Articles

Found 21 Documents
Search

Kelimpahan dan Pola Sebaran Bulu Babi (Echinodea) di Perairan Pulau Klah Kota Sabang

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.677 KB)

Abstract

The objective of the present study was to evaluate the abundance and distribution pattern of sea urchin (Echinodea) in the water of the island Klah of Sabang city. The research was carried out on January 2017 to February 2017. Survey was done by purposive sampling method. Sea urchin data retrieval using transects square method. A twenty-five meter length of transect line were established in the depth of 2 m. The abundance of sea urchins found on the island of Klah Kota Sabang generally ranged from 0.316 to 1.168 ind / m2 where the highest abundance at station 2 and the lowest abundance at station 3. The research result discovered three types of sea urchin namely Diadema setosum, Echinometra mathaei, andEchinotrix calamaris. The abundance of Diadema setosum ranged 0.24 – 0.932 ind/ m2, Echinometra mathaei ranged 0.012 – 0.104 ind/ m2 and Echinotrix calamaris ranged 0.012 – 0.132 ind/ m2. The distribution pattern of Diadema setosum has clumped distribution and Echinometra mathaei, andEchinotrix calamaris has unifom distribution.       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan pola sebaran  bulu babi (Echinodea) di perairan Pulau Klah Kota Sabang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2017 sampai Februari 2017.Pengamatan dilakukan secara purposive sampling. Pengambilan data bulu babi menggunakan metode transek kuadrat. Panjang transek 25 m2pada kedalaman 2 m secara horizontal. Kelimpahan bulu babi yang ditemukan pada pulau Klah Kota Sabang secara umum memiliki kisaran dari 0,316 – 1,168 ind/m2 dimana kelimpahan tertinggi pada stasiun 2 dan kelimpahan terendah pada stasiun 3. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 3 jenis bulu babi, yaitu Diadema setosum, Echinometra mathaei, dan Echinotrix calamaris. Kelimpahanpada Diadema setosum berkisar0,24 - 0,93 ind/ m2, Echinometra mathaei berkisar 0,012 - 0,104 ind/ m2d anEchinotrix calamari berkisar 0,012 - 0,132 ind/ m2. Pola sebaran Diadema setosum adalah mengelompok dan pola sebaran Echinometra mathaei, dan Echinotrix calamaris adalahseragam.

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK BERKIRIM SALAM DAN SOAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMPN 11 SIJUNJUNG

Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP PGRI Sumbar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe low learning outcomes of students in SMPN 11 Sijunjung as a background of this research. The purpose of this research is to know, what are the student’s understanding of mathematical concept by using cooperative learning strategy give respects and matter better than student understanding of mathematical concept by using convensional. Type of the research is eksperimental research. The research population was a class VIII student of SMPN 11 Sijunjung academic year 2013/2014. Technique of random sampling, with a sample grade  VIII1 and VIII5. Data collection instrument was a test of understanding of mathematical concept. The test form used is an essay test were 8 items about the reliability of the test is r11 = 0,88. The techniques of data analysis were done to used the t-test a side. Based on hypothesis  testing is obtained because tvalues > ttable. Then the hypothesis in this research was received. It can be concluded that the student’s understanding of mathematical concepts that implement the cooperative learning strategy giving respect and matter technique better than student’s understanding concept in convensional learning.

KEBIASAAN MAKANAN DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN JULUNG - JULUNG (Dermogenys sp.) DI SUNGAI ALUR HITAM KECAMATAN BENDAHARA KABUPATEN ACEH TAMIANG

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.91 KB)

