Indah Nuraeni
Prodi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PENINGKATAN ASUPAN SERAT DAN KALSIUM PADA USIA LANJUT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK TEMPE, ABON, DAN NUGGET BERBAHAN DASAR DAUN SINGKONG DI POSYANDU LANSIA DESA GUNUNGLURAH, KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMAS

Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak masalah yang sering terjadi akibat penuaan. Seiring dengan bertambahnya usia, maka akan terjadi penurunan fungsi tubuh padalansia, baik fisik maupun psikologis. Perubahan tersebut akan terlihat dalam jaringan dan organ tubuh seperti penurunan fungsi pencernaan, penurunan sensitifitas indra perasa, dan pengeroposan tulang (osteoporosis). Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan lansia dalam membuat produk tempe, abon dan nugget berbahan dasar daun singkong, dalam rangka meningkatkan asupan serat dan kalsium pada usia lanjut di posyandu lansia Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Metode kegiatan yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain one group pre and post test terhadap 50 responden di posyandu lansia di Desa Gunungluarh yang sebelumnya diberi pelatihan alih teknologi pembuatan tempe, abon dan nugget berbahan dasar daun singkong. Evaluasi sebelum dan setelah kegiatan dilakukan dengan kuesioner yang berisi 35 pertanyaan.Hasil yang diperoleh dianalisis dengan uji t berpasangan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rerata skor pengetahuan lansia dalam meningkatkan asupan serat dan kalsium setelah kegiatan dari 54 menjadi 91,9 (p=0,000). Lansia dapat mendemonstrasikan kembali pembuatan tempe, abon, dan nugget berbahan dasar daun singkong. Tingkat pengetahuan dan ketrampilan lansia meningkat signifikan setelah pelatihan.Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan pendidikan kesehatan secara periodik untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia.Kata kunci: asupan serat dan kalsium, lansia, tempe, abon, nugget, daun singkong

Ekstrak Daun Kapulaga Menurunkan Indeks Atherogenik dan Kadar Gula Darah Tikus Diabetes Induksi Alloxan

Agritech Vol 33, No 3 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cardamom (Amomum Cardomomum) leaves has antioxidant in vitro, which was supported by a high flavonoids and vitamin C contents. It has been reported that antioxidants improved atherogenic index and insulin secretion. The aims of this study were to explore the potential of cardamom leaves extracts as atherogenicity and blood glucose levels controlling in alloxan-induced diabetic rats. The animal experiments were 45 rats (Rattus norvegicus L.) Sprague Dawley strain, male, aged 2-3 months, weighing 210-310 g. After acclimatization for 1 week, rats were fasted overnight and then induced alloxan monohydrate at a dose of 120 mg/kg body weight. One week later, the rats in the test blood glucose levels using the Nesco Multi Check Glucose, Kemel Int’l Corp.  via the lateral tail vein of rats, blood glucose check attached to the equipment, and after 5 seconds glucose levels was read. Atherogenic index was determined by the formula: {( Chol-tot) –HDL}/HDL. Blood samples for analysis of total-cholesterol and chol-HDL taken from the eye vein, after the rat anesthetized using ketamine. Rats with blood glucose levels > 200 mg / dL, were selected as experimental animals, and then divided into 3 groups of 15 each. Group I, fed standard and cardamom leaves extract; Group II, fed standard and glibenclamide, whereas group III, only fed standard for 2 weeks. At the beginning diabetic, their weight dropped from 247.63+28.5 to 220.9+26.6 g (P< 0.05). However, after feeding cardamom leaves extract for 2 weeks their body weight were stable (P>0.05), the blood glucose levels decreased from 199.25+100.5 to 102.88+17 mg/dL (P<0.05), and the atherogenic index decreased from 0.61 to 0.38 (P< 0.05). Based on the result, it could be concluded that cardamom leaves extract is potential as anti-atherogenic, lowers blood glucose levels, and maintain weight loss in diabetic rats.ABSTRAKDaun  kapulaga  (Amomum  Cardomomum) memiliki  potensi antioksidan  in  vitro,  yang  didukung  oleh  tingginya kandungan  flavonoid dan  vitamin  C  di  dalamnya. Senyawa  antioksidan  diketahui  mampu  memperbaiki  indeks atherogenik dan sekresi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk eksplorasi potensi ekstrak daun kapulaga sebagai pengendali atherogenisitas dan kadar glukosa darah tikus diabetes hasil induksi alloxan. Sebagai hewan percobaannya digunakan 45 ekor tikus (Rattus norvegicus L.) galur Sprague Dawley, jantan, umur 2-3 bulan, berat badan antara 210-310 g. Setelah dilakukan aklimatisasi selama 1 minggu, tikus dipuasakan semalam, lalu keesokan harinya diinduksi alloxan monohidrat dengan dosis 120 mg/kg berat badan (BB). Satu minggu kemudian, tikus di uji kadar glukosa darahnya menggunakan Nesco Multi Check Glucose, Kemel Int’l Corp. Melalui vena lateralis ekor tikus, darah dicucukkan ke alat check glucose, dan setelah 5 detik kadar glukosanya terbaca. Indeks aterogenik (IA) ditentukan berdasar rumus: (Kolesterol total-HDL)/HDL. Sampel darah untuk analisis kolesterol dan HDL diambil dari vena mata, setelah tikus dianestesi menggunakan ketamin. Tikus dengan kadar glukosa darah > 200 mg/dL, dipilih sebagai hewan percobaan, kemudian dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing 15 ekor. Kelompok I, diberi pakan standar dan ekstrak daun kapulaga; kelompok II, diberi pakan standar dan glibenklamid; sedangkan kelompok III, hanya diberi pakan standar selama 2 minggu. Saat awal diabetes, berat badannya turun dari 247,63+28,5 menjadi 220,9+26,6 g (P<0,05). Akan tetapi setelah 2 minggu diberi ekstrak daun kapulaga, berat badannya menjadi stabil (P>0.05), kadar glukosa darahnya menurun dari 199,25+100,5 menjadi 102,88+17 mg/dL (P<0.05), dan indeks atherogenik menurun dari 0,61 menjadi 0,38 (P<0.05). Kesimpulannya, ekstrak daun kapulaga berpotensi sebagai antiatherogenik, menurunkan kadar glukosa darah, dan mempertahankan berat badan tikus diabetes.

HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN MUTU HIDANGAN DENGAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN MAKRONUTRIEN PADA REMAJA DI BPSAA PAGADEN SUBANG

Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 1 No 01 (2017): Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.878 KB)

Abstract

ABSTRACT     To examine the association between the level of food quality satisfaction with energy and macronutrient intake in adolescents at Balai Perlindungan Sosial Anak (BPSAA) Pagaden Subang. This was a cross sectional study included 45 respondents selected by simple random sampling. Respondents fill the questionare of the level of food quality satisfaction and recall 24 hours. Bivariate analysis used Rank-Spearman test. Most of respondents were satisfied with food appeareance (95.2%), food flavor (95.7%) and a food variation (93.3%). The average intake of energy and macronutrients of respondents are lower than normal value (energy = 1207.15 kcal; Protein = 42.97 g; Fat = 56.4 g; KH = 131.90 g). The results of the bivariate analysis showed no relationship between the level of food quality satisfaction with energy and macronutrient intake (p> 0.05). There was no association between level of food appearance, food flavor and food variation with energy and macronutrient intake in adolescents at BPSAA Pagaden Subang.   Keywords : Food Satisfaction Level, Energy intake, Macronutrient intake, Adolescence, Ophranage     ABSTRAK   Penyelenggaraan makanan di panti asuhan melayani anak asuh yang masih berada dalam masa pertumbuhan. Remaja memerlukan energi dan zat gizi yang lebih banyak karena pada masa tersebut merupakan masa dimana percepatan pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Tingkat konsumsi energi dan zat gizi salah satunya ditentukan oleh kuantitas dan kualitas hidangan. Mengetahui hubungan antara tingkat kepuasan mutu hidangan sebagai salah satu output dari penyelenggaraan makanan dengan tingkat konsumsi energi dan makronutrien pada remaja di BPSAA Pagaden Subang. Desain penelitian cross sectional. Sampel sebanyak 45 remaja yang diambil secara random sampling mengisi kuesioner tingkat kepuasan mutu hidangan dan recall 24 jam. Data dianalisis menggunakan uji Rank-Spearman. Hampir seluruh responden merasa puas dengan penampilan makanan (95,2%), cita rasa makanan (95,7%) dan variasi makanan (93,3%). Rata-rata asupan energi dan makronutrien responden tergolong kurang (energi = 1207,15 Kkal; Protein = 42,97 gr; Lemak = 56,4 gr; KH = 131,90 gr). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat kepuasan mutu hidangan dengan tingkat konsumsi energi dan makronutrien (p > 0,05). Tidak terdapat hubungan antara tingkat kepuasan penampilan makanan, cita rasa makanan dan variasi makanan dengan tingkat konsumsi energi dan makronutrien pada remaja di BPSAA Pagaden Subang.  Kata Kunci : Tingkat Kepuasan Mutu Hidangan, Tingkat Konsumsi Energi, Tingkat Konsumsi Makronutien, Remaja, Panti Asuhan

KEBIASAAN MENGONSUMSI JAJAN TERHADAP STATUSGIZI PADAANAK SEKOLAH PENGGUNA KATERING DAN NONKATERING (KASUS DI SD UMP PURWOKERTO DAN SDN 2 DUKUHWALUH)

Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 1 No 01 (2017): Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT   This research aims to know the difference between snacking habit and nutritional status of catering and non-catering food consumer in SD-UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh as well as knowing the corelation between snacking habit and nutritional status in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh. This research used cross sectional design with thirty eight respondents were collected by Simple Random Sampling method. Snacking habit was obtained by using FFQ. The data were analyzed by using Chi-Square and Mann Whitney analysis. Univariate analysis showed that the snacking habit on catering food consumers was 28.5%, whereas on non-catering food consumers was 76.5%. Bivariate analysis result showed the difference between snacking (p= 0.004) and nutritional status ( p= 0.044) on catering and non-catering food consumers in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh. There was no corelation between snacking habit and the nutritional status in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh (p= 0,117) and ( p=0,142). There was difference in snacking habit and nutritional status on students who were catering and non-catering consumers in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh and there was no corelation between snacking habit and nutritional status in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh.  Key words: Snacking habit, Nutritional status, catering food, non-catering food.  ABSTRAK Kebiasaan mengonsumsi jajan dapat mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kebiasaan jajan dan status gizi anak sekolah pengguna katering dan non-katering serta mengetahui hubungan kebiasaan jajan terhadap status gizi di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan 38 responden dengan metode Simple Random Sampling. Kebiasaan konsumsi jajan diperoleh menggunakan FFQ. Data di analisis menggunakan uji Chi-Square dan uji Mann Whitney. Hasil uji univariat menunjukkan bahwa pada anak sekolah pengguna katering kebiasaan jajan yaitu sebesar 28,5% sedangkan anak sekolah yang non-katering sebesar 76,5%. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat perbedaan kebiasaan jajan ( p = 0,004) dan status gizi ( p= 0,044) pada anak sekolah pengguna katering dan non-katering di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh serta tidak terdapat hubungan antara kebiasaan jajan terhadap status gizi di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh (p= 0,117) dan (p= 0,142). Terdapat perbedaan kebiasaan konsumsi jajan dan status gizi pada anak sekolah pengguna katering dan non-katering di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh serta tidak terdapat hubungan antara kebiasaan mengonsumsi jajan terhadap status gizi di SD UMP Purwokerto dan di SDN 2 Dukuhwaluh.  Kata Kunci: Kebiasaan jajan, Status Gizi, katering, non-katering.  

Food Food Nutrition Values Improvement Through Optimise of Potency Utilization of Banana Peels Flour of Plantain, Kepok, and Ambon

Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 3 No 1 (2019): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banana of Kapok, Ambon and Plantain are widely used by the community, but their peels have not been utilized. Vitamins and minerals from banana peels are very high, so it need to increase the nutritional value of their food. This study aimed to analyze the physical and chemical characteristics of banana peel flour produced from three different banana varieties namely Plantain, Kapok and Ambon banana. This study used a factorial experimental with a completely randomized design (CRD) design, with different treatments of banana peel and soaking time varieties. Analysis of yield, color, water content, gel strength and stickiness, kamba density, solubility, water holding capacity, oil absorption, swelling power, moisture content, ash, protein, fat, carbohydrate, pectin levels, were carried out on banana peel flour. The results showed that the highest water content contained in the Ambon banana peels; the highest levels of ash, fat, protein and carbohydrate are in plantain peels; the highest crude fiber content are in Ambon banana peel, and the average pectin level of the three types of banana peels was 1.08%. Different types of banana peels and soaking time had a significant effect on water content, fiber content and banana flour pectin content.

Pengembangan Diversifikasi Produk Tiwul Instan untuk Meningkatkan Daya Saing UKM di Kabupaten Wonosobo

Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2019): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract