Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN BILINGUAL MODULE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA (Studi Kasus di MAN 2 Kota Cirebon) nurhayati, eti; septiawati, anis
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.098 KB)

Abstract

Mata pelajaran matematika adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan dan merupakanbagian integral dari pendidikan nasional dan tidak kalah pentingnya bila dibandingkan dengan ilmu pengetahuan lainnyaRendahnya minat belajar matematika siswa, mengakibatkan aktivitas dalam kegiatan belajar siswa dalam mengikuti prosespembelajaran di dalam kelas belum seperti yang kita harapkan. Kegiatan siswa yang memperhatikan pelajaran yangditerangkan oleh guru masih sedikit, sehingga materi pelajaran yang disampaikan kurang dipahami siswa. Untuk mengatashal tersebut, penggunaan media adalah salah satu alternatif yang bisa digunakan agar konsep-konsep matematika bisa lebihdipahami oleh siswa. Salah satu bentuk media yang dapat digunakan adalah alat peraga kartu persamaan. Tujuan daripenelitian ini adalah : pertama, ingin mengetahui seberapa besar respon siswa dalam penggunaan alat peraga kartupersamaan dalam pembelajaran matematika. Kedua, ingin mengetahui seberapa besar prestasi belajar matematika siswa dkelas VII MTs Darul Falah Cijati Kabupaten Majalengka. Ketiga, ingin mengetahui adakah pengaruh penggunaan alaperaga kartu persamaan terhadap prestasi belajar matematika siswa.Alat peraga kartu persamaan adalah suatu bentuk alat peraga matematika yang berkonsep dasar pada Persamaan Linear SatuVariabel. Alat peraga ini mudah didapatkan dan dibuat bersama-sama siswa, karena bahan dasarnya terbuat dari kertas lipat.Alat peraga ini juga bermanfaat untuk membantu mempermudah menyelesaikan persamaan linear satu variabel.Dalam penelitian ini, terdapat 2 variabel yaitu penggunaan alat peraga kartu persamaan sebagai variabel bebas (X) danprestasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs DaruFalah Cijati Kabupaten Majalengka tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 142 siswa. Sampel yang dipilih adalah 1kelas sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan teknik Cluster Sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dantes.Pada umumnya siswa menyatakan setuju pembelajaran matematika menggunakan alat peraga kartu persamaan di kelas VIMTs Darul Falah Cijati Kab. Majalengka. Hal ini dapat dilihat dari respon siswa dilihat dari hasil angket bahwa sebanyak77,1% siswa memberikan respon tinggi dan 22,9% siswa memberikan respon rendah. Berdasarkan uji statistik didapabahwa thitung > ttabel yaitu 6,704 > 2,035 yang berarti bahwa hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis a (Ha) diterima.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikanKata Kunci : kartu persamaan, PLSV
MEMAHAMI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI (Perspektif Psikologi Perkembangan) Nurhayati, Eti
AWLADY Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : AWLADY Jurnal Pendidikan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.037 KB)

Abstract

Anak usia dini (early childhood) memiliki karakteristik berbeda dengan usia sebelum dan sesudahnya, baik dalam fisik-biologis, motorik, kognitif, moral, dan psikososialnya. Oleh karena itu perlakuan dan pendidikan untuk anak usia dini juga spesifik, di mana harus mempertimbangkan kesesuaian dengan usia kronologis serta pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk itu, bagi orang tua/calon orangtua, pendidik/calon pendidik, maupun pihak yang terkait dan concern di bidang pendidikan prasekolah, merupakan keniscayaan untuk memahami tumbuh kembang anak usia dini yang bertujuan untuk membantu menumbuh-kembangkan anak-anak secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Keniscayaan itu disebabkan anak usia dini sedang berada pada masa emas (golden age) dalam rentang kehidupan (lifespan) manusia, karena pada masa itulah dasar-dasar kepribadian diletakkan untuk kehidupan berikutnya di masa dewasa kelak sebagai pribadi manusia yang seutuhnya. Kata kunci: Perkembangan fisik, motorik, kognitif, psikososial; Anak usia Dini.
PENANAMAN NILAI-NILAI KEISLAMAN BAGI ANAK USIA DINI Nurhayati, Eti
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.505 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v2i2.816

