Articles

Found 16 Documents
Search

PEMANFAATAN BAHAN ORGANIK SEBAGAI BAHAN PEMBAWA INOKULAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA NURBAITY, ANNE; HERDIYANTORO, DIYAN; MULYANI , OVIYANTI
Jurnal Biologi Vol XIII, No 1
Publisher : Jurnal Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) is known as one type of biofertilizer. The carrier for this biofertilizer is usually made from inorganic material such as zeolite. Currently, it is important to find the alternative materials that can be used as biofertilizers’ carrier due to the need of lower cost and easily available, such organic matter. Rice straw and husk are some of the organic matter sources that can be used as a carrier of AMF. A glass house experiment was conducted to determine the effectiveness of different type of organic matter as a carrier of AMF’s inoculum. The experiment was arranged in factorial randomized block design with two factors, i.e. type of organic matter (zeolite as a control, straw, burnt-rice’s husk and combination of straw and rice husk 50/50 v/v) and type of different hosts of AMF’s (Jatropha sp. and Sorghum sp.). The results showed that application of burnt-rice’s husk was better carrier of AMF inoculum instead of straw or combination of straw and burnt-rice’s husk. The quality of AMF inoculum with burnt-rice’s husk as a carrier was as good as the control inoculum that used zeolite, in terms of the number of spores, the percentage of root colonization, root length colonized and root fresh weight. In summary, burnt-rice’s husk has a good potential carrier of AMF biofertilizer.
Infektivitas Inokulan Glomus sp. dan Gigaspora sp. pada Berbagai Komposisi Media Zeolit-Arang Sekam dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Sorgum (Sorghum bicolor) Prafithriasari, Merry; Nurbaity, Anne
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010)
Publisher : Agrikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.293 KB)

Abstract

Pemanfaatan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) sebagai pupuk hayati telah diketahui mampu meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Penyediaan sumber inokulum FMA sangat berkaitan erat dengan sumber bahan baku pembawa atau media tumbuh inokulum FMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tumbuh dan jenis FMA yang berbeda terhadap persentase infeksi akar dan pertumbuhan tanaman sorgum. Perlakuan komposisi media tumbuh inokulan  terdiri atas beberpa komposisi zeolit dan arang sekam. Isolat FMA yang digunakan adalah: 1) Glomus sp., 2) Gigaspora sp., dan 3) Glomus sp. + Gigaspora sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara komposisi media tumbuh (zeolit dan arang sekam) dengan jenis FMA terhadap peningkatan persentase infeksi akar, nisbah pupus akar dan tinggi tanaman sorgum. Secara mandiri perlakuan komposisi media memberikan pengaruh yang nyata terhadap nisbah pupus akar dan tinggi tanaman sorgum. Komposisi media tumbuh terbaik yang menghasilkan persen infeksi akar  tertinggi (62 %) adalah komposisi media 50 % zeolit + 50 % arang sekam, sedangkan nisbah pupus akar tertinggi diperoleh dari komposisi media tumbuh  75 % zeolit + 25 % arang sekam.  Walaupun kontrol (media zeolit 100%) lebih baik di dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sorgum, akan tetapi komposisi 75 % zeolit + 25 % arang sekam memiliki potensi untuk digunakan sebagai media produksi inokulan FMA.  Komposisi media ini dapat digunakan baik bagi produksi inokulan tunggal Glomus sp. atau Gigaspora sp., maupun inokulan campuran Glomus sp. + Gigaspora sp.
EFEK STERILISASI DAN KOMPOSISI MEDIA INOKULAN KONSORSIUM MIKORIZA ARBUSKULA (MA) DAN MYCORRHIZAL HELPER BACTERIA (MHB) TERHADAP JUMLAH SPORA MA, POPULASI MHB, DAN NISBAH PUPUS AKAR SORGUM (Sorghum bicolor) kartika, yeti; Nurbaity, Anne; Fitriatin, Betty Natalie; Sofyan, Emma Trinurani
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sterilisasi dan komposisi media merupakan faktor penentu dalam menghasilkan inokulan mikoriza yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas inokulan konsorsium FMA dan MHB yang terbaik dengan merekayasa media tanam dan metode sterilisasi. Percobaan telah dilakukan di rumah kaca menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri atas dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah sterilisasi media yang terdiri atas: (1) sterilisasi melalui pencucian dengan air, (2) sterilisasi menggunakan autoklaf, (3) sterilisasi dengan NaOCl, dan (4) sterilisasi dengan irradiasi gamma. Faktor kedua adalah komposisi media yang terdiri atas: (1) 100% zeolit, (2) 75% zeolit : 25% arang sekam, dan (3) 50% zeolit : 50% arang sekam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara sterilisasi dan komposisi media terhadap jumlah spora MA, namun tidak berpengaruh terhadap nisbah pupus akar sorgum. Sterilisasi media secara mandiri berpengaruh terhadap populasi MHB. Perlakuan sterilisasi irradiasi gamma + komposisi media 75% zeolit : 25% arang sekam merupakan perlakuan yang cenderung lebih baik dalam meningkatkan jumlah spora MA, populasi MHB, dan nisbah pupus akar sorgum. 
Pengaruh Aplikasi Pupuk Hayati, Vermikompos Dan Pupuk Anorganik Terhadap Kandungan N, Populasi Azotobacter sp. Dan Hasil Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merill) Pada Inceptisols Jatinangor. Setiawati, Mieke Rochimi; Sofyan, Emma Trinurani; Nurbaity, Anne; Suryatmana, Pujawati; Marihot, Gordon Pius
Agrologia Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pattimura University, Ambon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.232 KB)

