Articles

STUDI KARAKTERISTIK PENYERAPAN SUARA PADA KOMPOSIT POLYMER DENGAN SERAT ROOKWOOL Nurdiana, Nurdiana; Isranuri, Ikhwansyah
Jurnal Dinamis No 8 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.761 KB)

Abstract

AbstrakMaterial yang bersifat lembut, berpori dan berserat diyakini mampu menyerap energi suara yangmengenainya. Dari ketiga sifat bahan tersebut, bahan berporilah yang sering digunakan. Hal ini karena bahanberpori retaif lebih murah dan ringan dibanding jenis peredam lain (Lee, 2003).Salah satu Material yang telahlama digunakan pada peredam suara jenis ini adalah rockwool. Meskipun penggunaa rockwool sudah lamadigunakan sebagai peredam suara tetapi penggunaannya terbatas hanya sebagai bahan pelapis tidak dapatdigunakan langsung sebagai bentuk komponen tertentu.Untuk dapat lebih meluaskan penggunaan rockwoolsebagai bahan komponen mesin misalnya knalpot kenderaan bermotor, ruang studio musik, plafon bangunangedung,maka rockwool dapat dicampur dengan bahan lain yang dapat langsung dibentuk menjadi suatukomponen yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penyerapan suara dari materialkomposit polymer dengan serat rockwool menggunakan methode Reverbrasion room, dari hasil pengujiandiperoleh. Distribusi nilai Koefisien Absorbsi terbesar adalah 0,56483410 Sabine dengan frekuensi 100 Hz (T1 =2 detik dan T2 = 1,68 detik) dan nilai koefisien absorbsi terkecil adalah -0,03677716 Sabine dengan frekuensi315 Hz (T1 = 5,58 detik dan T2 = 5,78 detik).Kata kunci : Komposit polymer, Rockwool, Reverbration Room, koefisien Absorbsi.
EFEK 17β-ESTRADIOL TERHADAP DENSITAS RESEPTOR ADRENERGIK-αIDDAN KONTRAKTILITAS OTOT POLOS PEMBULUH DARAH TIKUS Nurdiana, Nurdiana
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 24, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The incidence of hypertension in menopausal and post menopausal women related to plasma estrogen leveland sympathetic nervous activity. Estrogen may have a specific effect to modulate adrenergic vasoconstriction by modulating adrenergic receptors. Blood vessels contractility is regulated mainly by the sympathetic nervous system, in aorta mediated particularly by  α1Dadrenergic receptor.We hypothesize that 17βestradiol decreases vascular smooth muscle contractility by decreasing  α1Dadrenergic receptor density. To prove the above mechanism in the present study we performed several interrelated assays, i.e bioassay using isolated organ and protein blotting. An isolated rat aortic ring without endothelium (2-3 month,150-200 gram) was incubated in 17β-estradiol (10-5M, 10-4M,and 10-3M ) for two hours prior to stimulation using phenylephrine as α1Dadrenergic receptor agonist. The response of the rat aortic ring to the stimulation of α1Dadrenergic receptor agonist was measured as the subsequent change on aortic contractility using bioassay, and the change of  α1Dadrenergic receptor density using Western and dotblot.
Perubahan Gambaran Histopatologi Paru pada Paparan Debu Batubara Memakai Alat Model 2010 Kania, Nia; Setiawan, Bambang; Nurdiana, Nurdiana; Widodo, M. Aris; Kusuma, HMS Chandra