Abstract

ABSTRACTAlong with the progress achieved in the current era of globalization, there is a crisis of moral and religious. Various delinquency increasingly become a phenomenon among teens and adults, in addition to the commitment and consistent of religious has not been seen in some teenagers and adults. It is pointed out, due to religious education and Islamic values are less effective when they were inculcated in early childhood. Therefore, inculcate Islamic values to children as early as possible is very important because it will become the foundation for their life as an adult. This study aims to: (1) formulating the Islamic values that are important inculcated to early childhood, (2) explore the potential of children that can be developed to inculcate Islamic values to them, (3) identify methods and strategies effective to inculcate Islamic values to early childhood. This study uses descriptive qualitative, data collection techniques using intensive observation of the learning process and in-depth interviews and then analyzed qualitatively in narrative form.Results of this study conclude: (1) The Islamic values are important to early childhood inculcated includes four major components, namely: the values of faith, worship, akhlaq karimah, and reading the Quran. (2) Some of the potential early childhood include the potential physical and psychological, such as: physical, brain, motivation, attention, memory, and cognitive foundations on which to accept Islamic values inculcated to them. (3) The method effectively used, such as: the provision of religious knowledge in an integrated way or separately with each theme, habituation, warning, giving the example, create an religious environment, cooperation with parents in the religious education of children in the family, such as: habituation prayer, fasting, manners of interacting, and particularly in learning to read the Quran. An effective strategy is mainly done by the principle of "learn as you play", giving rewards to children as reinforcement to the actions and behavior, and creating an environment that is fun.Key Words: The Islamic Values, Early Childhood, Early Childhood Education.
Multicultural Value in the Traditional Islamic Boarding School, Bina Insan Mulia (BIMA), Cirebon, Indonesia Nurhayati, Eti; Nurhidayah, Yayah
Nadwa Vol 1, No 1 (2019): Islamic Education and Liberation
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.1.1.3509

Abstract

Multicultural Education in Islamic Boarding Schools teaches tolerance and openness in carrying out activities of daily living. This research was conducted at the Bina Insan Mulia (BIMA) boarding school using descriptive qualitative methods, as well as data collection techniques by interviewing, observing, documenting studies, and FGDs. The conclusions of this study are: (1) The values of Multicultural Islamic Education implemented at the BIMA Islamic Boarding School are sourced from books / books taught to students / students such as the book of Hadith al-Arba'in Nawawiyah, Safinah al-Najah, Fath al-Qarib , Ta'lim al-Mutaa'llim, Taysir al-Khalaq, and Riyadh al-Saliheen; (2) The application of multicultural values includes openness, humanity, tolerance, mutual assistance, justice, equality, brotherhood. AbstrakPendidikan Multikultural di Pondok pesantren mengajarkan toleransi dan keterbukaan dalam melaksanakan aktifitas hidup sehari-hari. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, serta teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan FGD. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) Nilai-nilai Pendidikan Islam Multikultural yang diterapkan di Pondok pesantren BIMA bersumber dari kitab / buku yang diajarkan kepada murid / Santri seperti kitab Hadits al-Arba'in Nawawiyah, Safinah al-Najah, Fath al-Qarib, Ta'lim al-Mutaa'llim, Taysir al-Khalaq, dan Riyadh al-Shalihin; (2) Penerapan nilai-nilai multikultural tersebut meliputi keterbukaan, kemanusiaan, toleransi, saling membantu, keadilan, kesetaraan, persaudaraan. 
A Child-friendly Family Education in the Perspective of Psychology Nurhayati, Eti
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.7 KB)

Abstract

Pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama bagi anak usia dini, di mana sebagian besar waktunya berada di lingkungan keluarga. Fungsi keluarga sebagai wahana pengasuhan, pendidikan, sosialisasi, mengembangkan kemampuan, dan membangun kebiasaan-kebiasaan positif bagi anak-anak. Orangtua adalah orang yang pertama dan utama yang harus bertanggung jawab menciptakan lingkungan kondusif, yang religious, memberi teladan kepada anak-anaknya agar mereka tumbuh menjadi anak sholih dan sholihah, berakhlak mulia, berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Mengasuh, membesarkan, dan mendidik anak-anak yang dilakukan oleh orangtua, ayah dan ibu secara bersinergi harus dengan kasih sayang, kesabaran, ketelatenan, keikhlasan, dukungan material dan moral, pengorbanan, dan berusaha menciptakan keamanan, kenyamanan, kesejahteraan, dan kebahagiaan bagi anak di dalam keluarga, tanpa ada kekerasan, baik secara fisik maupun psikologis. Masa usia dini adalah masa yang sangat penting dari keseluruhan perkembangan manusia dan anak usia dini merupakan kelompok yang rentan menjadi korban kekerasan oleh orang dewasa. Makalah kecil ini berikhtiar untuk memformulasikan pendidikan keluarga yang ramah bagi anak usia dini ditinjau dari perspektif Psikologi. Kata Kunci: Pendidikan, keluarga, ramah, anak usia dini. Family education is the first and primary education for early childhood, where most of his time being in a family environment. The function of family is an instrument for the upbringing, education, socialization, develop skills, and build positive habits for children. Parents are the first and foremost who should be responsible for creating an enabling religious environment, be an example to their children so that they grow into children who Shalih and Shalihah, noble, useful for religion, homeland and nation. Parenting, raising, and educating children committed by parents, father and mother are should be synergy with affection, patience, diligence, sincerity, moral and material support, sacrifice, and try to create security, comfort, well-being and happiness for the children in the family, without violence, both physically and psychologically. Early childhood is a crucial time of the overall human development and early children are vulnerable to violence by an adult. This little paper endeavors to formulate a no-violence family education for early childhood viewed from the perspective of Psychology. Keywords: Education, Family, no-violence, early childhood
A MODEL OF EDUCATION FOR WOMEN (A Case Study in Madrasah Muallimat PUI Majalengka – West Java) Nurhayati, Eti
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2016, TH. XXXV, NO. 1
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.641 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8360