Abstract

In Indonesia, Inceptisols is the largest soil order on which intensive agriculture is done. The fertility of this soil order is low, so that it is necessary to improve the soil fertility by using biofertilizers and organic matter. The objectives of this experiment were to determine the effect of a biofertilizer that contains microbe Azotobacter sp., Vermicompost and N, P, K Fertilizer on N content, the population of Azotobacter sp., and the yield of the Edamame soybeans at Inceptisols Jatinangor. A Field experiment was conducted by using Randomized Blocked Design consisted of 10 treatments and three replication. The combinations of these treatments consisted of: control (no treatment), the dose recommendation Urea 100 kg ha-1 + SP36 150 kg ha-1 + KCl 125 kg ha-1, 5 ton ha-1 vermicompost + ½ recommendation ha-1 N, P, K, 5 ton ha-1 vermicompost + 1 recommendation ha-1 N, P, K, 5 ton ha-1 vermicompost + 1½ recommendation ha-1 N, P, K, 10 ton ha-1 vermicompost + ½ recommendation ha-1 N, P, K, 10 ton ha-1 vermicompost + 1 recommendation ha-1 N, P, K, 10 ton ha-1 vermicompost + 1½ recommendation ha-1 N, P, K, 5 ton ha-1 vermicompost +  ½ recommendation ha-1 N, P, K + liquid biofertilizers 5 L ha-1, 10 ton ha-1 Vermicompost + ½ recommendation ha-1 N, P, K + liquid biofertilizers 5 L ha-1.  The experimental results showed that the combined treatment of liquid biofertilizer, Vermicompost and N, P, K fertilizer enhanced the population of Azotobacter sp. and weight of soybean but did not significantly influence N uptake.
Role of Nitrogen Fertilizer on Cadmium Uptake by Ramie (Boehmeria nivea (L.) Gaudich) Grown on Cadmium Contaminated Soil Hindersah, Reginawanti; Nurbaity, Anne; Nursyamsi, Dedi
Agrikultura Vol 26, No 1 (2015)
Publisher : Agrikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.23 KB)

Abstract

ABSTRACTContinues phosphate fertilization as well as organic matter amendment can increase cadmium concentrationin soil and induce more cadmium uptake by plants. Pytoremediation using non edible plant such as ramie(Boehmeria nivea L. Goud) is cheap and effective method to extract Cd from Cd-contaminated soil. Since inplant tissue Cd is bound in phytochelatin peptide which contains nitrogen and sulphur, the objective of thisgreen house experiment was to assess the influence of nitrogen fertilizer in form of urea on cadmiumuptake, nitrogen and sulphur concentration in shoots as well as shoot dry weight of 60-day old ramiegrown in cadmium-contaminated soil. The experiment was set up in a Split Plot Design with two treatmentsand three replications. The main plot was cadmium levels (0, 10 and 15 mg kg-1) and subplot was urea level(0, 5.0 and 7.5 g pot-1). The result showed that the increase of cadmium concentration in soil enhanced itsconcentration in ramie shoot regardless of urea levels. However either cadmium or urea did not changesulphur concentration in ramie shoot. Urea of 7,5 g/pot increased shoot dry weight but adding CdCl2.H2O of15 mg/kg did not change shoot dry weight. This experiment demonstrated that ramie was able to grow inrelatively high level of soil cadmium, and higher cadmium uptake by ramie shoot was not followed by anincrease in nitrogen as well as sulphur uptake.Keywords: Cadmium, Urea, Nitrogen, Sulphur, Ramie.
Efek Sterilisasi dan Komposisi Media Produksi Inokulan Fungi Mikoriza Arbuskula terhadap Kolonisasi Akar, Panjang Akar dan Bobot Kering Akar Sorgum Dewi, Tarra Martiana; Nurbaity, Anne; Suryatmana, Pujawati; Sofyan, Emma Trinurani
Jurnal Agro Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.677 KB)

