Sri Nurdiati
Magister Matematika Terapan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor
Articles
13
Documents
Pengembangan Sistem Pembentukan Word Graph untuk Teks Berbahasa Indonesia

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.974 KB)

Abstract

Knowledge graph is a new method which is used to describe and model natural language or human language. A word is a basic unit of natural language processing. Word graph is a graph which has connected structure of words. Ontology between word and token in word graph is represented by a node, 8 binary relationships, 4 frame relationships, and a focus. In this research, a system to construct a word graph from Indonesian text is developed. The software was initially developed by Mark van Koningsveld, which is called DelftCoStruct. On the previous version, knowledge graph method is not fully implemented. The first step in this research is analyzing the outline description and the requirement system. There are three principal requirements: formation and modification of word graph, analyzing text in word graph, and saving the dictionary capabilities. The second step in this research is designing specification system. The third step is developing and implementing the system designed.  And the last step is validating system, to ensuring that all the requirements is fully implemented on this system.

Query-Sensitive Measure dalam Temu Kembali Dokumen Berbahasa Indonesia

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 5, No 2 (2007): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.889 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengimplementasikan dan menganalisis kinerja dari suatu sistem temu kembali informasi yang menggunakan ukuran kesamaan Query-Sensitive Similarity Measure (QSSM) dalam pengklusteran dokumen, serta membandingkan kinerja ketiga ukuran QSSM (M1, M2, dan M3). Jumlah dokumen yang digunakan dalam pengujian sistem ini sebanyak 700 dokumen dengan 30 kueri beserta gugus jawabannya. Algoritma Stemming dan penghilangan stopwords untuk pengolahan dokumen digunakan pada implementasi sistem. Hasil penelitian menunjukkan penentuan threshold berpengaruh dalam menilai keefektifan suatu ukuran yang digunakan untuk pengklusteran dokumen. Pada penelitian ini digunakan dua nilai threshold, yaitu 0.001 dan 0.025. Pada threshold 0.025 ukuran kesamaan M2 lebih unggul dibandingkan kedua ukuran kesamaan lainnya (M1 dan M3) dengan nilai AVP untuk M2=0.497, M1=0.304, dan M3=0.476. Keunggulan M2 dibandingkan M1 dan M3 diperkuat dengan uji t berpasangan. Pada threshold 0.001 ukuran kesamaan M2 menghasilkan nilai AVP=0.540, M1 menghasilkan nilai AVP=0.491, dan M3 menghasilkan nilai AVP=0.535. Dari nilai AVP yang dihasilkan, ukuran kesamaan M2 lebih unggul dibandingkan M1, M3 juga lebih unggul dibandingkan M1, sedangkan perbandingan antara M2 dan M3 berdasarkan uji t berpasangan, keefektifan kedua ukuran ini tidak ada perbedaan, tetapi M2 cenderung lebih unggul pada tiap standar tingkat recall.

Pengembangan Sistem Informasi Geografis Tindak Kejahatan Multilevel Berbasis Web

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 6, No 1 (2008): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.787 KB)

Abstract

Dewasa ini penggunaan teknologi informasi di segala bidang berkembang pesat, karena sangat membantu pengguna untuk mengolah data dan memperoleh informasi dengan cepat, tepat dan akurat.  Sistem informasi geografis adalah salah satu penggunaan teknologi informasi untuk mengolah peta dalam bentuk digital, sehingga memudah peta tersebut dimanipulasi dan diolah datanya.Tindak kejahatan banyak terjadi di berbagai tempat dengan waktu kejadian yang berbeda, menyebabkan sulitnya menentukan daerah mana yang memiliki tingkat kerawanan tindak kejahatan. Informasi tentang banyaknya tindak kejahatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan penegak hukum dalam hal ini jajaran kepolisian.  Bagi semua pihak seperti masyarakat luas, informasi ini sangat berguna untuk tindakan antisipasi, khususnya bagi kepolisian membantu dalam mengambil keputusan apakah suatu daerah memerlukan pengawasan ekstra atau tidak, selain itu informasi tersebut dibutuhkan untuk mengetahui intensitas tindak kejahatan.Penelitian ini mencoba mengembangkan suatu sistem informasi yang mampu menampilkan peta secara multilevel serta memetakan jumlah tindak kejahatan yang terjadi di dalam peta dalam bentuk yang beragam. Pengelompokan pada masing-masing daerah diambil berdasarkan ciri-ciri tertentu sehingga output yang dihasilkan diharapkan akan memudahkan pengguna dalam membedakan tingkat kerawanan antara daerah satu dan lainnya dan juga menampilkan grafik dan perhitungan jumlah tindak kejahatan yang terjadi. Visualisasi peta dan grafik pada sistem ini diharapkan akan membantu masyarakat dan memudahkan Kepolisian Resort Kota Bogor dalam menganalisis tingkat kerawanan di tingkat kota, kecamatan maupun  di level yang lebih kecil yaitu kelurahan sehingga sistem ini bisa mengolah data kriminalitas secara cepat, tepat dan akurat.

