Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Biodiversitas Fungi Tanah Pada Lahan Gambut Tidak Terbakar Dan Setelah Kebakaran Di Desa Rasau Jaya Umum Kabupaten Kuburaya Nurdiansyah, Nurdiansyah; Chandra, Tino Orciny; Umran, Ismahan
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mempercepat tersedianya unsur hara dalam budidaya tanaman, masyarakat pada umumnya melakukan sistem tebas bakar. Lahan yang dibakar itu selain areal pertanian, juga berada di kawasan perkebunan, dan sangat berdampak terhadap berbagai gatra kehidupan. Pemulihan tanaman hutan setelah kebakaran akan memakan waktu lama, dan akan sering terhambat bila kebakaran terulang. Kerusakan ekosistem  akibat kebakaran berpeluang melenyapkan aneka jenis makro dan mikro organisme tanah, khususnya yang tidak mampu menghadapi perubahan keadaan huniannya serta berbagai jenis organisme tanah yang berpotensi dalam kesuburan tanah. Selain itu mikroorganisme tanah yang banyak berasosiasi dengan tanaman yang hilang akibat kebakaran juga akan ikut hilang, sehingga keanekaragaman dari jenis mikroorganisme juga dapat berpotensi semakin berkurang. Mengingat pentingnya peran mikroorganisme tanah khususnya fungi, dalam proses dekomposisi bahan organik pada tanah gambut dan masih relatif terbatasnya informasi mengenai jenis fungi pada tanah gambut, perlu mempelajari biodiversitas fungi tanah gambut dalam rangka mempercepat proses dekomposisi bahan organik. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah Untuk mempelajari biodiversitas fungi yang terdapat pada lahan gambut yang tidak terbakar dan setelah kebakaran, mengetahui fungi pada tingkat kedalaman gambut pada pada lahan gambut yang tidak terbakar dan setelah kebakaran dan mengetahui hubungan antara biodiversitas fungi dengan faktor fisik dan kimia tanah pada lahan gambut yang tidak terbakar dan setelah kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sehabis kebakaran kegiatan dan jumlah mikroorganisme tanah meningkat yang di tunjukkan pada tanah gambut tidak terbakar, fungi yang teridentifikasi sebanyak lima jenis yaitu Aspergillus niger, Penicillium, Phytopthora, Thielaviopsis dan Thrichoderma harzianum sedangkan pada tanah gambut setelah kebakaran fungi yang teridentifikasi sebanyak Sembilan jenis yaitu Acremonium, Aspergillus niger, Candida, Curvularia, Penicillium, Phytium, Phytoptora, Thielaviopsis dan Thrichoderma harzianum. Hal ini tidak lepas dari beberapa faktor lingkungan tanah gambut seperti kedalaman muka air tanah, tingkat kematangan tanah gambut, suhu tanah gambut, kadar air tanah gambut, bobot isi tanah gambut dan pH tanah gambut pada lahan yang tidak terbakar ataupun yang telah mengalami kebakaran.
DIKLAT, KEMAMPUAN DAN KINERJA Nurdiansyah, Nurdiansyah; Andri, Seno; Yuliani, Febri
JIANA ( Jurnal Ilmu Administrasi Negara ) Vol 14, No 3 (2017)
Publisher : JIANA ( Jurnal Ilmu Administrasi Negara )

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Training, Ability and Performance. This study aims to determine the effect of training on performance, the influence of the ability of employees on employee performance and the influence of training and employee ability on the performance of employees of the Office Immigration Class I Pekanbaru. The method used is descriptive and quantitative method. A sample of 71 people from 127 employees of Immigration Office Class I Pekanbaru with random sampling technique. Techniques of collecting questionnaire data, observation and interview. Data analysis using multiple linear regression. The result of the research shows that partially known variables of training have a significant effect on employee performance. Partially known working ability variables have a significant effect on employee performance. It is simultaneously known that the variables of training and work ability have a significant effect on the performance of the employees at the First Class Immigration Office of Pekanbaru. This indicates with the provision of training and training will improve the ability of employees and will have an impact on improving the performance of these employees.
Keterampilan Bertanya Guru SMP dalam Pembelajaran Matematika Nurdiansyah, Nurdiansyah; Johar, Rahmah; Saminan, Saminan
Jurnal Peluang Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Peluang
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.453 KB)

Abstract

Questioning skills is one of the basic skills taught are important to master teachers. Lack of good questioning skills possessed by teachers can lead students in an attention too. This study aimed to describe the questioning skills junior high school teacher in mathematics. This study used a qualitative approach with descriptive research. Subjects in this study are two mathematics teachers from two different schools: one teacher MTsN Matangglumpangdua and one teacher SMP N 5 Peusangan. Qualitative data analysis performed on both the teacher to see the questioning skills of teachers in learning. In general, teachers questioning skills include aspects of pausing, prompting and probing in mathematics has been done, but not all of the indicators on each aspect met for each meeting in both schools. In a study in MTsN during two meetings, at the prompting aspect is not done once the indicator solve the question into several sub-questions of the original question and the probing aspects of displacement indicators do not turn. Furthermore, in a study in junior high school for two meetings, on aspects prompting two indicators do not solve the question into several sub-questions of the original question and review (repeat) information previously provided.
KECEMASAN PADA ATLET DALAM OLAHRAGA RENANG Nurdiansyah, Nurdiansyah
WAHANA Vol 60 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.95 KB)

Abstract

Setiap atlet yang akan menghadapi suatu pertandingan dalam berbagai even pertandingan, dalam keadaan cemas karena berbagai tekanan yang menjadi beban bagi dirinya. Kecemasan berdasarkan pengelompokannya ada kecemasan bawaan, dan ada juga kecemasaan yang sesaat. Kecemasaan bawaan lebih mendapatkan penanganan yang agak sulit karena sudah bawaan, sedangkan kecemasan sesaat dapat dilakukan dengan berbagai penanganan yang lebih mudah dibandingkan kecemasaan bawaan. Kecemasan sesaat masih dikelompokkan lagi dalam kecemasan cognitive dan kecemasan somatic. Banyak hasil penelitian mengungkapkan kecemasan somatic yang banyak cenderung berpengaruh pada atlet ketika menjelang pertandingan dibandingkan dengan kecemasan kognitif.