Abstract

Abstract: This study was aimed to describe a model of education for women in Madrasah Muallimat PUI which had unique and specific characteristics, and it is still maintained until now. It is a special education for Muslimah, aiming to make cadres of educators who are regarded as a noble profession for women. The study used a qualitative approach and the data were collected through literature, documentation, in-depth interviews, and participant observation. The findings showed that: (1) The education in PUI’s perspective: viewing the importance of education for all human beings, integrating the science and religion, education skills, entrepreneurship, faith, noble morality, and innovative skills; (2) The model of education for women in Madrasah Muallimat included: looking at the importance of educated women, learning science and religion, being fluent in reading the Quran, mastering the Arabic language, being able to read the Kitab as a source of religious instruction, having personality as a true Muslimah who is skilled at the field of women to settle down provision, being eloquent, being able to lead the community, being spirited educators and becoming educators for families and communities, as well as being noble. Keywords: Education for women, Madrasah Muallimat, PUI MODEL PENDIDIKAN UNTUK PEREMPUAN (Studi Kasus di Madrasah Muallimat PUI Majalengka - Jawa Barat) Abstrak: Studi ini ingin mendeskripsikan model pendidikan di Madrasah Muallimat PUI yang memiliki karakteristik unik dan spesifik, dan masih dipertahankan sampai sekarang, merupakan pendidikan khusus untuk muslimah, bertujuan mencetak kader pendidik yang dipandang sebagai sebuah profesi mulia untuk perempuan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data: studi pustaka, dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi partisipasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan: (1) Pendidikan dalam perspektif PUI: memandang pentingnya pendidikan bagi semua manusia, mengintegrasikan pengetahuan umum dan agama, pendidikan keterampilan, wirausaha, keimanan, akhlaq mulia, dan inovatif; (2) Model pendidikan di Madrasah Muallimat adalah: memandang pentingnya perempuan berpendidikan, mempelajari ilmu pengetahuan umum dan agama, fasih membaca al-Qur’an, menguasai bahasa Arab, mampu membaca kitab berbahasa Arab, berkepribadian muslimah yang terampil, pandai berpidato, mampu memimpin masyarakat, berjiwa pendidik dan menjadi pendidik bagi keluarga dan masyarakat, serta berakhlaq mulia. Kata Kunci: Pendidikan untuk perempuan, Madrasah Muallimat, PUI
ASPEK BIOLOGI IKAN LIDAH (Achiroides leuchorhinchos) DAN SEBARAN DI SUNGAI MUSI, SUMATERA SELATAN Nurhayati, Eti; Prianto, Eko
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 14, No 3 (2008): (September 2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.337 KB) | DOI: 10.15578/jppi.14.3.2008.273-277

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Sungai Musi, Sumatera Selatan pada tahun 2007 untuk mempelajari biologi ikan lidah (Achiroides leuchorhinchos) yang meliputi distribusi ukuran, bobot tubuh, kebiasaan makan, fekunditas, serta sebaran di Sungai Musi. Contoh ikan diperoleh dengan alat jaring, jala, dan stroom eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ikan lidah (Achiroides leuchorhinchos) terdapat di Sungai Musi bagian hulu sampai dengan hilir. Ikan ini memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif (b=2.894) dengan ikan terbanyak pada kisaran panjang 41 sampai dengan 48 mm dan 0,5 sampai dengan 1 g. Ikan lidah (Achiroides leuchorhinchos) termasuk ikan karnifora dengan makanan utama kepiting dan makanan pelengkap ikan. Pola pemijahan adalah total spawner dengan fekunditas sekitar 2x103 butir telur berukuran rata-rata 0,06 mm. Musim pemijahan ikan lidah (Achiroides leuchorhinchos) diperkirakan terjadi pada bulan Juli (musim kemarau). Research was done in Musi River, South Sumatera in 2007 to study the biology of tongue fish (Achiroides leuchorhinchos) covering distribution of size measure, body wight, food habit, fecundity, and distribution in Musi River. Fish samples were collected by using net and electric fishing. The result shows that tongue fish (Achiroides leuchorhinchos) was found in upstream until downstream. This fish has negative growth allometric pattern (b=2,894). Tongue fish is carnivore with the espesial food crab and fish as complement food. Its fecunditity pattern is total spawner with number of eggs of about 2x103 eggs, size of eggs of 0.06 mm. The spawning season of tongue fish might occur on July (dry season).
A MODEL OF ACADEMIC GUIDANCE IN UNIVERSITY Nurhayati, Eti
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 3 (2012): Cakrawala Pendidikan edisi November 2012, Th. XXXI, No. 3
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.074 KB) | DOI: 10.21831/cp.v0i3.1856