Abstract

Quality of biofertilizer such as arbuscular myorrhizal fungi could be improved through the selection of appropriate sterilization and composition of the medium. The objective of the experiment was to determine the effect of sterilization and carrier composition on root colonisation, root length and weight of sorghum root. A green house experiment was conducted in randomized block design. The factors were: 1. methods of sterilization (ie. control; autoclave; NaOCl 10%; Co-60 gamma irradiation), and 2. composition of the carrier of mycorrhiza (100% zeolite; 75% zeolite + 25% rice charcoal;  50% zeolite + 50% rice charcoal). Results showed that there was no interaction effect of sterilization and composition of carrier on root colonisation, root length and weight of sorghum root. However, different technique of sterilisation gave differences on root colonisation, root length and weight of sorghum root. Sterilization using NaOCl 10% was not recommended. Gamma Co-60 irradiation sterilization did not have difference with control and autoclave, however there was  tendency  that irradiation technique gave better results to all parameters measured.
PENGARUH PUPUK ORGANIK (Azolla pinnata) TERHADAP C-ORGANIK TANAH, SERAPAN N DAN BOBOT KERING TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) PADA TANAH DENGAN TINGKAT SALINITAS TINGGI Arafah, Mayang Sunduz; Setiawati, Mieke Rochimi; Nurbaity, Anne
Jurnal Agroekoteknologi Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Untirta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Utilizing organic fertilizer Azolla pinnata is needed especially for rice commodity which planted in salin soil in coast area for increasing the efficiency of inorganic fertilizer by adding organic matters. This research aimed to get the best combination of utilizing organic fertilizer Azolla pinnata to increase total organic carbon, nitrogen uptake, and dry weight of rice in saline soil. This research used Randomized Complete Block Design experiment which consisted of eight combinations of treatment. Those are treatment of salinity 0, 2, 4 and 6 mmhos cm-1 + without utilizing organic fertilizer Azolla pinnata and treatment of salinity 0, 2, 4, and 6 mmhos cm-1 + utilizing organic fertilizer Azolla pinnata. The result showed that utilizing organic fertilizer Azolla pinnata can reduce the negative effect from salinity which proven by increased N uptake of rice in treatment of salinity 6 mmhos cm-1.
SOSIALISASI SISTEM AGROFORESTRI DI DESA CILAMPUYANG, KECAMATAN MALANGBONG, KABUPATEN GARUT Hudaya, Ridha; Nurbaity, Anne; Suriadikusumah, Abraham; Septianugraha, Reza
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.623 KB)

Abstract

Pada tahun 2004 di DAS Cimanuk Hulu telah diperkirakan mempunyai lahan kritis seluas 40.876 ha, namun hingga kini belum diketahui bagaimana penanganan terhadap fenomena tersebut. Sementara itu kejadian cuaca ekstrim di wilayah ini pada tanggal 20 September 2016 yang melahirkan bencana banjir bandang di kota Garut dapat dijadikan sebagai indikator tentang masih belum tertanganinya secara baik lahan kritis yang ada. Untuk itu perlu adanya upaya untuk menangani masalah tersebut, salah satunya dengan upaya deforestasi melalui agroforestri. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Cilampuyang Kecamatan Malangbong  ini berupa sosialisasi, penyuluhan, dan penanaman pohon. Penyuluhan dan diskusi dilaksanakan sebanyak dua kali bertempat di aula BPDASHL Cimanuk desa Cilampuyang. Kegiatan penanaman dilaksanakan setelah acara sosialisasi untuk memberikan ketrampilan secara teknis mengenai sistem agroforestry. 
Peningkatan Kualitas Tanah Bekas Tambang Pasir Melalui Penambahan Amelioran Biologis Nurbaity, Anne; Yuniarti, Anni; Sungkono, Sungkono
Agrikultura Vol 28, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.885 KB)