Implementasi Fuzzy OLAP pada Data Potensi Desa di Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 dan 2006

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 6, No 1 (2008): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.874 KB)

Abstract

Kurangnya pemanfaatan atau pengolahan terhadap gunung data yang sebenarnya dapat menghasilkan suatu informasi atau pengetahuan yang penting untuk mendukung pengambilan keputusan. Data Potensi Desa yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki peranan yang cukup strategis di masa yang akan datang dan merupakan produk unggulan BPS. Untuk itu sangat penting melakukan analisis data Podes secara efisien dan cepat.  Data warehouse adalah tempat penyimpanan data terintegrasi yang dapat digunakan untuk query dan analisis.Operasi query ini dilakukan dengan On-line Analytical Processing (OLAP). Data real dijumpai sering kali mengandung informasi yang tidak tepat dan ketidakpastian (uncertain).  Teori himpunan fuzzy digunakan untuk menangani masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan membangun  data warehouse untuk data Potensi Desa di Provinsi Jawa Barat tahun 2003 dan 2006 yang direpresentasikan dalam model data multidimensi dengan menggunakan teori himpunan fuzzy dan mengimplementasikan operasi OLAP. Ruang lingkup penelitian adalah dibatasi pada implementasi  fuzzy OLAP untuk data Potensi Desa di Provinsi Jawa Barat tahun 2003 dan 2006. Sistem yang akan dibangun mengikuti arsitektur data warehouse tiga tingkat. Struktur data pada data warehouse digambarkan dengan skema galaksi. Operasi-operasi yang diimplementasikan adalah operasi roll-up, drill-down, slice, dice, dan pivot. Operasi untuk fuzzy OLAP dilakukan sesuai dengan konsep pengoperasian data multidimensi fuzzy. Hasil penelitian ini adalah terbentukya data warehouse yang diimplementasikan dengan konsep fuzzy serta data warehouse untuk data crisp sebagai pelengkap penyajian informasi. Data warehouse yang dibangun menggunakan konsep fuzzy terlebih dahulu melalui tahapan praproses data dan proses clustering menggunakan algoritma FCM untuk mendapatkan himpunan fuzzy dan nilai derajat keanggotaan tiap atribut. Data warehouse tersebut memiliki 4 kubus data yaitu penduduk, rumah tangga, lahan, dan sekolah. Data dapat ditampilkan dalam bentuk crosstab atau grafik. Penelitian ini memberikan informasi berupa data fuzzy dan data crisp. Data fuzzy yang disajikan memberikan informasi natural dengan mendefinisikan variabel linguistic. Data crisp disajikan sebagai penunjang untuk mendapatkan informasi.

