0,28) mL/g; serta warna (kecerahan) dengan nilai L (50,51±0,01).Kata kunci: enzim papain, hidrolisis optimum, sifat fungsional
KARAKTERISASI GLIKOSAMINOGLIKAN DARI TULANG RAWAN IKAN PARI AIR LAUT (Neotrygon kuhlii) DAN PARI AIR TAWAR (Himantura signifer Riyanto, Bambang -; nurhayati, tati -; pujiastuti, andri dwi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.482 KB)

Abstract

Ikan pari merupakan komoditas perikanan yang populasinya besar di Indonesia, tetapi pemanfaatannyabelum optimal. Jaringan tulang rawan ikan pari mengandung molekul glikosaminoglikan dan telahdimanfaatkan dalam terapi osteoarthritis. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristikglikosaminoglikan dari tulang rawan ikan pari air laut (Neotrygon kuhlii) dan pari air tawar (Himanturasignifer). Spektrum FTIR memperlihatkan pola yang sama dengan kondroitin sulfat. Konsentrasiglikosaminoglikan pada pari air laut adalah 74,767 mg/100 mL, konsentrasi ini lebih tinggi dibandingkandari ikan pari air tawar, yaitu 66,767 mg/100 mL.Kata kunci: glikosaminoglikan, Himantura signifer, kondroitin sulfat, Neotrygon kuhlii, osteoarthritis
PEMBUATAN PEPTON SECARA ENZIMATIS MENGGUNAKAN BAHAN BAKU JEROAN IKAN TONGKOL Nurhayati, Tati -; Desniar, - -; Suhandana, Made -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.331 KB)

Abstract

AbstrakJeroan ikan tongkol memiliki kandungan protein yang hampir sama dengan daging ikan sehingga memilikipotensi yang besar untuk dijadikan pepton. Penelitian ini bertujuan memproduksi pepton dari jeroan ikantongkol menggunakan enzim papain dan mengujinya untuk pertumbuhan bakteri. Konsentrasi enzim optimalyang digunakan untuk hidrolisis protein jeroan ikan tongkol adalah 0,26% dengan waktu hidrolisis selama3 jam. Pepton jeroan ikan tongkol memiliki kadar air 7,66%; kadar abu 2,34%; kadar protein 50,18%; dankadar lemak 0,47%. Kadar asam amino tertinggi dan terendah masing-masing adalah asam glutamat (6,38%)dan sistein (0,68%). Pepton jeroan ikan tongkol memiliki kelarutan 98,20%; total nitrogen 8,03%; α-aminonitrogen bebas 1,12%; rasio asam amino bebas terhadap total nitrogen 13,93%; kadar garam 0,79%; rendemen3,92-5,54% dan pH 6,02. Pepton jeroan ikan tongkol dapat digunakan sebagai salah satu penyusun media luriabroth (LB) untuk pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kecepatan pertumbuhanspesifi k maksimum E. coli pada media yang menggunakan pepton jeroan tongkol lebih tinggi dibandingkandengan pepton komersial, sedangkan kecepatan pertumbuhan spesifi k maksimum S. aureus lebih rendah padamedia pertumbuhan LB yang mengandung pepton jeroan tongkol.Kata kunci: hidrolisis, jeroan ikan, papain, pepton
Quality Changes of Light Flesh Tuna at Water of Tomini Bay, Gorontalo Province Nento, Wila Rumina; Nurhayati, Tati -; Suwandi, Ruddy -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuna is one of the mainstay fisheries commodities that involve many of the ordinary fishermen. The handling usually still not follows the principles of good handling that causing the poor quality as the result.The aims of this research were to analyze and to determine the quality of tuna meat (the abdominal wall, dorsal fin, and caudal fin). Raw material yellowfin tuna meat prepared for the light, the meat section of the abdominal wall, dorsal fin, and caudal fin. The result of organoleptic analysis showed that the tuna meat was above the minimum value for the criteria of fresh fish. The result of TVB analysis showed that the meat on the caudal fin had the highest value and significantly different with the other, but still exist on the safe limits and on the fresh category. For the result of analysis in histamine, it shown that at the fourth hour the meat at the dorsal fin had the histamine content which were above the minimum that have been recommended. For the result of analysis in peroxide number, it shown that the tuna meat did not sustain the fat damage until the fourth hour after the catching process. And for the result of analysis in TPC, it showed that at the fourth hour the tuna meat on the pectoral fin had the highest number of total colony and significantly different with the other.Keywords: handling, histamine, light flesh, microbiology, yellowfin
PEMBUATAN PEPTON SECARA ENZIMATIS MENGGUNAKAN BAHAN BAKU JEROAN IKAN TONGKOL Nurhayati, Tati -; Desniar, - -; Suhandana, Made -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.331 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v16i1.8112

