Upik Nurbaiti
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

MAGNETIC PROPERTIES OF SUSPENDED OF POLLUTED HEAVY METAL SEDIMENTS FROM SEMARANG RIVERS Nurbaiti, Upik
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.245 KB)

Abstract

Sifat magnetik, dalam bentuk kerentanan magnetik, tergantung pada frekuensi kerentanan (CFD) dan magnetisasi remanenisotermal (IRM) diukur pada nilai sampel yang terbuat dari sedimen tersuspensi dari Semarang sungai terdekat, Jawa Tengah.Semarang adalah salah satu kota besar di Indonesia, dimana sistem sungai yang sangat mungkin terkontaminasi oleh kegiatanantropogenik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi adanya logam berat dalam sedimen yang akan menentukankesesuaian sedimen untuk studi lanjut magnetik lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa kerentanan magnet bervariasi 58-358510-8 m3/kg, sementara kerentanan tergantung pada frekuensi kurang dari 3% menunjukkan dominasi mineral feromagnetik. IRManalisis menunjukkan bahwa semua sampel jenuh dalam medan magnet kurang dari 200 mT menunjukkan mineral yang dominanadalah magnetit (Fe3O4). Membandingkan pengukuran magnetik dan analisis kimia, kami menemukan korelasi yang baik antarasuseptibilitas magnetik dan konsentrasi Fe, Mn, Co, dan Ti. Magnetic properties, in the form of magnetic susceptibility ©, frequency-dependent susceptibility (cfd), and isothermal remanentmagnetization (IRM) were measured on scores of samples made of suspended sediments from rivers nearby Semarang, CentralJava. Semarang is one the major cities in Indonesia, where the river systems are very likely to be contaminated by anthropogenicactivities. The objective of this study is to identify the presence of heavy metals in the sediments that will determine the suitability ofthese sediments for further environmental magnetic study. The results show that magnetic susceptibility varies from 58 to 3585 10-8 m3/kg, while the frequency-dependent susceptibility is less than 3% indicating the predominance of ferromagnetic minerals. IRManalysis shows that all samples saturated in magnetic field of less than 200 mT suggesting the predominant mineral is magnetite(Fe3O4). Comparing magnetic measurements and chemical analyses, we found good correlation between magnetic susceptibilityand concentration of Fe, Mn, Co, and Ti.Keywords: magnetic susceptibility; heavy metals; river sediments; Semarang
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DENGAN MEMANFAATKAN SAMPAH DAUN DI LINGKUNGAN KAMPUS UNNES Rusilowati, Ani; Supriyadi, Supriyadi; Yulianti, Dwi; Nurbaiti, Upik
Rekayasa Vol 10, No 1 (2012): Juli 2012
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Penerapan IPTEKS ini bertujuan mentransfer pengetahuan dan praktek pembuatan kompos sampah daun dan pemanfaatannya kepada masyarakat. Produk kegiatan ini adalah model pembuatan kompos organik. Khalayak sasaran kegiatan penerapan IPTEKS ini adalah petugas kebersihan di lingkungan kampus UNNES sebanyak 15 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah dan praktek di lapangan. Metode pembuatan kompos dengan mencampurkan sampah daun dengan kotoran kambing (2:1) ditambah aktivator EM4. Hasil kegiatan berbentuk fisik dan non fisik. Hasil secara fisik adalah tersedianya percontohan pembuatan kompos dari sampah daun di kelurahan Sekaran Gunungpati Semarang. Hasil non fisik berupa peningkatan pengetahuan khalayak sasaran terhadap pembuatan kompos organik, perubahan sikap terhadap penanganan sampah daun, dan tumbuhnya motivasi untuk membuat kompos sebagai kerja sampingan. Selain itu juga diperoleh dampak psikologis yang positip atas jalinan kerjasama antara UNNES dengan masyarakat di sekitar kampus.