Articles

Found 19 Documents
Search

EKSTRAKSI PATI RESISTEN DARI TIGA VARIETAS KENTANG LOKAL YANG BERPOTENSI SEBAGAI KANDIDAT PREBIOTIK Sari, Fitrah Kurnia; Nurhayati, .; Djumarti, .
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 1 No 3 (2014): FEBRUARI
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.498 KB)

Abstract

[ENGLISH] Potato native starch (PNS) can pass trough the gastrointestinal digestive tract without undergoing substantial breakdown so they are classified as resistant starch type II (RS2). The research were to extract the PNS by using water and 10% etanol solution (1:3) and evaluated the probiotic properties. The starch extraction was conducted at room temperature with three times. The result showed that the arka variety produced highest starch than rendang or granola variety. Extraction yield of arka with aquades has highest yield approximately 10,49 ? 0,03%.The kind of solvent and potato varieties affect significant different in standart 5% of RS content. The starch from granola variety of water solvent extraction (K3P1) was the highest levels of RS2 aproximately 56,37 ? 0,24%. The RS2 arka?s potato of water solvent (K2P1) was more resistant to gastric acid hydrolysis than the other. K2P1 was highest to increase survival of L.acidophillus than K1P1 and K3P1. In addition, K2P1 suppressed survival of EPEC and Salmonella Typhimurium. It can be concluded that RS2 extracted from arka?s potato of water solven (K2P1) was better prebiotics properties than RS2 extracted from rendang?s potato of water solven (K1P1) and granola?s potato of water solven (K3P1) Keywords: Potato; Resistant starch type II (RS2); Water?ethanol extraction; Prebiotic properties. [INDONESIAN] Pati kentang alami yang mampu melewati saluran pencernaan tanpa mengalami pemecahan akibat struktur granula pati yang sedimikian rupa sehingga diklasifikasikan sebagai pati resisten tipe II (RS2). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekstrak pati kentang alami dengan menggunakan pelarut air dan pelarut etanol 10% pada perbandingan 1:3 dan mengevaluasi sifat-sifat prebiotiknya. Ekstraksi pati dilakukan pada suhu ruang dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas arka menghasilkan pati terekstrak lebih tinggi daripada varietas granola. Yield ekstraksi dari varietas arka dengan pelarut air menghasilkan yield tertinggi sekitar 10,49 ? 0,03%. Jenis pelarut dan varietas kentang secara nyata mempengaruhi kadar pati resisten. Pati kentang varietas granola yang diekstrak dengan pelarut air (K3P1) menghasilkan kadar RS2 tertinggi sebesar 56,37 ? 0,24%. RS2 dari kentang varietas arka dengan pelarut air (K2P1) bersifat lebih resisten terhadap hidrolisis asam lambung daripada varietas granola. K2P1 tertinggi dalam meningkatkan survival L . acidophilus daripada K1P1 dan K3P1. K2P1 juga mampu menekan survival Enteropatogenik Escherichia coli (EPEC) dan Salmonella Typhimurium. Hal ini dapat disimpulkan bahwa RS2 yang diekstrak dari kentang varietas arka dengan menggunakan pelarut air (K2P1) memiliki sifat-sifat pre-biotik lebih baik dari pada RS2 yang diekstrak dari kentang varietas rendang (K1P1) dan varietas granola (K3P1) Kata Kunci: Kentang; Pati resisten tipe 2; Ekstraksi Air-Etanol; Sifat Prebiotik How to citate: Sari FK, Nurhayati, Djumarti. 2013. Ekstraksi pati resisten dari tiga varietas kentang lokal yang berpotensi sebagai kandidat prebiotik. Berkala Ilmiah Pertanian 1(2): 38-42.
EKSTRAKSI PATI RESISTEN DARI TIGA VARIETAS KENTANG LOKAL YANG BERPOTENSI SEBAGAI KANDIDAT PREBIOTIK Sari, Fitrah Kurnia; Nurhayati, .; Djumarti, .
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 1, No 3: FEBRUARI
Publisher : Berkala Ilmiah Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.498 KB)

