Articles

Found 29 Documents
Search

Wayang Dalam Fiksi Indonesia

Jurnal Humaniora Vol 15, No 1 (2003)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.003 KB)

Abstract

Munculnya unsur cerita wayang dan bentuk-bentuk transformasinya pada karya fiksi Indonesia secara intensif baru terlihat pada pertengahan tahun 70-an, yaitu dengan Umar Kayam, dan beberapa tahun sebelumnya Danarto menulis cerpen Nostalgia yang bersumber pada cerita Abimanyu gugur. Setelah itu karya-karya berikutnya menyusul seperti Pengakuan Pariyem (Linus Suryadi), Burung-burung Manyar dan Durga Umayi (Mangunwijaya), Canting (Arswendo Atmowiloto), Para Priyayi (Umar Kayam), Perang (Putu Wijaya), atau bahkan karya yang berangkat dari cerita wayang itu sendiri seperti Anak Bajang Menggiring Angin (Sindhunata), Balada Cinta Abimanyu dan Lady Sundari dan Balada Narasoma (Agusta T. Wibisono), Asmaraloka (Danarto), cerpen "Karna" dan "Gatotkaca" (Bakdi Sumanto), dan cerpen-cerpen dalam Baratayuda di Negeri Antah Berantah (Pipit RK). Kecuali Putu Wijaya yang berasal dari Bali, para pengarang tersebut adalah beretnis Jawa sehingga boleh dikatakan bahwa para pengarang dari Jawalah yang banyak mentransformasikan cerita wayang ke dalam sastra Indonesia.

SASTRA ANAK DAN PEMBENTUKAN KARAKTER

Cakrawala Pendidikan Vol 1, No 3 (2010): Mei 2010, Th. XXIX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY
Publisher : Cakrawala Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Children’s Literature and Character Building. This article aims todescribe roles and strategies of the learning of children’s literature in charactereducation. In terms of the materials, literature has already contained “rawmaterials” to build children’s character. Literature is culture in action containinglife models. The concept of people with ideal character highly appreciatingmorality and great values is concretely manifested in the story characters’ attitudesand behaviors. Children can imitate the heroes with ideal norms and take theirattitudes and behaviors as examples. Moreover, at their age, children like to imitatebehaviors of people that they admire. To prevent literature learning from becomingrote learning, teachers and parents should work in synergy to help children read,understand, and give examples of concrete attitudes and behaviors so that theinternalization process takes place. Therefore, story-telling activities for childrenshould be routinely conducted and reading habits should be inculcated since theearly age.Keywords: children’s literature, character building, culture in behaviors

KEBERMAKNAAN SOAL UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA SMA/MA 2012

LITERA Vol 11, No 2: LITERA OKTOBER 2012
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar kebermaknaan komponen materi serta ketepatan komponen konstruksi dan bahasa soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia (UN BI). Sumber data penelitian adalah soal UN BI SMA/MA 2012 dengan sampel kelompok IPA satu dan IPS tiga set soal. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pembacaan dan pencatatan, sedang analisis data dengan teknik deskriptif kualitatifdengan dibantu statistik deskriptif yang berupa penghitungan frekuensi pemunculan dan persentase. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, secara umum kadar kebermakaan komponen materi sudah baik walaupun belum baik sekali. Sebagian besar butir soal sudahmelibatkan aspek makna dan bahasa sekaligus sehingga mencerminkan kebutuhan orang berbahasa secara nyata. Kedua, secara umum ketepatan komponen konstruksi dan bahasa juga sudah cukup baik. Sebagian besar butir soal sudah memenuhi tuntutan pembuatan soal yang benar. Namun, secara relatif masih banyak ditemukan  kekurangtepatanpenggunaan berbagai aspek kebahasaan, bahkan ada yang salah yang menunjukkankekurangtelitian tim penyusun dan pengulas soal.

