Ani Nurgiartiningsih
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi potensi genetik galur murni boer Nurgiartiningsih, Ani
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 21, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstract : Study on genetic potency of pure line Boer was conducted at station research of Sumber Sekar, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University, Malang, Indonesia. A number of 85 offspring resulted from crossing between dam of Local and sire of 6 (six) blood lines of Boer goat were used in the study. Data were analysed using the analysis of variance procedure with REML (Restricted Maximum Likelihood) method using mixed procedure of SAS. The overall mean of birth weight of offspring crossbred Boer - Local was 3.10 kg ± 0.73 kg. There was no significant difference in birth weight of offspring between blood lines and also between sire within the blood lines. Analysis of variance showed that the average of birth weight was highly significant (P<0.01) affected by type of birth and sex determination of the offspring. The mean values for single, twins and triplets kids were 3.26 ± 0.33 3.20 ± 0.75 and 2.51 ± 0.64, respectively. Type of birth tended to be twins (70.24%) and the rest were for single (15.48%) and triplets (14.29%). Estimation of variance components were 0,052 and 0,406 for blood line and error variance, respectively. Heritability value was moderate, which was 0,4541. Key words: Boer goat, Local Goat, Birth weight, Type of birth, Heritability.
Pengembangan Sistem Manajemen Breeding Sapi Bali Hakim, Luqman; Suyadi, Suyadi; Nuryadi, Nuryadi; Susilawati, Trinil; Nurgiartiningsih, Ani
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 6, No 1 (2008): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai plasma nutfah Nasional, keberadaan sapi Bali perlu dipertahankan dan dimanfaatkan secara lestari-produktif; sebab memiliki beberapa keunggulan spesifik. Pengadaan sapi Bali bibit dapat diperoleh melalui pengembangan Village Breeding Center. Namun tampaknya belum ada program pemuliaan yang jelas dan terarah; karena rekording belum dilakukan secara lengkap, benar, dan berkesinambungan. Proyek Perbibitan dan Pengembangan Sapi Bali (P3Bali) yang mengemban memperbaiki mutu sapi Bali dan menghasilkan sapi pejantan unggul, tampaknya belum efektif. Suatu kegiatan dan kajian tentang sistem manajemen breeding sapi Bali (metode survei dan deep interviev) telah dilakukan di P3Bali dan instansi terkait (Agustus - Nopember 2004). Fenotip sapi Bali di P3Bali, di Instalasi Populasi Dasar (IPD) Kabupaten Tabanan dan di Kabupaten Karangasem masih relatif seragam. Pertumbuhan maksimal yang didasarkan ukuran statistik vital (tinggi gumba, panjang badan, lingkar dada) dan bobot badannya, dicapai pada kelompok umur PI-4, dan selanjutnya relatif tidak ada pertumbuhan. Performansnya di IPD dan di Kabupaten Karangasem relatif lebih baik daripada di P3Bali; bahkan selama 9 tahun terakhir menunjukkan kecenderungan yang semakin menurun. Sistem seleksi untuk calon induk atau pejantan telah mengikuti prosedur yang standar (performance test dan progeny test); tetapi tidak ditemukan silsilah dari ternak yang terjaring. Namun kriteria seleksi bobot badan masih sangat longgar (140 – 160 kg).  Adanya pemasukan sapi baru setiap tahun di P3Bali, dapat menetralisir upaya perbaikan mutu genetik hasil seleksi yang telah terkonsentrasi; sehingga secara time-series tampak tidak ada peningkatan performans produksi. dan mutu genetiknya. Adanya skema breeding di P3Bali yang sudah memenuhi standar, belum banyak diterapkan di lapang. Kurang lengkapnya rekording tidak dapat menghindari inbreeding; dan dengan intensitas seleksi yang rendah, tampak tidak ada kemajuan genetik dalam program seleksi (uji progeni untuk karakter bobot sapih dan bobot badan umur 1 tahun). Kata kunci : sistem manajemen, breeding, sapi Bali