Articles

Found 22 Documents
Search

ISOLASI DAN UJI PENANGKAPAN RADIKAL BEBAS DPPH OLEH ISOLAT-1, FRAKSI ETIL ASETAT, DAN EKSTRAK ETANOL AKAR PASAK BUMI (Eurycoma longifolia Jack)

PHARMACIANA Vol 3, No 1: Mei 2013
Publisher : PHARMACIANA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.652 KB)

Abstract

Radikal bebas dihasilkan pada waktu menjalankan proses-proses metabolit atau melawan infeksi maupun sewaktu tubuh mencerna makanan. Radikal bebas yang tidakstabil dapat dinetralisi dengan antioksidan. Akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack.) diketahui mengandung senyawa flavonoid, yang diketahui mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan aktivitas penangkapan radikal bebas fraksi air dan fraksi etil asetat ekstrak etanol akar pasak bumi dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Akar pasak bumi diekstraksi dengan etanol 70% menggunakan maserasi. Ekstrak etanol dilarutkan dalam etil asetat, fraksinasi dengan etil asetat sehingga diperoleh fraksi etil asetat. Konsentrasi ekstrak etanol dan fraksi etil asetat yang digunakan adalah 2; 4; 8; 16 ug/mL dan isolat-1 yaitu: 0,8; 1,6; 3,2; dan 6,4 ug/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan mempunyai aktivitas sebagai penangkap radikal bebas. Hasil analisis statistika dengan metode Kruskal Wallis pada taraf kepercayaan 95% yang dilanjutkan dengan uji Mann whitney menunjukkan adanya perbedaan aktivitas penangkapan radikal bebas yang signifikan antara masing-masing kelompok perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah diperolehnya harga ES50 ektrak etanol (15,64 ug/mL) lebih besar daripada fraksi etil asetat (13,948 ug/mL) lebih besar daripada isolat 1 (3,961).

Validasi Metode Analisis β-Karoten Dalam Ekstrak Etanol 96% Spirulina maxima Dengan Spektrofotometri Visibel

Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Validasi metode analisis (VMA) penentuan kandungan β-karoten dalam Spirulina maxima perlu dilakukan agar didapatkan hasil yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Tujuan penelitian adalah membuktikan metode analisis penetapan kadar β-karoten dalam ekstrak etanol 96% Spirulina maxima menggunakan spektrofotometer visibel memenuhi syarat validitas. Parameter yang digunakan dalam VMA diantaranya spesifisitas, linieritas, akurasi, presisi, limit deteksi dan limit kuantitas. Syarat yang harus dipenuhi ditiap parameter yaitu nilai korelasi (r) ≥ 0,98 untuk linieritas, persen perolehan kembali masuk dalam range 98-102% dan nilai RSD ≤ 2% untuk akurasi, nilai RSD ≤ 2% untuk presisi, profil spektragram spektrofotometri visibel yang sama antara sampel dan standar untuk uji spesifisitas. Hasil penelitian dengan parameter validasi diantaranya linieritas dengan nilai r=0,998, persen perolehan kembali dalam rentang 98-101%, presisi keberulangan sistem dengan RSD 1,14 %, presisi antara 0,99 % dan uji spesifisitas sesuai profil spektragram spektrofotometri visibel yang sama antara sampel dan standar. Nilai LOD yang diperoleh yaitu 1,656 ug/mL dan LOQ 5,017 ug/mL. Berdasarkan hasil tersebut maka analisis penetapan kadar β-karoten dalam ekstrak etanol 96% Spirulina maxima dengan metode spektrofotometri visibel memenuhi syarat validitas menurut Petunjuk Operasional Penerapan CPOB tahun 2013.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) SECARA in Vitro TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 35218 SERTA PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA

Jurnal Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health) Vol 4, No 3 (2010): Jurnal Kes Mas FKM UAD September 2010
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: A research has been done to test the In vitro antibacterial activities of sirsak leaf(Annona muricata L.) infuse toward Staphylococcus aureus ATCC 25923 and Escherichia coliATCC 35218 to analyze its thin layer chromatography profile. This research done to observe theantibacterial activity from sirsak leaf infuse.Method: A test on the antibacterial activity was done by using liquid dilution method. Theconcentration infuse in sterile destilate water using to test the antibacterial activity toward S.aureus were 100%, 95%, 90%, 85%, 80%, and 75% w/v, while toward E. coli were 100%, 90%,80%, 70%, 60%, and 50% w/v. To detect Chemical contains of the sirsak leaf infuse wereidentified using Screening method of Phytochemistry and Thin Layer Chromatography (TLC).Result: The result showed that the Minimum Bacterial Concentration (MBC) of sirsak leaf infuseS. aureus were 85% w/v, while E. coli could not be show antibacterial activity until 100% w/vconcentration. The Minimum Inhibition Concentration (MIC) could not be identified by the liquiddilution because the mixture were turbid and the colour is dark brown. Screening method ofPhytochemistry use tube-test and Thin Layer Chromatography showed that the infuse containflavonoid, poliphenol, and alkaloid.Conclusion: Infuse of sirsak leaf (Annona muricata L.) has antibacterial activity againstStaphylococcus aureus ATCC 25923 and Escherichia coli ATCC 35218 profil infuse. Thin LayerChromatography showed that the infuse contain flavonoid, poliphenol, and alkaloid.Keyword: Antibacterial, sirsak leaf, chromatography

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL AKAR PASAK BUMI (Eurycoma longifolia Jack) TERHADAP EKSPRESI PROTEIN p53 PADA KANKER PAYUDARA TIKUS BETINA SPRAGUE DAWLEY (SD) YANG DIINDUKSI 7,12-Dimetilbenz[α]anthrasen (DMBA)

Pharmacon Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.239 KB)

Abstract

Akar pasak bumi mengandung senyawa kuasinoid diduga mempunyai efek penghambatan karsinogenesis, antiulcer, dan antimalaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian eksktrak etanol akar pasak bumi terhadap ekspresi p53 pada kanker payudara tikus betina yang diinduksi DMBA.Tikus dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok I, II dan III diberi ekstrak etanol akar pasak bumi dosis berturut-turut 100; 200 dan 400 mg/kg BB. Kelompok IV diberi larutan DMBA 20 mg/kg BB. Kelompok V diberi corn oil. Kelompok VI sebagai baseline. Tikus yang mengalami kanker, dihitung jumlah nodul tumornya dan pada minggu ke-23 semua tikus dikorbankan dan diambil jaringannya untuk pengamatan secara mikroskopik menggunakan metode H&E dan imunohistokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata ekpresi p53 mutant pada pemberian ekstrak berturut-turut 100, 200 dan 400 mg/kg BB adalah 6,375 ± 4,07; 11,25 ± 16,53; dan 0,875 ± 1,75; kelompok  IV (DMBA) sebesar 13,125 ± 14,4; kelompok V (corn oil) adalah 1,375 ± 1,55; kelompok VI (baseline) adalah 0,375 ± 0,75. Hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak etanol akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) dosis 400 mg/kg BB yang diberikan sebelum dan selama induksi DMBA mampu menurunkan ekspresi protein p53 mutant (proapotosis) dan mampu menghambat pertumbuhan kanker payudara tikus betina Sprague Dawley yang diinduksi 7,12-dimetilbenz(α)antrasen (DMBA).Kata kunci:  akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack), kemopreventif, imunohistokimia, ekspresi p53

UJI SITOTOKSISITAS, ANTIPROLIFERATIF, DAN PENGARUHNYA TERHADAP EKSPRESI P53 DAN BCl2 DARI FRAKSI ETANOL INFUSA DAUN TEH (Camellia sinensis (L.) O.K.) TERHADAP SEL HeLa

Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun teh (Camellia sinensis  (L.) O.K.) merupakan salah satu bahan alam yang digunakan masyarakat untuk pengobatan tradisional sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sitotoksisitas, antiproliferatif, dan mekanisme terhadap p53 dan bcl-2  dari fraksi etanol infusa daun teh (Camellia sinensis  (L.) O.K.). Daun teh yang diperoleh, diekstraksi dengan cara infundasi dan difraksinasi dengan pelarut etanol. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan menginkubasi sel HeLa dengan kepadatan 2.104 dengan perlakuan ekstrak kadar 250 µg/mL; 125  µg/mL; 62,5; 31,25; 15,63; dan 7,81 µg/mL selama 24 jam. Uji antiproliferatif dilakukan dengan menghitung  jumlah sel hidup pada perlakuan sampel kadar 31,25; 15,63; 7,81; dan 3,91 µg/mL setelah diinkubasi pada jam ke-24, 48 dan 72. Uji imunositokimia dilakukan pada konsentrasi sebesar 24,45 µg/mL  dengan antibodi p53 dan bcl-2.  Ekspresi p53 dan bcl-2   dibandingkan dengan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel fraksi etanol dari infusa daun teh (Camellia sinensis  (L.) O.K.) bersifat sitotoksik terhadap sel HeLa dengan harga LC­­50 sebesar 24, 45 µg/mL. Hasil uji doubling time diperoleh doubling time kontrol pelarut 74,11 µg/mL dan kontrol sel 78,22 µg/mL. Sedangkan pada perlakuan kadar 31,25; 15,63; 7,81; dan 3,91 µg/mL diperoleh harga slope yang negatif sehingga tidak diperoleh harga doubling time.  Ekstrak tersebut dapat memacu ekspresi p53 dan menghambat ekspresi bcl-2 dibandingkan dengan kontrol.

Efek flavonoid daun srikaya (Annona squamosa (L)) terhadap pemacuan ekspresi P53 sel HeLa

INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 22 No 4, 2011
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flavonoids  are  secondary  metabolites  with  many  activities  such  as  an anticancer  and  an  antioxidant. Annona  squamosa L.  leave  are  reported  contain flavonoids. Annona squamosa flavonoids were isolated from ether fraction and separated by paper chromatography with acetic acid 15% as mobile phase. Four flavonoids   with  Rf  value  of  0.11,  0.23,  0.46  and  0.78  were  detected  as  5-hydroxy-7-R-flavonol  (1),  5,3’,4’-trihydroxy-7-R-flavonol  (2),  5-hydroxy-7-Rflavanone  (3)  and  7-R-flavanone  (4),  respectively.  The  cytotoxicity  of  each flavonoid  on  Hella  cell  line  was  carried   out   using  direct  counting  method  and the p53 expression was done with immunocytochemistry. The result showed that LC50  of  flavonoid 1, 2, 3 and  4 was  12.63±3.4,  18.47±3.4,  75.74±6.2  and 204.4±14.0  µg/mL.   Twelve   µg/mL  of  5-hydroxy-7-R-flavonol  (1)   increased p53 expression of eleven fold than control.Keywords: Annona squamosa, HeLa, flavonoid, p53 

EFEK KO-KEMOTERAPI FRAKSI ETIL ASETAT AKAR PASAK BUMI DAN DOXORUBICIN TERHADAP PROLIFERASI DAN EKPRESI BAX JARINGAN PAYUDARA TIKUS SD

Journal of Pharmaceutical Sciences and Community Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.051 KB)