Majalah Kedokteran Bandung Vol 43, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tambang batubara di permukaan tanah mendorong pembuatan alat paparan debu batubara skala laboratorium. Optimasi alat paparan debu batubara model 2010 dilakukan untuk menentukan lokasi akumulasi debu batubara serta perubahan histopatologi paru. Penelitian eksperimental dilakukan pada kontrol (K), paparan debu batubara 14 hari (BB1), dan debu batubara 28 hari (BB2). Karakterisasi debu batubara dilakukan dengan scanning electron microscope (SEM) dan X-ray fluorescence (XRF) di Laboratorium Fisika Universitas Negeri Malang. Pemeriksaan histopatologis paru dilakukan di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian dilakukan periode Agustus−November 2010. Scanning electron microscope paru menunjukkan diameter partikel <10 mm dan akumulasi partikel di alveolus. Parenkim paru berupa struktur alveolus tipis (K), penebalan alveolus dan edema epitel edematous (BB1), peningkatan edematous dan penyempitan rongga alveolus (BB2). Epitel bronkus dilapisi epitel silindris, epitel goblet, sel radang yang minimal (K), perpanjangan epitel silindris, hiperplasia epitel goblet dan mukus (BB1). Sel epitel menjadi menipis, lebih banyak mukus dan morfologi epitel menjadi tidak jelas (BB2). Epitel bronkoalveolus dilapisi epitel silindris, minimal sel goblet dan sel radang (K). Hiperplasia epitel goblet yang mendominasi disertai mukus (BB1). Epitel silindris dengan proliferasi sel goblet, mukus, taburan sel radang, dan fibrosis (BB2). Simpulan, alat paparan model 2010 memicu akumulasi debu batubara di alveolus serta perubahan histopatologi berupa inflamasi, hiperplasia sel goblet, dan fibrosis. [MKB. 2011;43(3):127–33]. Kata kunci: Alveolus, debu batubara, histopatologi, paruLung Histopatology Changed in Coal Dust Exposure with Model 2010EquipmentCoal mining on surface ground stimulate to create coal dust exposure equipment on laboratory scale. Optimation of model 2010 coal dust exposure equipment focus on coal dust accumulation and histopathologic of lung. This experimental study was done in control (K), coal dust exposure for 14 days (BB1), and coal dust exposure for 28 days (BB2). Coal dust characterization was done by scanning electron microscope (SEM) and X-ray fluorescence in Physics Laboratory Malang State of University. Histopathologic analysis was done in Pathologic Laboratory Ulin General Hospital. Research was done August−November 2010. Lung SEM showed particle diameter 10 mm and particle accumulated in alveolus. Lung parenchym showed thin alveolus structure (K), thickenning of alveolus and edematous epithelial (BB1), increased edematous and narrower alveolus space (BB2). Epithelial in bronchus layering by cylindrical and goblet epithelial, inflammation cell (K), elongation of cylindrical epithelial, hyperplasia goblet epithelial and mucous (BB1). Epithelial became thick, more mucous, and epithelial morphology became unclear (BB2). Bronchoalveolus epithelial layering by cylindrical epithelial, minimal goblet cell and inflammation cell (K). Goblet cell hyperplasia and mucous (BB1). Cylindrical epithelial with goblet cell proliferation, mucous inflammation cell, and fibrosis (BB2). In conclusions, coal dust exposure with model 2010 equipment trigger coal dust accumulation in avelous and histopathologic changes of inflamation, goblet cell hyperplasia, and fibrotic. [MKB. 2011;43(3):127–33].Key words: Alveolus, coal dust, histopathologic, lung
Penentuan Kekuatan Tarik Material Komposit Epoxy dengan Pengisi Serat Rockwool Secara Eksperimen Nurdiana, Nurdiana; lubis, Zulkifli; Vonnisa, Mutya
Jurnal Dinamis Vol 1, No 13 (2013): Dinamis
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.81 KB)