Abstract

[ENGLISH] Potato native starch (PNS) can pass trough the gastrointestinal digestive tract without undergoing substantial breakdown so they are classified as resistant starch type II (RS2). The research were to extract the PNS by using water and 10% etanol solution (1:3) and evaluated the probiotic properties. The starch extraction was conducted at room temperature with three times. The result showed that the arka variety produced highest starch than rendang or granola variety. Extraction yield of arka with aquades has highest yield approximately 10,49 ± 0,03%.The kind of solvent and potato varieties affect significant different in standart 5% of RS content. The starch from granola variety of water solvent extraction (K3P1) was the highest levels of RS2 aproximately 56,37 ± 0,24%. The RS2 arka’s potato of water solvent (K2P1) was more resistant to gastric acid hydrolysis than the other. K2P1 was highest to increase survival of L.acidophillus than K1P1 and K3P1. In addition, K2P1 suppressed survival of EPEC and Salmonella Typhimurium. It can be concluded that RS2 extracted from arka’s potato of water solven (K2P1) was better prebiotics properties than RS2 extracted from rendang’s potato of water solven (K1P1) and granola’s potato of water solven (K3P1) Keywords: Potato; Resistant starch type II (RS2); Water–ethanol extraction; Prebiotic properties. [INDONESIAN] Pati kentang alami yang mampu melewati saluran pencernaan tanpa mengalami pemecahan akibat struktur granula pati yang sedimikian rupa sehingga diklasifikasikan sebagai pati resisten tipe II (RS2). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekstrak pati kentang alami dengan menggunakan pelarut air dan pelarut etanol 10% pada perbandingan 1:3 dan mengevaluasi sifat-sifat prebiotiknya. Ekstraksi pati dilakukan pada suhu ruang dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas arka menghasilkan pati terekstrak lebih tinggi daripada varietas granola. Yield ekstraksi dari varietas arka dengan pelarut air menghasilkan yield tertinggi sekitar 10,49 ± 0,03%. Jenis pelarut dan varietas kentang secara nyata mempengaruhi kadar pati resisten. Pati kentang varietas granola yang diekstrak dengan pelarut air (K3P1) menghasilkan kadar RS2 tertinggi sebesar 56,37 ± 0,24%. RS2 dari kentang varietas arka dengan pelarut air (K2P1) bersifat lebih resisten terhadap hidrolisis asam lambung daripada varietas granola. K2P1 tertinggi dalam meningkatkan survival L . acidophilus daripada K1P1 dan K3P1. K2P1 juga mampu menekan survival Enteropatogenik Escherichia coli (EPEC) dan Salmonella Typhimurium. Hal ini dapat disimpulkan bahwa RS2 yang diekstrak dari kentang varietas arka dengan menggunakan pelarut air (K2P1) memiliki sifat-sifat pre-biotik lebih baik dari pada RS2 yang diekstrak dari kentang varietas rendang (K1P1) dan varietas granola (K3P1) Kata Kunci: Kentang; Pati resisten tipe 2; Ekstraksi Air-Etanol; Sifat Prebiotik How to citate: Sari FK, Nurhayati, Djumarti. 2013. Ekstraksi pati resisten dari tiga varietas kentang lokal yang berpotensi sebagai kandidat prebiotik. Berkala Ilmiah Pertanian 1(2): 38-42.
PENERAPAN BELAJAR AKTIF DENGAN BERSUARA DALAM MEMBACA AL QUR’AN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Nurhayati, .; ., Fadillah; ., Sutarmanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 9 (2014): September 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.639 KB)

