Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Variabel Pemotongan Terhadap Kualitas Permukaan Produk dalam Meningkatkan Produktifitas

POLI REKAYASA Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : POLI REKAYASA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mechanical process productivity must be improved.  It will be push the product quantity based on product specification. Quality of product specification based on geometrical size and grad of surface roughness. The more amount of product, the more return of investment and company gain the benefit. Productivity for mechanical process depends on feeding and depth of cutting. To analyze the condition of cutting process, we must conduct research. The method applied in this research was used to analyze the factor of cutting process effect. The factors were speed and feeding which contributed on surface roughness. The variables of speeds were 43.12 mm/min, 49.28 mm/min, 54.88 mm/min, 62.72 mm/min, 72.52 mm/min, 73.92 mm/min, 82.88 mm/min, 94.08 mm/min and 124.32 mm/min.  The variables of feeding were 37.39 m/min, 38.69 m/min and 51.11 m/min. The research has two samples. The specification of test pieces are that diameter is 22 mm, the length is 15 mm and material is ST 37. The output of this research is the surface roughness depends on speed and feeding. The more speed will be increase the surface roughness. On the other side, the more feeding will be decrease the surface roughness. The volume of chips indicates the productivity where more chips indicate more speed and feeding but surface roughness also increase.

Pengaruh Kecepatan Potong Terhadap Getaran Mesin Perkakas

POLI REKAYASA Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : POLI REKAYASA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chatter is caused by excessive vibration machining process parameter changes. Surface quality is also strongly influenced by the vibration of machine tools. Soto meets the specification of the geometry needs to be monitored. In this research does is how the influence of feeding rate on the vibration machine by increasing the depth of cut with out chatter. Testing chatter for the process of turning performed on material ST60, with the variation of machining parameters are cutting speed of 57.9, 68.8, 97.11 and 115.58, while feeding rate constant at 0.045mm/put. While the depth of cut increased gradually with the increase of 0.05mm to the process of experiencing chatter. In this srudy, used two sensors i.e. Sensors microphone and accelerate meter sensors to compare them. From the result obtained that the sensor signal measuring microphone an be used to detect chatter amounted on average to the microphone 245.5Hz AND 250 Hz accelerate meter. Critical depth limit of each additional feeding rate and cutting speed is kept constant will decrease. Limit depth of critical start cutting speedis0.8mm, 0.8mm, 1mm, 1.9mm.

Teknik Grafik Komputer dengan Menggunakan Perbandingan Program Matlab & Excel untuk Menentukan Kuantitas Pergeseran Kaki Mesin dalam Proses Alignment

POLI REKAYASA Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : POLI REKAYASA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recently,  rotational engines widely used in industries. Engine’s speed come higher and higher so that the demand on its reliability increase as well.  High reliability will be obtained if the cause of failure is known and overcome. One machine element which generally has shorter life time is bearing. Damage on bearings is accelerated by the increase of load due to misalignment. Related with the prevention of bearing’s damage, study on shaft misalignment has been carried out. The aim of the study was to find techniques to obtain an acceptable alignment procedures.In practice the machine’s foot shifting determined manually using graphs and side view of the quantity of misalignment. This study is carried out using graphic technique in determining the shifting quantity of machine’s foot using Excel for two-dimensional view and Matlab for three dimensional one. By this technique and computer program  it can be determined the quantity of misalignment on a machine and what should be done to shift the machine. Using this technique and computer program the calculation process can be done more quickly and accurately. Machine’s foot shifting in alignment process in order to get an accurate misalignment measurement data use a dial indicator with a variety of methods such as face and rim, face to face, reverse indicator, double radial, and the shaft to coupling spool.

PENGEMBANGAN MESIN PENCACAH SAMPAH/LIMBAH PLASTIK DENGAN SISTEM CRUSHER DAN SILINDER PEMOTONG TIPE REEL

Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah plastik jumlahnya semakin banyak, namun dapat didaur ulang menjadi produk lain dalambentuk  butiran  sebelum  diolah  lanjut  menjadi  biji  pellet  dan  proses  injection  mouldingmenghasilkan produk  seperti  ember, piring,  botol  minuman  dan  lain-lain.  Untuk  diolah  menjadibentuk butiran tersebut diperlukan mesin pencacah plastik.  Walaupun begitu industry kecil daurulang  plastik  masih  terkendala  dalam  proses  pencacahan  plastik  karena  mesin  yang  digunakankemampuannya tidak maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah pengembangan mesin pencacahplastik dengan sistem crusher dan silinder pemotong tipe reel dan evaluasi teknis. Penelitian inidilaksanakan  selama  dua  tahun,  tahun  pertama  perancangan  dan  pembuatan  mesin, tahun  keduaadalah evaluasi teknis mesin, perbaikan kinerja mesin dan analisis ekonomi terhadap produk plastikbutiran. Dari hasil rancangan mesin didapatkan kapasitas mesin ± 350 kg/jam, ukuran mesin yaitu50 cm x 120 cm x 30 cm, daya motor penggerak 10 HP dengan putaran 1450 RPM dengan 3 phase.Beberapa komponen utama dari mesin yaitu, unit pencacah crusher terdiri dari dua buah silinderpencacah yang berputar berlawanan, poros pencacah berukuran Ø 4 cm x 58 cm, pisau pencacah Ø17 cm x 2 cm dengan jumlah gigi/mata pisau 7 buah dan jumlah pisau sepanjang poros 7 buah,  buspenahan Ø 10 cm x 2 cm. Unit pencacah silinder pemotong tipe reel terdiri dari poros pencacahukuran  Ø  4  cm  x  90  cm,  ditengah  poros  terpasang  silinder  dengan  Ø  17  cm  x  40  cm  sebagaidudukan dari pisau pencacah. Pisau pencacah berjumlah 4 buah dengan ukuran 40 cm x 2 cm x 4cm  dengan  bahan  ASSAB.  Selanjutnya bedknife sebagai  pisau  penahan  gaya  geser  dari  pisaupencacah, rangka atas, rangka bawah, saringan, corong masuk, corong keluar, dan unit penggerakterdiri  dari  motor  listrik,  reducer,  sabuk,  pully  dan  2  buah  transmisi  roda  gigi. Hasil  pengujiankinerja mesin pada putaran crusher75 RPM dan silinder pemotong tipe reel 1450 RPM kapasitasmesin ± 300 kg/jam pada Ø lobang saringan 1,5 cm, dengan keseragaman butiran 80 %.

Analisa Perawatan Mesin Penyuir Daging Sapi

Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.813 KB)

Abstract

An analysis has been carried out to treat the meat grinder machine. The care of the meat grinder machine is important to help the production process of rendang suir craftsmen. Meat grinder machine consists of several components, namely the engine, electric motor, pulleys, V-belts, reservoirs, and spindle shaft. With the components above, this meat grinder machine is expected to work optimally with satisfactory results. The meat grinder machine treatment consists of repairing, repairing, total care. Canceled maintenance consists of recovery, lubrication, and periodic checks. Repair treatments include maintenance of the blade, bearing care, pulley care and belt. While total maintenance is carried out after the engine has been running long enough. The result of the treatment that has been done is a machine that can be run properly which can produce a maximum of 30 kg / hour

Produksi Pupuk Kompos Dari Sampah Rumah Tangga

Jurnal Katalisator Vol 3, No 2 (2018): KATALISATOR
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan melihat kondisi yang ada di Mentawai maka terjadilah kesepakatan bersama antara mitra bank sampah Siput Bisa dan bank sampah Polak Sikerey dengan tim Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Padang untuk mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos. Kesepakatan ini dilakukan untuk pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan sampahrumah tangga dan limbah pertanian yang melimpah jumlahnya. Program ini didahului  dengan  penyuluhan  yang  melibatkan    unsur  terkait  yaitu: pengurus dan seluruh anggota kelompok PKK di desa Sipora Jaya kecamatan  Sipora Utara kepulauan Mentawai serta dibantu oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang bertugas di wilayah tersebut. Penyuluhan  ini  diberikan  dalam  bentuk  ceramah dan diskusi mengenai berbagai aspek teknologi pembuatan pupuk organik. Demonstrasi pembuatannya dilakukan setelah diskusi dan penyuluhan kelompok dilaksanakan. Pembuatan pupuk organik dilakukan secara intensif dengan menggunakan sampah yang sudah dikumpul oleh bank Sampah Siput Bisa dan Polak Sikerey serta sisa limbah pertanian oleh kelompok tani. Sampah rumah tangga tersebut dicincang dan dicampur dengan digester EM4, kemudian ditumpuk dan dibiarkan 3 minggu dan setiap minggu dibalik.. Hasil kegiatan ini memberikan beberapa manfaat terutama dari segi ekonomis dan   pengembangan   iptek, diantaranya adalah lingkungan menjadi bersih dan mengurangi bau, lalat dan penyebaran mikroorganisme patogen atau penyebab penyakit pada manusia dan ternak. Dengan pengelolaan sampah menjadi pupuk organik akan mendapatkan hasil tambahan yang lebih besar, dan dengan bisanya masyarakat membuat pupuk organik/pupuk kandang/kompos maka akan mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk anorganik.