Abstract

AbstrakPerkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memunculkan penemuan-penemuan baru diberbagai bidang. Dunia teknik merupakan salah satu bidang yang menunjukkan perkembanganyang sangat pesat. Terobosan - terobosan baru senantiasa dilakukan dalam rangka mencapaisuatu hasil yang dapat bermanfaat bagi umat manusia. Kebisingan dewasa ini dirasa sangatmengganggu terutama ketika siang hari, tetapi jika selama masih dalam batas toleransibiasanya banyak yang tidak memperdulikan. Disadari atau tidak bising mempunyai efek kurangbaik terhadap kesehatan manusia, efek yang menyertai mulai dari tuli sementara, gangguanpsikologis (trauma), sampai gangguan kesehatan lainnya. Bahan penyerap suara cukup jarangdijumpai, padahal ini sangat penting karena hal yang paling dekat dengan kehidupan manusiasehari-hari. Material yang bersifat lembut, berpori dan berserat diyakini mampu menyerapenergi suara yang mengenainya. Dari ketiga sifat bahan tersebut, bahan berporilah yang seringdigunakan. Hal ini karena bahan berpori retaif lebih murah dan ringan dibanding jenis peredamlain (Lee, 2003). Rockwool sudah lama digunakan sebagai peredam suara tetapipenggunaannya terbatas hanya sebagai bahan pelapis, Untuk dapat lebih meluaskanpenggunaan rockwool sebagai bahan komponen mesin misalnya knalpot kenderaan bermotor,ruang studio musik, plafon bangunan gedung,maka rockwool dapat dicampur dengan bahanlain yang dapat langsung dibentuk menjadi suatu komponen yang dibutuhkan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui Kekuatan Tarik Komposit epoxy dengan pengisi serat Rockwoolmenggunakan mesin uji tarik , Komposit dibuat dengan metode hand lay up dengan komposisiperbandingan epoxy dengan rockwool 75 % : 25%, Hasil pengujian menunjukkan Kekuatantarik maximum , regangan tarik maximum dan Modulus Elastisitas rata-rata untuk kompositepoxy dengan pengisi serat rockwool adalah σmax rata-rata = 6,74 MPa, εmax rata-rata = 0,84 %, Eratarata= 1127 Mpa.Kata kunci : Kekuatan Tarik, Komposit, Epoxy, Rockwool
EFEKTIVITAS PENDEKATAN ILMIAH PADA MATERI ASAM BASA DALAM MENINGKATKAN GENERATING SKILL Nurdiana, Nurdiana; Rosilawati, Ila; Tania, Lisa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.329 KB)

Abstract

The study which was aimed to describe the effectiveness of scientific approach on acid base topic in increasing generating skill had been done. All of students in the IPA of the 11th grade of SMAN 1 Pringsewu for 2014/2015 academic year were population in this research. The sampel was taken by purposive sampling technique and it was obtained the 11th grade of IPA1 and IPA2 as research class. The method of this research was quasi experiment with non equivalent pretest-posttest control group design. The effectiveness of scientific approach was showed by the difference of n-Gain that was significant. Based on research data, it was obtained the average n-Gain of generating skill in experiment class that was 0.39 and in control class was 0.18. Based on hyphotesis testing result, it was concluded that scientific approach in acid base topic was effective to increase students generating skill.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pendekatan ilmiah pada materi asam basa dalam meningkatkan generating skill. Seluruh siswa kelas XI IPA SMAN 1 Pringsewu tahun pelajaran 2014/2015 merupakan populasi dalam penelitian ini. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dan diperoleh kelas XI IPA1 sebagai dan XI IPA2 sebagai kelas penelitian. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan non equivalent pretest-posttest control group design. Efektivitas pendekatan ilmiah dilihat berdasarkan perbedaan n-Gain yang signifikan. Berdasarkan data penelitian, diperoleh rata-rata n-Gain generating skill pada kelas eksperimen yaitu 0,39 dan pada kelas kontrol yaitu 0,18. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa pendekatan ilmiah pada materi asam basa efektif dalam meningkatkan generating skill siswa.Kata kunci: asam basa, generating skill, pendekatan ilmiah
KATEGORI SUBJEK SUMBER RUJUKAN PADA ARTIKEL YANG DIMUAT DALAM JURNAL ILMIAH PERTANIAN INDONESIA Winarko, Bambang; Suryantini, Heryati; Hendrawaty, Hendrawaty; Nurdiana, Nurdiana
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 23, No 2 (2014): october 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.747 KB) | DOI: 10.21082/jpp.v23n2.2014.p47-53