Abstract

AbstrakJeroan ikan tongkol memiliki kandungan protein yang hampir sama dengan daging ikan sehingga memilikipotensi yang besar untuk dijadikan pepton. Penelitian ini bertujuan memproduksi pepton dari jeroan ikantongkol menggunakan enzim papain dan mengujinya untuk pertumbuhan bakteri. Konsentrasi enzim optimalyang digunakan untuk hidrolisis protein jeroan ikan tongkol adalah 0,26% dengan waktu hidrolisis selama3 jam. Pepton jeroan ikan tongkol memiliki kadar air 7,66%; kadar abu 2,34%; kadar protein 50,18%; dankadar lemak 0,47%. Kadar asam amino tertinggi dan terendah masing-masing adalah asam glutamat (6,38%)dan sistein (0,68%). Pepton jeroan ikan tongkol memiliki kelarutan 98,20%; total nitrogen 8,03%; α-aminonitrogen bebas 1,12%; rasio asam amino bebas terhadap total nitrogen 13,93%; kadar garam 0,79%; rendemen3,92-5,54% dan pH 6,02. Pepton jeroan ikan tongkol dapat digunakan sebagai salah satu penyusun media luriabroth (LB) untuk pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kecepatan pertumbuhanspesifi k maksimum E. coli pada media yang menggunakan pepton jeroan tongkol lebih tinggi dibandingkandengan pepton komersial, sedangkan kecepatan pertumbuhan spesifi k maksimum S. aureus lebih rendah padamedia pertumbuhan LB yang mengandung pepton jeroan tongkol.Kata kunci: hidrolisis, jeroan ikan, papain, pepton
Quality Changes of Light Flesh Tuna at Water of Tomini Bay, Gorontalo Province Nento, Wila Rumina; Nurhayati, Tati -; Suwandi, Ruddy -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v17i3.8911

Abstract

Tuna is one of the mainstay fisheries commodities that involve many of the ordinary fishermen. The handling usually still not follows the principles of good handling that causing the poor quality as the result.The aims of this research were to analyze and to determine the quality of tuna meat (the abdominal wall, dorsal fin, and caudal fin). Raw material yellowfin tuna meat prepared for the light, the meat section of the abdominal wall, dorsal fin, and caudal fin. The result of organoleptic analysis showed that the tuna meat was above the minimum value for the criteria of fresh fish. The result of TVB analysis showed that the meat on the caudal fin had the highest value and significantly different with the other, but still exist on the safe limits and on the fresh category. For the result of analysis in histamine, it shown that at the fourth hour the meat at the dorsal fin had the histamine content which were above the minimum that have been recommended. For the result of analysis in peroxide number, it shown that the tuna meat did not sustain the fat damage until the fourth hour after the catching process. And for the result of analysis in TPC, it showed that at the fourth hour the tuna meat on the pectoral fin had the highest number of total colony and significantly different with the other.Keywords: handling, histamine, light flesh, microbiology, yellowfin
KARAKTERISASI EKSTRAK KASAR POLIFENOLOKSIDASE DARI UDANG VANAME perceka, medal lintas; nurhayati, tati -; nurilmala, mala -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v17i2.8129

Abstract

Polifenoloksidase (PPO) merupakan enzim yang bertanggung jawab terhadap proses diskolorasi yang disebut melanosis. Blackspot atau melanosis merupakan proses penurunan mutu yang terjadi pada udang selama penanganan dan penyimpanan postmortem. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas enzim PPO udang vaname dan mengkarakterisasi enzim yang meliputi suhu, pH, konsentrasi substrat optimum serta kinetika enzim. Enzim PPO telah berhasil diisolasi dari karapas udang vaname dengan ekstraksi buffer fosfat (1:3). Enzim ini dikarakterisasi menggunakan L-DOPA sebagai substrat spesifiknya. Ekstrak kasar PPO memiliki aktivitas optimum pada suhu 35°C, pH 6 dan konsentrasi L-DOPA sebesar 10 mM. Nilai Km dan Vmaks PPO untuk substrat L-DOPA adalah sebesar 1,17 mM dan 285,71 U.Kata kunci: L-Dihidroksifenilalanin, Litopenaeus vannamei, melanosis, polifenoloksidase