Abstract

The objectives of the present study were to evaluate the food habit and lenght weight relationships of Dermogenys sp. The study was conducted from April to June 2015. The fish were sampled in Alur Hitam River, Bendahara Subdistrict, Aceh Tamiang using hand nets. The sampled fishes were preserved in 10% formalin for further analysis. A total of 136 fish samples were catched during the study. The stomach analysis showed that Formica sp. was predominant food item for Dermogenys sp. (52.53%), followed by Dolichoderus sp. (38.38 %), indicate that Formica and Dolichoderus are the primary foods for Dermogenys sp. Therefore, Dermogenys is classified as an insectivorous food habit. The length of alimentary tract ranged between 1.54 cm to 1.67 cm. The length - weight relationships and condition factor showed that the average b value was 2.753 displayed an allometric negatif growth pattern, while the condition factor value was 103.10 indicate that the water condition in term of prey and predator availability are in balance condition.Penelitian tentang kebiasaan makan dan hubungan panjang berat ikan Dermogenys sp. telah dilakukan pada bulan April-Juni 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan dan hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan Dermogenys sp.. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey, sampel ikan di tangkap di Sungai Alur Hitam Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang dengan menggunaan serok dan langsung diwetkan dengan larutan formalin 10%. Selama penelitian tertangkap 136 ekor ikan Dermogenys sp.. Hasil analisis kebiasaan isi lambung diperoleh semut merah Formica sp. ditemukan pada 71 ekor sampel ikan (52,53%) dan diikuti oleh semut hitam Dolichoderus sp. pada 52 ekor sampel (38,38%) dan kedua jenis makanan tersebut tergolong  kedalam makanan utama dan makanan yang tidak teridentifikasi terdapat pada 19 ekor sampel ikan (14,29%). Panjang rerata usus ikan Dermogenys ±1,54-1,67 cm, sehingga dengan demikian ikan Dermogenys sp. dapat digolongkan sebagai ikan insektifora (pemakan insekta). Hasil analisis hubungan panjang-berat diperoleh nilai koefisien b= 2,753 menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negative dan nilai faktor kondisi 103,10 menunjukkan kondisi perairan masih tergolong baik atau stabil.

Analisis Antioksidan Ekstrak Etil Asetat Dari Kulit Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum) dengan Menggunakan Metode dpph (1,1 difenil-2-pikrilhidrakzil)

Al-Kimia Vol 4, No 1 (2016): June
Publisher : Study Program of Chemistry - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.585 KB)

Abstract

 Rapiah rambutan fruit leather (Nephelium lappaceum) is one of the traditional medicine to cure various diseases such as fever and dysentery. Scientific research previously stated rambutan fruit peel skin Rapiah rambutan (Nephelium lappaceum) potentially have antioxidant content. Through this research can know the effect of solvent ethyl acetate to extract optimal rambutan fruit skin in antioxidants withdrawal. The method used for extraction is macerated using methanol and partitioned with liquid-liquid extraction using ethyl acetate solvent with a ratio (1:3), (1:4) and (1:5) which produces a thick rind extract rambutan. The extract was tested color and separated by thin layer chromatography (TLC) using the eluent butanol: glacial acetic acid: water (BAA) (4: 1: 5). Antioxidants are determined by testing against DPPH free radicals by measuring the absorbance of DPPH (1,1-diphenyl-2-pikrilhidraksil) at a wavelength of 517 nm. So that the results of this study showed the highest % reduction obtained at a ratio (1:3).

Analisa dan Perancangan Aplikasi Pengolahan Sampah Rumah Tangga Berbasis Android

Jurnal Ilmiah FIFO Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.611 KB)

Abstract

Pengolahan sampah rumah tangga seperti barang elektronik, lemari, kasur, dll, di Jakarta saat ini terbilang belum mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah. Karena masih banyak warga Jakarta yang membuang sampah rumah tangga ke perairan sungai yang mengakibatkan banjir setiap musim hujan datang. Dengan situasi tersebut, penulis bermaksud memberikan sarana informasi dengan memanfaatkan teknologi yang ada saat ini kepada warga Jakarta untuk pembuangan sampah rumah tangga tersebut menjadi lebih teratur dan tercipta lingkungan yang asri. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memudahkan masyarakat dalam mengelola pembuangan sampah rumah tangga bervolume besar agar lingkungan sekitar tidak terganggu. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah aplikasi pengelolaan pembuangan sampah rumah tangga sebagai sarana penunjang informasi dengan memanfaatkan teknologi mobile saat ini.

KAJIAN FARMAKOGNOSTIK HERBA MENIRAN HIJAU (Phyllanthus niruri L.) dan HERBA MENIRAN MERAH (Phyllanthus urinaria L.)