Utilizing Soft Computing for Determining Protein Deficiency

IJCCS - Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems Vol 5, No 1 (2011): IJCCS
Publisher : Indonesian Computer, Electronics, and Instrumentation Support Society (IndoCEISS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.847 KB)

Abstract

Abstract— In recent years, the occurrence of protein shortage of children under 5 years old in many poor area has dramatically increased. Since this situation can cause serious problem to children like a delay in their growth, delay in their development and also disfigurement, disability, dependency, the early diagnose of protein shortage is vital. Many applications have been developed in performing disease detection such as an expert system for diagnosing diabetics and artificial neural network (ANN) applications for diagnosing breast cancer, acidosis diseases, and lung cancer. This paper is mainly focusing on the development of protein shortage disease diagnosing application using Backpropagation Neural Network (BPNN) technique. It covers two classes of protein shortage that are Heavy Protein Deficiency. On top of this, a BPNN model is constructed based on result analysis of the training and testing from the developed application. The model has been successfully tested using new data set. It shows that the BPNN is able to early diagnose heavy protein deficiency accurately. Keywords— Artificial Neural Network, Backpropagation Neural Network, Protein Deficiency.

ANALISIS PEMBENTUKAN POLA GRAF PADA KALIMAT BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH

Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knowledge graph adalah sebuah pendekatan baru untuk memahami bahasa alami. Metodeini memiliki 9 relasi biner dan 4 relasi frame. Analisis suatu kalimat dengan menggunakanknowledge graph membutuhkan aturan pemotongan kalimat (chunking). Aturan chunkingsudah ada pada struktur kalimat bahasa Inggris dan Cina, tetapi belum ada untuk strukturkalimat bahasa Indonesia.Tujuan dari penelitian ini adalah membentuk aturan chunkingpada struktur kalimat bahasa Indonesia dan membuat pola graf kalimat bahasaIndonesia.Tahapan penelitian ini adalah dimulai dengan studi literatur awal, pembuatanchunk indicator, pemotongan kalimat (chunking), pembuatan chunk graph, dan diakhiridengan kontruksi sentence graph. Hasil penelitian ini adalah aturan chunking kalimatbahasa Indonesia dengan indicator sebanyak 8, yaitu koma dan titik, kata ganti petunjuk,kata kerja bantu, kata depan, jump, kata-kata logika, jeda nafas, kata sambung. Selain itu,diperoleh pula pola graf kalimat bahasa Indonesia yang sekaligus menunjukkan arti(aspek semantik) dari kalimat yang dianalisis. This research aimed to construct chunking rule on Indonesian language sentencestructure and make pattern of Indonesian language sentence graph. It was done sinceknowledge graph is a new approach to understand natural language. This method has 9(nine) binary relation and 4 (four) frame relation. A sentence analysis using this approachneeds rule of sentence chunking, This research method was started from beginning ofliterary studies, chunk indicator constructing, sentence chunking, chunk graphconstructing, and sentence graph constructing. Result of this research was there was ruleof Indonesian language sentence chunking with 8 (eight) indicators such as periods, fullstops, demonstratives, auxiliary verbs, prepositions, jump, logical words, pauses,conjunctions. Besides that, it had also been achieved pattern of Indonesian languagegraph which gives meaning (semantic aspect) from analyzed sentences at once.

Identifikasi Jenis Kayu Menggunakan Support Vector Machine Berbasis Data Citra

Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Ilmu Komputer IPB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi jenis kayu di Indonesia pada umumnya dilakukan secara manual, dengan cara memperhatikan pori kayu pada daerah penampang kayu menggunakan kaca pembesar atau mikroskop dengan pembesaran minimal 10 kali. Teknik komputerisasi belum banyak dilakukan terutama karena kurangnya penelitian di bidang ini dan sulitnya mendapatkan database kayu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah sistem untuk mengklasifikasikan 4 jenis kayu yang diperdagangkan di Indonesia dengan metode support vector machine (SVM) berbasis citra. Teknik ekstraksi ciri yang digunakan adalah two-dimensional principal component analysis (2D-PCA). Sistem ini dapat mengidentifikasi kayu dalam waktu singkat sehingga mempercepat proses identifikasi jenis kayu. Hasil klasifikasi dari 120 kali percobaan dengan menggunakan 96 data citra dengan 4 jenis kayu menunjukkan akurasi terbaik sebesar 95.83% pada kernel Polinomial. Kata kunci: Citra mikroskopis, Identifikasi jenis kayu, SVM

