Articles

Found 35 Documents
Search

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI 1 TALIWAN KABUPATEN SUMBAWA BARAT Nurdin, Muhammad; Usman, Husaini
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui kepemimpinan Kepala Sekolah sebagai leader, bentuk dukungan dari followers, dan situasi sekolah yang kondusif bagi kepemimpin-an Kepala Sekolah di Sekolah Dasar Negeri 1 Taliwang. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat, menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Subjek utamanya adalah Kepala Sekolah, satu guru putra, satu guru putri, unsur komite sekolah, satu staf tata usaha sekolah, dan security sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Pengamatan dilakukan secara terus menerus tentang aktivitas yang berlangsung di sekolah.Di dalam observasi ini, juga dilakukan pemotretan terhadap objek-objek yang mendukung kepemimpinan Kepala Sekolah. Data yang diperoleh dari Kepala Sekolah, dikroscek kembali terhadap pernyataan para subjek lainnya.Pengumpulan data dilakukan secara berulang-ulang sampai data tersebut jenuh. Data yang dianalisis menggunakan model Interaktif Milles dan Huberman yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1). Kepemimpinan Kepala Sekolah sebagai leader yang diwujudkan dengan memberikan keteladanan, motivasi, dan mendukung warga sekolah untuk meningkatkan kompetensinya. 2). Bentuk dukungan dari followers bagi kepemimpinan Kepala Sekolah berupa loyalitasnya untuk menjalankan tugas dan arahan yang diberikan oleh Kepala Sekolah. 3). Bentuk dukungan dari situasi sekolah berupa lingkungan yang nyaman dan kondusif untuk mendukung keberhasiln proses pembelajaran.Kata kunci: kepemimpinan, kepala sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, sekolah dasar
ISOLASI PEKTIN DARI KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.) DAN UJI DAYA SERAPNYA TERHADAP LOGAM TEMBAGA (Cu) DAN LOGAM SENG (Zn) -, MAULIDIYAH; -, HALIMATUSSADIYAH; SUSANTI, FITRI; NURDIN, MUHAMMAD; -, ANSHARULLAH
Jurnal Agroteknos Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Agroteknos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.045 KB)

Abstract

Isolation of pectin was carried out from rind cocoa (Theobroma cacao L.) and its adsorption capacity to Cu and Zn metals. Isolation method was performed using several steps such as preparation of raw materials, extraction, coagulation, sedimentation, washing, drying, and refinement of pectin. This isolation was performed at pH 2.8 with extraction time of 120 minutes at 95oC. The pectin obtained was analyzed its yield, moisture, ash, metoxile, and galacturonate contents, then continued by FT-IR spectrophotometer and analysis of trick adsorption of Cu and Zn which measured by Atomic Absorption Spectrophotometer. The result showed that the pectin  obtained were 5,03 % of metoxile and 47,96 % of galacturonate contents with 0,84 % of yield,  3,55 % of moisture, and 3,60 % of ash contents. IR spectrum showed that pectin has hidroxyl and carboxyl functional groups. Adsorption capacity of pectin on Cu and Zn were 90.71 % and 87.55 %, respectively. Keywords: Adsorption Capacity, Cu and Zn Metals, Pectin, Rind Cacao.
POTENSI THORIUM DAN URANIUM DI KABUPATEN BANGKA BARAT Ngadenin, Ngadenin; Syaeful, Hery; Widana, Kurnia Setiawan; Nurdin, Muhammad
Eksplorium Buletin Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Vol 35, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thorium dan uranium di Pulau Bangka terdapat di dalam mineral monasit. Secara geologi monasit terbentuk pada  granit tipe S, batupasir serta endapan aluvium.  Di daerah Bangka Barat terdapat beberapa granit tipe S dan aluvium hasil rombakannya sehingga wilayah ini dianggap sebagai wilayah potensial untuk terbentuk cebakan monasit tipe plaser. Granit tipe S dianggap sebagai sumber monasit sedangkan aluvium hasil rombakannya dianggap sebagai tempat berakumulasinya monasit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi geologi dan potensi sumber daya thorium dan uranium pada endapan aluvium di Bangka Barat. Metoda yang digunakan adalah pemetaan geologi, pengukuran kadar thorium dan uranium batuan, pengambilan sampel batuan granit untuk analisis petrografi, pengambilan sampel mineral berat pada aluvium untuk analisis butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litologi di wilayah Bangka Barat tersusun oleh satuan sekis, satuan metabatupasir, terobosan granit, terobosan diabas, satuan batupasir dan aluvium. Monasit dijumpai pada terobosan granit, satuan batupasir dan aluvium. Sesar yang berkembang adalah sesar-sesar yang berarah relatif barat laut–tenggara, timur laut–barat daya dan barat–timur. Hasil analisis butiran mineral berat menunjukkan persentase monasit rata-rata dalam mineral berat adalah sebesar 6,34%. Mineral lain yang terdapat dalam cebakan plaser dan cukup potensial adalah zirkon 36,65 %, ilmenit 19,67%, dan kasiterit 14,75%.Kata kunci: endapan plaser, aluvium, thorium, uranium, granit, Bangka Barat
Pendeteksian Keberadaan Struktur Sesar pada Batuan Vulkanik dengan Metode Magnetik Suntoko, Hadi; Nurdin, Muhammad; Susilo, Yarianto Sugeng Budi; Hamzah, Imam
EKSPLORIUM Vol 33, No 2 (2012): November 2012
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.614 KB)