MODEL PENILAIAN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

LITERA Vol 10, No 2: LITERA OKTOBER 2011
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to produce a validated guidebook for Authentic Assessment in Language Learning. The research activities included the guidebook development and the product was validated by three assessment experts and five teachers as stakeholders. The validation was conducted through a questionnaire and a feedbacksheet and the results were used to revise the draft to produce the final guidebook. The guidebook consists of the front page, three main chapters, references, a glossary, and an index. The results of the validation show that the guidebook is good. Conceptually it is dependable and as a guidebook it is relatively easy to use in language learning activities at school. According to the validators, it is useful to improve the language learning quality.

Sastra Anak: Persoalan Genre

Jurnal Humaniora Vol 16, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1367.928 KB)

Abstract

Sastra anak adalah sastra yang berbicara tentang apa saja yang menyangkut masalah kehidupan ini sehingga mampu memberikan informasi dan pemahaman yang lebih baik tentang kehidupan itu sendiri kepada anak . Buku anak, sastra anak, adalah buku yang menempatkan sudut pandang anak sebagai pusat penceritaan dan sekaligus juga menawarkan sebuah kebenaran yang signifikan yang diekspresikan ke dalam unsur-unsur yang layak dan bahasa yang mengesankan . Genre dapat dipahami sebagai suatu macam atau tipe kesastraan yang memiliki seperangkat karakteristik umum, atau kategori pengelompokan karya sastra yang biasanya berdasarkan style, bentuk, atau isi . Hal itu membawa konsekuensi pemahaman bahwa dalam sebuah genre sastra terdapat sejumlah elemen yang memiliki kesamaan sifat, dan elemenelemen itu menunjukkan perbedaan dengan elernen padagenre yang lain . Walau mengaku sering terjadi ketumpangtindihan, Lukens mengelompokkan genre sastra anak ke dalam enam macam, yaitu realisme, fiksi formula, fantasi, sastra tradisional, puisi, dan nonfiksi dengan masing-masing mempunyai beberapa jenis lagi .. Genre drama sengaja tidak dimasukkan karena menurutnya, drama baru lengkap setelah dipertunjukkan dan ditonton, dan bukan semata-mata urusan bahasa sastra . Genre sastra anak yang diusulkan cukup dibedakan ke dalam f ksi, non fiksi, puisi, serta buku bergambar dan komik dengan masing-masing memiliki subgenre . Dasar pembagiannya adalah bentukpengungkapan dan isi yang diungkapkan . Sebagaimana Lukens dan dengan argumentasi yang sama, genre drama sementara tidak dimasukkan dalam pembagian genre ini . Dilihat dari waktu kemunculannya, genre fiksi dan puisi dapat dibedakan ke dalam fiksi dan puisi tradisional serta fiksi dan puisi modern .

WAYANG DAN PENGEMBANGAN KARAKTER BANGSA

Jurnal Pendidikan Karakter No 1 (2011): Jurnal Pendidikan Karakter Edisi Oktober 2011, TH. I, No. 1
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Wayang telah diakui UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity (‘Karya-karya Agung Lisan dan Tak Benda Warisan Manusia’). Wayang diakui sebagai karya agung karena wayang memunyai nilai tinggi bagi peradapan umat manusia. Wayang sarat nilai, baik yang tercermin pada karakter tokoh, cerita, maupun berbagai unsur lain yang mendukung. Semua itu baik dijadikan rujukan pengembangan karakter bangsa. Banyak orang tua yang menamai anaknya dengan nama tokoh wayang yang berkarakter. Setelah diakui sebagai karya agung, wayang harus dilestarikan eksistensinya, dan itu menjadi tugas seluruh bangsa di dunia khususnya bangsa Indonesia yang memiliki budaya wayang tersebut. Kita harus memercayai bahwa eksistensi bangsa Indonesia dewasa ini tidak lepas dari nilai-nilai luhur tradisional yang memiliki sejarah yang amat panjang dalam mengawal pertumbuhan dan kemajuan bangsa ini yang salah satunya adalah budaya wayang. Dalam era global dewasa ini keunggulan lokal amat dibutuhkan karena hal itulah yang membedakaannya dengan etnis dan bangsa lain. Kata Kunci: wayang, karakter wayang, pengembangan karakter bangsa

PRIORITAS PENENTUAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SASTRA REMAJA