Abstract

Abstrak : Naik turunnya minat, motivasi anak-anak PAUD HAYATI Pontianak Timur dalam belajar membaca al-Qur’an. Pembelajaran berpusat pada guru, banyak menggunakan metode ceramah tanpa dialog/tanya jawab, sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna ditambah lagi tingkah anak didik yang malas belajar, cenderung bermain dan bersenda gurau di dalam kelas. Penelitian ini memfokuskan pada: Penerapan Belajar Aktif dengan Bersuara di dalam Membaca Al Qur’an pada Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Hayati Pontianak Timur. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjeknya adalah anak didik berjumlah 23 orang. Lokasi penelitian adalah PAUD HAYATI Pontianak Timur. Penelitian secara umum dapat disimpulkan bahwa: Penerapan belajar aktif dengan bersuara dalam membaca Al-Qur’an pada anak usia 5-6 tahun di PAUD HAYATI Pontianak Timur dapat dilakukan dengan metode demonstrasi iqro, melibatkan anak didik untuk turut aktif dalam pembelajarannya yakni guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dan anak didik melaksanakan kegiatan pembelajarannya.   Kata Kunci : Aktif, Bersuara, Usia 5-6 Tahun   Abstract: The rise and fall of interest and motivation of children Early Childhood Education HAYATI in the East Pontianak in learning to read Quran.Still learning centered on the teacher, lack of provision of opportunities for students to build knowledge about something, more teachers use the lecture method without dialogue / questions and answers, so that learning becomes less meaningful coupled behavior of students who are lazy to learn, tend to play and frolic in this kelas.This study focuses on: the application of active learning in the reading aloud the Quran at the age of 5-6 years in early childhood HAYATI Pontianak Timur.This study used a descriptive method with kualitatif.Subject approach in this experiment is the protégé was 23 people.Location was chosen as the research is Early Childhood Education  HAYATI East Pontianak demonstration can be done with the method involving direct students to actively participate in learning that teachers plan and implement learning that teachers plan and implement learning and students carry out the learning activities. Keywords: Active, Voice, Age 5-6 years
EFEKTIFITAS PENYULUHAN PADA IBU POST PARTUM TERHADAP DETEKSI DEMAM PADA BAYI USIA 0-12 BULAN DI KECAMATAN DARUSSALAM ACEH BESAR TAHUN 2012 Halimatussakdiah, .; Nurhayati, .
Idea Nursing Journal Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari wawancara 10 orang ibu post partum di 5 desa wilayah Kec Darussalam didapatkan bahwa 70 % mengetahui tentang gejala anak demam, 90 % mengatakan anak demam dibawa ke tempat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, praktik dokter, praktik Bidan atau perawat, 100 % tidak mengerti tentang mengukur suhu tubuh bayi dengan termometer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penyuluhan pada ibu post partum terhadap deteksi dini demam pada bayi 0-12 bulan di kecamatan Darussalam Aceh Besar tahun 2012. Desain penelitian ini berbentuk kuasi eksperimen dan di rancang berbentuk  pre dan post test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang dengan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan tanggal 20 Agustus 2012 - 23 September 2012. Analisa data dilakukan dengan komputer dengan menggunakan rumus Uji-t paired sample. Hasil penelitian didapatkan, ada perbedan pemahaman tentang deteksi dini  demam pada bayi 0-12 bulan tentang  gejala dan tanda-tanda sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan (P value 0.00). Ada perbedan pemahaman tentang deteksi dini demam pada bayi 0-12 bulan tentang pengetahuan penyebab demam sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan (p value 0.00). Ada perbedan keterampilan tentang deteksi dini  demam pada bayi 0-12 bulan tentang cara pengukuran suhu tubuh bayi sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan (P value 0.00).  Ada perbedan keterampilan tentang deteksi dini  demam pada bayi 0-12 bulan tentang cara membaca hasil pengukuran suhu tubuh bayi dengan termometer sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan (P value  0.00). Rekomendasi kepada Puskesmas agar menyusun standar prosedur operasional (SOP) dan materi terkait penyuluhan kepada ibu post partum di Unit pelayanan terkait.
Preliminary study on the adsorption of lead (II) ions from aqueous solution with breadfruid’s bark (Artocarpus altilis) by un-modified and modified with citric acid Mairiza, Lia; Zaki, Muhammad; Nurhayati, .; Juliyanti, Evi
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 1, No 2 (2011): Engineering
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.056 KB)