Abstract

Tapak Banten terletak di Kecamatan Kramatwatu-Bojonegara, Serang yang memiliki indikasi sesar permukaan pada batuan vulkanik berarah Barat laut-Tenggara. Indikasi diawali dari kajian analisis peta citra satelit yang memberikan penegasan adanya kelurusan (lineasi) pada sesar Bojonegara-1. Kelurusan yang diduga merupakan struktur sesar perlu dibuktikan keberadaanya menggunakan metode magnetik dengan tujuan untuk mengetahui kelanjutan sesar di bawah permukaan. Berdasarkan interpretasi dan analisis data besaran medan magnet bumi pada suatu benda yang ditimbulkan oleh berbagai sumber yang dapat diketahui intensitas magnatik total sebagai momen magnet persatuan volume dapat mempelajari kondisi batuan yang terdeformasi. Alat yang digunakan adalah Magnetometer G856-AX Proton Precession Magnetometer (PPM) melalui bentangan 300 m dan interval 10 m terhadap kelurusan sesar. Pengukuran dilakukan dengan sistem gradiometri dari dua sensor pengamatan, dikoreksi kuat medan magnet ideal sebagai referensi untuk mendapatkan anomali medan magnet total. Hasil awal menunjukkan bahwa kelurusan sesar terindikasi di lokasi pengamatan SB1C, SB1A dan SB1X yang belum diketahui kedalamannya sehingga masih perlu pembuktian lebih rinci namun metode magnetik adalah metode yang sangat baik untuk kajian awal struktur sesar dengan cepat dan sederhana. Banten NPP site is located in Kramatwatu-Bojonegara district, Serang, it has a surface fault indication in volcanic rock it known that to Northwest-Southeast trending. Indications of the satellite imagery analysis maps confirm the straightness (lineament) at Bojonegara-1 fault. A lineament as fault structures to be necessary to prove existence of magnetic method in order to determine the continuity of Bojonegara-1 fault in the subsurface. The purpose of the study is to know the Bojonegara fault in the subsurface. Through on interpretation and analysis of the earths magnetic field on the scale of an object to be caused a variety of sources it can be detected by intensity magnetic as a total magnetic moment of unity volume to study the condition of the deformed rocks. The study used are G856-AX Proton Magnetometer precession magnetometer (PPM) over a stretch of 300 m and 10 m intervals for  the fault lineament. The measurement system uses two sensors and observations, corrected magnetic field strength is ideal as a reference for the total magnetic field anomalies. Preliminary results show that the fault lineament is indicated at the observation point with a depth to unknown so that it still need more detailed. Magnetic method is very good for an early review of fault structures with fast and simple.
Metode Nuclear Magnetic Resonance Sounding (NMRS) Merupakan Teknik Baru dalam Eksplorasi Airtanah Nurdin, Muhammad; Sudarto, Slamet
EKSPLORIUM Vol 32, No 155 (2011): Mei 2011
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.695 KB)