Abstract

Abstrak: Model Bimbingan Belajar di Perguruan Tinggi. Tulisan ini merupakan hasil penelitian membahas pentingnya bimbingan belajar karena beberapa alasan yang bersifat internal dan eksternal untuk menunjang kesuksesan belajar dan menyongsong masa depan bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menghasilkan model bimbingan belajar untuk meningkatkan keterampilan berpikir dan kemandirian dalam belajar dengan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) melalui empat tahapan: studi pendahuluan, merancang draf model, memvalidasi draf model, dan menguji model di lapangan. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan desain The pretest and posttest non-equivalent control group design. Hasil penelitian menyimpulkan, model bimbingan yang telah diuji di lapangan terbukti secara meyakinkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif serta kemandirian, baik aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap dalam belajar. Kata kunci: Bimbingan akademik, keterampilan berpikir, kemandirian belajar.
DESKRIPSI KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR DAN GENDER Nurhayati, Eti; Subekti, Fitrianto Eko
ALPHAMATH Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : ALPHAMATH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research was to construct description on student’s mathematical cognitive ability in SMP Muhammadiyah Sumbang viewed from learning style and gender on topic of rectangular. The research method was descriptive qualitative. The research population was students of 7th Grade A and D with purposive sampling technique. Students were divided into six groups and two students from each group were selected as respondents. Test, interview and documentation were used as the data collection. The results indicated: 1) Male and female students with visual learning style could not have knowledge of five indicators of mathematical cognitive ability as follow: to propose presumption, to make mathematical manipulation, to draw conclusions, to construct evidence, to give reasonable evidence for solutions, to examine argument validity, and to find path of mathematical indication. 2) Male and female students with auditory learning style could have knowledge one indicator of mathematical cognitive ability as of to find path of mathematical indication. 3) Male students with kinesthetic learning style could have knowledge of one indicator of mathematical cognitive ability as of to make mathematical manipulation. 4) Female students with kinesthetic learning style could have knowledge of one indicator of mathematical cognitive ability as of to propose presumption. KEY WORDS: Mathematical cognitive ability, Learning style, Gender
LITERASI AWAL AL-QUR’AN UNTUK ANAK USIA DINI DENGAN TEKNIK READING ALOUD Nurhayati, Eti
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.727 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v5i1.3981

Abstract

berkembang luas di Indonesia untuk para pebelajar pemula, termasuk anak usia dini. Berdasarkan studi penulis, ditemukan setidaknya enam belas metode dan sembilan teknik pemelajaran al-Qur’an. Metode-metode tersebut adalah: Baghdadiyah klasik, Baghdadi ala Malaysia, Barqi, Tilawati, Qira’ati, Iqra, Iqra Terpadu, Iqra Klasikal, Lamma, Nahdhiyah, Wafa, Muyassar, Yanbu’a, Ummi, Rubaiyat, dan Ijmali. Tekniknya antara lain: Al-Bana, Al-Bayan, Sintetik, Bunyi, Meniru, Campuran, Libat, Talqin, dan Specch&Read Aloud (SRA). Setiap metode dan teknik tersebut memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan. Studi ini difokuskan untuk mengetahui bagaimana efektivitas dan efisiensi teknik Reading aloud digunakan sebagai pengenalan literasi awal al-Qur’an untuk anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif di RA Al-Ishlah Bobos Cirebon. Kesimpulan penelitian: (1) Teknik Reading aloud sangat efektif digunakan dalam pemelajaran literasi awal al-Qur’an untuk anak usia dini, terutama dalam pengucapan huruf hijaiyyah, lafadz, ayat, dan surah al-Qur’an (2) Teknik Reading aloud sangat efisien digunakan dalam pemelajaran literasi awal al-Qur’an ukarena efisien, mudah, murah, simpel, dan fleksibel digunakan oleh guru, dan menyenangkan bagi anak usia dini.