Abstract

The adsorption of lead(II) ions from aqueous solution with breadfruit’s bark by unmodified and modified with citric acid was investigated. The results by using adsorbent dosage 20 g/L indicated the   adsorption efficiency was up to 99%, and the best result is obtained about 99,963% when adsorbate is  conducted with modified bark for 90 minutes. The adsorption behavior by modified bark followed the Langmuir isotherm model and the Freundlich isotherm model for modified bark. The maximum adsorption capacity of lead(II) ions are 34,98 mg adsorbate/g adsorbent for unmodified bark when contact time is 60             minutes. The influence of contact time showed that adsorption reached the equilibrium rapidly. A batch adsorption model followed the pseudo second order kinetic.
OPTIMALISASI KINERJA ORGANISASI SEKOLAH MELALUI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH PADA 5 SD DALAM GUGUS GAROT Nurhayati, .
Jurnal Pencerahan Vol 7, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.338 KB)

Abstract

Optimalisasi kinerja sekolah melalui MBS merupakan upaya untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas pengelolaan sekolah dengan memanfaatkan segenap sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kinerja warga sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program, pelaksanaan, dan hambatan kepala sekolah dalam pengelolaan organisasi sekolah dalam gugus Garot. Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif, pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen, subjek penelitian kepala sekolah, guru, dan siswa, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Program pembinaan kinerja organisasi sekolah  pada sekolah dalam Gugus Garot,  sudah  memiliki RKAS, dan KTSP, walaupun belum memenuhi sebagaimana yang diharapkan oleh MBS (2) Pelaksanaan optimalisasi kinerja organisasi sekolah sudah berjalan dengan baik pada sekolah dalam Gugus Garot, walaupun memanfaatkan sumber daya secara optimal malalui pengarahan, pemimpinan, pemotifasian dan pembinaan personil sesuai dengan bidangnya masing- masing. (3) Hambatan-hambatan yang dialami kepala sekolah dalam mengoptimalisasi kinerja sekolah antara lain: rendahnya partisipasi masyarakat terhadap sekolah, rendahnya kemampuan personil, kepemimpinan dan manajemen sekolah, hal ini disebabkan rendahnya intensitas kegiatan pelatihan kepemimpinan dan manajemen yang dilakukan  pihak terkait
Penggunaan Tepung Kulit Buah Nanas dalam Ransum Terhadap Bobot Relatif Organ Pencernaan dan Usus Halus Ayam Pedaging yang Disuplementasi Yoghurt Handoko, Heru; Nurhayati, .; Nelwida, .
Jurnal Penelitian Universitas Jambi: Seri Sains Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Penelitian Universitas Jambi: Seri Sains

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.854 KB)