Abstract

Metode NMRS telah digunakan dalam 10 tahun terakhir dengan keberhasilan yang luar biasa dalam berbagai konteks geologi dan eksplorasi airtanah. Metode ini memang mempunyai kemampuan secara langsung untuk mendeteksi keberadaan air melalui eksitasi dari proton hidrogen pada molekul air. Frekuensi dimana proton H terganggu tergantung pada besarnya medan magnet bumi, sementara intensitas eksitasi menentukan kedalaman penyelidikan. Amplitudo medan magnet yang telah dibangkitkan akan dikembalikan lagi oleh lapisan air sebanding dengan porositas lapisan tersebut dan kurva waktu-relaksasi yang konstan berkaitan dengan ukuran pori rata-rata material, artinya erat kaitannya dengan permeabilitas hidrolik. Sebuah kasus lapangan sebagai ilustrasi applikasi NMRS yaitu diambil dari pengukuran di Mauritania. Hasil pengukuran NMRS di daerah kering menunjukkan amplitudo waktu-relaksasi yang rendah (10 A-ms) dan kandungan air 1%. Sedangkan hasil pengukuran NMRS didaerah akuifer menunjukkan amplitude waktu-relaksasi yang cukup besar (270 A-ms) dan kandungan air 12 – 30 %. NMRS method has been used in the past 10 years with success in various geological context and groundwater exploration. This method has indeed the ability of directly detecting the presence of water through the excitation of the hydrogen protons of water molecules. The frequency to which the H protons react depends on the magnitude of the Earth magnetic field, while the intensity of the excitation determines the depth of investigation. The amplitude of the magnetic field generated in return by the water of a layer is proportional to the porosity of this layer, and the time constant of the relaxation curve is linked to the mean pore size of the material, that is to say tightly related to its hydraulic permeability. A field cases such as illustrate NMRS application that is taken from measurement at Mauritania. NMRS measurement results in dry areas indicate the time-relaxation amplitude is low (10 A-ms) and water content is 1%. While the results of the aquifer region NMRS measurements showed -relaxation-time amplitude is quite large (270 A-ms) and water content is 12-30%.
Pelacakan Air Tanah di Desa Mbuit Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur Suharji, Suharji; Nurdin, Muhammad; Karunianto, Adhika Junara; Sartapa, Sartapa; Sudarto, Slamet
EKSPLORIUM Vol 34, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.29 KB)

Abstract

Kabupaten Manggarai Barat merupakan sebuah kabupaten hasil pemekaran dari kabupaten Manggarai Raya. Berdasarkan informasi dari Dinas Pertambangan yang berwenang menangani masalah air tanah, bahwa Desa Mbuit merupakan salah satu desa yang mengalami kesulitan air bersih di musim kemarau.  Salah satu alternatif untuk mengatasi kesulitan air tersebut adalah pemanfaatan akuifer air tanah-dalam. Pekerjaan pelacakan air tanah-dalam dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik geologi, hidrogeologi dan karakteristik sifat kelistrikan batuan bawah permukaan yang diperlukan untuk mengetahui keberadaan lapisan batuan yang berpotensi mengandung air tanah (akuifer).  Untuk mencapai sasaran tersebut di atas dilakukan dengan cara pengukuran topografi, pendataan geologi/hidrogeologi, dan pengukuran geolistrik tahanan jenis. Berdasarkan hasil pengamatan, analisis hasil survei geologi permukaan dan didukung data tahanan jenis bawah permukaan di daerah pelacakan, dikenali adanya akuifer potensial. Akuifer potensial tersebut berada pada sistem akuifer celah (fracture), terdapat di utara daerah pelacakan  dan terdistribusi relatif barat-timur.  Kondisi akuifer terbaik terdapat di lintasan C titik C15–C17, lintasan G titik G17–G18 (Kampung Humpung),  lintasan D titik D14–D17, Lintasan E titik E14–E19 (Kampung Tureng) dengan nilai tahanan jenis 5–43 Wm pada kedalaman 50–120 m. West Manggarai Regency is a new regency as a result of regional development of Manggarai-Raya Regency.  Based on information from the local mining service authorities dealing with groundwater, Mbuit village undergo clean water shortages in the dry season.  One alternative to overcome the water shortages is the use of groundwater.  The investigation of groundwater is intended to determine the characteristics of the geology, hydrogeology and characteristics of the electrical properties of the subsurface rocks which required to determine the potential rock layers that containing groundwater (aquifers). To achieve these objectives carried out the topography measurement, collecting data of geological/hydrogeology, and electrical resistivity measurement.  Based on result of observations, analysis of the   surface geological survey and supported by subsurface resistivity data in the investigation area, the potential aquifer is found. The aquifers potential has been found in a fractured aquifer system, in the northern of investigation region and distributed relatively west-east. The best aquifer is found in the line C  at  the point  C15–C17, line G at the  point  G17–G18 (Humpung village), line D at the  point D14–D17, line E at the point  E14–E19 (Tureng village) with a resistivity value of 5–43 Wm  and the depth of 50–120 meters.
PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI JAGUNG DI KECAMATAN BIRINGBULU KABUPATEN GOWA Nurdin, Muhammad; Nurmaeta, Sitti; Tahir, Muhammad
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 4, No 1 (2014): (April 2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.082 KB) | DOI: 10.26618/ojip.v4i1.81