Jurnal Fitofarmaka Indonesia Vol 1, No 1 (2014): JURNAL FITOFARMAKA INDONESIA
Publisher : FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.213 KB)

Abstract

Herba meniran secara empiris telah lama digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Ditinjau dari prospek yang sangat potensial sebagai bahan obat maka perlu dilakukan kajian farmakognostik sampel untuk pengendalian mutu dan keaslian simplisia. Penelitian ini bertujuan memberikan dasar ilmiah mengenai gambaran farmakognostik secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian secara kualitatif dan kuantitatif telah dideskripsikan. Kajian morfologi  pada daun  herba meniran hijau (Phyllanthus niruri L.) dan daun  herba meniran merah (Phyllanthus urinaria L.) memiliki bentuk yang  sama. Pada batang memiliki perbedaan, meniran hijau percabangannya monopodial dan berwarna hijau sedang meniran merah percabangannya simpodial dan berwarna merah. Pada akar sama-sama berakar tunggang serta berwarna putih kekuningan. Berdasarkan kajian anatomi pada meniran hijau (Phyllanthus niruri L.) dan Meniran merah (Phyllanthus urinaria L.) memiliki bentuk yang sama baik dari daun, batang maupun akarnya. Berdasarkan kajian identifikasi kandungan kimianya pada meniran hijau (Phyllanthus niruri L.) mengandung tanin (katekol), saponin dan karbohidrat, sedangkan pada meniran merah (Phyllanthus urinaria L.) hanya mengandung tanin (katekol) dan saponin.

Pengaruh Pemberian Limbah Cair Tahu Terhadap Pertumbuhan Tetraselmis sp.

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.195 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of tofu liquid waste on the growth of Tetraselmis sp. This study was conducted for two weeks in October to November 2016 at BPBAP Ujung Batee. The method used was a Completely Randomized Design (CRD) consisted of 5 treatments and four replications. The factor examined different dosage of tofu liquid waste on the growth of Tetraselmis sp. The dosage were A= 0 ml/l tofu liquid waste, B= 20 ml/l tofu liquid waste, C= 40 ml/l tofu liquid waste, D= 60 ml/l tofu liquid waste and E= 80 ml/l tofu liquid waste.  The result of ANOVA test showed that the addition of tofu liquid gave significant effect (P<0,05) on Tetraselmis sp growth. The highest growth was 623.240,38 ind/ml at the sixth day.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah cair tahu dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan Tetraselmis sp. Penelitian ini berlangsung selama 14 hari pada bulan Oktober sampai November 2016 di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee (BPBAP). Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat kali ulangan. Faktor yang diuji adalah pengaruh pemberian limbah cair tahu dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan Tetraselmis sp. Perlakuan yang diberikan adalah berupa perlakuan A= limbah cair tahu 0 ml /l, B= limbah cair tahu 20 ml/l, C= limbah cair tahu 40 ml/l, D= limbah cair tahu 60 ml/l dan E= limbah cair tahu 80 ml/l.  Berdasarkan hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian limbah cair tahu dengan dosis berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan Tetraselmis sp. Nilai tertinggi pertumbuhan Tetraselmis sp. terdapat pada perlakuan C (limbah cair tahu 40 ml/l) dengan nilai 623.240,38 ind/ml yaitu pada hari ke enam.

ANALISIS PRODUKSI BAWANG MERAH LOKAL PALU DI LIMOYO KELURAHAN PANTOLOAN BOYA KECAMATAN TAWAELI

AGROTEKBIS Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.061 KB)

Abstract

This study aimed to determine the effect of land area size, seeds, fertilizers and labors on local Palu shallot production in Limoyo of  Pantoloan Boya village, Tawaeli sub district. Samples of 32 people were selected from 120local Palu shallot farmers in Limoyo using a Simple Random Sampling technique. Data were analyzed using Cobb-Douglas production analysis. The analysis concludes that production factors such as land area size, seeds, fertilizers and labor simultan eously has a significant effect on local Palu shallot production with F-count value was 34.07 > F-tablevalue (2.73) at the α level of 5%. The result of t-test shows that partially land area and seed has significant effect on local Palu shallot production at the α level of 5%. While fertilizer and labor had no significant effecton local Palu shallot production at theα level of 5%. Keywords: Palu shallot, and  Production, 