Abstract

Jurnal yang diterbitkan Badan Litbang Pertanian memiliki peranan penting dalam mengomunikasikan hasil penelitian. Kajian terhadap jurnal tersebut melalui pendekatan bibliometrika belum banyak dilakukan oleh para pustakawan. Pengkajian ini ditujukan untuk mempelajari kategori subjek sumber rujukan dari artikel yang diterbitkan dalam sembilan jurnal Badan Litbang Pertanian. Systematic random sampling digunakan untuk memilih 674 dari 2,958 artikel yang dimuat dalam jurnal Badan Litbang Perttanian yang terbit antara tahun 1995-2010. Daftar pustaka dari setiap artikel terpilih diklasifikasi subjeknya berdasarkan AGRIS/CARIS Categorization Scheme. Hasil analisis sitasi mengenai kategori subjek menunjukkan 13 kategori dengan frekuensi 712 ditemukan pada jurnal-jurnal Badan Litbang Pertanian. Lima kategori subjek yang mendominasi adalah ilmu dan produksi tanaman; sumberdaya alam dan lingkungan; perlindungan tanaman, ekonomi pertanian, pembangunan, dan sosiologi pedesaan; serta ilmu, produksi dan perlindungan hewan.
Treatment of recurrent aphthous stomatitis major with metronidazole and ciprofloxacin Jusri, M.; Nurdiana, Nurdiana
Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Vol 42, No 3 (2009): (September 2009)
Publisher : Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/j.djmkg.v42.i3.p109-113

Abstract

Background: Recurrent aphthous stomatitis (RAS) are painful oral ulcerations that recur from days to months or even years. It represents the most common lesion of the oral mucosa with prevalence ranging from 15% to 30%. Although the clinical characteristics of RAS are well defined, the precise etiopathogenesis of RAS remains unclear. Since the etiology of RAS remains unknown, there is no definitive treatment. RAS responds quite well to the use of topical or systemic antiinflammatory drugs, particularly corticosteroids. Purpose: The objective of this paper is to discuss the treatment of RAS with secondary infection. Case: This paper reported a case of 22-year-old man with multiple oral ulcers that did not heal for 7 months. Case Management: These ulcers were diagnosed as RAS major with secondary infection that caused by normal oral flora (aerobic and anaerobic bacteria) and treated with metronidazole (topical and oral) and ciprofloxacin (oral). These lesions healed in 3 weeks with scars. Conclusion: Large ulcer without signs of malignancy that contaminated with normal oral flora will delayed in healing, but with rational treatment RAS mayor with secondary infection has good prognosis.
Decreased osteoblasts and increased osteoclasts in rats after coal dust exposure Akbar, Izaak Zoelkarnain; Kania, Nia; Setiawan, Bambang; Nurdiana, Nurdiana; Widodo, M. Aris
Universa Medicina Vol 30, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Medicine, Trisakti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2011.v30.73-79

Abstract

Bone remodeling is a physiological process of cortical and trabecular bone reconstruction, with initial bone resorption, by osteoclasts and concurrent bone formation by osteoblasts. Oxidative stress due to coal dust exposure is not only found in the lungs, but also in the circulation or systemically. The aim of this study was to determine the effect of oxidative stress from coal dust exposure on the number of osteoblasts and osteoclasts in rats. In this experimental study, four groups were evaluated: control; coal dust exposure at 6.25 mg/m3 for 28 days; coal dust exposure at 12.5 mg/m3 for 28 days; coal dust exposure at 25 mg/m3 for 28 days (all exposures were given daily for one hour). Circulatory oxidative stress was measured by malondialdehyde level. Osteoblast and osteoclast numbers were counted by light microscopic examination of distal femoral cross-sections stained with hematoxylin eosin. This study showed that malondialdehyde levels were significantly increased in coal dust exposure groups, in comparison with the control group (p<0.05). There were also significantly decreased numbers of osteoblasts (p<0.05) and significantly increased numbers of osteoclasts (p<0.05) numbers in coal dust exposure groups, as compared with the control group. No correlations were found between malondialdehyde levels (oxidative stress) and respective numbers of osteoblasts and osteoclasts in all coal dust exposure groups (p>0.05). Coal dust exposure increased malondialdehyde level and osteoclast numbers, and decreased osteoblast numbers, but no correlation was found between oxidative stress (caused by coal dust exposure) and osteoblast and osteoclast numbers.
Efek Gastroprotektif Bawang Prei (Allium fistulosum) terhadap Gastropati pada Lambung Tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Indometasin Masbuchin, Ainun Nizar; Nurdiana, Nurdiana; Suryana, Bagus Putu
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OAINS adalah obat yang digunakan secara luas sebagai antipiretik, antiinflamasi, dan analgesik. Namun demikian, OAINS dapat menyebabkan gastropati dan bahkan tukak lambung jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Quercetin, kaempferol, dan luteolin telah diketahui memiliki efek gastroprotektif. Zat tersebut  terkandung di dalam bawang prei  (Allium fistulosum). Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui efek gastroprotektif bawang prei. Tikus dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (K1), kontrol positif (K2), dan kelompok perlakuan (K3, K4, K5). K1 dan K2 diberi normal salin, sedangkan  K3, K4, dan K5 diberi ekstrak bawang prei dengan dosis 6 mg/kgBB, 12 mg/kgBB, dan 24 mg/kgBB. Tiga puluh menit kemudian K2, K3, K4, dan K5 diberi indometasin 30 mg/kgBB. Tikus kemudian dianestesi menggunakan eter dan dibedah. Gastropati dinilai berdasarkan skor makroskopik dan skor mikroskopik. Hasil uji one way ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada semua kelompok (p < 0,05).  Skor makroskopik menunjukkan bahwa K5 memiliki perbedaan yang bermakna dengan K2, K3, dan K4, namun tidak ada perbedaan yang signifikan antara K2, K3, dan K4. Skor mikroskopik menunjukkan bahwa K2 memiliki perbedaan yang bermakna dengan K3, K4, dan K5. Pada uji korelasi Pearson didapatkan nilai p = 0,000 (R = -0,917 untuk skor makroskopik, R = -0,862 untuk skor mikroskopik). Dapat disimpulkan bahwa bawang prei dapat menurunkan skor makroskopik dan mikroskopik gastropati pada tikus yang diinduksi indometasin. Kata kunci: Bawang prei (Allium fistulosum), Gastroprotektif, Kaempferol, Luteolin, OAINS, Quercetin.