Abstract

The purpose of this study to determine the role of local government in community empowerment Biringbulu corn farmers in the District of Gowa. This type of research used was descriptive research and data analysis is the analysis of qualitative data. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The results showed that: The role of local government in empowering communities corn farmers are already well underway; FeAs already carry corn farmer training went well, but not maximized in because there are many farmer groups have not received training; and local governments to provide assistance for seeds, fertilizers as well as savings and loan assistance.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Pemerintah Daerah dalam pemberdayaan masyarakat petani jagung di Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa. Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian deskriptif dan analisis data adalah analisis data kualitatif. Teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Peran pemerintah daerah dalam pemberdayaan masyarakat petani jagung sudah berjalan dengan baik; penyuluh lapangan sudah melaksanakan pelatihan petani jagung berjalan dengan baik, akan tetapi belum maksimal di karenakan masih banyak kelompok tani belum mendapatkan pelatihan; dan pemerintah daerah memberikan bantuan bibit, pupuk serta bantuan simpan pinjam.
RELASI GURU DAN MURID (PEMIKIRAN IBNU ‘ATHAILLAH DALAM TINJAUAN KAPITALISME PENDIDIKAN) Nurdin, Muhammad; Muzakki, Muhammad Harir; Sutoyo, Sutoyo
Kodifikasia Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.096 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v9i1.463

Abstract

Kapitalisme pendidikan telah merubah orientasi pendidikan dan pola relasi guru-murid ke arah yang materialis dan mekanis. Sebaliknya, tujuan pendidikan dan model hubungan guru-murid dalam pendidikan yang Islami lebih bersifat spiritual dan berupa penghambaan demi meraih ridla Allah. Penelitian kepustakaan ini mengkaji pandangan Ibnu ?Athaillah tentang relasi guru-murid ditinjau dari perspektif kapitalisme pendidikan. Sumber data utamanya adalah buku-buku karangan Ibnu ?Athaillah tentang relasi guru-murid, terutama kitab al- Hikam, dan buku-buku karangan penulis lain yang mengulas tentang kapitalisme pendidikan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pandangan Ibnu ?Athaillah tentang relasi guru-murid secara khusus dan hakekat pendidikan secara umum perlu direvitalisasi di masa sekarang, karena kapitalisme pendidikan dalam beberapa segi telah menghilangkan spirit ruhaniah dalam pendidikan dan justru mendukung proses-proses yang mengarah kepada dehumanisasi.
Potensi Thorium dan Uranium di Kabupaten Bangka Barat Ngadenin, Ngadenin; Syaeful, Heri; Widana, Kurnia Setiawan; Nurdin, Muhammad
EKSPLORIUM Vol 35, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1441.352 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2014.35.2.2754