Abstract

This research was conducted to study the effect of use pineapple peel meal into the ration on broiler chicken gastrointestinal supplemented yoghurt. Feeding trial was assigned into Completely Randomized Design and used 80 unsex three days old chickens, consisted of 4 treatments and 4 replications, each was consisting 5 chickens. The treatments were R0 (0% of pineapple peel meal/PPM), R1 (5% of PPM), R2 (10% of PPM), and R3 (15% of PPM). All the chickens were supplemented of yoghurt. Parameter measured were feed consumption, final body weight, relative weight of liver, pancreas, ventriculus and small intestine. The data were analyzed by analysis of variance. The results showed the diet consisted of 15% PPM decreasing of consumption (p<0.05;  LSD test). However, there were no significant effect (P>0.05) on final body weight, relative weight of liver and pancreas, and the ventriculus and small intestine relative weight on all treatments. It is indicated that pineapple peel meal could be use into the diet up to 15%. Yoghurt supplementation increased poultry production on nutrient absorbtion, especially under low quality feed within high fibre content. It is concluded that pineapple peel meal could be used into the ration up to 15% without any significant effects on final body weight and relative gastrointestinal broiler supplemented yoghurt. Kata Kunci: Yoghurt, gastrointestinal.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMEN DIVISION DI SMP Nurhayati, .; Putri Panjaitan,, Ruqiah Ganda; ., Syamswisna
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 2 (2015): Pebruari 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.971 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD pada materi sistem peredaran darah manusia di kelas VIII B SMP Negeri 2 Siantan. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Sampel penelitian siswa kelas VIII B dengan jumlah siswa 24 orang, 12 laki-laki dan 12 orang perempuan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Dari hasil penelitian, rata-rata hasil belajar pada siklus 1 sebesar 76,6 dengan ketuntasan 87,5% dan siklus 2 sebesar 82,41 dengan ketuntasan 100% (KKM 65). Persentase pelaksanaan pembelajaran pada siklus 1 sebesar 100% dan siklus 2 sebesar 100%. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sitem peredaran darah manusia.   Kata kunci: Kooperatif tipe STAD, hasil belajar.   Abstract: This study aims to improve  the students’ learning result by using the cooperative model type STAD on the material of  the human blood circulation system in VIII B class of SMP Negeri 2 Siantan. The model of this study was Classroom Action Research. The samples are the students of VIII B class which is consist of 24 students, 12 boys and 12 girls. This study was conducted in two cycles. Based on the result of the study, obtained that the average of the first cycle result was 76,6 with  87,5% of completeness while the second cycle was 82,41 with 100% of completeness (KKM 65). Since percentage of the learning process on the first cyle was 100% and the second cycle was 100%, can be concluded that using the cooperative model of STAD type can improve the students learning result on the material of the human blood circulation system.   Keywords: Cooperative type STAD, learning result.    
Indonesian Puslit (Centre Of IT Solution) Website Analysis Using Webqual For Measuring Website Quality Nurhayati, .; Febrianti, Maria Shusanti
International Conference on Engineering and Technology Development (ICETD) 2013: 2nd ICETD 2013
Publisher : Bandar Lampung University (UBL)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media websites are all available information on the Internet. Needs also use websites in need in an enterprise, companies can more easily promote their products using the website penjualan.Kualitas services in disseminating information on the sales website has become a very important requirement, as this may impact the level of subscriber satisfaction and community wide that will access the companys website. INDONESIA CV.PUSLIT website. INDONESIA Research Center or the IT Solution Center Indonesia is one of the companies engaged in the sale of which is highly dependent to the Internet. It is important for a website to be able to make the Research Center INDONESIA assessment of the quality of the website using the WebQual is one method or technique of measuring the quality of the website is based on the perception of the end user. This is because the Research Center is a company focused to serve the development of the product - software products (software or system) based Information Technology is marketed only through the website. This method is an extension of the widely used SERVQUAL prior to the measurement of service quality
PENERIMAAN KONSUMEN TERHADAP CITA RASA COOKIES PISANG OWAK (Musa paradisiaca L) Zulhera, .; Sufiat, Suryati; Nurhayati, .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cookies merupakan penganan yang rasanya manis, berstektur renyah yang terbuat dari tepung terigu protein rendah, gula, lemak dan telur. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resep standar pembuatan cookies dengan menggunakan pisang owak dan mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap cookies dengan penambahan pisang owak (Musa paradiaca L). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan 3 kali perlakuan dengan 2 kali pengulangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang dilakukan oleh 6 orang narasumber/ panelis terlatih yaitu dosen Prodi PKK FKIP Unsyiah. Selanjutnya uji penerimaan (Acceptability Test) dilakukan oleh 30 orang panelis konsumen yang terdiri dari  20 mahasiswa FKIP Unsyiah. Teknik analisis data menggunakan LSD (Least Significant Different) dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil analisis data oleh narasumber terhadap resep kontrol cookies menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan ke II dilihat dari segi warna memiliki warna kuning keemasan, aroma harum, tekstur renyah dan dari segi rasa manis. Dari hasil uji pengamatan oleh narasumber terhadap cookies dengan penambahan pisang owak menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan pertama  Zc001 50 gr (20%). Dari hasil uji penerimaan panelis konsumen terhadap cookies dengan penambahan pisang owak menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan pertama Zc00I, ditinjau dari warna kuning keemasan, aroma harum, tekstur renyah dan rasa manis, untuk uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan tingkat penerimaan konsumen terhadap karakteristik organoleptik cookies pisang owak dilihat dari warna kuning keemasan, aroma harum, tekstur renyah dan rasa manis. Dengan demikian  hipotesis alternatif diterima (H1). Diharapkan masyarakat dapat mengembangkan penganan dari pisang owak lebih bervariasi.