Cakrawala Pendidikan No 3 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN NOVEMBER 2013, TH. XXXII, NO. 3
Publisher : Cakrawala Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan sikap dan pendapat guru SMP/MTs terhada penentuan prioritas nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran sastra remaja, genre, dan stratepenyajian bahan ajar. Subjek penelitian adalah guru Bahasa Indonesia di DIY dengan sampel sebanya30 orang, hadir 24 orang, dari keempat kabupaten dan satu Kota Madya. Pengumpulan data dilakukalewat angket, wawancara, dan sumbang saran di FGD. Data dianalisis dengan teknik deskriptkualitatif dan penghitungan persentase. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Penentuan prioritanilai-nilai karakter perlu untuk memudahkan pemantauan, pengawasan, dan penilaian. Nilai karaktyang dipilih guru adalah nilai religius, jujur, cinta tanah air, peduli lingkungan, tanggung jawab, serkreatif, gemar membaca, disiplin, dan mandiri. (2) Pemilihan genre tampak masih terpola padpembagian sastra kanonik-dewasa, namun ia harus mencakup keseluruhan genre sastra remaja. (3)Penyajian bahan ajar ditekankan pada yang mendasarkan diri pada prinsip pembelajaran kontekstuadan multintelenjjens dengan teknik penilaian otentik. Kata Kunci: Pengembangan bahan ajar, pendidikan karakter, sastra remaja DETERMINING THE PRIORITY OF THE CHARACTER EDUCATION VALUES IN ADOLESCENT LITERATURE TEACHING Abstract: This study aims to describe the attitude and opinions of SMP/MTs teachers on thedetermination of the priority of the character education values in adolescent literature teaching, genrand strategies of the material presentation. The subjects were teachers teaching Bahasa Indonesia Yogyakarta Special Province with a sample of 30 teachers (24 teachers were present) coming from thfour regerncies and one municipality. The data were collected using questionnaires, interviews, anddiscussion in a Forum Group Discussion. The data were analyzed using the qualitative descriptivtechnique and using proportion. The findings of the study were as follows: (1) the determination of thpriority of the character education values was necessary for facilitating the monitoring, supervisingand assessing. The character values chosen by teachers were religious values, honesty, the love to thenation, care to the environment, responsibility, creativity, loving reading, discipline, and being seldependent. (2) The choice of genre seemed to follow the categorization of adolescent-canoniliterature, but it must cover all the adolescent literature genre. (3) The presentation of the materiaemphasized on the contextual-based and multiintelligence-based teaching principles using authentassessment. Keywords: material development, character education, adolescent literature