Abstract

Thorium dan uranium di Pulau Bangka terdapat di dalam mineral monasit. Secara geologi monasit terbentuk pada granit tipe S, batupasir serta endapan aluvium. Di daerah Bangka Barat terdapat beberapa granit tipe S dan aluvium hasil rombakannya sehingga wilayah ini dianggap sebagai wilayah potensial untuk terbentuk cebakan monasit tipe plaser. Granit tipe S dianggap sebagai sumber monasit sedangkan aluvium hasil rombakannya dianggap sebagai tempat berakumulasinya monasit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi geologi dan potensi sumber daya thorium dan uranium pada endapan aluvium di Bangka Barat. Metoda yang digunakan adalah pemetaan geologi, pengukuran kadar thorium dan uranium batuan, pengambilan sampel batuan granit untuk analisis petrografi, pengambilan sampel mineral berat pada aluvium untuk analisis butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litologi di wilayah Bangka Barat tersusun oleh satuan sekis, satuan metabatupasir, terobosan granit, terobosan diabas, satuan batupasir dan aluvium. Monasit dijumpai pada terobosan granit, satuan batupasir dan aluvium. Sesar yang berkembang adalah sesar-sesar yang berarah relatif barat laut–tenggara, timur laut–barat daya dan barat–timur. Hasil analisis butiran mineral berat menunjukkan persentase monasit rata-rata dalam mineral berat adalah sebesar 6,34%. Mineral lain yang terdapat dalam cebakan plaser dan cukup potensial adalah zirkon 36,65 %, ilmenit 19,67%, dan kasiterit 14,75%. Thorium and uranium in Bangka Island are mainly found in monazite mineral. In the geological point of view the monazite formed in S type granite, sandstones and alluvial deposits. In Bangka Baratwhere several S types granite and also alluvial deposites and this area considered as a potential area for monazite placer. S type granites are predicted as a source of monazite while alluvial deposits are considered as a dispersion place for deposition of monazite. The purpose of this study is to determine the geological information and to know the hypothetical potency of thorium and uranium resources in alluvial deposits. The methodsusedin this study are geological mapping, measurement of thorium and uranium contents in the rock, sampling of granite for petrographic analysis, sampling of heavy mineral in alluvial deposits for grain size analysis. Results of the research show that the lithology of West Bangka region composed of schist unit, meta-sandstone unit, granite intrusion, diabase intrusion, sandstone unit and alluvial deposits. Monazite is found in granite intrusion, sandstone unit and alluvial deposits. Evolving fault strend to northwest-southeast, northeast-southwest and west-east.The results of the grain size analysis of heavy mineral shows the average percentage of monazite in the heavy mineral is 6.34%. Other potential minerals contained in placer deposits are zircon 36.65%, ilmenite 19.67% and cassiterite 14.75%.
EFEKTIVITAS SATELIT RNA YANG BERASOSIASI DENGAN CUCUMBER MOSAIC VIRUS (CARNA-5) UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT VIRUS PADA TANAMAN TOMAT Akin, Hasriadi Mat; Nurdin, Muhammad; Simamora, Patrisius Binsar; Sitorus, Marlaba
JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA Vol 12, No 2 (2012): September, Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.625 KB) | DOI: 10.23960/j.hptt.212177-184

Abstract

Two strains of CMV associated satellite RNA (CARNA 5.1 and CARNA 5.2) were evaluated to control severe strain of Cucumber mosaic virus (CMV-G), Tobacco mosaic virus (TMV), and Potato virus Y (PVY) on tomato plants.  Tomato plants were mechanically inoculated with CARNA 5.1 and CARNA 5.2 to protect the plants from super infection of CMV-G, TMV, and PVY.  The result revealed that inoculation of CARNA 5.1 and CARNA 5.2 to tomato plants effectively controlled the plants from CMV-G super infection. The effectiveness of  CARNA 5.1 and CARNA 5.2 to unrelated virus, TMV and PVY, was evaluated in this experiment.  The result showed that CARNA 5.1 and CARNA 5.2 inhibited TMV and PVY infection.  CMV-G super infection on protected tomato plants showed mild disease symptoms, significant redution of  plant growth, height, and yield; however, nonprotected plants showed severe disease  symptoms and significant inhibition of plant growth and tomato yield.