Kelimpahan Biota Penempel yang Terdapat Pada Mangrove di Muara Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.3 KB)

Abstract

Alue Naga estuary area is a mangrove rehabilitation site which provides many attaching biota. This research aims to discover the abundance of attaching biota attached on mangroves in the area of Alue Naga obtain estuary, Syiah Kuala District, Banda Aceh City. This research was conducted in July 2016, and the method used was purposive sampling. The result of the research show that 17 biota species were found attaching to mangroves. The abundance of attaching biota ranges 0.9-1.56 ind/m², which the highest abundant species was Alectryonella picatul. The mangrove density found ranges 0,25 - 0,5 ind/m², which is a kind from Rhizophora apiculata. The dominant index on studied area on root of stem and leaves are in low category. The conclusion shows that dominant index is low, and there are no dominant species.       Kawasan Muara Alue Naga merupakan kawasan rehabilitasi mangrove dan banyak terdapat biota penempel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan biota penempel yang terdapat pada mangrove di kawasan muara Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Penelian ini di lakukan pada bulan Juli 2016. Metode yang digunakan purpossive sampling. Hasil penelitian ditemukan 17 spesies biota yang menempel dengan mangrove. Kelimpahan biota penempel berkisar 0,9 – 1,56 ind/m², dengan kelimpahan jenis tertinggi yaitu Alectryonella picatul. Kerapatan mangrove yang di temukan berkisar 0,25 - 0,5 ind/m², dari jenis Rhizophora apiculata. Indeks dominansi pada area penelitian yaitu pada akar batang dan daun berada pada katagori rendah. Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan bahwa indeks dominansi rendah dan tidak ada spesies yang mendominansi.

Analisis Logam Pb Pada Sedimen Dan Air Laut Di Kawasan Pelabuhan Nelayan Gampong Deah Glumpang Kota Banda Aceh

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.231 KB)

Abstract

ABSTRACTFishing port of Deah Glumpang is crowded with several activities and potencially be contaminated by heavy metal such lead (Pb). The objective of this study was to evaluate the lead content in sea water and sediment in this area. The research was conducted at fishing port of Deah Glumpang, Banda Aceh on October 2016. Samples were analyzed at Laboratory of BARISTAND. Samples of sea water and sediment were collected from four Stations using purpossive sampling method. Leads content in sediment from three Stations were identified still under threshold based on the standart quality of Swedish Environmental Protection Agency (SEPA). The highest value of lead was obtained at Station II (15,41 mg/kg). While, leads content in sea water from Station II, III and IV were identified passed the threshold based on the standart quality for port waters of the Environment Ministry in 2004. The highest lead content was obtained at Station III (2,37 mg/l).Keywords : Heavy metal (Pb), sediment and sea water, Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) ABSTRAKPelabuhan nelayan Gampong Deah Glumpang merupakan pelabuhan yang memiliki aktivitas multifungsi, sehingga perairan tersebut rentan terhadap pencemaran logam berat seperti Pb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal (Pb) pada air laut dan sedimen. Penelitian ini dilakukan di pelabuhan nelayan Gampong Deah Glumpang, Kota Banda Aceh pada Bulan Oktober 2016. Sampel dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) di laboratorium Badan Riset dan Standarisasi Industri Aceh (BARISTAND). Pengambilan sampel sedimen dan air laut dilakukan pada empat Stasiun dengan metode purposive sampling. Kadar Pb pada sedimen di tiga Stasiun pengamatan teridentifikasi dalam kategori rendah sesuai dengan standar baku mutu yang ditetapkan oleh Swedish Environmental Protection Agency (SEPA). Kadar logam Pb tertinggi pada sedimen terdapat di Stasiun II yaitu sebesar 15,41 mg/kg. Hasil analisis sampel air laut pada Stasiun II, III dan IV teridentifikasi telah melewati ambang batas baku mutu berdasarkan ketetapan Menteri Lingkungan Hidup Tahun 2004 untuk perairan pelabuhan. Kadar tertinggi diperoleh pada Stasiun III sebesar 2,37 mg/l.Kata kunci : Logam berat timbal (Pb), sedimen dan air aut, Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS)