Nurakhirawati Nurakhirawati
Tadulako University

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

KAJIAN PENGGUNAAN ARANG AKTIF TONGKOL JAGUNG SEBAGAI ADSORBEN LOGAM PB DENGAN BEBERAPA AKTIVATOR ASAM

Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Number 3 (December 2013)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.773 KB)

Abstract

Research on the activated charcoal, by some acid activators, as an Pb adsorbent has been done. Corncobs as agricultural waste having a huge potential as a material in activated charcoal. It because of easily to be obtained, but also it is containing high levels of elemental carbon (43.42 %) and hydrogen (6.32 %) which calorific value ranging between 14.7 - 18.9 MJ/kg. This study aimed to determine the effect of acid activation on waste corncobs and the levle of lead (II) absorption. Corncob charcoal were activated by soaked for 24 hours in nitric acid and hydrochloric acid. The results showed that the absorption of iodine on activated charcoal by hydrochloric acid (HCl) was 773.85 mg/g , by sulfuric acid (H2SO4) was 665.76 mg/g and by nitric acid (HNO3) was 637.82 mg/g. Charcoal of 14 g had the best absorption (0.508 ppm) compare to other treatments. The best absorption capacity (23.80 % ) was found in 12 grams of charcoal.

Kajian Waktu Simpan Karoten Kapang Oncom Merah (Neurospora sp) Yang Diproduksi Pada Media Tongkol Jagung

Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Number 2 (August 2014)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.098 KB)

Abstract

The investigation about study of the shelf lifeof red oncom mold carotene (Neurosporasp) from corn cob media has been done. This study aimed to determine the shelf life of red oncom mold carotene in capsules packaging at various storage temperatures. It was done by applying two phases of research i.e the production red oncommold and the determination of shelf life at the temperature of 50˚C and 60˚C. Carotene levels were determined using spectrophotometric method. The resultshowedthat carotene shelf life at a temperature of 50˚C and 60˚C were 44.31 and 34.05 daysrespectively. The Changed of carotene quality in capsule packaging followedthe zero-order kinetics. The calculation result shoewd Q10 value was 1.3 and the shelf life at variouse temperatures was determined based on the value of Q10. Storage at room temperature caused the shelf life for74.80 days.

KARAKTERISASI PIGMEN HASIL EKSTRAKSI AIR-ETANOL DARI BUAH SENGGANI (Melastoma malabathricum)

KOVALEN Vol 4, No 3 (2018): Edisi Desember
Publisher : Chemistry Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.531 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Karakterisasi Pigmen Hasil Ekstraksi Air-Etanol Dari Buah Senggani (Melastoma malabathricum). Penelitian ini diawali dengan melakukan ekstraksi buah senggani secara maserasi menggunakan enam perbandingan kombinasi volume pelarut air:etanol yaitu 0:100; 5:95; 10:90; 15:85; 20:80 dan 25:75. Rendemen terbaik dari ekstraksi buah senggani didapatkan dari perbandingan pelarut 0:100 yaitu 4,7 %. Kemudian Ekstrak dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis, FTIR dan uji golongan senyawa. Spektrum UV-Vis ekstrak buah senggani dihasilkan pada panjang gelombang 540 nm dan interpretasi FTIR menunjukkan bahwa ekstrak mengandung gugus fungsi seperti O-H alkohol, C-O-C eter, C=C aromatik, C-H aromatik.  Hasil uji golongan menunjukkan ekstrak mengandung senyawa flavonoid jenis antosianin.Kata kunci : Buah senggani, ekstraksi,  antosianin

Aktivitas Ekstrak Enzim Amilase Kecambah Biji Jagung Ketan (Zea mays ceratina L.) Pada Berbagai Konsentrasi Enzim Dan Waktu Reaksi

Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian aktivitas ekstrak enzim amilase kecambah biji jagung ketan pada berbagai konsentrasi enzim dan waktu reaksi dengan menggunakan pati ubi kayu. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali ulangan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 variasi konsentrasi enzim (0,25%, 0,50%, 0,75%, 1,00%, 1,25%, 1,50%) dan waktu hidrolisis (0,5; 1; 1,5; 2; 2,5; 3 jam). Kadar glukosa yang dihasilkan dianalisis menggunakan metode DNS (Dinitrosalisilat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi enzim tertinggi diperoleh pada konsentrasi enzim 1,25% dengan kadar glukosa yang dihasilkan sebesar 2.350 ppm dan waktu hidrolisis terbaik diperoleh pada waktu 3 jam dengan kadar glukosa yang dihasilkan sebesar 3.112,5 ppm

Kandungan Kalsium (Ca) dan Protein Pada Sari Jagung Manis (Zea mays saccaharata) Dari Berbagai Penambahan Kulit Pisang (Musa acuminata balbisiana Colla)

Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian “Kandungan Kalsium (Ca) dan Protein Pada Sari Jagung Manis (Zea mays saccharata) dari Berbagai Penambahan Kulit Pisang (Musa acuminata balbisiana Colla)” bertujuan untuk mengetahui rasio jagung manis dengan kulit pisang sehingga menghasilkan formulasi sari jagung manis terbaik, dan tingkat kesukaan masyarakat terhadap sari jagung manis yang terbaik. Rancangan penelitian yang diterapkan terhadap kandungan kalsium dan protein menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga taraf perlakuan rasio jagung manis dan kulit pisang. Terdapat dua kali pengulangan untuk masing-masing taraf sehingga didapatkan 6 unit percobaan. Hasil yang diperoleh kandungan kalsium tertinggi 45,440 mg pada rasio 3:1. Pada kandungan protein terbaik diperoleh 1,23% pada rasio 3:1. Hasil uji organoleptik pada parameter rasa, warna yang agak disukai yaitu pada rasio 3:1, dan pada aroma yang agak tidak disukai yaitu pada rasio 3:1.

Kajian Umur Simpan Ekstrak Antosianin Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L. var. Ayamurasaki) Tercampur Maltodekstrin Dalam Kemasan Kapsul

Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menentukan masa simpan antosianin ubi jalar ungu (Ipomea batatas L. var ayamurazaki) tercampur maltodekstrin dalam kemasan kapsul pada berbagai suhu. Pencapaian tujuan dilakukan melalui  ekstraksi antosianin dari tepung ubi jalar ungu menggunakan pelarut etanol 96%, dilanjutkan dengan pencampuran ekstrak dengan maltodekstrin  perbandingan 1 : 1 (v/b), pengeringan dan pengemasan campuran antosianin-maltodekstrin dalam kemasan kapsul dan penyimpanan pada suhu 50 dan 60oC. Pengamatan terhadap kandungan antosianin tercampur maltodekstrin dilakukan setiap 24 jam selama 240 jam menggunakan metode spektrofotometri. Data yang diperoleh digunakan untuk menentukan orde reaksi, masa simpan pada suhu 50 oC dan 60 oC. Data masa simpan pada kedua suhu digunakan untuk menentukan nilai Q10 dan masa simpan pada berbagai suhu. Hasil yang diperoleh menunjukkan perubahan antosianin tercampur maltodekstrin dalam kemasan kapsul mengikuti reaksi orde satu. Masa simpan pada suhu 50 dan 60oC masing-masing 74 dan 22 hari, nilai Q10 adalah 3,28 dan masa simpan pada suhu 15, 20, 25, 30, 35, 40 dan 45oC berturut-turut 4.747, 2.621, 1.447, 799, 441, 243 dan 134 hari.

PENGARUH WAKTU PROSES DEASETILASI KITIN DARI CANGKANG BEKICOT (Achatina fulica) TERHADAP DERAJAT DEASETILASI

KOVALEN Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : KOVALEN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.415 KB)

Abstract

ABSTRACT Research on the effect of chitin deacetylation processing times from shells of snails on the degree of deacetylation has conducted with a variations of 60 minutes, 90 minutes, 120 minutes and 150 minutes. The purpose of this study was to determine the effect of times improvement in the chitin deacetylation process of the degree of deacetylation. The degree of deacetylation is determined using Fourier Transform Infrared spectroscopy (FTIR). The results show the degree of deacetylation increases with the length of time the process of deacetylation that is 60 minutes to produce the degree of deacetylation of 55.6%, a degree of deacetylation of 90 minutes produces 62.4%, 120 minutes produces 70.3% degree of deacetylation, and time 150 minutes to produce the degree of deacetylation of 84.3%. So that, the length of time spent on the process of deacetylation of chitin from a snail shells, can increase the degree of deacetylation. Keywords: Snail Shells, Times, Degree of Deacetylation, Chitin, Chitosan

BIOSORPSI Hg(II) DENGAN KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.)

KOVALEN Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : KOVALEN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.91 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aims are determine the amount of biosorbent from cocoa fruit skin and required best interaction time to be able to adsorb Hg(II) in solution. This study was conducted using a completely randomized design (CRD) with 5 variations of biosorbent amount is 2, 4, 6, 8, and 10 grams and contact time is 30, 60, 90, 120, 150 minutes. Each treatment was repeated twice. The results showed that the best amount of biosorbent in the adsorption of Hg(II) is 99.11% with biosorbent weight 2 grams. Best contact time for the adsorption of Hg(II) is 90 minutes with the amount of adsorbed as much as 99.82%. Keywords : Biosorption, Cocoa fruit skin, Mercury

Pengaruh Suhu Kalsinasi Terhadap Komposisi Kimia Abu Kulit Durian Dan Prospek Pemanfaatannya Sebagai Katalis Dalam Reaksi Metanolisis Minyak Kelapa Sawit

Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Number 1 (March 2016)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.425 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu kalsinasi terhadap komposisi kimia abu kulit durian dan prospek pemanfaatan abu kulit durian sebagai katalis dalam reaksi metanolisis minyak kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan variasi suhu kalsinasi yaitu 600oC, 700oC, 800oC, 900oC dan 1000oC. Abu kulit durian hasil kalsinasi kemudian digunakan pada reaksi metanolisis pada suhu 50-70oC selama 3 jam, dengan perbandingan molar minyak dan metanol yaitu 1:6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu kalsinasi sangat mempengaruhi komposisi kimia dari abu kulit durian. Peningkatan senyawa-senyawa fase kristal terjadi seiring meningkatnya suhu kalsinasi sampai 800oC. Namun, ketika suhu kalsinasi lebih dari 800oC senyawa-senyawa fase kristal menurun. Abu kulit durian dapat dimanfaatkan sebagai katalis dalam reaksi metanolisis minyak kelapa sawit karena dapat menghasilkan metil ester asam lemak.

KAJIAN RETENSI KAROTEN KAPANG ONCOM MERAH DARI TONGKOL JAGUNG SELAMA PENGOLAHAN DAN PENYIMPANAN MIE INSTAN FUNGSIONAL

KOVALEN Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Chemistry Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.163 KB)

Abstract

Has done research on carotenoids retention oncom red on the processing and storage of instant noodles functional.This study aims was to determine the level of damage carotene in the instant noodle processing and to determine the carotene retention during storage of instant noodles as well as to determine the shelf life of instant noodles at a temperature 50ºC  and 60ºC. Estimation of shelf life or expiration period using the model of reaction kinetics the treatment phase of the study include red oncom mold production, processing instant noodles and storage of instant noodles on the temperature. Analysis carotene on instant noodlesdone every 0 days to 6 days using UV-Vis spectrophotometry method in wavelength. The data obtained is used to determine the shelf life of instant noodles. The results obtained showed live carotene demage during  the processing of instant noodles is to 20g = 1,867%. For temperature 60oC for 20g = 10,208%, and determining Q10 is 2,90 and the expiration of a functional instant noodles is 122 days.Keywords : Carotene, Mie Functional, Retention carotene, Shelf life, Reaction Kinetics Model