Abstract

The use of co-chemotherapy agent was needed since there were some toxicities on the normal tissues caused by the use of doxorubicin. The root of Eurycoma longifolia Jack, a part of plant, has a potential activity as co-chemotherapy. This study aimed to determine the effect of co-chemotherapy of ethyl acetate fraction of E. longifolia Jack roots and doxorubicin against cell proliferation activity by AgNOR method and determine expression of Bax protein of breast tissue in rats induced by DMBA. The rats were divided into five groups: I (baseline), II (DMBA 20 mg/kgBW), III (DMBA, doxorubicin 1.12 mg/kg), IV (DMBA, fraction of 100 mg/kg), and V (DMBA, doxorubicin, fractions). All the rats were sacrificed at week 16. Their breast tissue was evacuated. Cell proliferation and expression was observed using AgNOR method and immunohistochemistry, respectively. Results showed the percentage of p-AgNOR obtained by the healthy group, DMBA group, DMBA+Doxorubicin group, DMBA+ethyl acetate fraction of E. longifolia Jack root group, and DMBA+Doxorubicin+Ethyl acetate fraction of E. longifolia group were 0±0%, 14.67±2.11%, 1.83±1.21%, 6.83±2.03%, and 4.08±0.95%, respectively. The percentage of Bax expression obtained by the healthy group, DMBA group, DMBA+Doxorubicin group, DMBA+ethyl acetate fraction of E. longifolia Jack root group, and DMBA+Doxorubicin+Ethyl acetate fraction of E. longifolia group were 68.82±1.52%, 26.86±3.25%, 44.49±2.06%, 80.92±3.27%, and 78.70±4.87%, respectively. Based on the results, it was concluded that co-chemotherapy agent of ethyl acetate fraction of E. longifolia Jack roots and Doxorubicin could inhibit proliferation and trigger apoptosis through Bax expression in breast tissue of rats induced by DMBA. 

PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN NANOPARTIKEL KITOSAN EKSTRAK ETANOL ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) PADA TIKUS HIPERKOLESTEROL TERHADAP PROFIL LIPID.

Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.487 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Sediaan Nanopartikel Kitosan Ekstrak Etanol Rosela (SNKEER) terhadap profil lipid tikus galur Sprague Dawley yang diinduksi hiperkolesterol. Pembuatan SNKEER dilakukan berdasarkan hasil optimasi dengan perbandingan 2:1:1/10 (ekstrak etanol rosela (EER) : kitosan : TPP), selanjutnya dilakukan uji in vivo dengan menggunakan Tikus putih betina galur Sprague Dawley (SD) umur 6-8 minggu sejumlah 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok I (K1) adalah kelompok kontrol diberi pakan standar; kelompok II (K2) diinduksi hiperkolesterol; serta kelompok III (3), IV (4), dan V (5) diinduksi hiperkolesterol dan SNKEER masing-masing dengan  dosis 25, 50, dan 100 mg/kgBB, selama 30 hari. Pada hari ke 31 semua hewan uji diambil darahnya melalui vena orbitalis mata untuk dilakukan pengukuran profil lipid (Kolesterol Total, kadar LDL, HDL, Trigliserida). Analisis yang dilakukan terhadap penelitian ini adalah One Way Analisis Of Variance (ANOVA) dengan uji lanjutan Tukey 5 %.Hasil penelitian rata-rata pengukuran profil lipid adalah sebagai berikut : pada pengukuran Kolesterol K1, K2, K3, K4,K5 berturut-turut yaitu 106,76; 233,45; 197,63; 158,61; 133,94 mg/dl, Trigliserida : 73,33; 125,51; 107,97; 90,43; 80,87 mg/dl, HDL: 44,41; 14,45; 18,19; 23,68; 30,90mg/dl , LDL: 51,58; 72,24; 63,16; 54,61; 51,84 mg/dl.  Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa kelompok SNKEER dosis (25, 50, 100 mg/kgBB) dapat berpengaruh signifikan terhadap perbaikan  profil lipid terutama dalam menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan kadar LDL serta dapat meningkatkan kadar HDL secara signifikan bila dibandingkan dengan kelompok hiperkolesterol (K2). Adapun kelompok perlakuan yang memberikan hasil perbaikan profil lipid  terbaik adalah kelompok SNKEER dosis 100 mg/kgBB bila dibandingkan dengan semua kelompok perlakuan (P<0,05).

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN NANOPARTIKEL KITOSAN EKSTRAK ETANOL KELOPAK ROSELA (Hibiscus sabdariffa L)PADA TIKUS HIPERKOLESTEROL : PENGUKURAN KADAR MALONDIALDEHID (MDA)

Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.318 KB)

Abstract

Pemberian sediaan nanopartikel kitosan ekstrak rosela (NKER) dapat mencegah terjadinya stres oksidatif karena mengandung flavonoid antosianin yang berefek sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian sediaan nanopartikel kitosan ekstrak etanol kelopak bunga rosela terhadap aktivitas antioksidan dengan mengukur kadar MDA.Penurunan stres oksidatif dapat diketahui dengan mengukur kadar malondealdehid (MDA) yang dihasilkan oleh reaksi peroksidasi lipid.Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus dewasa galur Sprague Dawley yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I diberikan diet pakan standar sebagai base line, kelompok II diinduksi dengan kolesterol murni. Kelompok III, IV dan V diinduksi kolesterol murni serta diberikan sediaan NKER dengan dosis berturut-turut 25mg/KgBB, 50 mg/KgBB dan 100 mg/KgBB. Perlakuan dilakukan selama 30 hari. Pada hari ke - 31 setiap tikus diambil darahnya untuk pengukuran kadar kolesterol total, serta pengukuran kadar MDA menggunakan metode Thiobarbituric acid reactive substance (TBARS).Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan kadar MDA pada tikus yang diinduksi kolesterol murni (kelompok II) dengan rerata kadar 7,13±0,22 nmol/ml berbeda bermakna dengan baseline dengan rerata kadar 0,87±0,77 nmol/ml (p≤0,05). Rerata kadar MDA pada kelompok III, IV dan V berturut adalah 5,49±0,18 nmol/ml; 4,18±0,37 nmol/ml; dan 2,18±0,15 nmol/ml, berbeda bermakna jika dibandingkan dengan kelompok baseline maupun dengan kelompok II (p≤0,05). Penurunan kadar MDA pada tikus hiperkolesterol yang diberikan sediaan NKER menunjukan bahwa sediaan NKER memiliki aktivitas sebagai antioksidan, dimana aktivitas antioksidan tertinggi dimiliki oleh sediaan NKER dosis 100mg/KgBB.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN NANOPARTIKEL KITOSAN EKSTRAK ETANOL ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) PADA TIKUS HIPERKOLESTEROL TERHADAP AKTIVITAS ENZIM SOD

Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.884 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sediaan nanopartikel kitosan ekstrak etanol rosela (SNKEER) terhadap aktivitas enzim SOD pada tikus hiperkolesterol. Pembuatan SNKEER dilakukan berdasarkan hasil optimasi terbaik dengan perbandingan 2:1:1/10 (ekstrak etanol rosela : kitosan : TPP), selanjutnya dilakukan uji in vivo dengan menyiapkan tikus putih betina galur Sprague Dawley (SD) umur 6-8 minggu dengan berat badan 150-250 g sejumlah 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok I adalah kelompok kontrol diberi pakan standar; kelompok II diinduksi hiperkolesterol ; kelompok III, IV, dan V diinduksi hiperkolesterol dan SNKEER masing-masing dengan dosis 25mg/ Kg BB/ hari, 50 mg/ Kg BB/ hari, dan 100 mg/ Kg BB/ hari selama 30  hari. Pada hari ke 31 semua tikus di ambil darahnya melalui vena orbitalis mata untuk dilakukan pengukuran aktivitas SOD dengan metode Ransod Standard. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji tukey 5%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengukuran aktivitas SOD pada kelompok I, kelompok II, kelompok III, kelompok IV, dan kelompok V berturut-turut adalah sebagai berikut : 50,96 U/ml, 6,13 U/ml, 16,09 U/ml, 21,07 U/ml, 23,75 U/ml. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kelompok pemberian terapi SNKEER dengan variasi dosis (25,50,100) mg/kg BB/hari dapat secara signifikan meningkatkan aktivitas SOD bila dibandingkan dengan kelompok hiperkolesterol (P<0,05), peningkatan aktivitas SOD secara signifikan tertinggi terlihat pada kelompok V, yaitu kelompok hiperkolesterol yang diberi SNKEER 100 mg/kg BB/hari bila dibandingkan dengan  kelompok perlakuan SNKEER dosis 50 mg/kgBB/hari dan 100 mg/kgBB/hari (P<0,05).