TELAAH SOAL UJI COBA I BAHASA INDONESIA DI SMP KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2013

LingTera Vol 2, No 2: Oktober 2015
Publisher : LingTera

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketepatan indikator dalam kisi-kisi soal, keterwakilan setiap kompetensi dasar dalam kisi-kisi soal, kesesuaian antara kisi-kisi soal dan soal, serta capaian daya serap setiap kompetensi dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif-kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah kisi-kisi soal, soal, dan capaian daya serap dari soal uji coba I bahasa Indonesia di SMP kabupaten Wonosobo tahun 2013. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) ketepatan indikator dalam kisi-kisi soal termasuk kategori tepat (86,4%) dengan rincian ketepatan indikator pada kategori sangat tepat sebesar 22%, tepat sebesar 68%, cukup tepat sebesar 8%, kurang tepat sebesar 2%, dan tidak tepat sebesar 0%; (2) keterwakilan setiap kompetensi dasar dalam kisi-kisi soal uji coba I bahasa Indonesia Kabupaten Wonosobo dalam kategori sangat terwakili (96,7%); (3) kesesuaian antara kisi-kisi soal dan soal uji coba I bahasa Indonesia Kabupaten Wonosobo tahun 2013 termasuk kategori sesuai (86%); dan capaian daya serap untuk seluruh kompetensi dasar dalam soal uji coba I bahasa Indonesia Kabupaten Wonosobo tahun 2013 termasuk kategori rendah yaitu sebesar 56,89% dengan rincian capaian pada kategori sangat tinggi sebesar 0%, tinggi sebesar 14%,  sedang sebesar 24%, rendah sebesar 30%, dan sangat rendah sebesar 32%. Kata Kunci: telaah, kisi-kisi soal, soal, daya serap  THE ANALYSIS OF THE FIRST TRY OUT OF INDONESIAN LANGUAGE TEST IN JUNIOR HIGH SCHOOLS OF WONOSOBO REGENCY IN 2013 Abstract This study aims to describe the accuracy of the indicators in the table of specifications, the representation of each basic competence in the table of specifications, the compatibility between table of specifications and test items, and the learning outcomes performance of each basic competence of the test items. This research is qualitative-quantitative descriptive. The subjects were the table specifications, test items, and the learning outcomes performance of the first try out of Indonesian language test in junior high schools of Wonosobo regency in 2013. Data were collected through the reading and recording. The results are as follow. (1) the accuracy of the indicators in the table specifications at accurate category (86,4%) within the accuracy of indicators at very good category (22%), good category (68%), medium category (8%), low category (2%), and very low category (0%); (2) the representation of each basic competence in the table specifications at very representive category (96,7%); (3) the compatibility between the table specifications and test items at compatible category (86%); and (4) the learning outcomes performance of all the basic competencies are included in the low category (56,89) within the learning outcomes performances at very good category (0%), good category (14%), medium category (24%), low category (30%), and very low category (32%). Keywords: analysis, table of specifications, tes items, learning outcomes.

PENGGUNAAN UNGKAPAN JAWA DALAM KUMPULAN PUISI TIRTA KAMANDANU KARYA LINUS SURYADI (Pendekatan Stilistika Kultural)

LITERA Vol 13, No 2: LITERA OKTOBER 2014
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the intensity of the use of Javanese words and idioms inwayang poems. It employed the textual approach. The data sources were wayang poemsunder the subsection of “Lingga dan Yoni” in Tirta Kamandanu (1997), a poetry anthologyby Linus Suryadi. There were 26 poems all of which were studied. The steps includedlinguistic evidence collection, data display, and explanation of esthetic functions. Thestudy concludes that the use of Javanese words and idioms in wayang poems is intensiveenough. They are relevant to the meanings in the poems narrating wayang and supportand strengthen the meanings and existence of the Javanese culture. They also support thefunctions of poetry style beauty, especially the beauty of rhymes and particular atmospherecreation, are accurate in the condensed forms, and serve as fillers for emptiness or justsynonyms. Without knowledge and understanding of the Javanese culture, one will notunderstand the poems as well, thoroughly, and intensively as one who understands theJavanese cultural background.

RAMBU PEMBELAJARAN DANPENILAIAN SASTRA ANAK

Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 3, No 3 (2007): Cakrawala Pendidikan, November 2007, Th. XXVI, No. 3
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to develop childrens personality to the optimum should be made viavarious aspectsmlife, one of which is childrens literature. Such literature is atpresent believed to be able to significantly.contribute to the shaping of childrenspersonality. Therefore,it needs to be given its proper place in the learning andlearning achievement evaluation activities at school, which is in line with what isstated in the curriculum now in use, i.e., KTSP (short for Kurikulum Tingkat SatuanPerfdidikan, which means the Curriculum at the Level of Educational Unit), forelementary school in referring tothe school subject Pendidikan Bahasa Indonesia(which means Education in the Indonesian Language).In running classes of childrens literature for children of pre"school age throughto early adolescence in elementary school and early junior high school classes, oneshould pay attention to a number of significant related matters. They are, amongothers, the learning objective, type of childrens literature, selection of learningstrategy, utilizationof media, development of teacher creativity, and showing ofteacher attitude expressing empathy. Evaluationis also related here becauseleartlingalways goes together with its evaluation. The techniques ofevaluation thatcOnldbe made use of are, among others, those employing quizzes, assignments,Observations, interviews,and portfolios. The learning and evaluation activities arenot -to be limited to the classroom. Most are to be done ontside the classroom bycondncting collaborations with parents