Efektifitas Hidrogel Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap Penurunan Jumlah Makrofag pada Penyembuhan Luka Fase Proliferasi Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Kondisi Hiperglikemia PI, Gadis Mutiara; Nurdiana, Nurdiana; Utami, Yulian Wiji
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperglikemia adalah kondisi kadar gula darah ≥ 126 mg/dl yang menyulitkan penyembuhan luka. Kandungan daun binahong berupa saponin, flavonoid, polifenol, triterpenoid, antosianin, asam ursolat dan karbonat diduga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Makrofag sebagai sel yang memfagosit daerah luka dan membersihkan debris akan meningkat pada fase inflamasi dan akan menurun jumlahnya pada fase proliferasi ketika luka mulai menutup.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan luka kondisi hiperglikemia menggunakan hidrogel binahong terhadap jumlah makrofag. Desain penelitian adalah true experiment dengan metode randomized posttest only controlled group design dilakukan terhadap hewan coba tikus putih jantan galur Wistar. Jumlah sampel adalah 30 tikus (n = 5) dan dibagi dalam 6 kelompok yaitu 4 kelompok perlakuan yaitu menggunakan basis hidrogel, hidrogel binahong konsentrasi 2,5 %, 5 %, 7,5 %, dan 2 kelompok kontrol normal saline (NS) pada tikus kondisi sehat dan kondisi hiperglikemia. Data yang diukur adalah jumlah makrofag pasca perawatan luka selama 12 hari. Analisis uji one-way ANOVA didapatkan  p = 0,000 (p < 0,05). Melalui uji post hoc test hidrogel binahong 5 % memiliki perbedaan signifikan (p < 0,05) dengan K (-) NS (p = 0,004), K (+) NS (p = 0,000), basis hidrogel (p = 0,001), hidrogel binahong 2,5 % (p = 0,018). Dapat disimpulkan bahwa perawatan luka menggunakan hidrogel binahong dapat menurunkan jumlah makrofag pada penyembuhan luka fase proliferasi di jaringan kulit luka tikus dengan kondisi hiperglikemia. Kata kunci: Hiperglikemia, Hidrogel binahong, Jumlah makrofag.
Co-Authors Ainun Nizar Masbuchin, Ainun Nizar Andina Devi Arvita, Andina Devi Ashriady Ashriady, Ashriady Asmiantika, Asmiantika Astari, Pocut Aulia Chaya Kusuma, Aulia Chaya Avia, Imelda Bagoes Widjanarko Bagus Putu Suryana, Bagus Putu Bambang Setiawan Bambang Winarko, Bambang Dantara, Tri W.I. Darotin, Rida Daskiro, Eko Dewi Chrisna Wulandari, Dewi Chrisna Dewi, Elvira S. Didiek Darmadi Ts Dinastiti, Vide Bahtera Dwi Sarbini Dwi wahyudiati, Dwi Elvira Sari Dewi, Elvira Sari Erliera Erliera, Erliera Eswanto, Eswanto Eviana Norahmawati Fajar Ari Nugroho Gadis Mutiara PI, Gadis Mutiara Hanny Handiyani Hariyati, Rr.Tutik Sri Haryati, Omi Hendrawaty Hendrawaty, Hendrawaty Hermiyanty Hermiyanty, Hermiyanty Heryati Suryantini, Heryati HMS Chandra Kusuma Ikhwansyah Isranuri Ila Rosilawati Irfan Irfan Iswandi Iswandi Izaak Zoelkarnain Akbar, Izaak Zoelkarnain Juanda Juanda Kamilah Budhi Khalik, Suhartini Kusworini Handono Laksmi Karunia Tanuwijaya Lisa Tania Lutvia Krismayanti, Lutvia M. Aris Widodo M. Jusri, M. M.Kamil, M.Kamil Mahyunis Mahyunis, Mahyunis Maman Rachman Maria Mexitalia Maryata, Maryata Masruroh Rahayu, Masruroh Mateus Sakundarno, Mateus Mawaddah, Shohipatul Maya, Aminah Miftahus Saadah, Miftahus Moch. Aris Widodo, Moch. Aris Mulyono, Didik Mutya Vonnisa Narwanto, Muhammad Ihwan Nia Kania Pande Made Dwijayasa Pratama, Mirza Z. Pratama, Mirza Zaka Rinik Eko Kapti, Rinik Eko Rokyal Aeni Sufitri, Rokyal Aeni Rusdin Rauf Rusiyati Rusiyati Sari, Yuni Satriani G. Satriani G., Satriani G. Setyawati Soeharto, Setyawati Siagian, Toni Supriadi Supriadi Sutrisno, Franky Suwandi Suwandi Suwito Eko Pramono Syukur, Nursari Abdul Tarigan, Nehemia Ratur Tina Handayani Nasution, Tina Handayani Triastuti, Maya Indah Umi Kalsum Wahyuni, Rahmawati Willy Pratama, Willy Wisnu Barlianto Yosfi Rahmi Yulfitra, Yulfitra Yulian Wiji Utami Zakia Umami Zulkifli Lubis