PENGEMBANGAN VISUAL INTERACTIVE SIMULATION DALAM SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN DENGAN PENDEKATAN AGEN (Studi Kasus Investasi pada Industri Biodisel Kelapa Sawit)

Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.547 KB)

Abstract

Sistem Penunjang Keputusan dengan simulasi dapat menjadi efektif dengan pemanfaatan Visual Interactive Simulation (VIS). Melalui VIS pengambil keputusan mengontrol sepenuhnya jalannya simulasi dengan penentuan skenario dan modifikasi parameter simulasinya.  Pembangunan sistem dengan VIS dilakukan dengan metodologi gaia untuk memodelkan sistem agen. Melalui gaia, dihasilkan lima model utama sebagai dasar pembentukan arsitektur sistem, yaitu model interaksi, model role, model service, model acquitance dan model agen. Pendefinisian arsitktur sistem yang lebih konkret dilakukan melalui Agent Unified Modelling Languagae (AUML)

SPEAKER IDENTIFICATION USING HYBRID MODEL OF PROBABILISTIC NEURAL NETWORK AND FUZZY C-MEANS

Widyariset Vol 16, No 2 (2013): Widyariset
Publisher : LIPI-Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A hybrid model of Probabilistic Neural Network and Fuzzy C-Means has been developed. The model has been applied using Mel Frequency Cepstrum Coefficients (MFCC) as feature extraction for identification. In addition to the natural voice, the effect of noise has also been taken into account. It has been shown that the model has good accuracy at 96% for voice without noise, 85.5% for voice with noise at the level of signal to noise ratio 30, and 60% for voice with noise at the level of signal to noise ratio 20. It has also been concluded that the clustering procedure using Fuzzy C-Means could improve the accuracy up to 96% for large number of training data.

Performans Kerbau Lumpur dan Strategi Pengembangannya pada Daerah dengan Ketinggian Berbeda di Kabupaten Cianjur (PERFORMANCE ANALYSIS OF SWAMP BUFFALO AT DIFFERENT ALTITUDES IN CIANJUR DISTRICT AND ITS DEVELOPMENT STRATEGIES

Jurnal Veteriner Vol 16, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research objectives were to analyze reproduction performance and productivity of swamp buffalofrom different altitudes in Cianjur and draw up a hierarchy of productivity strategy development usinganalysis of SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats) and Analytical Hierarchy Process (AHP)with four criteria: technology, costs, impact, and the response of farmers. Survey was conducted in Cianjurduring January-March 2014 by interview prepared questionnaires and direct observation of 63 buffalo farmers. Secondary data were also obtained from relevant agencies. Primary data were collected usingdirect observation of 139 reproductive female buffaloes then were further analyzed. A total of 58 buffaloesat their productive period were sampled and taken their morphometric data. Whilst 37 buffaloes weremeasured their frame size using Body Condition Score (BCS). The results showed that the reproductionperformance of buffaloes in the lowlands are not significantly different from those in the highland. The ageat first oestrus, first mating, first calving, gestation period were 25.6 months, 26.6 months, 38.7 months,11.8 months, respectively.. The oestrus period was 5.3 days, and post-partum mating interval was 54.6days. Differences in altitude and sex significantly affected (P <0.05) the morphometry assessment. Thebody weight of male buffaloes were found lower than the females both in highlands and lowlands (P<0.05).The body conditioning score of buffalo performance at highland was better compared to those in thelowland. Based on the SWOT analysis and AHP: (1) The main strategy is to improve the technology basedon the criteria of internal weakness by increasing scale holdings to seize opportunities buffalo meat selfsufficiency;(2) based on the criteria of cost and impact, the strategy was to cover threats over the professionout of the region by empowering farmers (facilitate increased productivity buffalo); (3) based on the responsecriteria, the primary strategy is to improve the quality of education of farmers by facilitating productivityimprovement opportunities to achieve self-sufficiency buffalo meat. The main development strategy basedon the four criteria: technology, cost, impact, and farmer response were increasing of buffalo ownershipscale, production facilities, and farmers education quality.