Abstract

ABSTRACTImproving soil quality from sand mining area by application of biological ameliorantsSoil from disturbed mine sites render to be unfertile and have poor characteristics. One of the solutions to improve the soil and to rehabilitate the ecosystem is through application of biological amendments such as organic matter, soil microbes, and plant which known to be adaptive such as dragon fruit (Hylocereus costaricensis). This study was aimed at understanding the effects of arbuscular mycorrhizal (AM) fungi and organic matter on soil C-organic, soil N-total, soil C/N, and length of bud of dragon fruits grown on soil originated from sand mining, Sumedang, Indonesia under greenhouse condition. Different types of organic matter i.e. chicken manure, goat manure, cow manure and rabbit manure were applied. Results of experiment showed that application of manures and AMF was significantly improved soil C-organic content, N-total, and C/N, as well as length of bud of dragon fruit plants. Planting soil from sand mine sites with dragon fruit combined with organic matter and mycorrhiza has potential as restoration tools on ecosystem of sand-mining areas.Keywords: Sand-mine, Mycorrhiza, Manure, Dragon fruitABSTRAKTanah pada lahan bekas tambang galian pasir memiliki tingkat kesuburan yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas tanah dan ekosistem di wilayah penambangan pasir adalah melalui aplikasi amelioran biologis berupa bahan organik, mikroba tanah, dan tanaman yang dikenal adaptif terhadap lahan berpasir, seperti buah naga (Hylocereus costaricensis). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian berbagai jenis pupuk kandang (PK: berasal dari kotoran ayam, kambing, sapi, dan kelinci) dan fungi mikoriza arbuskula (FMA) terhadap kandungan C-organik, N-total, C/N tanah dan panjang tunas bibit buah naga super merah yang ditanam pada tanah bekas tambang pasir asal Sumedang, Indonesia pada kondisi rumah kaca. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberikan pupuk kandang dan mikoriza meningkatkan kandungan C-organik, N-total, C/N tanah dan panjang tunas bibit buah naga super merah secara nyata. Kombinasi PK sapi dengan FMA atau PK kelinci tanpa FMA menghasilkan tunas bibit buah naga terbaik. Penanaman buah naga di lahan bekas tambang pasir yang dikombinasikan dengan pupuk kandang dan mikroba tanah seperti fungi mikoriza memiliki potensi sebagai sarana untuk restorasi ekosistem di wilayah penambangan pasir.Kata kunci: Tambang pasir galian C, Pupuk kandang, Mikoriza, Buah naga
PENGARUH MACAM AMELIORAN DAN TARAF DOSIS LOGAM BERAT TERHADAP PH, CR TOTAL TANAH, SERAPAN CR SERTA HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) PADA ANDISOLS LEMBANG Saputra, Yondra; Nurbaity, Anne; Muryani, Oviyanti
Sistem Informasi Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.802 KB)

Abstract

Pencemaran tanah oleh logam berat dapat menurunkan produktivitas tanah. Untuk itu perlu dicari alternatif solusi untuk menanggulangi dampak negatif dari logam berat. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam amelioran dandosis Cr terhadap pH, Cr total tanah, serapan Cr dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa L) pada Andisols asal Lembang. Percobaan dilaksanakan di rumah kaca dengan ketinggian tempat ± 700 m dpl dari Mei sampai dengan Juli 2010.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, dengan dua kali ulangan. Faktor pertama yaitu macam amelioran, terdiri atas lima taraf: tanpa amelioran (kontrol), kompos serasah daun jagung, arang sekam, zeolit dan dolomit. Sedangkan faktor kedua yaitu dosis Cr, terdiri atas empat taraf: Cr 0 ppm, 15 ppm, 30 ppm, 45 ppm.Hasil percobaan menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara macam amelioran dan dosis Cr terhadapCr total tanah dan serapan Cr, akan tetapi tidak terjadi interaksi terhadap pH tanah dan hasil selada. Amelioran terbaik dalam meningkatkan pH tanah dan menurunkan serapan Cr oleh tanaman serta memberikan rata-rata hasil tanaman selada terbaik adalah dolomit, sedangkan amelioran terbaik yang mampu menurunkan rata-rata Cr total tanah hingga 69,5 ppm adalah arang sekam. Hasil penelitian secara umum memperlihatkan bahwa dolomit lebih baik digunakan untuk memperkecil serapan Cr sebesar 0,006 ppb, meningkatkan pH hingga 5,21 dan hasil tanaman sebesar 41,6 gr polibeg -1yang ditanam pada tanah tercemar logam berat (Cr).