M. Nur
Program Studi Pendidikan Sains Program Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS PROSES KREATIF-INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP

Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to develop and describe science characteristics learning model based on Creative-Inquiry process to increase students’ creative thinking and understanding in SMPN Pematangsiantar. The learning model used Borg & Gall with One-Group Pretest Posttest Design. The data collection used validation method, observation, test, and questionnaire. The technique of data analysis used descriptive quantitative, qualitative, and non-parametric statistic. The research results are: 1)The learning material has valid category, 2) Learning material from lesson plan implementation has practical category, 3)The effectiveness of learning material is seen from Improving students’ learning achievement and Creative thinking ability through N-gain has high category. Result of non-parametric statistic analysis, namely: There isn’t difference and improvement of students’ creative thinking ability in SMPN P.siantar. Students’ responds in learning material implementation are very positive. The conclusion is science learning materials based on Creative-Inquiry process are valid, practical, and effective in SMPN Pematangsiantar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangakan dan mendeskripsikan karakteristik model pembelajaran sains berbasis proses kreatif-inkuiri untuk meningkatkan pemahaman dan berpikir kreatif siswa di SMPN. Model pembelajaran menggunakan model Borg & Gall dengan One-Group Pretest Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan metode validasi, observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, kualitatif, uji statistik non-parametrik. Hasil penelitian adalah: 1) perangkat pembelajaran berkategori tinggi, 2) perangkat pembelajaran ditinjau dari pelaksaan RPP berkategori tinggi, 3) keefektifan perangkat pembelajaran dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa dan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui N-gain berkategori tinggi. Hasil dari analisa uji statistik non-parametrik adalah tidak terdapat perbedaan dan peningkatan dari kemampuan berpikir kreatif siswa di SMPN Pematangsiantar. Respon siswa terhadap pelaksanaan perangkat pembelajaran sangat positif. Kesimpulannya adalah perangkat pembelajaran sains berbasis proses kreatif-inkuiri adalah valid, praktis, dan efektif di SMPN Pematangsiantar.

Pengayaan Yodium dan Kadar NaCl pada Garam Krosok menjadi Garam Konsumsi standar SNI Enrichment of Iodium and Sodium Cloride in the Traditional Salt become Consumtion Salt INS Standard

JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Issue 1 Year 2013
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3994.464 KB)

Abstract

This research has been carried out in the quality improvement of traditional salt (krosok salt) into salt consumption for the Indonesian National Standard. This report is devoted to the elevated levels of NaCl and KIO3. Increased levels of NaCl and Iodine (represented by KIO3) is done by washing the salt with the traditional clothes washer with two rounds and by using water with saline solution at 22-24 Be (known as the old water). Traditional salt taken from three districts, such as Pati District, Jepara District, and Rembang District. We found that the concentration of NaCl in the treatment salt maximum is  96 % and Iodium or present of KIO3 is 40 ppm.   Key words: Salt,  traditional, INS, Consumtion, NaCl, KIO3

MODEL PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS PROSES KREATIF-INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP

Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to develop and describe science characteristics learning model based on Creative-Inquiry process to increase students creative thinking and understanding in SMPN Pematangsiantar. The learning model used Borg & Gall with One-Group Pretest Posttest Design. The data collection used validation method, observation, test, and questionnaire. The technique of data analysis used descriptive quantitative, qualitative, and non-parametric statistic. The research results are: 1)The learning material has valid category, 2) Learning material from lesson plan implementation has practical category, 3)The effectiveness of learning material is seen from Improving students learning achievement and Creative thinking ability through N-gain has high category. Result of non-parametric statistic analysis, namely: There isnt difference and improvement of students creative thinking ability in SMPN P.siantar. Students responds in learning material implementation are very positive. The conclusion is science learning materials based on Creative-Inquiry process are valid, practical, and effective in SMPN Pematangsiantar.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangakan dan mendeskripsikan karakteristik model pembelajaran sains berbasis proses kreatif-inkuiri untuk meningkatkan pemahaman dan berpikir kreatif siswa di SMPN. Model pembelajaran menggunakan model Borg & Gall dengan One-Group Pretest Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan metode validasi, observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, kualitatif, uji statistik non-parametrik. Hasil penelitian adalah: 1) perangkat pembelajaran berkategori tinggi, 2) perangkat pembelajaran ditinjau dari pelaksaan RPP berkategori tinggi, 3) keefektifan perangkat pembelajaran dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa dan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui N-gain berkategori tinggi. Hasil dari analisa uji statistik non-parametrik adalah tidak terdapat perbedaan dan peningkatan dari kemampuan berpikir kreatif siswa di SMPN Pematangsiantar. Respon siswa terhadap pelaksanaan perangkat pembelajaran sangat positif. Kesimpulannya adalah perangkat pembelajaran sains berbasis proses kreatif-inkuiri adalah valid, praktis, dan efektif di SMPN Pematangsiantar.

MASYARAKAT IDEAL DALAM PANDANGAN AKBAR S. AHMED

JURNAL TAPIS Vol 8, No 2 (2012): Jurnal Tapis
Publisher : UIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.899 KB)

Abstract

AbstrakKonsep Islam mengenai masyarakat, sejarah, dan politik diterapkan dalam struktur dan organisasi masyarakat. Kadangkala konsep tersebut berjalan mulus, tetapi kadang kala bertentangan dengan sistem sosial budaya tertentu. Di pelbagai tempat yang jauh dari pusat pengembangan Islam, seringkali terjadi konflik antara cara pandang makro Islam dengan nilai-nilai dengan kehidupan sehari-hari. Dalam menganalisa berbagai persoalan atau permasalahan Islam dan masyarakat muslim, Akbar menggunakan metode historis-interpretatif. Dalam Islam yang dijadikan acuan dalam berbagai aspek kehidupan adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. Akbar menggunakan landasan teori muslim ideal dan masyarakat muslim ideal yang dirujukkan pada Nabi Muhammad dan kehidupan masyarakat muslim abad ke-7. Titik tolak ini akan membantu upaya memahami masyarakat dan sejarah muslim dari masa lahirnya Islam hingga masa kini.Kata Kunci: AbstrakKonsep Islam mengenai masyarakat, sejarah, dan politik diterapkan dalam struktur dan organisasi masyarakat. Kadangkala konsep tersebut berjalan mulus, tetapi kadang kala bertentangan dengan sistem sosial budaya tertentu. Di pelbagai tempat yang jauh dari pusat pengembangan Islam, seringkali terjadi konflik antara cara pandang makro Islam dengan nilai-nilai dengan kehidupan sehari-hari. Dalam menganalisa berbagai persoalan atau permasalahan Islam dan masyarakat muslim, Akbar menggunakan metode historis-interpretatif. Dalam Islam yang dijadikan acuan dalam berbagai aspek kehidupan adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. Akbar menggunakan landasan teori muslim ideal dan masyarakat muslim ideal yang dirujukkan pada Nabi Muhammad dan kehidupan masyarakat muslim abad ke-7. Titik tolak ini akan membantu upaya memahami masyarakat dan sejarah muslim dari masa lahirnya Islam hingga masa kini.Kata Kunci: Islam, Masyarakat Ideal, Akbar S. Ahmed

Menigkatkan Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascolanicum L) pada Media Gambut dengan Pupuk Kompos Serasah Jagung dan Frekuensi NPK 16:16:16

Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2018: Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal "Tantangan dan Solusi Pengembangan PAJALE dan Kel
Publisher : Seminar Nasional Lahan Suboptimal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.494 KB)

Abstract

Nue et al, 2019. Increasing Growth and Production of Onion (Allium ascolanicum L) in Peat Media with Corn Litter Compost Fertilizer and NPK Frequency 16:16:16. pp. 110-119.Sumatras widest peatland in Riau Province, but development of Horticultural crops, one of which is onion, has not been utilized to the maximum, is due to the nutrient-poor and acidic peatlands. The use of compost and correct frequency of NPK fertilization can improve the nature of the peatland and increase crop yields. the study was to determine the effect of interaction and the growth and production of onion in media with the addition of corn litter compost and the frequency of NPK 16:16:16. The study was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Universitas Islam Riau from April to August 2018. Completely randomized design study used, the first factor was corn litter compost 10, 20 and 30 tons / ha, the second factor was NPK fertilization frequency 16:16:16 namely 1 and 2 times the fertilization dose of 150, 300 and 450 kg / ha. Parameters observed were plant height, number of leaves, age of tuber formation, age of harvest, weight of tubers per tuber, production per hectare. The results show that there is a significant interaction effect on tuber weight per tuber and production per hectare with the best treatment of compost 30 tons / ha and 2 times fertilization dose 150 kg / ha per once (300 kg / ha). The main effect is real compost fertilizer on tuber weight per tuber and production per hectare, with the best treatment of 30 tons / ha and the main effect of real fertilization frequency on tuber weight per tuber, with the best treatment 2 times of 150 kg / ha per once (300 kg / ha).

Orientasi Manajemen Sumberdaya Arkeologi di Indonesia

Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol 1, No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3860.572 KB)

Abstract

The archaeological resources distribute almost in the whole area of Indonesia. The condition of archaeological resources management in our country still under standard. Good concept, theory and the operational at archaeological resources management in a country must have a good relation with the progress at conflict management and its partipatoris approach. Basicly, the state determination to archaeological resources management could be done right as long as all the public interest can be accommodate. The effective way to make it is how to involve the public into the activities.

Pergeseran Pola Pemberian Nama Anak pada Generasi Millenial dan Post-Millenial

Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 12, No 1 (2018): Konstruksi dan Evolusi Sosial
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.826 KB)

Abstract

 For the Acehnese, "self-name" refers to the self-image of the Acehnese as Muslims. Then the naming of Acehnese is generally inspired by islamic word, or Arabic word. This study tried to describe the change of naming a baby in Acehnese, especially in network society era, where Generation X as the main actor, while Millennial (Generation Y) and Post-Millennial Generation as the object. The research conducted at Faculty of Social and Political Science University of Malikussaleh through documentary studies and unstructured interviews. The results of this study showed that the change of naming a baby in Acehnese occurred through a fairly long process, across time and generation, within the circle of externalization, objectification, and internalization, that ultimately forced a generation to follow the current naming trend. Keywords : Reconstruction, Generation, Knowledge, AcehAbstrakBagi masyarakat Aceh, “nama diri” tidak dapat dilepaskan dari citra diri orang Aceh sebagai pemeluk agama Islam. Maka pemberian nama anak pada masyarakat Aceh pada umumnya terinspirasi dari Al-Qur’an, bahasa Arab, atau nama diri orang Arab. Penelitian ini mencoba menunjukkan adanya pergeseran dalam pola pemberian nama anak pada masyarakat Aceh, terutama pada era masyarakat jaringan dimana generasi X sebagai aktor utamanya serta generasi Millenial (Gen-Y) dan Post-Millenial sebagai objeknya. Penelitian dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh melalui studi dokumentasi dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran pola pemberian nama anak pada masyarakat Aceh terjadi melalui proses yang cukup panjang, lintas waktu dan lintas generasi, yang pada akhirnya “memaksa” suatu generasi untuk mengikuti trend penamaan anak masa kini.Kata Kunci : Rekonstruksi, Generasi, Pengetahuan, Aceh